Another World Point Of View

Another World Point Of View
CHAPTER 60



..."Jika masalah tidak ada jalan keluar, terpaksa kita yang keluar untuk jalan-jalan." ...


..._IDK...


...Happy Reading Semua...


.......


.......


🌱


60. Acara Akhir Tahun


Tidak terasa waktu begitu cepat belalu, kini acara tahunan SMA GALAXY XIALLEN akan mengadakan acara yang ditunggu dan dinanti banyak orang.


Dari mulai latihan hingga kini persiapan semuanya sudah sangat siap dan matang. Mereka semua sudah siap menampil yang terbaik untuk seluruh penonton serta pihak sekolah sebagai melopor utama adanya acara tersebut.


Sampai saat ini semuanya baik-baik saja, dari hubungan Jeano dan Zeana serta tidak ada Nico yang menemui Zeana untuk saat ini. Entah mungkin karena Nico disibukkan dengan urusan sekolah atau bahkan sedang merancang rencana yang sangat bagus untuk nantinya.


Pada intinya sekarang begitu damai dan tentram.


Keadaan sekolah saat ini begitu ramai dari mulai murid yang sibuk bersiap untuk tampil serta para murid lain yang sibuk mengatur jalan acara agar lancar dan sukses. Tidak lupa banyak murid yang hanya diam dan menungguh untuk menonton saja, salah satunya termasuk Zeana dan kedua temannya.


Mereka bertiga hanya berdiam diri dikelas sambil mengobrol ria layaknya kebanyakan perempuan pada umumnya yang suka bergosip dan menggibah.


Canda gibah, astaga gak boleh gitu.


Kurang dari beberapa jam lagi acara akan segera dimulai, dan yang pastinya semua murid akan berkumpul di lapangan. Sebelum itu Zeana dan teman-temannya hendak ke kantin terlebih dahulu untuk membeli cemilan saat menonton acara nantinya.


Namun saat dalam berjalanan kekantin tiba-tiba ada yang menabrak tubuh Zeana dengan sengaja, memang tidak terlalu keras namun dapat membuat Zeana sedikit terkejut.


Brukkk


Orang yang menabrak Zeana tiba-tiba terduduk jatuh dihadapan Zeana, yang membuat Zeana kaget serta menatap heran orang yang jatuh didepannya itu.


"Awww.." rintih orang tersebut seolah merasakan sakit begitu besar.


"Eh.." sedangkan untuk Zeana hanya menatap kaget orang tersebut.


"Kamu tidak apa?" Ucap Zeana yang mencoba membantu orang tersebur bangun, namun malah langsung ditepis.


"Kamu sengajakan buat aku jatuh?" Tuduh orang itu.


"Hah? Tidak. Bahkan kamu duluan yang menabrakku, jadi bagaimana bisa aku membuatmu jatuh?"


"Kamu memang masih seperti dulu Zeana, selalu membullyku." Entah sengaja atau tidak orang yang berada didepannya itu malah berteriak dengan keras sehingga dapat mengundang perhatian orang disekitarnya.


"Heh, lo apa-apaan sih? Udah jelas lo duluan yang nambrak Anna, malah nyalahin orang lain lagi." Bela Aqila yang tidak suka jika Zeana dipitnah sambil mendorong bahu Sisqia.


Orang-orang disekitarnya mulai berkerumun disekitar Zeana dan menonton perdebatan tersebut.


Eh emang iya, tadi gue liat Sisqia duluan yang nabrak Zeana.


Iya, gue juga liat. Cih enak banget maen fitnah orang sembarangan


Tapi bisa aja Zeana emang bully lagi Sisqia


Begitulah kira-kira cibiran orang lain yang melihat perdebatan tersebut, ada yang mendukung Zeana dan ada juga yang percaya dengan tuduhan Sisqia.


Dan ya, orang yang menabrak dengan sengaja Zeana adalah Sisqia. Entah alasan apa yang menbuat dia melakukan itu pada Zeana.


Sedangkan Zeana hanga diam tidak paham dengan keadaan yang sedang terjadi, mengapa tiba-tiba orang didepannya ini memfitnahnya? Kenal juga enggak.


"Ayo An, gak usah urusin orang caper kayak dia." Ajak Rara yang langsung menarik tangan Zeana, namun sebelum itu tangan yang satunya lagi sudah dipegang oleh Sisqia dengan cepat.


"Heh, lepasin tangan Anna!" Aqila dengan cepat menepis tangan Sisqia dari Zeana.


"Kamu mau balas dendam kan karena aku deket sama Nico, dan kamu juga pasti senengkan sekarang aku udah putus sama Nico."


"Nico?" Zeana malah tidak paham dengan apa yang dikatakan oleh Sisqia karena dia benar-benar tidak mengerti dengan tuduhan yang diberikan padanya.


"Gak usah pura-pura gak tau."


"Tapi, emang aku gak tau dan gak paham sama yang kamu omongin. Ditambah bahkan aku tidak kenal dengan mu?"


Seketika perkataan Zeana membuat orang lain ikut berpikir, mereka lupa jika sekarang Zeana mengalami amnesis dan tidak mengenal siapapun.


Sedangkan Sisqia yang mendengar apa yang dikatakan oleh Zeana langsung saja terdiam malu karena dia takut aktingnya akan diketahui orang lain.


Melihat Sisqia yang hanya terdiam orang yang disekitarnya mulai tersenyum mengejek, "Malu kan lo udah nuduh orang lain? Sedangkan orang yang lo tuduh aja gak kenal sama lo."


Sontak hal itu mengundang tawa cemoohan dari orang lain disekitarnya, dan menatap Sisqia dengan pandangan mengejek. Sisqia yang bertambah malu langsung saja pergi berlari menjauh dari kerumunan.


Huhhhhh


Semuanya nenyoraki kepergian Sisqia, namun tidak lama dari itu terdengar pengumuman untuk semua siswa berkumpul dilapangan karena acara akan segera dimulai. Hal itu mengurungkan niat Zeana dan teman-temannya yang hendak kekantin, dan memilik untuk ikut pergi kelapangan bersama yang lainnya.


Acara Tahunan sekolahpun telah dimulai, dibuka dengan kata-kata sambutan dari pada petinggi sekolah serta guru-guru yang bersangkutan. Tidak lupa ada Nico sebagai ketua osis yang ikut memberi sepatah dua patah untuk pembukaan acara.


Hingga semua sambutan selesai acarapun dapat dimulai, satu-persatu pementasan ditampilkan dengan sangat baik dari setiap organisasi yang ada.


Hingga tanpa terasa waktu penampilan terakhir tiba dimana acara yang sangat ditunggu-tunggu, yaitu penampilan pertandingan Basket antara Sekolah SMA GALAXY XIALLEN dan SMA BIMA SAKTI.


Dimana memang sudah menjadi rutinitas bahwa disetiap pertandingan Basket akan mendatangkan lawan dari sekolah lain, serta setiap tahun lawan bertanding akan berbeda-beda dari sekolah yang berbeda juga.


Terlihat kedua belah pihak pemain sudah mulai memasuki lapangan dengan kapten dari setiap tim yang terlebih dahulu masuk dan juga bersalaman.


Hal itu mengundang teriakan histeris dari pada penonton terutama para siswi yang tidak bisa menolak pesona cogan didepan mata.


Anj*r Jeano ganteng banget ego


Fix sih, Jeano jodoh gue


Idih lo burik ya


Eh perasaan pada ganteng semua deh, mu dong jadian gue pacarnya


Eh Zero ikut juga? Gue kira gak akan ikut


Terlihat Jeano begitu tampan dengan kaos kebanggaanya, serta tidak lupa para pemain lain yang juga tidak kalah tampan dari Jeano. Memang sudah menjadi rahasia umum jika para pemain basket dari setiap sekolah memiliki wajah yang tampan serta postur tubuh yang tinggi.


Sedangkan Zeana yang mendengar para cewek memuji Jeano, jadi merasa kesal. Kenapa tunanganya sangat tampan sekali? Sepertinya Zeana harus waspada dari sekarang.


Seketika wajah ceria Zeana berubah menjadi murung dan menatap kesal pada Jeano yang entah sedang mencari apa, karena terlihat Jeano mengedarkan pandangannya seperti sedang mencari sesuatu.


Zeana tidak tahu saja jika Jeano sedang mencari keberaan Zeana, tak Jeano juga tidak perduli dengan teriakan orang-orang yang memujinya. Yang ingin dia lihat adalah wajah Zeana saja, dan tidak lama Jeano sudah dapat melihat wajah kesal Zeana yang duduk dibangku baris ketiga bagian timur lapangan.


"Kenapa dengannya? Kenapa Anna seolah menatap ku kesal?" Batin Jeano yang bingung dengan ekspersi yang ditunjukan oleh Zeana padanya, karena dia merasa tidak melakukan kesalahan apapun yang membuat Zeana kesal.


Karena selepas tadi pagi berangkat sekolah bersama Zeana masih terlihat baik-baik saja dan setelah itu Jeano belum bertemu lagi dengan Zeana. Hal itu menambah rasa bingung Jeano ketika melihat wajah kesal Zeana.


Lamunan Jeano harus buyar ketika wasit mulai mengumumkan dimulainya pertandingan.


Priiitttt


Suara peluit menandakan dimulainya pertandingan, dan kedua tim mulai bermain mencoba mencetak poin menuju kemenangan.


Babak demi babak tidak terasa sudah dilewati, dimana sekarang skor kedua tim yaitu sama. Sekarang tinggal satu set permainan lagi untuk menentukan siapa yang akan keluar sebagai pemenang dari permainan sekarang.


Terlihat pertandingan semakin panas serta para pendukung yang ikut mendukung tim masing-masing. Terdengar teriakan serta kericuhan yang ada disetiap penjuru lapangan.


Dan sampailah dimenit terakhir dimana terlihat Jeano dan juga timnya yang mencoba mencetak poin, dan ya. Jeano berhasil mencetak poin terakhir dari pertandingan tersebut.


Yeayyyyyy!!!


Semuanya bersorak gembira melihat kemenangan yang sudah didapat dimana Tim Jeano keluar sebagai menenang dari pertandingan sekarang.


Semua murid SMA GALAXY XIALLEN merasa bangga dengan kemenagan tersebut, karena dapat mengharumkan nama baik sekolah.


Para pemainpun mulai bersalaman, sebelum mereka semua benar-benar mengakhiri pertandingan.


Mereka semua dengan berlapang dada menerima kemenangan serta kekalahan yang terjadi. Karena bagaimanapun juga kalah dan menang pasti ada dalam sebuah pertandingan.


Tiba dimana sesi membagian hadiah serta kata-kata yang mungkin hendak dikatakan para pemain, saat itu tidak Jeano yang paling dulu mengambil mix dan hendak berbicara.


"Selamat siang semuanya." Sapa Jeano memulai pembicaraan.


"Selamar siang juga." Hampir seluruh murid berteriak membalas sapaan Jeano.


"Pertama Saya ucapkan banyak terimakasih pada rekan-rekan setim saya yang sudah berlatih serta bertanding dengan sangat baik, dan untuk tim lawan tidak perlu kecil hati karena kesempatan bertanding masih banyak.


Serta tidak lupa pada rekan lain yang sudah ikut mengsukseskan acara tahunan sekolah ini dapat berjalan dengan baik. Terimakasih untuk semangat serta dukungan yang sangat banyak untuk acara ini."


Selesai mengatakan itu Jeano terlihat mencari keberadaan Zeana yang kini tersenyum tampak senang melihat kemenanganya. Sebelum acara tersebut benar-benar bubar, Jeano kembali berbicara.


"Dan ada satu hal lagi yang ingin saya katakan kepada kalian semua. Saya ingin mengumumkan suatu hal yang sangat penting bagi hidup saya, terlepas kalian percaya atau tidak. Saya Jeano Aksa Xiallen dan Zeana De Anderson sudah resmi bertunangan."


Tentu saja hal itu membuat shok semua murid yang ada, dia langsung bergantian menatap Jeano dan Zeana dengan tatapan tidak percaya.


Jeano tidak menghiraukan keterkejutan orang lain, dia lebih memilih meneruskan perkataanya.


"Saya harap mulai sekarang tidak ada lagi yang menyeret Zeana kedalam masalah asrama orang lain,apalagi sampai menuduhnya merusak hubungan orang lain.


Dan jika masih ada diantara kalian yang menuduh, maka akan berhadapan dengan saya langsung!!" Jeano sengaja mengubah nada bicaranya menjadi dingin serta tatapan tajam begitu mengatakan kata di akhir kelimatnya.


Tepat hari itu Jeano mengumumkan berita pertunangannya dengan Zeana yang kembali menghebohkan semua murid sekolah.


Hai hai👋👋👋


Author yang baik dan budiman ini kembali menyapa. Jangan lupa like, vote, dan comment yah. Tandai juga bila ada typo.