Heart's Owner

Heart's Owner
Terungkap Kenyataan



Jonathan dan Kezia langsung berdiri saat melihat mobil yang sudah berhenti di depan halte dengan kaca yang terbuka lebar, memperlihatkan siapa pemilik mobil tersebut.


"Robby!!" pekik Kezia saat melihat siapa yang ada di dalam mobil itu.


"Hei, kalau pacaran itu modal dikit dong! Masa di halte?? Tidak ada tempat lain apa yang lebih romantis!! Dasar cowok tak punya modal!!" seru Robby yang ternyata hendak memamerkan mobil barunya.


"Diam kau Rob!! Bisanya cuma menghina orang saja, kenapa juga kau harus muncul di sini!!" berang Kezia.


"Sudahlah Kezia! Lebih baik kau ikut aku naik mobil, lebih aman dan adem, dari pada naik motor masuk angin!!" teriak Robby.


"Sudah Zia, jangan ladeni dia, lebih baik kita pulang!" ajak Jonathan yang langsung menggandeng Kezia ke arah motornya.


"Hahahaha ... Kezia!! Pikir pakai otakmu!! Masa kau pacaran sama cowok kere begini!! Kasihan Papamu Kezia!! Nanti dia pasti malu, anaknya jalan sama cowok miskin dan tidak punya masa depan!!" ledek Robby.


Jonathan mulai mengepalkan tangannya karena tersulut emosi.


Kezia yang melihat itu langsung menarik tangan Jonathan agar tidak terjadi keributan.


"Tahan emosimu Bang Jo! Jangan terpancing perkataannya!" ujar Kezia.


Dengan cepat akhirnya mereka bisa naik motor dan langsung melajukannya meninggalkan halte itu, mobil Robby langsung mengejarnya.


"Mau apa sih si Robby??! Kerjaannya bikin masalah saja!!" sungut Kezia saat Jonathan mulai melajukan nya dengan cepat.


"Sudah deh Zia, ngapain di urusin orang gila itu, kalau kita lama di situ, sudah habis ku hajar dia!!" geram Jonathan.


Setelah melewati jalan tikus, akhirnya mereka bisa menghindari mobil Robby, mereka mulai berhenti di depan rumah Erin yang nampak sepi.


"Sudah Bang, aku di sini saja!" kata Kezia yang langsung turun dari motor.


"Aku ingin ketemu keluargamu boleh Zia?" tanya Jonathan.


"Jangan sekarang deh Bang, aku buru-buru takut Robby ngejar lagi!" sahut Kezia.


"Oh, ya sudah, kamu langsung masuk dan kunci pintu kamar ya, pokoknya kalau ada apa-apa tolong hubungi aku!" kata Jonathan.


"Dah sana Bang Jo jalan duluan!" ujar Kezia sambil mendorong tubuh Jonathan.


"Zia, jaga dirimu ya!" ucap Jonathan, Kezia menganggukan kepalanya.


Akhirnya Jonathan pergi meninggalkan tempat itu.


Seperti biasa, Kezia mulai merogoh ponsel di saku jaketnya, lalu mulai memesan taksi online untuk pulang ke rumahnya.


Saat Jonathan sudah hampir tiba di depan tempat kosnya, matanya tiba-tiba menangkap tas Kezia yang masih tergantung di motornya.


"Alamak! Ini tas nya Kezia kenapa ketinggalan di sini, dia pasti akan mencari tasnya, lebih baik ku kembalikan saja ke rumahnya!" gumam Jonathan yang langsung berbalik arah menuju ke tempat Erin tadi.


Setelah sampai di rumah Erin, Jonathan langsung memarkirkan mobilnya dan mulai masuk ke dalam rumah Erin yang tidak terlalu luas itu, dia mulai mengetuk pintu rumahnya.


Beberapa kali mengetuk, keluarlah seorang dari dalam rumah itu.


"Maaf, cari siapa ya?" tanya laki-laki separuh baya itu.


"Halo Om, saya Jonathan Om, Om pasti Papanya Kezia ya, Kezia nya ada Om? Saya mau mengembalikan tasnya yang ketinggalan Om!" kata Jonathan dengan pedenya.


"Kezia? Tidak ada nama Kezia di rumah ini!" kata laki-laki itu yang tak lain adalah bapaknya Erin.


"Siapa di depan Pak?" tanya seseorang dari dalam rumah, Erin muncul dari arah dalam rumahnya.


"Bang Jo??!" seru Erin terkejut.


"Erin, kamu lagi main kan di rumah Kezia? Tolong bilang dong sama Papanya, aku cuma mau kembalikan tasnya!" ujar Jonathan.


Bapaknya Erin mulai melotot.


"Siapa kau? Aku ini bapaknya Erin, ini rumah Erin, rumahku!! Kau ini gila ya!!" sengit Bapaknya Erin. Erin nampak pucat.


Lalu Erin segera menarik tangan Jonathan keluar dari rumahnya.


"Erin!! Aku jadi bingung!! Bapakmu kenapa main ke rumah Kezia?? Arghh!! Pusing kepalaku!!" sungut Jonathan.


"Bang Jo, sebelumnya aku minta maaf ya, sebenarnya, rumah ini adalah rumahku, Kezia pinjam rumahku sebagai rumah dia!" ucap Erin pelan.


"Apa?? Kenapa Kezia melakukan itu padaku?? Jadi benar ini rumahmu?? Pantas dia tidak pernah mengajakku masuk ke rumahnya! Dia sudah berani membohongiku!!" geram Jonathan.


"Kau jangan marah dulu bang, Kezia punya alasan mengapa dia melakukan itu!" sergah Erin.


"Alah! Kau tak usah membelanya!" sentak Jonathan.


"Dengar dulu Bang, Kezia itu sebenarnya orang kaya, dia tidak ingin kau tau kalau dia kaya, sebenarnya mobil yang dia sering pakai itu adalah mobilnya sendiri, bukan mobilku!" ungkap Erin.


"Kezia sudah berani membohongiku, dia sudah mengkhianati kepercayaan ku padanya!!" ujar Jonathan dengan mata yang terlihat merah menahan emosi.


"Erin, beritahu aku sekarang di mana alamat Kezia?? Setelah aku mengembalikan tasnya, aku tidak ingin bertemu dengannya lagi!!" kata Jonathan.


Erin segera masuk kedalam, dan tak lama dia sudah kembali dengan menyodorkan secarik kartu nama.


"Baik, tapi bang Jo jangan marah sama Kezia, Bang Jo jangan salah paham!" seru Erin.


Tanpa bicara lagi, Jonathan langsung naik ke atas motornya dan melajukan nya dengan kecepatan tinggi menuju alamat Kezia yang ada di kartu nama.


Ternyata hanya 15 menit Jonathan sudah sampai di depan sebuah rumah besar nan mewah.


Setelah memarkir motornya, Jonathan berjalan mendekati pos security yang ada di sisi gerbang rumah besar itu.


"Selamat malam, ini benar rumah Kezia?" tanya Jonathan.


"Malam Mas, iya betul, ini rumah Nona Kezia Putri Gunadi, tapi anda tidak boleh menemuinya sembarangan!" jawab Security itu.


"Tidak, saya bukan mau menemuinya, saya hanya mau mengembalikan tas nya yang ketinggalan!" sahut Jonathan yang langsung menyodorkan tas Kezia ke arah security itu.


Tanpa banyak bicara lagi, Jonathan langsung pergi meninggalkan rumah besar itu, dengan hati hancur dan perasaan kecewa.


*****


Hai Guys ....


Dukung Yuk Bang Jo supaya jangan ngambek lagi dengan Like dan Vote ...


Trima kasih ...