
Budayakan FOLLOW dan VOTE sebelum baca kemudian COMMENT setelah baca
Keesokan harinya, Reynaldi membawa Shica ke gedung pameran seni lukis. Shica sangat senang.
"Wahh.. Aku tidak tahu kau menyukai kesenian" kata Shica sambil menggandeng tangan Reynaldi dengan erat.
"Aku memang tidak suka" gerutu Reynaldi. Shica tertawa kecil. "Kenapa kau mengajakku kemari? " tanya Shica
"Karena aku tahu kau suka benda berminyak ini" jawab Reynaldi. Shica tertawa kemudian melelapkan kepalanya ke bahu Reynaldi.
Reynaldi tersenyum dengan tingkah Shica.
"Pantas saja sikapnya berubah-ubah begini.. Dia kan sedang PMS.. Dasar wanita " batin Reynaldi.
Mereka menuju lukisan satu kemudian ke lukisan lainnya.
Reynaldi merasa bosan. Shica terus berkomentar tentang setiap lukisan yang dia lihat. Namun Reynaldi tidak mendengarkannya.
Selesai dari sana, mereka berniat makan siang di restoran. Shica menceritakan lagi apa yang dia lihat tadi.
Reynaldi hanya merespon dengan tiga kata ajaib..
Oh
Iya
Hmm
Namun bagi Shica itu tidak masalah, selama Reynaldi mau mendengarkan ocehannya.
Ponsel Shica berdering. Shica berhenti bicara kemudian mengambil ponselnya.
Tertera nomor tak bernama. Dia pun mengangkat panggilan tersebut.
"Apa bulan madu mu dengan dia sudah selesai? " tanya seorang pria di seberang sana yang sedang duduk di kursi kebesarannya.
Deg
Tentu Shica mengenali suara itu. Dia menelan salivanya. Dia melirik Reynaldi yang terlihat fokus menyetir.
"Kenapa diam, sayang? Apa kau merindukanku? Kapan kita akan berbulan madu? " tanya pria yang tak lain adalah Raihan.
Reynaldi melirik Shica yang sedari tadi hanya diam tidak bicara pada si penelpon sementara Shica masih mendekatkan ponselnya ke telinga.
"Aku mencintaimu.. Shica Mahali" kata Raihan sambil menyeringai di seberang sana.
Reynaldi menghentikan mobilnya dan mengambil ponsel yang dipegang Shica kemudian meletakkannya di telinga.
Reynaldi tidak kunjung berbicara. Dia menunggu pria di seberang sana yang bicara duluan.
Raihan tersenyum diseberang sana. "Kau takut kehilangan istrimu, ya? "
Reynaldi menautkan alisnya kesal. "Ada apa kau menelpon Rastani? Bukankah kalian sudah selesai.. Dia milikku sekarang " kata Reynaldi penuh penekanan.
Raihan tersenyum dan beranjak dari duduknya. Dia melangkahkan kakinya menuju jendela dan menatap menara eiffel yang berdiri menjulang tinggi.
"Siapa yang menyatakan kalau Shica milikmu? " tanya Raihan.
Reynaldi mengepalkan tangannya geram. Shica yang melihat kemarahan Reynaldi segera menggenggam tangan Reynaldi berusaha untuk menenangkan perasaan suaminya.
Shica menghela napas berat. Dia tahu saat ini Raihan pasti sedang memancing amarah suaminya. Shica tahu Raihan memang pandai membuat orang marah.
Raihan tertawa. Dia melangkahkan kakinya di dalam ruangannya. "Apa pernikahan bisa mengikat kalian? " tanya Raihan kemudian tertawa sarkas.
Rahang Reynaldi mengeras geram. Shica takut melihat kemarahan suaminya. "Matikan saja teleponnya.. Dia hanya akan membuatmu semakin marah" kata Shica.
"Aku senang sekali mendengar suara Shica.. Berikan teleponnya pada Shica" kata Raihan.
"Berhenti bicara atau kubunuh kau" geram Reynaldi penuh ancaman.
Raihan tertawa diseberang sana. "Kudengar kau berbulan madu di kapal pesiar.. Apa kau sudah menyentuh istrimu? Sepertinya tidak.. Dia tidak akan pernah mau menerimamu.. Dia tahu reputasimu yang buruk.. Dia tidak mau tertular penyakit mengerikan darimu.. Haha bulan madu mu sia-sia " kata Raihan.
Reynaldi mengepalkan tangannya. Shica semakin panik. Bukan satu atau dua kali dia melihat kemarahan suaminya yang menakutkan.
"Pernikahan bukanlah pengikat yang abadi.. Aku bisa membuat kalian berpisah.. Dan aku akan memiliki Shica sepenuhnya.. Lihat saja nanti.. " kata Raihan dengan percaya dirinya.
"Tidak ada yang bisa menghancurkan rumah tanggaku.. Siapapun itu.. Termasuk kau! " kata Reynaldi.
Shica yang mendengar itu terkejut. Dia tampak berpikir.
"Tentu aku bisa.. Jangan jadikan kekuasaanmu sebagai cara untuk meremehkan diriku.. Aku juga punya kekuasaan yang mampu membawa Shica kembali padaku.. " kata Raihan sambil menyeringai dingin.
"Rastani tidak akan pernah kembali padamu.. Dia mencintai diriku.. " kata Reynaldi sambil tersenyum penuh kemenangan. Kedua alis Shica terangkat mendengar ucapan suaminya.
Raihan terbelalak. "Kau pasti berbohong! Dia tidak mencintai siapapun kecuali diriku! "
Reynaldi tersenyum. "Kau benar.. Aku memang belum pernah menjadikan dia wanita yang sesungguhnya dalam hidupku.. Itu karena aku menghargai dia sebagai wanita yang bermartabat.. Aku mencintai dia.. Sangat mencintai dia.. Dan cintaku padanya yang membuat dia jatuh Cinta padaku" kata Reynaldi sambil menyeringai kecil. Shica masih menatap Reynaldi yang tampaknya bisa mengontrol emosinya.
Raihan mengepalkan tangannya. "Terserah kau mau bilang apa.. Meskipun dia mencintaimu, aku yakin cintanya padamu itu tidak lebih besar dari cintanya padaku" kata Raihan sambil tersenyum sinis.
Reynaldi tersenyum tipis. "Maka aku akan membuat dia jatuh Cinta padaku sepenuhnya.. Akan kubuat dia melupakan nama Raihan yang selalu membuat dia bimbang.. Membuatnya sedih dan senang dalam waktu yang cepat.. Akan hanya ada aku yang mendampingi dia dan membuat dia terus menyebut namaku" kata Reynaldi. Shica terharu mendengar ucapan Reynaldi.
"Kita lihat saja.. Apa kau yang akan menang.. Atau aku" kata Raihan sambil mengakhiri panggilannya.
Reynaldi melihat layar ponsel tersebut. Panggilan itu telah berakhir. Dia menoleh kearah Shica. Kedua matanya sudah berkaca-kaca.
Serta merta, Shica memeluk Reynaldi. "Aku mencintaimu.. " kata Shica.
Reynaldi tersenyum. Kedua pipinya memerah. "Aku mencintaimu juga, sayang " kata Reynaldi sambil merangkul Shica.
"Percayalah.. Kau keliru.. Raihan.. " batin Reynaldi.
Bagi yang berminat novel "Psychopath Doctor" ada versi pdf-nya di playstore begitupun dengan "The Beautiful Spy" karena kedua novel tersebut sudah terbit.
*Cinta seorang Michael Danuarga yang merupakan seorang dokter pada pasiennya, Meinara Adellina. Membuat dokter yang juga merupakan psikopat itu benar-benar ingin memiliki Mei. Malaikat setengah iblis itu bersikeras menyusun rencana untuk mendapatkan apa yang menurutnya adalah takdirnya. (Psychopath Doctor)
"Jika aku menginginkan sesuatu, maka sesuatu itu harus menjadi milikku, tidak peduli dengan cara apa pun." Michael Lorenz Danuarga.
"Daripada harus diobati dokter semacam dirimu, lebih baik aku mati sekarang." Meinara Sista Adellina.
**Seorang mata-mata wanita yang menyelidiki kasus pembunuhan dan pemerkosaan di negaranya, Jepang.
"Aku tidak akan membiarkan orang asing membuat kekacauan di negaraku ini." Aori Hashimoto.
Dan seorang psikopat sang mesin pembunuh, pembenci polisi, seorang psikopat.
"Polisi atau apa pun itu, tidak peduli punya masalah denganku atau tidak, aku akan menghabisinya!" Rider Albert Smith.
ig : @ucu_irna_marhamah
By
Ucu Irna Marhamah