
..."Terkadang kamu hanya perlu diam dan berdoa karena tidak ada kata yang dapat menjelaskan apa yang terjadi di dalam pikiranmu. Dan tidak peduli berapa banyak Anda mencoba menjelaskan orang masih tidak akan bisa mengerti tapi Tuhan tahu."...
..._Unknown...
...Happy Reading Semua...
.......
.......
🌱
25. Jeano dan Oleh-olehnya
Waktu berlalu, kini acara makan malam bersama keluarga Horison pun tiba. Jeano yang memang secara sengaja diundang oleh Zeana, kini sudah datang lebih awal.
Terlihat Jeano yang membawa begitu banyak paperbag, yang entah apa isinya. Selain itu, Jeano juga membawa sebuah buket bunga mawar untuk Zeana.
Barang bawaan Jeano, tentu saja langsung dibantu oleh para maid untuk membawanya kedalam.
Jeano yang begitu datang, langsung saja masuk dan mencari Zeana. Dan ternyata Zeana masih bersiap-siap didalam kamarnya, yang terlihat oleh Jeano hanyalah Sarah yang sedang ikut membantu menata makanan.
"Dimana Anna, Mah?" Tanya Jeano begitu jaraknya sudah dekat dengan Sarah.
"Eh-Jeano. Kamu juga datang? Anna masih bersiap-siap. Tadi dia membantu memasak, jadi sedikit terlambat deh buat mandi dan ganti baju."
"Iya Mah, Anna juga mengundangku. Apakah Anna baru saja, atau sudah dari tadi?"
"Hmm..sudah dari tadi. Apakah kamu mau menyusulnya saja? Atau mau duduk dulu?"
Sarah yang juga melihat Jeano datang dengan barang bawaan dan juga buket bunga, membuat dirinya menawarkan hal tersebut.
Dirinya cukup peka, mungkin saja Jeano ingin memberikannya langsung pada Zeana. Atau mungkin juga seperti sebuah kejutan pada umumnya, melihat jika Jeano dan Zeana cukup lama tidak bertemu.
"Apakah aku boleh menyusulnya ke kamar?"
"Tentu saja, tapi ingat! Tidak boleh macam-macam." Meskipun Sarah yakin, jika Jeano maupun Zeana tidak akan berbuat macam-macan. Tapi, tidak ada salahnya juga bukan? Jika mengingatkan kembali.
Jeano pun terkekeh mendengar itu, tentu saja dia tidak akan berani dan juga tidak akan pernah merusak Zeana. "Siap. Ouh iya, ini adalah oleh-oleh yang belum sempat aku kasih dan juga bagikan. Disini sudah ada untuk kalian semua, termasuk pada maid juga." Kata Jeano sambil menunjuk barang bawaannya.
Sarah pun tersenyum melihat itu, Jeano sangat sangat merupakan calon menantu idaman sejuta mertua. "Terimakasih Jeano, maaf merepotkan."
"Tidak usah berkata seperti itu Mah, kalian semua sudah menjadi keluarga ku juga. Dan tolong bagikan ya Mah!"
"Iya, dan itu semua untuk Anna?" Tunjuk Sarah pada beberapa paperbag yang sangat cantik dan juga buker bunga mawar itu.
"Ya, ini untuk Anna."
"Baiklah, segera pergi dan berikan! Sebelum tamunya datang."
"Siap Mah."
Jeano pun dengan segera berjalan dengan penuh semangat, menaiki tangga menuju letak kamar Zeana berada. Meninggalkan Sarah yang terkekeh pelan melihat tingkah Jeano tersebut, "anak muda jaman sekarang." Ucap Sarah sambil menggelengkan kepalanya pelan.
***
Setelah sampai dilantai 2, dimana letak kamar Zeana berada. Dengan segera Jeano mengetuk pintu kamar tersebut, sebelum masuk.
Tok tok tok
"Masuk saja, tidak dikunci kok."
Terdengar teriakan Zeana dari dalam sana, mungkin Zeana memang sudah selesai bersiap. Sehingga, menyuruh masuk, tanpa bertanya dulu siapa yang datang.
Sedangkan Zeana berpikir, jika itu adalah satu satu maidnya. Yang sempat Zeana minta tolong, untuk membawakan sepatu yang sempat dibersihkan terlebih dahulu.
Ceklek
Suara pintu yang dibuka dan terdengar langkah kaki mendekat.
"Bibi taruh saja disitu, nanti aku akan langsung memakainya. Terimaka- loh Jeano?" Zeana langsung terlonjak kaget begitu mengetahui siapa yang masuk kedalam kamarnya.
Posisi Zeana yang tadi sibuk dengan isi meja make up nya, sehingga tidak mengetahui siapa orang yang masuk.
"Hai," ucap Jeano dengan santainya dan juga melambaikan salah satu tangannya pada Zeana.
Zeana dengan segera berjalan mendekat pada Jeano, yang sekarang sedang duduk di sofa yang ada dikamarnya.
"Kamu datang?"
"Tentu saja, dan ini untuk mu." Kata Jeano sambil menyerahkan beberapa paperbag tadi, dan juga buket bunga tersebut.
Seketika Zeana langsung memekik senang, "ahk-ini indah sekali dan juga harum."
"Eh-jangan terlalu lama menghirupnya! Ingat alergi mu." Cegah Jeano yang sedikit menjauhkan bunga tersebut dari muka Zeana.
"Aku sangat merindukan mu, sudah sangat lama kita tidak bertemu." Kata Jeano yang masih betah memeluk tubuh Zeana dan juga menghirup wangi tubuh Zeana yang beberapa hari ini dia rindukan.
"Aku juga merindukan mu Jeano."
"Simpan dulu bunga itu!"
"Iya, aku akan menyimpannya terlebih dahulu disana." Dengan segera Zeana mengurai pelukan tersebut dan berjalan kearah nakas yang ada dipojok kamar, untuk menyimpan bunga tersebut. Agar tidak juga terlalu dekat dan terhidup oleh dirinya.
Setelah itu dirinya kembali duduk bersama Jeano, "ngomong-ngomong, dalam rangka apa kamu memberikan ku bunga?"Â
Seingat Zeana, hari inu bukanlah hari yang spresial. Bukan hari ulang tahun Zeana, maupun hari jadi mereka. Lalu karena apa?
"Aku hanya ingin saja. Saat diperjalanan kesini, aku melihat bunga yang cantik itu jadi aku membelinya untuk mu."
"Ouh, kirain ada hal spesial."
"Memangnya, memberi bunga harus nunggu ada hal spesial dulu?"
"Ya, gak juga sih. Lalu, yang dalam tas ini apa?" Kini perkatian Zeana teralihkan pada paperbag yang sangat cantik-cantik itu. Yang membuat rasa penasarannya meronta-ronta, ingin tahu isi di dalamnya.
"Sepertinya, nanti saja dibukanya. Sekarang kamu siap-siap saja dulu, pasti sebentar lagi tamunya akan datang."
Mendengar perkataan Jeano membuat Zeana sedikit kecewa karena harus menunggu rasa penasarannya, namun Zeana juga paham akan kondisi sekarang.
"Benar juga. Baiklah, aku akan membukanya nanti selesai acara makan malam."
Tidak lama dari itu kembali terdengar ketukan pintu, yang sekarang dapat Zeana yakini adalah salah satu maid.
Tok tok tok
Suata pintu yang kembali diketuk, namun sekarang terdengar suara dibalik pintu itu. "Nona, bolehkan saya masuk?"
Nah, kan benar? Jika itu adalah salah satu maidnya. Lagian pasti mereka akan meminta izin dulu sebelum masuk, tidak seperti Jeano yang hanya mengetuk saja tanpa bersuara.
"Iya, masuk saja Bi."
Ceklek
Terlihat maid itu membawa salah satu sepatu koleksi yang Zeana punya, yang sempat dibersihkan terlebih dahulu sebelum hendak dipakai. Karena jarang sekali dipakai, membuat sepatu tersebut sedikit kotor dan berdebu.
Meskipun mempunyai banyak koleksi sendal dan sepatu. Tapi Zeana ras, sepatu tersebut yang hanya akan cocok dipakai dengan bajunya sekarang.
"Nona, ini sepatu anda yang telah dibersihkan." Kata maid itu sambil memberikan sepatu tersebut pada Zeana.
Yang dengan segera Zeana menerimanya. "Terimakasih Bibi, telah membersihkan sepatu ku."
"Sama-sama Nona. Kalau begitu saya pamit Non, Den."
"Iya Bi." Zeana pun menjawab perkataan maid tersebut, sedangkan Jeano hanya mengangguk singkat.
Setelah maid itu pergi, dengan segera Zeana kembali pada aktivitasnya yang sempat terjeda tadi. Yaitu merapikan make upnya. Sedangkan Jeano hanya diam sambil melihat gerak-gerik Zeana.
Sambil ber make up, sesekali Zeana melihat kearah kaca, dimana dari sana juga dapat melihat Jeano yang sedang duduk sambil menatapnya. "Apakah selama ini pekerjaan mu banyak?" Tanya Zeana mengisi keterdiaman tersebut.
"Ya, begitulah. Ayah tiba-tiba menyuruhku untuk mempelajari begitu banyak berkas-berkas, sebelum aku diresmikan bekerja nantinya. Kamu tahu? Rasanya seperti akan menyusun skripsi kembali, sangat banyak dan memusingkan."
Entah alasan apa yang membuat Reno melakukan hal itu pada Jeano. Yang penting secara singkatnya, Reno ingin Jeano mempelajari sedikit lagi ilmu bisnis yang dirinya tau.
Sedangkan Jeano, sebagai anak baik dan tidak sombong. Serta patuh pada perintah orang tua, dengan terpaksa harus mau melakukan itu semua.
Gak papa beneran, demi masa depan! Itulah yang sering Jeano katakan, untuk menyemangati dirinya sendiri.
"Sabar Jeano, tapi selamat juga. Sekarang kamu sudah bisa melalui itu semua."
"Ya, aku hebat bukan?"
"Tentu saja kamu sangat habat. Dan selesai, ayo kita segera turun!"
"Ayo!"
Setelah dirasa semua siap, Zeana dan Jeano pun segera keluar dari kamar menuju ruang makan. Yang dimana sudah ada semua anggota keluarga Anderson, yang siapa menyambut tamu mereka.
...To Be Continue...
Haiiii👋👋👋
Author yang baik ini kembali menyapa.
Makasih buat yang udah baca, kalau ada typo tolong tandai ya. Jangan lupa rutinitas like, vote dan komen. Gratis kok dan gak ribet, jadi yuk langsung like, vote dan komen!
Semoga suka dengan cerita ini, bay bay see you next part.