
..."Katakanlah dengan jujur jika kau merasa lelah dan tersiksa. Lalu perlihatkan jika kau merasa sakit. Dengan begitu orang lain bisa tahu bahwa kau tidak baik-baik saja."...
..._Under The Queen Umbrella...
...Happy Reading Semua...
.......
.......
🌱
94. Kebenaran Tentang Max
Setelah acata ngidam yang sangat menguras tenaga dan juga emosi tentunya. Kini mereka semua sedang menikmati makan malam bersama, tidak lupa Jeano yang ikut hadir karena memang diundang oleh Zeana.
Jeano ikut makan malam bersama, serta ada hal yang ingin Zeana katakan nantinya.
Mereka semua mulai memakan makanan masing-masing dengan penuh kenikmatan seperti biasanya. Hingga akhirnya setelah selesai, Zeana lebih memilih langsung menarik tangan Jeano agar mengikutinya menuju kamar.
Tenang hanya ngobrol saja kok, tidak melakukan hal aneh. Pikiran para Readers jangan kemana-mana ya!
Namun sebelum itu Zeana terlebih dahulu minta izin dan berpamitan. "Aku bersama Jeano izin kekamar ya, ada hal yang ingin kami bicarakan. Bolehkan?"
Sarah dan Felixpun mengangguk pelan. "Boleh. Asal jangan melakukan hal aneh-aneh saja!" Kata Sarah memperingati.
"Siapa Mah." Jawab Zeana dan Jeano secara bersamaa. Sehingga mereka berdua langsung saja berjalan menuju kamar Zeana.
Sesampainya disana dengan segera Zeana mengajak Jeano untuk duduk di sopa yang memang ada dikamar tersebut.
"Apakah kamu sudah bawa semuanya?"
"Sudah."
Dengan segera Jeano mengeluarkan apa yang Zeana minta, sebuah berkas yang memang di sembunyikan dibalik jaket yang sedang dia gunakan.
Langsung saja Zeana mengambil berkas tersebut dan membacanya secara teliti. Terlihat kini wajah Zeana menjadi sedih setelah hampir membaca keseluruhan barkas tersebut.
"Jadi dia benar Ayahku?"
"Ya, dia Ayah dari Riana Milane. Max James yang kini berganti nama menjadi Max Maxime karena menikahi seorang janda kaya bernama Patricia Maxime."
Seketika kedua mata Zeana tanpa disadari mengeluarkan air matanya. Dia begitu sedih menerima kenyataan yang seperti ini, pantas saja Sarah selalu sedih jika dintanyakan tentang Ayah kandung Riana karena memang hal ini sangat menyakitkan untuk dialami oleh Sarah.
"Pantas saja Mamah selalu sedih jika aku bertanya tentang ini. Aku saja yang hanya mendengar dan mengetahui sekarang merasa ikut sedih, apalagi Mamah yang mengalaminya. Kenapa dia begitu jahat?"
Tangis Zeana kini terdengar semakin kencang, dengan segera Jeano membawa Zeana kedalam pelukannya dan mengelus pelan punggung Zeana mencoba menenangkan.
Namun nyatanya tangisan Zeana tidak dapat berhenti begitu saja, "menangislah jika itu membuat mu menjadi baik." Bisik Jeano pelan sambil terus mengusap punggung Zeana.
Butuh beberapa menit untuk Zeana dapat menumpahkan semua kesedihannya kali ini. Setelah dirasa sudah cukup dan sedikit puas dengan acara tangisannya, kini Zeana kembali ingin tahu lebih lanjut tengang Ayahnya itu.
"Jadi semua informasi yang kamu dapatkan adalah benar?"
"Ya, tentu saja. Tapi bagaimana kamu bisa mencurigai bahwa Max adalah Ayah Riana?"
"Karena kejadian dikantor tadi. Waktu dikantor sebenarnya Mamah bertemu dengan Om Max dan saling pandang untuk beberapa saat, namun dengan segera Mamah memutuskan pandangan tersebut.
Ketika Mamah sudah masuk, Om Max masih saja memendangi Mamah dengan pandangan aneh dan aku merasa hal demikian. Sehingga dengan segera aku memberi tahumu, mungkin saja Om Max adalah Ayah dan ternyata benar.
Apakah ini yang disebut ikatan batin antara Ayah dan Anak? Tapi sayangnya aku malah mempunyai Ayah yang buruk seperti dia." Zeana mengeluarkan semua yang dia rasakan ketika melihat tatapan Max pada Sarah tadi.
Sehingga Zeana kembali membaca berkas yang Jeano bawa, yang dimana semua isinya berisi data Max.
Max James adalah seorang pekerja keras. Dia sama-sama berasal dari panti asuhan seperti Sarah. Mungkin bisa dibilang mereka berdua tumbuh bersama, sehingga makin dewasa menumbuhkan rasa cinta dikeduanya.
Max berniat untuk melanjutkan hubungan tersebut kejenjang yang lebih serius, yaitu untuk menikah. Tapi bukanlah, sebuah pernikahan harus membutuhkan biaya yang cukup besar.
Pada akhirnya Max harus mencari pekerjaan tambahan untuk dapat memenuhi semua kebutuhannya. Sehingga mungkin suatu hari adalah hari yang begitu baik untuknya karena dapat menemukan suatu pekerjaan yang sangat bagus.
Max bertemu dengan salah seorang pengusaha kaya yang berasal dari keluarga Maxime, yaitu Andre Maxime. Andre mempunyai istri bernama Patricia dan mempunyai 1 anak.
Waktu itu secara tidak sengaja Max membantu Andre dalam sebuah pencopetan. Untuk membalas kebaikan Max, Andre menawarkan sebuah pekerjaan sebagai imbalannya karena memang hal itu yang dibutuhkan oleh Max.
Pada akhirnya Max bekerja sebagai sopir dikeluarga Maxime. Max yang pada dasarnya pekerja keras selalu mau melakukan pekerjaan apapun, demi bisa mendapatkan uang. Serta perlu diketahui jika Max ternyata mempunyai keahlian dalam bidang bisnis, namun harus terpendam karena biaya pendidikan.
Perlahan kemampuan tersebut disadari oleh Andre, yang secara langsung Max dapat dipekerjakan diperusahaan. Seiring berjalannya waktu kenaikan jabatan dapat diperoleh oleh Max dan disaat itu juga dia memutuskan untuk menikahi Sarah.
Pernikahan pun dilaksanakan, dengan sederhana dimana Max dan Sarah hanya mengundang tetangga serta anak panti dimana mereka berasal.
Sehingga berita pernikahan tersebut tidak sampai pada Andre dan juga rekan kantor yang lainnya.
Tidak lama setelah pernikahan Sarah dinyatakan hamil, tentu saja Max merasa bahagia akan itu. Namun disatu sisi keinginan Max untuk mendapatkan uang yang banyakpun semakin menjadi.
Dari sana Max mulai berubah menjadi ambisius dan juga sedikit egois. Ketika suatu kejadian dimana Andre ternyata mempunyai penyakit jantung yang kambuh dan dalam keadaan yang sangat drop.
Dalam keadaan kritis Andre meminta Max untuk dapat menjaga keluarganya karena pada dasarnya Andre tidak mempunyai saudara dari pihak dirinya dan juga Istrinya.
Tentu saja Max mau karena sebagai tanda bahwa dia sangat berterimakasih pada Andre. Tapi ternyata bukan hanya itu saja, Andre malah ingin Max untuk dapat menikah dengan Istrinya serta dapat menjaga Anaknya juga.
Awalnya Max tidak mau, tapi karena Andre juga mengatakan akan memberikan semua perusahaan yang dimiliki, jika Max mau melakukan hal itu.
Tentu saja Max yang gelap mata langsung saja menerima tawaran tersebut. Tidak lama dari itu Andre dinyatakan meninggal karena penyakit jantungnya.
Dari situlah Max memilih meninggalkan Sarah dan calon Anaknya. Serta memilih tinggal dengan kemewahan dalam keluarga Maxime.
Flascback Off
"Apakah Nico mengetahui tentang kebenaran ini?"
"Ku rasa tidak. Mungkin karena Nico yang masih kecil, jadi tidak paham dengan kondisinya waktu itu."
"Jadi secara langsung Nico adalah saudara tiriku."
"Ya, mungkin. Tapi sekarang kamu Zeana, jadi tidak perlu memikirkan tentang hal itu."
Perkataan Jeano dapat menarik Zeana dalam keadaan yang sekarang, ya sekarang dirinya Zeana bukan Riana lagi.
"Tapi tetap saja Om Max adalah Ayah kandung ku." Ucap Zeana dengan nada sedih.
"Memang, namun sekarang kamu sudah mempunyai kita semua. Jadi tidak perlu sedih lagi Anna, cobalah untuk dapat menerima ini semua." Saran Jeano yang tentu saja dapat menbuat Zeana merasa bersyukur dengan keadaan yang sekarang.
"Ya, aku merasa bersyukur."
Mereka berdua kembali membicarakan hal yang ingin mereka bahas dengan begitu serius.
...To Be Continue...
Hai hai👋👋👋
Author yang baik dan budiman ini kembali menyapa. Jangan lupa like, vote, dan comment yah. Tandai juga bila ada typo. Makasih untuk part ini.
See you next part.