
..."Hal yang sangat menakutkan adalah disaat kamu diperlakukan tidak adil, dan kamu berteriak sekuatmu tapi tidak ada yang melihatmu, serta tidak ada orang disisi mu."...
..._Blind...
...Happy Reading Semua...
.......
.......
🌱
96. Perayaan Kelulusan
Untuk merayakan kelulusan tersebut, Jeano dan juga teman-temannya mengadakan sebuah perayaan kecil-kecilan.
Dimana Jeano mengajak semuanya untuk berkunjung kesalah satu villa mewah yang dimiliki oleh keluarga Xiallen.
Villa tersebut bertepatan ditepi pantai yang sangat indah, dengan view yang sangat menakjubkan. Selain itu terdengar jelas sekali deburan ombak yang menambah kesan ramai untuk menemani mereka.
Mereka semua hanya merayakannya dengan BBQ an, dimana mungkin dari sejenis seefood serta hal lain yang bisa mereka masak dan juga makan.
Tidak lupa begitu banyak jenis minuman yang mereka bawa, termasuk kelapa muda untuk menemani acara tersebut. Apalagi dengan cuaca yang cukup cerah, menambah rasa raus ditenggorokan mereka.
Kini mereka semua sudah memulai acara tersebut. Dimana para pria yang sibuk mengipasi makanan, sedangkan para perempuan sedang menyiapkan bahan yang lainnya.
"Woii..ini udah belum sih?" Teriak Andra yang sudah sangat lelah, terus mengusipasi cumi-cumi yang mungkin membutuhkan waktu yang lama untuk matang.
"Belum elah. Itu masih keliatan putih banget, belum kecoklat-coklatan. Cepet kipasin yang bener!" Titah Bobby dengan entangnya.
"Heh, lo kira gue gak capek apa? Ngipasin ini dari tadi. Liat nih baju gue rasanya udah bau asep banget."
"Yaudah, sini gantian. Dasar lemah."
"Cih, sekate-kate lo."
Bobbypun mulai bergantian tugas dengan Andra untuk mengipasi makanan tersebut, sedangkan untuk Zero dan juga Jeano kebagian untuk membalur bumbu dimasakan tersebut.
Sedangkan Zeana dan kedua temannya hanya dapat menggeleng pelan melihat tingkah Andra dan Bobby yang selalu saja berdebat dimanapun.
Mereka bertiga lebih memilih untuk kembali menata makanan lain yang mereka bawa, termasuk juga tempat yang hendak mereka pakai.
Hingga mungkin membutuhkan cukup waktu yang lama untuk makanan tersebut matang, kini semuanya sudah siap tersaji.
"Makanan datang." Teriak Bobby sambil membawa nampan berisikan makanan yang sudah dibakar tadi. "Inilah makanan istimewa khas Chef Bobby."
"Banyak gaya lo, buruan siniin!"
"Sadar elah."
Mereka semua mulai berkumpul melingkari makanan dan bersiap-siap untuk memakannya.
"Yaudah, ayo makan!"
Satu persatu dari mereka mulai memakannya, tentunya suasana yang sangat mendukung acara kali ini. Langit yang cerah, serta suasana pantai yang begitu menakjubkan.
Rasanya suatu kumpulan tidak akan seru, jika tidak ada obrolan apapun. Apalagi ditambah dengan adanya doa AB yang selalu meramaikan setiap acara.
"Kalian rencananya mau kemana setelah lulus?" Aqila sebagai orang pertama yang membuka pembicaran diantara mereka.
"Gue sih masih di Indo, tapi kayaknya bakal pindah ke Yogja. Gue sama Robby disuruh kuliah disana."
"Seriusan? Bakal pisah dong kalian duo AB."
"Ya, gitu deh." Jawab Bobby yang memang sudah tidak bisa menentang keinginan kedua orang tuannya.
"Gue sedih banget bakal pisah sama lo. Nanti gak ada lagi dong yang bisa gelut sama gue." Kata Andra yang memang tidak bisa menutupi rasa sedihnya. Namun kali ini tidak sampai menangis juga seperti kemarin.
"Dih, lebay banget lo. Lagian kita semua masih sahabatan meskipun pada jauh nantinya."
Andrapun hanya dapat mangangguk pelan menyetujui perkataan Bobby. Ya, mereka akan selalu bersahabat sampai kapanpun.
"Pokoknya nanti kita harus bisa kumpul-kumpul kaya gini lagi."
Kini semuanya mengangguk dengan semangat, serta tersenyum tulus. Dalam hati masing-masing mereka menerapkan janji untuk dapat mewujudkan itu semua nantinya.
"Kalo Kak Andra dimana?" Kini Rarapun ikut menyuarakan suaranya.
"Gue disini aja."
"Kalian berdua?"
Jeano dan juga Zero yang dimaksud hanya bisa saling padang untuk sejenak, mereka tidak langsung menjawab.
"Gue disini juga." Jawab Zero dengan singkat.
Zero memutuskan untuk berkuliah yang masih ada di kota ini karena memang sudah menjadi keputusan Zero untuk tidak berjauhan dengan keluarganya. Dan keputusan tersebut tentunya sangat disetujui oleh kedua orang tuannya dan juga Zeana tentunya.
Apalagi keinginan Zero untuk dapat melihat dan juga menemani Sarah sampai lahiran nanti. Juga dia ingin melihat tumbuh kembang calon Adiknya nanti. Tipe Kakak sayang Adik ya.
Setelah Zero menjawabpun, Jeano tidak kunjung untuk menjawabnya juga. Malah kini Jeano menatap lekat kearah Zeana yang memang sedang menatap kearahnya.
Zeana yang ditatap seperti itupun hanya dapat mengerutkan dahinya. Dia tidak mengerti arti tatapan Jeano padanya saat ini.
Dan tidak ada lagi yang berusaha untuk menanyakan lebih lanjut lagi pada Jeano, semuanya berpikir jika mungkin saja Jeano masih mencari kampus yang cocok.
Serta meraka juga berpikir jika Jeano pasti tidak akan jauh berbeda dengan Zero dan juga Andra nantinya.
Mereka semua kembali memakan makanan mereka tidak lupa masih diiringi dengan obrolan didalamnya. Obrolan mereka tidak jauh dari membahas tentang kehidupan sekolah, juga cerita-cerita masa remaja yang mereka telah alami dan juga lewati.
Momen kali ini begitu sangat berkesan bagi mereka, hampir semuanya tertawa dan juga hanyut dalam obrolan tersebut.
"Eh kita nyanyi yuk!"
"Emang lo bisa nyanyi? Suara kaya toa perabot dapur aja, masih mau nyanyi lo."
"Sial*n lo, gini-gini suara gue tuh sebelas duabelas sama Jamal." Bela Andra tidak mau kalah.
"Saha Jamal? Jamalludin kang parkir bukan?"
"Bukan yah, Jamal itu Jaehyun NCT. Enak aja ayang aku disamain sama kang parkir." Serobot Aqila dengan cepat, dia tidak terima ketika Bobby menyamakan Biasnya dengan tukang parkir yang berada disekolah.
"Yeee..gue kan gak tau."
"Udahlah, cepet bawa gitar dulu dari dalem!" Titah Andra pada Bobby, tidak lupa dengan sedikit mendorong tubuh Bobby agar segera pergi.
Meskipun dengann upatan dan gerutuan, Bobby masih tetap saja beranjak pergi menuju kedalam Villa untuk mengambil gitar. Tidak membutuhkan waktu yang lama, Bobbypun sudah kembali dengan membawa 2 gitar dikedua tangannya.
"Nih."
Salah satu gitar tersebut segera diterima oleh Andra. "Nyanyi lagu apa nih?"
"Sampai jumpa."
Datang akan pergi
Lewat 'kan berlalu
Ada 'kan tiada bertemu akan berpisah
Awal 'kan berakhir
Terbit 'kan tenggelam
Pasang akan surut bertemu akan berpisah
Hey, sampai jumpa di lain hari
Untuk kita bertemu lagi
Kurelakan dirimu pergi
Meskipun ku tak siap untuk merindu
Ku tak siap tanpa dirimu
Kuharap terbaik untukmu
Du-du-du-du
Du-du-du-du
Du-du-du-du
Du-du-du-du
Secara bersamaan Andra dan Bobby mulai memetik gitar tersebut, serta semuanya mulai bernyanyi.
Datang akan pergi
Lewat 'kan berlalu
Ada 'kan tiada bertemu akan berpisah
Awal 'kan berakhir
Terbit 'kan tenggelam
Pasang akan surut bertemu akan berpisah
Hey, sampai jumpa di lain hari
Untuk kita bertemu lagi
Kurelakan dirimu pergi
Meskipun ku tak siap untuk merindu
Ku tak siap tanpa dirimu
Kuharap terbaik untukmu
Hey, sampai jumpa di lain hari
Untuk kita bertemu lagi
Kurelakan dirimu pergi
Meskipun ku tak siap untuk merindu
Ku tak siap tanpa dirimu
Kuharap terbaik untukmu
Du-du-du-du
Du-du-du-du
Du-du-du-du
Du-du-du-du
Sampai Jumpa by Endank Soekamti
Mereka semua terlarut dalam suasana tersebut, apalagi para perempuan yang banyak menggunakan perasaan kini mulai menitihkan air matanya.
Mereka ikut terharu dengan lirik lagu yang memang sangat cocok untuk mengaggambarkan suasana saat ini. Kedepannya keadaan akan berubah, serta pasti akan ada kerinduan yang mendalam ketika teringat momen kali ini.
Akan ada saatnya mereka pasti sangat merindukan kepersamaan ini, juga momen suka dan duka yang telah mereka lalui bersama.
"Selamat jalan sahabatku. Terimakasih telah mau berjuang bersama-sama sampai detik ini."
"Tolong untuk kita dapat menjaga persahabatan ini, see you again diwaktu yang lebih indah."
Entah mengapa diakhir lagu tersebut Andra dan juga Bobby malah bersautan mengatakan hal yang begitu mengharukan.
Tentu saja hal itu menambah rasa haru untuk mereka, apalagi kini keempat remaja pria tersebut sedang berpelukan begitu erat seolah saling menyalurkan perasaan dan juga saling menguatkan.
To Be Continue
Hai hai👋👋👋
Author yang baik dan budiman ini kembali menyapa. Jangan lupa like,,
vote, dan comment yah. Tandai juga bila ada typo. Makasih untuk part ini.
See you next part.