
..."Belajar peka dan memahami keadaan bahwa apapun yang ditakdirkan Tuhan dalam hidupmu adalah suatu kebaikan untukmu, termasuk kehilangan. Dan kehilangan paling baik adalah kehilangan yang membuat dirimu semakin menemukan Tuhan."...
..._Susistory15...
...Happy Reading Semua...
.......
.......
🌱
10. Langit Sore
Setelah hampir beberapa jam berada di Paradise Flowera Garden, Jeano dan Zeana pun memutuskan untuk pulang. Selain sudah puas berkeliling, Jeano juga sudah khawatir dengan kondisi Zeana yang mulai memburuk.
Ternyata benar saja, sejak awal gejala bersin-bersin dan kini kedua hidung Zeana terasa susah untuk bernapas karena tersumpat oleh cairan yang keluar dari hidungnya.
Jeano yang menyadari hal itu dengan segera membawa Zeana ketempat yang lebih terbuka, dan tentunya bersih dari serbuk sari.
Jeano membawa Zeana kesalah satu tempat penjual jagung bakar, yang memang berjualan disana. Sangat cocok bukan? Jika udara dingin, sambil makan jagung bakar. Rasanya akan saling melengkapi, dingin dan hangat.
Setelah sampai ditempat penjualan tersebut, dengan segera Jeano memesan 2 jagung bakar. Untuknya dan Zeana.
"Pak, pesan 2 ya." Kata Jeano kepada pedagang tersebut.
Yang langsung saja dibalas dengan ramah oleh penjualnya, "iya, mohon tunggu sebentar."
Sedangkan Zeana sudah duduk dengan tenang disalah satu tempat yang kosong dan juga bersih tentunya. Terlihat kedua tangan Zeana yang saling bergosokan, untuk mencari kehangatan.
Tidak membutuhkan waktu yang lama, jagung pesana Jeano sudah jadi. Dengan segera Jeano membayar jagung tersebut, lalu menghampiri Zean dan ikut bergabung bersama.
Terlihat Jeano yang berjalan kearah Zeana, dengan membawa jagung bakar dikedua tangannya.
Zeana yang tadinya fokus melihat keadaan sekitar, tiba-tiba dikejutkan dengan sebuah jagung bakar yang berada tepat didepan wajahnya. "Eh-sudah selesai?"
"Ya, ini untuk mu."
"Terimakasih."
"Sama-sama."
Keduanya mulai menikmati jagung bakar masing-masing, dan juga mengistirahatkan tubuh mereka yang sudah berjalan cukup lama.
Momen tersebut ditemani dengan sinar matahari yang mulai tergelam secara perlahan. Ya, waktu menunjukan sore hari yang begitu indah. Langit yang tadinya biru, kini berubah menjadi jingga.
"Lihat! Langitnya sangat indah kan?" Tanya Zeana sambil mendongkak melihat langit diatasnya.
Tentu saja Jeano langsung melihat kearah yang dikatakan oleh Zeana, "benar langit sore kali ini sangat indah." Kata Jeano yang kini ikut memandanggi langit.
Keduanya tampak terpesona dengan langit yang begitu indah tersebut. Keindahan yang sederhana, namun memiliki kesan yang mendalam.
Terkadang, kira terlalu sibuk melihat hal indah yang ada didunia ini. Tanpa disadari, jika ada keindahan yang sederhana. Dimana langit yang dapat dilihat dengan gratis, yang merupakan ciptahan Tuhan yang tidak ada tandinganya.
Kini Jeano mulai melihat kearah Zeana yang tersenyum sambil menatap langit, terlihat sangat cantik. Rasanya Jeano tidak akan bisa, jika harus kehilangan wajah cantik Zeana yang selalu menghiasi hari-harinya.
Seseorang yang merupakan orang terpenting dalam hidup Jeano, kini dan selamanya.
Jeano tidak dapat membayangkan, jika tubuh Zeana tidak diisi oleh Riana. Mungkin saja, semua yang pernah dilewatinya dengan Zeana tidak akan pernah terjadi. Entah harus bersyukur atau tidak. Tapi yang pasti, Jeano sangat senang dengan takdir yang Tuhan berikan padanya.
"Kamu sangat cantik." Celetuk Jeano secara tiba-tiba, yang mampu mengalihkan pandangan Zeana pada Jeano.
"Kamu bicara apa?" Sungguh Zeana tidak mendengar dengan jelas apa yang dikatakan oleh Jeano, hal itu yang membuatnya menatap Jeano.
"Kamu sangat cantik Anna."
Blusss
Seketika kedua pipi Zeana menjadi merah karena merasa malu dengan ucapan Jeano. Dirinya tidak terbiasa dipuji oleh orang lain secara mendadak, apalagi oleh Jeano.
"Jangan bicara seperti itu Jeano! Aku malu tau."
"Kenapa harus malu? Kamu memang cantik kok."
"Ihss...sudah, jangan katakan lagi!" Kata Zeana dengan kesal, Jeano selalu dapat membuatnya kesal.
Tentu saja Jeano selalu suka jika membuat kesal Zeana, itu merupakan bagian dari hiburannya. "Baiklah...baiklah. Apakah sudah merasa baikan?"
Zeana mengangguk pelan, "sudah. Tubuhku tidak merasa dingin lagi sekarang."
Nyatanya menghirup udara panas yang dikeluarkan dari jagung bakar tersebut, dapat membuat kedua hidung Zeana yang tersumpat, perlahan pulih. Juga memakan jagung bakar yang panas, jug dapat menghangatkan tubuh bagian dalamnya.
Karena bisa saja kedua orang itu marah dan mengamuk, jika tahu Zeana dibawa ketempat seperti itu tanpa izin dari mereka berdua.
Dengan sedikit terburu-buru, Zeana dan Jeano mengahabiskan jagung tersebut. Zeana juga baru sadar, jika langit semakin sore dan akan menjelang malam.
***
Cukup membutuhkan waktu yang lama, untuk perlajanan kembali kerumah. Perlajanan pulang pun hanya diisi oleh keheningan saja, mungkin keduanya kehabisan tenaga selama ditaman tadi.
Sehingga diperlajanan pulang sudah tidak punya tenaga lagi untuk mengobrol, atau mungkin memang tidak ada topik pembicaraan yang hendak mereka berdua katakan.
Jeano terlebih dahulu mengantarkan Zeana pulang, dan akan langsung pulang kerumanya setelah itu.
Untuk kali ini Jeano tidak akan menginap lagi, serta cukup tau diri juga. Dirinya takut dibully oleh para Readers karena berada dirumah Zeana terus.
Mobil yang mereka berdua tumpangi, sudah sampai dirumah Zeana. Dengan segera Zeana turun dari mobil tersebut dan berpamitan pada Jeano.
"Apakah mau mampir dulu?" Tawar Zeana pada Jeano, namun dengan segera ditolak oleh Jeano.
"Tidak, aku akan langsung pulang saja. Kamu segeralah masuk dan bersihkan dirimu, lalu setelah itu istirahat."
"Iya, kamu juga."
"Kalau begitu aku pamit, salam pada yang lainnya."
"Ya, nanti akan ku sampaikan. Kamu hati-hati dijalan, serta pelan-pelan saja membawa mobilnya."
"Hmmm...aku akan hati-hati."
Cup
Secara tiba-tiba Jeano mengecup puncak kepala Zeana dan juga memeluknya.
"Bye, sampai jumpa lagi."
"Sampai jumpa lagi juga."
Jeano dengan segera kembali masuk kedalam mobilnya dan mulai melajukan mobil tersebut menjauh dari rumah Zeana. Sedangkan Zeana masih terdiam berdiri menatap mobil Jeano yang melaju, sambil melambaikan tangannya pelan.
Baru setelah mobil Jeano tidak terlihat lagi, dirinya mulai masuk kedalam rumah.
Begitu masuk kedalam rumah, Zeana tidak melihat siapapun. Dalam artian tidak menemukan Sarah maupun Zion, hanya ada para maid saja yang berlalu lalang.
Sedangkan untuk Felix dan Zero, Zeana tahu bahwa kedua orang itu mungkin saja belum pulang bekerja.
Secara kebetulan juga, Zeana melihat Bi Julia yang sedang beres-beres juga. Dengan segera Zeana menghampirinya dan memeluk Bi Julia dari belakang, persis seperti kebiasaannya.
Sedangkan Bi Julia yang merasakan pelukan tersebut, sudah dapat menebak siapa orang dibalik itu. Dirinya sudah hapal dengan kebiasaan Zeana yang satu ini.
"Sudah pulang Non?" Tanya Bi Julia sambil memutar tubuhnya menatap Zeana.
Bi Julia juga tau, jika Zeana pergi bersama Jeano sejak tadi siang.
"Sudah. Ouh iya, dimana Mamah dan juga Zion?"
"Sarah dan Den Zion sedang dikamar. Tadi Den Zion sempat mengamuk karena tidak sabar menunggu mu pulang, sungguh anak itu sangat lengket padamu." Bi Julia tidak habis pikir, dengan Zion yang tidak bisa berjauhan dengan Zeana terlalu lama.
Zion akan mengamuk dan berakhir menagis, jika tidak bertemu dengan Zeana terlalu lama. Dan dengan susah payah juga Sarah harus menenangkan Zion.
"Itu sih udah pasti, kasian dia. Apakah tadi dia juga menangis?"
"Tentu saja. Sarah pun baru bisa menenangkannya, mungkin Zion juga baru dapat tidur sekarang."
Mendengar hal itu, jadi membuat Zeana merasa bersalah dengan Zion. Dirinya harus siap-siap memikirkan bujukan untuk Zion dan juga imbalan yang mampu membuat Zion tidak marah lagi.
"Baiklah, kalau begitu aku akan bersih-bersih dulu. Nanti setelah itu, aku akan meminta maaf dan membujuk Zion."
"Ya, segera bersih-bersihlah."
Zeana pun dengan segera mulai melangkah menuju kamarnya untuk membersihkan diri.
...To Be Continue...
Haiiii👋👋👋
Author yang baik ini kembali menyapa.
Makasih buat yang udah baca, kalau ada typo tolong tandai ya. Jangan lupa rutinitas like, vote dan komen. Gratis kok dan gak ribet, jadi yuk langsung like, vote dan komen!
Semoga suka dengan cerita ini, bay bay see you next part.