
..."Beri nilai dari usahanya jangan dari hasilnya. Baru kita bisa mengerti kehidupan. Kamu sudah berusaha itu lebih baik dari pada tidak berusaha."...
..._Albert Einstein...
...Happy Reading Semua...
.......
.......
🌱
72. Kebenaran 2
Disudut pandang kali ini kita pakai nama Riana Milane dulu ya, dan untuk selanjutnya kita akan pakai nama Zeana lagi.
***
Sarah masih saja terdiam dengan keterkejutan dengan yang Riana katakan. Sarah mulai berpikir apa yang selama ini dia pikirkan tentang Riana sama dengan apa yang Riana pikirkan juga.
"Apa yang Nona tau?" Dengan sorot mata yang kini ikut menjadi sangat serius Sarah menatap Riana. Baiklah mari kita dengan apa yang hendak Riana katakan sebenarnya.
"Semuanya. Semua tentang Riana Milane." Kata Riana menyakinkan.
"Baiklah, aku akan mendengarkan semuanya."
"Aku adalah Riana Milane, lahir 2 hari sebelum hari Natal yaitu tepat pada tanggal 23 Desember 20xx. Aku lahir di kota xxx, dengan berat badan 3,5 kg serta tinggi badan 50 cm. Aku juga mempunyai tanda lahir berwarna coklat di bagian pinggangku. Benarkan?" Tanya Riana yang sontak saja membuat Sarah makin tercengang karena semua perkataan benar adanya.
"Bagaimana Nona bisa tau sampai sedetai itu tentang kelahiran Riana?" Batin Sarah yang masih menatap heran kearah Riana.
Sarah hanya mengangguk pelan, dan meminta Riana untuk melanjukan perkataannya. "Benar, lalu apa lagi?"
Riana tersenyum bahagia ketika Sarah mu mendengarkan perkataannya dan tertarik dengan apa yang ingin dia kataka selanjutnya.
"Aku merupakan anak tunggal dari Sarah Milane, dan kita tinggal di sebuah rumah kecil di kota tersebut. Dan Mamah bekerja sebagai pelayan Kafe, dan juga Kak Tina adalah rekan kerja yang dekat dengan kita. Aku bersekolah di SMA Karya, dan mempunyai sahabat bernama Mira.
Aku juga bisa menceritakan bagiamana kroniologi waktu aku kecelakaan dan berakhir meninggal. Serta menceritakan bagaimana juga aku bisa ada ditubuh Zeana yang sekarang."
"Bagaimana?" Tanya Sarah dengan penasaran karena memang dari awal tidak ada yang tau pasti bagaimana Riana ada ditenggah jalan dan berakhir dengan tertabrak truk.
Dan kini Sarah juga mulai mempercayai apa yang dikatakan oleh Riana karena semua yang dikatakan oleh Zeana adalah benar adanya.
"Setelah Mamah membangunkan ku pagi itu, aku langsung pergi bersiap untuk kesekolah. Dan seperti biasa aku selalu berjalan kaki menuju kesekolah pagi itu, namun saat ditengah jalan aku melihat kucing yang berada ditengah jalan.
Aku khawatir kucing itu akan tertabrak oleh kendaraan yang lewat, apalagi pagi itu banyak sekali kendaraan yang melewat. Jadi aku membantu kucing itu menyebrang, namun kucing tersebut malah menyakar ku.
Disitu aku terus memaki kucing tersebut yang mungkin tanpa sadar aku masih berada ditengah jalan dan ada truk yang melaju dengan kencang kearahku.
Aku tidak sadar dengan keadaan, yang aku tau tubuhnya mulai terpental dengan orang-orang yang mulai berteriak. Lalu dari situ tubuhku mulai sakit semua, dan setelah itu aku tidak sadarkan diri. Itu yang aku ingat sebelum terbangun ditubuh Zeana yang sekarang."
Riana menjelaskan semua kronologi dengan begitu rinci dan mendetail agar Sarah percaya dengan apa yang dikatakan. Bahwa dirinya benar-benar Riana yang terperangkap dalam tubuh Zeana.
Seketika Sarah malah langsung memeluk tubuh Riana dan mulai terdengar isak tangis dari Sarah. Sontak Riana yang mendengarkan tangisan Sarah, jadi ikut sedih juga.
"Hiks...Anna..apakah benar kamu Anna nya Mamah?" Terlihat kedua mata Sarah sudah dipenuhi oleh linangan air mata.
Riana hanya mengangguk pelan dalam pelukan itu. "Aku hiks Anna Mah hiks."
Keduanya tidak berkata-kata lagi hanya terdengar isakan pilu dari keduanya karena bagaimanpun mereka berdua sudah berpisah cukup lama dan saling merindukan satu sama lainnya.
"Sudah jangan menangis lagi!" Ucap Sarah yang mulai mengusap air mata yang memenuhi wajah Riana. "Kita sudah bersama bukan? Tidak perlu sedih lagi!"
"Aku sangat bersyukur ketika bisa bertemu dengan Mamah lagi, apalagi kita bisa bersama. Namun aku juga sedih karena tidak akan teluasa berdekatan dengan Mamah karena aku berada ditubuh Zeana." Setelah mengatakan hal itu Riana malah kembali menangis dengan kencang.
Riana kembali merasa sedih dengan kenyataan yang sebenarnya terjadi, dimana dia yang berada didalam tubuh Zeana yang sekarang.
"Jadi bagaimana kamu bisa ditubuh Zeana?" Heran Sarah dengan apa yang terjadi pada Riana putrinya karena bukannya setelah meninggal akan pergi ke Surga, ini malah nyangkut di tubuh orang lain.
"Aku tidak tau pasti bagaimana aku bisa ada ditubuh ini. Karena awal aku bangun aku sudah melihat Jeano yang sedang menungguku, serta datang Daddy dan yang lainnya.
Dokterpun sudah mengcek semua kondisi ku, dan Dokter bilang aku sudah baik-baik saja. Disitupun aku heran kenapa dengan cepat aku sembuh dan bisa selamat dari kecelakaan itu.
Serta waktu itu aku bingung dengan semua orang yang ada disitu, setika aku bertanya siapa mereka semua. Semua orang itu malah terkejut, serta aku pun langsung kembali merasa sakit lalu kembali tidak sadarkan diri lagi.
Tapi sebelum kembali bangun, dalam mimpi aku bertemu dengan Zeana yang asli. Dia bilang jika aku sudah meninggal dan bahkan jasadku sudah kemakamkan.
Serta dia yang meminta ku untuk mengantikan hidupnya dan membuat orang lain yang berada disekitarnya bahagia, serta menjauhi orang-orang yang membuat Zeana menderita.
Awalnya aku tidak mau karena itu akan membuat Mamah sedih karena tinggal sendirian. Tapi disatu sisi juga aku tidak bisa menolak hal itu, karena memang tidak ada pilihan lain.
Akupun menyetujui tawaran Zeana yang asli untuk mengisi tubuh Zeana dengan ragaku, dan berharap nanti aku bisa bertemu Mamah lagi jika aku kembali hidup." Riana kembali menceritakan bagaimana awal-awal ketika dia bangun ditubuh Zeana.
Riana dibuat heran dengan perkataan Sarah. "Apa maksud Mamah dengan kembali ke kota ini? Apakah dulu kita pernah tinggal disini?"
Sarah terlihat penghela napas sejenak seolah begitu banyak beban yang ada dipundaknyan, dan dia pun harua siap untuk membongkar rahasia yang selama ini dia sembunyikan dari Riana.
"Ya, dulu kita sempat tinggal disini. Lebih tepatnya kota ini merupakan tempat kelahiran Mamah dan juga kamu. Mamah juga tubuh dikota ini dan sampai ketika melahirkan mu, setelah itu baru kita pindah dari sini."
Apa yang dikatakan oleh Sarah membuat Riana kaget, jadi dia baru saja mendapatkan sebuah kebenaran yang baru?
"Kenapa Mamah tidak bilang dari dulu?"
"Karena Mamah tidak mau kenangan pahit dari kota ini mempengaruhi kehidupan kita yang baru. Mamah tidak mau jika kita harus hidup dengan bayang-bayangan yang hanya akan membuat kita sedih saja. Oleh karena itu Mamah memilih untuk pergi dan tidak pernah membahas tentang asal usul kita yang sebenarnya."
Semua yang dikatakan oleh Sarah membuat Riana maham dengan apa yang dirasakan. Sarah hanya ingin anaknya tumbuh tanpa rasa sakit juga hinaan dari orang lain.
"Jadi...apakah sebenarnya Ayah juga belum meninggal?"
Deg
Sarah langsung terdian dengan apa yang ditanyakan oleh Riana, dia lupa jika membongkar satu rahasia yang lainnya juga harus ikut terbongkar.
"Ya, mungkin Ayahmu masih hidup."
Dengan tidak yakin Sarah mengatakannya karena bagaimanapun juga Sarah tidak benar-benar tahu apakah Ayah dari Riana masih hidup atau tidak. Dan sebenarnya Sarah tidak pernah perduli tentang itu.
"Kenapa begitu?"
"Karena Mamah tidak pernah tau bagaimana kehidupan Ayahmu setelah pergi meninggalkan Mamah dan dirimu. Ditambah dengan kita yang langsung pindah. Apakah kamu ingin bertemu Ayah?" Dengan hati-hati Sarah menanyakan hal itu pada Riana, dia tahu Riana pasti ingin bertemu dengan Ayahnya meskipun tidan pernah bilang.
"Ya, mungkin." Lirik Riana tidak yakin dengan apa yang diinginkan.
Karena hati dan pikirannya tidak singkron sekarang. Hatinya bilang ingin sekali bertemu dengan Ayahnya, namun pikirannya ingin sekali marah dan tidak ingin bertemu dengan Ayahnya itu.
Banyak sekali pertanyaan yang sekarang muncul dalam pikirannya mengenai Ayahnya.
"Jangan sedih! Mungkin nanti jika sudah takdir Tuhan, kalian akan bertemu. Tapi Mamah harap kamu bisa menerima kenyataannya nanti, jika teryata Ayahmu sudah memiliki keluarga baru."
"Ku harap begitu." Singkat Riana yang masih shok dan bingung dengan kebenaran yang ada.
"Apakah mau melanjutkan cerita yang Mamah katakan tadi?" Tawar Sarah agar dapat mengalihka perhatian dan pikiran Riana dari Ayahnya.
"Aku mau, ayo ceritakan!" Meskipun tanpa semangat saat mengatakan itu, tapi tidak bohong juga jika Riana masih cukup penasaran yang akan Sarah katakan.
"Waktu itu Mamah sering bermimpi tentang seorang gadis yang sangat sedih, dan gadia itu bilang jika merindukan Ibunya. Serta Mamah juga mendapatkan bisikan dalam mimpi itu untuk kembali ke kota ini.
Akhirnya Mamah memutuskan untuk kembali ke kota ini dan berharap dapat bertemu dengan gadis yang ada dimimpi itu. Dan begitu pertama kali melihatmu, Mamah rasa kamu adalah gadis yang ada di dalam mimpi itu."
"Jadi apakah ini memang sudah menjadi takdir Tuhan? Kita dipisahkan dan dipertemukan kembali dengan cara ini."
"Sepertinya begitu. Mamah masih tidak percaya dan menyangka dengan apa yang kamu katakan An, tapi dari semua perkataanmu adalah benar adanya. Apakah ini yang disebut dengan Transmigrasi?"
"Sepertinya begitu. Jadi apakah dunia ini tidak nyata?"
Sarah menggeleng pelan, tidak yakin dengan apa yang terjadi. "Mamah tidak tahu. Yang pasti didunia ini ada begitu banyak hal yang mungkin tidak bisa terjadi, akan terjadi didunia ini. Contohnya yang terjadi padamu."
"Jadi bagaimana kita akan hidup kedepannya jika seperti ini? Kita mungkin tidak akan selalu bisa bersama-sama." Kata Riana kembali memikirkan kehidupannya yang sekarang.
"Tidak apa, kita masih bisa bersama. Untuk sekarang itu saja sudah cukup."
"Baiklah, kita jalani seperti ini dulu saja."
Kemudian kedunya kembali berpelukan dan terdiam melepas rindu yang begitu menyiksa keduanya. "Aku kangen Mamah tau." Guman pelan Riana yang masih dapat didegar oleh Sarah.
"Mamah juga." Kata Sarah sambil mengelus pelan rambut Riana.
Namun secara tiba-tiba sebuah ketukan pintu mengkagetkan keduanya.
Tok tok tok
"Anna?"
...To Be Contin**ue**...
Hai hai👋👋👋
Author yang baik dan budiman ini kembali menyapa. Jangan lupa like, vote, dan comment yah. Tandai juga bila ada typo. Makasih untuk part ini.
See you next part.