
..."Jangan pernah menyalahkan siapapun dalam hidup. Orang baik memberimu kebahagian, orang terburuk memberimu pelajaran. Dan orang-orang terbaik memberimu kenangan."...
..._UnKnown...
...Happy Reading Semua...
.......
.......
🌱
29. Zeana dan Mora
Sepulang dari kuliahnya, Zeana mempunyai rencana untuk pergi bermain bersama Mora. Mungkin sekedar pergi ke kafe atau tempat lainnya, yang mampu membuat keduanya kembali dekat lagi.
Mora yang tidak bisa berkendara, dan memang tidak diizinkan untuk berkendaran sendiri. Membuat Zeana harus menjemput terlebih dahulu Mora dirumahnya.
Keduanya yang memang sudah bertukar nomer ponsel, bisa dengam mudah berkomunikasi satu sama lainnya. Denga cara itu juga, Zeana dapat dengan mudah menemukan rumah Mora karena sebelumnya sempat meminta alamat rumah tersebut.
Dari kampus Zeana, cukup memakan waktu yang lama untuk sampai dirumah Mora. Karena jarak keduanya yang memang terpisah cukup jauh.
Dengan santai dan hati-hati, Zeana mulai menjalankan mobilnya menuju rumah Mora dengan begitu senangnya.
Dan tidak terasa juga, Zeana telah sampai dirumah Mora. Namun masih tepat didepan gerbang kediaman Horison, dengan para penjaga yang berada digerbang tersebut.
Begitu mobil Zeana mendekat dan berhenti didepan gerbang kediaman Horison, membuat kedua orang penjaga itu mendekati dimana mobil Zeana berada.
Tok tok tok
Terdengar kaca mobil Zeana diketuk pelan dari luar oleh salah satu penjaga itu, dan dengan segera Zeana menurunkan kaca mobil itu.
"Maaf Nona, ada urusan apa ya?" Tanya penjaga itu dengan sopan dan terkesan ramah.
"Saya mau ketemu sama Mora pak, kita udah janjian sebelumnya."
"Kalau boleh tau, dengan Nona siapa ya?"
"Saya Zeana Pak, temannya Mora."
Setelah mengetahui nama Zeana, penjaga itu tersenyum kecil. "Selamat datang Nona Zeana, Nona Mora sudah menunggu anda didalam. Silahkan masuk!"
Penjaga yang satunya lagi dengan segera membuka pintu gerbang tersebut dengan lebar, agar mobil Zeana dapat masuk kedalam.
Zeana yang mendengar itu, jadi ikut tersenyum juga membalas semyuman dari penjaga itu. "Terimakasih pak, kalau begitu saya masuk dulu ya. Mari.."
Kedua penjaga itu hanya mengangguk singkat, lalu kembali menutup gerbang tersebut setelah mobil Zeana masuk kedalam.
Dari awal keduanya memang sudah diberi pesan, jika akan ada Zeana yang berkunjung. Dan meminta untuk langsung mengizinkan Zeana masuk ketika sudah sampai.
Tentu saja keduanya ikut merasa bahagia ketika, ada orang baru yang menjadi sahabat dari Nona Muda mereka. Nona muda sekaligus anak tunggal dari keluarga Horison, tempat mereka bekerja.
Begitu masuk dan melewati gerbang tersebut, Dapat dilihat jika Mora sudah menunggu Zeana tepat diteras depan rumah.
"Sebegitu senang kah dia? Sampai menunggu diluar segala." Lirih Zeana begitu melihat senyum yang tidak luntur dari wajah cantik Mora.
Tid
Secara sengaja Zeana membunyikan klakson mobilnya, menandakan jika dirinya sudah sampai di kediaman Horison itu.
Mora yang memang sudah mengadari kedatangan Zeana, kini mulai mendekati mobil tersebut. Sebelum Zeana yang keluar dari mobil itu.
"Zea sudah sampai?" Tanya Mora yang melihat Zeana dari bari balik jendela kaca mobil yang terbuka lebar.
"Ya, apakah kita akan langsung pergi?"
"Heem, kita langsung pergi saja. Tadi aku sudah meminta izin pada Mommy dan Daddy, jika hari ini aku akan pergi bermain dengan mu."
"Baiklah, ayo masuk!"
Dengan segera Mora berlari kecil mengitari mobil Zeana, lalu segera masuk dan duduk dengan nyaman dikursi samping kemudi.
"Apakah tadi menunggu lama?" Tanya Zeana yang mulai kembali menjalankan mobilnya meninggalkan perkarangan rumah Mora.
"Tidak."
"Syukurlah."
Begitu mobil Zeana mendekati gerbang, dengan segera penjaga tadi kembali membukakan pintu terbang tersebut.
"Kita kamit ya pak, tolong jaga rumah!" Kata Mora yang sedikit menurunkan kaca pintu tersebut.
"Siap Non, hati-hati dijalan."
"Iya pak, mari..."
Secara pasti mobio tersebut perlahan menjauh dari kediaman Horison menuju suatu tempat.
"Kita akan pergi kemana?"
"Bagaimana kalau kita ke Mall? Aku sudah sangat lama tidak pergi ketempat itu, apalagi bersama sahabat baru ku ini."
"Jadi, kita akan pergi ke Mall saja?"
"Iya, kita kesana saja."
"Oke, let's go."
Dari rumah berada, tidak membutuhkan waktu yang lama untuk sampai pada Mall tersebut. Karena memang mall tersebut merupakan terdekat dari rumah Mora.
Mungkin sekitae 15 sampai 30 menit untuk bisa sampai ketempat itu. Dan dengan segera mereka berdua turun, lalu masuk kedalam Mall itu.
"Kita akan membeli apa disini?" Tanya Zeana yang bingung akan melakukan, atau membeli apa. Karena pada dasarnya sekarang tidak ada barang yang Zeana butuhkan, bahkan ingin dirinya beli.
"Kira lihat-lihat saja dulu, nanti kalau ada yang suka tinggal beli." Saran Mora yang sebenarnya ikut bingung juga harus membeli apa.
"Baiklah, ayo kita berkeliling dilantai 4 saja!" Ajak Zeana yang langsung disetujui oleh Mora.
Sebenarnya ini bukan kali pertama Zeana berkunjung ke Mall tersebut. Sudah beberapa kali dan mungkin bisa dibilang sangat sering. Terkarang Zeana pergi ke Mall ini bersama Sarah atau dengan kedua temannya.
Tapi meskipun sering mengunjungi Mall ini, tidak pernah sekalipun Zeana bertemu dengan Mora atau pun Mommynya Mora saat berkunjung kesini. Mungkin memang belum takdirnya saja.
Akibat seringnya berkunjung, Zeana hampir mengetahui semua tata letak yang ada di Mall tersebut.
Yang Zeana tahu, lantai satu diisi oleh berbagai barang elekronik yang sangat beragam. Dari seni kegunan dan macam-macamnya. Selain itu, banyak juga peralatan rumah tangga yang akan mudah dicari dilantai tersebut.
Lantai dua diisi oleh beragam sayur-sayuran, daging dan juga hal-hal lainnya yang bersangkutan dengan bahan pokok kebutuhan sehari-hari.
Dan untuk lantai tiga, yang Zeana tahu. Disana terdapat bioskop dan juga beragam stand makanan cepat saji dari berbagam negara.
Untuk lantai empat, yang Zeana tahu lantai tersebut berisikan pakaian, sepatu, tas dan masih banyak yang lainnya juga. Yang sangat menarik dan juga beragam. Serta, biasanya sangat diminati oleh dan disinggahi oleh Zeana dan kedua temannya.
Oleh karena itu juga Zeana mengajak Mora kesana, siapa tahu saja disana ada barang yang menarik perhatin Mora. Serta sekalian cuci mata saja, melihat barang-barang yang bagus yang berjajar dengan rapi.
Keduanya mulai menuju lantai empat, dan mulai berjalan secara perlahan-lahan melihat semua barang yang ada.
Sampai akhirnya, Mora tertarik pada stor aksesoris perempuan yang sangat cantik-cantik. Seperti bando, jepit, gelang dan masih banyak lagi yang berada didalamnya.
"Zea, ayo kita kesana?" Tunjuk Mora pada Store tersebut dan menarik baju Zeana pelan.
Zeana pun dengan senang hati mengikuti setiap langkah Mora. Jujur saja, begitu masuk Zeana dan Mora dibuat tercegang oleh isi dari store itu.
Ada begitu banyak sekali barang-barang yang lucu dan indah.
Picture by Pinterest
"Ayo Zea! Segera pilih yang kamu suka." Dengan begitu semangatnya Mora mulai mengamati satu-persatu barang yang ada disana dan mulai mengambil yang menurutnya bagus.
Tidak mau kalah dengan Mora, Zeana pun mulai ikut melihat-lihat dan memilih semua aksesoris tersebut.
"Ini bagus tidak?" Tanya Zeana sambil memperlihatkan sebuah jepit rambut yang didesain dengan begitu lucu.
Picture by Pinterest
"Akh-ini sangat lucu Zea, aku ingin membelinya."
"Bagaimana kalau kita membelinya dengan gambar sama?"
"Maksud mu, kita membeli jepitan couple?"
Zeana pun mengiyakan perkataan Mora, "iya, mau kan?"
"Mau..mau, aku mau." Seru Mora dengan begitu bahagianya. Nyatanya kebahagian Mora sangatlah sederhana, hanya butuh teman untuk menjadi sandaran dirinya.
Dari mulai hal kecil dan sederhana pun, dapat membuat Mora tersenyum dengan lebar dan tulus.
"Baiklah, kita ambil yang ini. Aku yang berwarna ungu dan kamu berwarna pink, bagaimana?"
"Iya, aku mau. Aku suka warna pink."
Keduanya kembali menyelusuri rak-rak yanh dipenuhi oleh barang-barang yang cantik. Terkadang mereka berdua terdiam cukup lama disalah satu rak, namun tidak ada barang yang diminati.
"Zea, ini juga bagus." Tiba-tiba suara dari Mora mengurungkan langkah Zeana yang ingin kembali menyelusuri rak-rak lainnya.
Kini secara langsung, pandangan Zeana terarah pada Mora yang sedang memegang sebuah bando yang sederhana, namun terlihat sangat cantik.
Picture by pinterest
"Ayo, kita beli ini juga!"
"Baiklah, ayo beli juga."
Tanpa mereka sadari, hampir berjam-jam lamanya keduanya mengelilingi store aksesoris tersebut. Dan tanpa sadar juga, jika keduanya membeli banyak barang-barang.
"Mora, sepertinya ini cukup. Barang yang kita piling sudah lumayan banyak, nanti kapan-kapan kita bisa kembali lagi kesini." Perkataan Zeana mampu menyadarakan Mora juga, Mora baru sadar jika sudah begitu banyak mengambil barang couple untuk dirinya dan Zeana.
Mungkin saking bahagianya, Mora tidak menyadari hal itu. Ditambah ini adalah kali pertama Mora kembali jalan-jalan mengelilinggi Mall bersama orang lain, yang sekarang menjadi temannya.
"Kalau begitu, ayo kita segera bayar!"
Keduanya mulai mendekati kasir dan membayar belanjaan masing-masing. Tidak ada perdepatan tentang siapa yang akan membayar, sebab baik Mora dan Zeana memiliki keranjang belanjaannya masing-masing.
Setelah dari store aksesoris tersebut, keduanya berniat akan mengunjungi tempat makan karena perut keduanya mulai merasa lapar setelah berkeliling cukup lama.
"Ayo, kita cari makan dulu!" Ajak Zeana, dan dengan patuh Mora mengetujui perkataan Zeana.
Namun sebelum itu, terdapat sebuah suara yang sedikit berteriak memanggil nama Zeana.
"Anna!"
Tentu saja teriakan tersebut dapat menghentikan langkah Zeana karena dia sangat kenal siapa pemilik suara tersebut. Dapat dilihat, orang yang begitu dikenalinya, kini sedang berjalan mendekat kearah dirinya dan Mora berada.
...To Be Continue...
Haiiii👋👋👋
Author yang baik ini kembali menyapa.
Makasih buat yang udah baca, kalau ada typo tolong tandai ya. Jangan lupa rutinitas like, vote dan komen. Gratis kok dan gak ribet, jadi yuk langsung like, vote dan komen!
Semoga suka dengan cerita ini, bay bay see you next part.