Another World Point Of View

Another World Point Of View
CHAPTER 25



..."Semoga harimu menyenangkan. Jangan berusaha keras untuk bahagia. Biarkan saja dan rasakan betapa hebatnya itu."...


..._Lee Taeyong...


...Happy Reading...


.......


.......


🌱


24. Lengkapnya Empat Setangkai


Seperti biasa pagi hari mulai menyapa, dan seperti biasa juga semua orang kembali dengan aktiviras seperti biasanya. Dan kini seorang Zero De Anderson akan kembali bersekolah di SMA GALAXY XIALLEN, setelah beberapa bulan bersekolah diluar negeri karena pertukaran pelajar.


Zero berangkat menggunakan motor Sport hitamnya tak lupa helm full face yang melekat dikepalanya sebagai pelindung berkendara.


Terdengar suara nyaring motor yang masuk kedalam parkiran SMA tersebut, berisikan 4 motor Sport yang sama namun dengan pengemudi yang berbeda.


Mereka adalah Jeano, Zero, Andra, dan juga Bobby. Empat setangkai SGX.


Mereka kompek geess.


Mereka semua mulai mematikan mesin kendaraan mereka, dan membuka helm mereka dengan gerakan seolah slomotion. Sontak saja semua seisi seolah heboh dan menghentikan langkah mereka karena ingin melihat terlebih dahulu para most wanted. Lumayan kan, buat cuci mata?


Aaaa...ayang Zero gue udah balik


Heh halu banget loh jadi ayangnya Zero


Kak Jeano tambah ganteng deh


Kak Zero aku padamu


Woilah Andra kok tambah ganteng ya setelah jadi mantan gue


Heh, ngimpi lo jadi mantan Andra


Bobby ayo sayang pulang yok!


Dih najis banget lo


Begitulah pekikan semua orang-orang yang baru saja melihat Jeano beserta teman-temannya. Sedangkan yang jadi topik utama hanya diam acuh saja karena mereka sudah biasa menjadi pusat perhatian.


"Gila, benerkan apa kata gue kemarin? Hari ini pasti bakal heboh banget." Bobby merasa senang dengan tebakannya yang ternyata benar adanya.


"So pasti dong, secara kita kan kumpulan serbuk berlian gitu loh." Sombong Andra sambil menepuk dadanya pelan.


"Idih, lo mah remahan regindang."


"Apa lo?" Kesal Andra yang hendak memukul Bobby.


"Cabut!"


Sebelum Andra dan Bobby akan bertengkar terlebih dahulu Jeano memberikan perintah yang memang takut untuk mereka bantah.


Jeano yang berjalan sejajar dengan Zero serta diikuti oleh Andra dan Bobby dibelakang mereka, mereka terus berjalan menuju kelas tanpa menghiraukan semua pekikkan memuja dari pada fans mereka disekolah.


Sedangkan disudut lain terdapat juga 3 remaja pria dan 1 remaja wanita yang menatap Jeano dan teman-temannya dengan pandangan biasa saja. Siapa lagi kalai bukan Nico beserta kawan-kawan serta Sisqia yang selalu mengikuti Nico kemanapun layaknya menempel seperi prangko.


Bisa dibilang Nico berada di urutan nomer 2 setelah Jeano, mereka semua sama-sama tampan dan berbakat. Namun memiliki sifat yang bertolak belakang, Jeano yanh dingin dan Nico yang humoris. Keduanya memang terlihat tidak akrab, namun tidak juga bermusuhan.


Mereka berdua hanya sibuk dengan urusan mereka masing-masing tanpa mau ikut campur satu sama lainnya.


Nico yang sangat disiplin, merupakan Ketua Osis di SGX. Membuat dia harus menjadi contoh yang baik untuk semua murid, serta wataknya yang humoris membuat dia banyak disukai.


Berbeda dengan Jeano. Wajah yang senan tiasa menatap orang lain dengan tatapan dingin dan merupakan orang yang misterius. Tidak banyak berinteraksi dengan orang lain di sekolah, kecuali teman-temannya saja.


Jeano yang merupakan Ketua Basket serta Anak dari pemilik sekolah membuat dia terkenal diseantero sekolah. Dan satu lagi yang perlu kalian tau bahwa Jeano tidak pernah dekat dengan cewek manapun, tidak ada satupun rumor yang mengatakan bahwa Jeano pernah pacaran.


Hal itu membuat semua wanita banyak yang mengejarnya karena ingin mencoba menaklukan serta mendapatkan hati yang dingin itu.


Mereka tidak tahu saja bahwa Jeano juga pernah jatuh cinta, dan mungkin itu hanya akan terjadi sekali dalam hidupnya.


Zeana. Satu orang yang mampu membuat Jeano yang masih kecil ingin memiliki Zeana untuk selamanya dan hanya untuknya. Namun nyatanya wajah tampan dan banyak uang tidak memudahkan kisah percintaannya, disaat dia tahu bahwa orang yang dicintainya mencintai orang lain.


Awalnya Jeano perpikir tak apa tidak dapat memiliki orang yang kita cintai asalkan orang itu bahagia, tapi setelah melihat bagaimana Zeana yang diperlakukan tidak baik oleh Nico membuat Jeano ingin memiliki Zeana apapun caranya meskipun itu harus memaksa Zeana.


***


Kini jam istirahat tiba semua murid-murid mulai berhamburan keluar dari kelas mereka dan menuju kantin untuk mengisi kembali tenaga mereka yanh sempat terkurang karena belajar.


Seluruh kantin dipenuhi oleh orang-orang yang sibuk memesan makanan mereka. Tidak lupa dipojok kantin yang memang meja khusus untuk Jeano dan teman-temannya sudah diisi oleh orang-orang itu sendiri.


"Mau pesen apa nih? Mie Ayam mau?" Tanya Andra.


"Boleh, gue udah lama banget gak makan itu." Zero kini berbicara agak panjang untuk menjawab pertanyaan Andra


"Pak Bos apa?" Andra berpindah bertanya pada Jeano yang tampak sibuk dengan ponselnya.


"Samain aja." Jawab Jeano tanpa melihat Andra dan masih sibuk dengan ponselnya.


"Oke kalo gitu."


"Lah gue gak ditanya?" Serobot Bobby tidak suka karena hanya dirinya yang tidak ditanyakan mau makan apa?


"Ngapain? Lo ikut gue sekalian! Emang lo kira gue bakal bisa mawa semua makanan, cuman pake 2 tangan gue?"


"Yaelah, gue kira lo bakal pesen sendiri. Tau-taunya tetap aja harus sama gue, yaudah ayo!"


Bobby terlebih dahulu pergi, hendak meninggalkan Andra. "Eh nanti dulu, bang*e. Ini minumnya mau apa?" Ucap Andra menahan tangan Bobby sambil menatap Zero dan Jeano bergantian dengan pandangan bertanya.


"Es Teh manis."


"Oke." Ucap Andra sambil menyatukan jempol serta jari telunjuknya berbentuk O. "Bay ayang Zero," sebelum benar-benar pergi Andra terlebih dahulu melambaikan tangannya pada Zero serta berbicara sedikit candaan didalam kalimatnya.


Yang mungkin membuat orang yang mendengarnya merasa jijik dan juga lucu secara bersamaan. "Jijik anj*r, udah buruan!" Bobby dengan kasar langsung merangkul bahu Andra agar mengikutinya.


Tidak membutuhkan waktu lama, makan yang mereka pesan tiba.


"Makanan datang." Seru Bobby heboh.


"Gausah teriak juga kali! Malu-maluin tau gak?"


"Dih biarin."


"Berisik. Buruan makan!" Kata Jeano melerai Andra dan Bobby.


Merekapun mulai memakan makanan mereka, sampai akhirnya Zero berbicara yang mampu membuat mereka menghentikan acara makan mereka sebentar.


"Kalian percaya kalo Anna bener amnesia?"


"Gue sih awalnya emang gak percaya, tapi pas liat secara langsung gimana keadaan Anna. Disitu gue percaya bahwa Anna emang amnesia, ditambah dia gak bisa jalan sekarang." Ucap Bobbh sambil melanjutkan memakan makannya.


"Nah iya, gue juga gitu. Agak kaget aja sih awalnya pas liat Anna kayak gitu, berasa bukan Anna sebelumnya." Andra ikut menimpali obrolan mereka.


"Gue juga. Gue masih gak percaya kalo Anna bakal amnesia, tapi gue harap emang itu yang terjadi pada Anna." Jeano yang dai tadi sibuk dengan makannya kini mulai ikut berbicara.


"Jahat lo Bos."


"Jahat kenapa? Selagi itu bisa buat Anna bareng gue, itu bukan suatu masalah."


Mereka semha tidak bisa berkata apapun lagi setelah mendengar Jeano berkata begitu. Mereka semua tau bagaimana Jeano sangat mencintai Zeana, dan mungkin akan menghalalkan segara cara untuk bisa bersama Zeana.


"Gue juga harap Anna gak bohong kayak kemarin-kemarin," terlihat begitu penuh harapan didalam perkataan Zero.


"Ya, semoga saja." Lirih Zero serta langsung memakan makanannya.


...To Be Continue...


**Hai hai👋👋


Author yang baik dan budiman kembali menyapa


Ada yang mau case AWPOV gak? Kalo mau coba komen dong.


Jangan lupa like, and vote


Tandai juga bila ada tyfo


See you next part**