Another World Point Of View

Another World Point Of View
S2. CHAPTER 22



..."Tidak semua omongan harus kamu dengar, terkadang ada omongan yang membuat kamu down dan berhenti untuk maju. Ketahulilah, mulut orang itu banyak, sedangkan telingamu hanya ada dua, maka pilihlah omongan yang bermanfaat saja." ...


..._Kampung Nasehat...


...Happy Reading Semua...


.......


.......


🌱


22. Penjemput Zion Pulang


Jarak yang semakin dekat antara Zeana dan Zion, serta Mora berada. Menambah rasa yakin, jika orang yang sedang berbicara dan menemani Zion adalah Mora.


Namun saat Zeana melangkah semakin mendekat, Mora malah terlihat pergi dn langsung pergi masuk kedalam mobil yang tidak jauh dari sana. Meskipun Zeana sudah sedikit berlari, tapi mobil tersebut telah melaju.


Sedangkan Zion yang melihat Zeana berlari kearahnya, sontak saja terkejut dan juga senang secara bersamaan.


"Kakak!!" Teriak Zion dengan kencang yang mempu membuat perhatian orang-orang disekitarnya, teralihkan kearah pada Zion.


Kebanyakan orang-orang disana adalah Ibu-ibu yang memang menjemput juga, atau bahkan sampai ada yang menunggu anaknya sekolah.


Tau sendiri bukan? Bagaimana suasana Taman Kanak-kanak pada umunya. Namun berbeda dengan Zion, dari awal masuk sekolah dirinya tidak pernah mau ditemani oleh Sarah.


Bahkan diantar dan dijemput pun, sangat jarang sekali Zion ditemani oleh Sarah. Entahlah, terkadang Zion semandiri itu juga.


Ditambah dengan Sarah yang juga, satu tahun belakangan ini memiliki usaha bisnis yang dijalankanya dirumah. Sehingga, Zion tahu jika Sarah akan sama sibuknya juga.


Nyatanya teriakan Zion mampu membuat telinga Zeana sedikit mendengung, mendengar teriakan tersebut.


Zeana segera berjalan mendekat kearah dimana Zion berada. "Zion," seru Zeana yang langsung mengambil salah satu tangan Zion untuk digandengnya.


Karena ukuran tinggi badan yang sangat jauh, mengakibatkan Zeana harus berjongkok agar bisa sejajar dengan Zion. Dengan segera Zion memeluk tubuh Zeana, lebih tepatnya pada bagian lehernya.


"Kakak jemput Zion? Zion suka dijemput sekolah oleh Kakak." Kata Zion dengan waut yang tidak bisa ditutupi, jika Zion begitu sangat senang ketika melihat Zeana menjemputnya.


Senyum tulus dan merekah itu, tidak lepas dari wajah Zion. Yang secara tidak langsung membuat Zeana ikut tersenyum juga. "Iya, Kakak jemput Zion. Kalau Zion suka, Kakak akan sering jemput Zion sekolah, tapi kalau Kakak tidak kuliah ya?" Kata Zeaan sambil mengelus pelan kepala Zion dengan penuh kasih sayang.


"Iya Kak. Ayo kita pulang!"


Dengan segera Zeana kembali berdiri dan menuntun Zion untuk masuk kedalam mobilnya, pulang menuju rumah.


Tidak hanya itu, Zeana juga membantu Zion untuk duduk dikursi samping kemudi dengan benar dan nyaman. Setelah memastikan Zion duduk dengan benar, baru Zeana memutari mobil menuju kursi kemudi.


Setelah mematikan semuanya aman, baru Zeana menyalakan mesin mobil dan melaju meninggalkan area sekolah.


Zeana yang teringat tentang hal tadi, segera bertanya pada Zion. "Zion, siapa Kakak perempuan yang bersama tadi?"


"Yang mana?"


"Sebelum Kakak datang, yang memakai baju biru." Kata Zeana yang membantu Zion agar meningat tentang ciri-ciri Mora.


Terlihat dahi Zion sedikit mengerut, menandakan dirinya memang sedang berpikir dan meningat. "Ouh, Kakak itu. Dia adalah Kak Mora, waktu itu kami bertemu dan berkenalan waktu di acara Kak Zero." Ucap Zion dengan sangat jujur dan tepat seperti dugaan Zeana.


"Berarti benar dia adalah Mora." Lirih Zeana yang hanya mampu didengar olehnya saja.


"Kalian membicarakan apa saja?"


"Hmm...Kak Mora hanya menyapa ku, lalu memberikan ku coklat ini. Kakak tau? Coklat ini sangat enak, aku juga ingin membelinya nanti."


Tidak lupa Zion melihatkan sebuah coklat kecil kepada Zeana. Seketika Zeana jadi teringat dengan salah satu kebiasaan Mora, yaitu selalu membawa coklat kecil tersebut kemana-mana.


Sudah menjadi hobby dan kebiasaan Mora tentang hal itu, Zeana tentu saja sudah hapal dan tau juga.


"Baiklah, nanti kita beli." Untuk saat ini Zeana hanya bisa mengetujui apapun yang di inginkan oleh Zion, supaya mudah untuk mengajak Zion kembali bercerita lagi. "Lalu, apalagi yang kalian bicarlakan?"


"Kak Mora hanya-"


Flashback On


Jam pulang sekolah telah berbunyi, anak-anak secara otomatis mulai berhamburan kelas untuk pulang menuju rumah mereka masing-masing.


Sama hal nya dengan Zion, dirinya mulai berjalan kearah luar ditemani oleh 2 teman laki-laki yang usianya berada diatas dirinya.


Zion merupakan murid termuda dan juga terpintar yang ada di Taman Kanak-kanak itu. Sehingga tidak menutup kemungkinan, jika teman-teman yang bermain dan belajar dengannya. Umurnya berada diatas usianya yang sekarang.


Seperti biasa Zion akan dengan anteng duduk dan menunggu Paman Tono untuk menjemputnya. Namun sebelum itu, kedua temannya sudah terlebih dahulu dijemput.


"Zion, kita berdua sudah dijemput oleh supir. Apakah kamu tidak apa menunggu sendiri?" Salah satu dari bocah kembar itu berbicara pada Zion. Ya, kedua teman Zion adalah anak kembar yang bernama Geo dan Gion.


"Tidak apa, disini masih banyak orang. Kalian bisa pulang terlebih dahulu."


"Sungguh? Tidak apa?" Tanya Geo memastikan kembali, dan Zion langsung mengangguk. "Ya, tidak apa."


"Baiklah, kita pulang duluan. Sampai ketemu besok Zion." Gion pun manarik tangan kembaranya Geo untuk segera pergi karena tidak ingin membuat supir yang menjemput mereka menunggu lama.


"Sampai ketemu juga." Kegita bocah laki-laki itu saling melambaikan tangan, sebagai tanpa berpisahan.


Zion pun kembali menunggu dengan sendirian, dirinya tidak merasa takut sebab masih banyak orang disekitarnya.


Tidak lama dari itu, ada suara yang memanggil namannya. "Zion!!" Teriakan tersebut mampu menarik perhatin Zion dan melihat kearah asal suara tersebut.


Dapat dilihat, jika seorang gadis cantik berjalan kearahnya. "Zion, apa kabar?"


"Kak Mora?"


"Iya, ini Kakak. Apa kabar Zion? Apakah Zion bersekolah disini?" Tanya Mora secara beruntun dan ikut duduk disamping Zion. Jika dilihat dari seragam yang Zion pakai, Mora yakin Zion adalah salah satu murid disini.


Zion yang merasa jima punya teman, tentu saja merasa bahagia dengan keadatangan Mora. "Kabar ku baik. Dan aku bersekolah disini, bagaimana kabar Kakak?"


"Kabar Kakak juga baik. Ouh ya, kamu sedang menunggu jemputan pulang ya?"


"Iya, aku sedang menunggunya. Kakak sendiri kenapa bisa ada disini?"


"Kakak baru saja dari suatu tempat dan kebetulan pulang jalan sini. Eh-malah liat kamu duduk sendiri, jadi Kakak samperin deh hehehe." Kata Mora yang diakhir kalimatnya dibarengi dengan kekehan ringan.


Sebenarnya Mora dari perusahaan Daddynya dan hendak pulang, namun ketika melihat anak kecil yang dikenalnya. Mora meminta supirnya untuk memberhentikan sebentar, untuk menghampiri Zion.


"Kakak punya coklat, apa Zion mau?" Tawar Mora sambil mengeluarkan salah satu coklat kesukaannya, yang sering dia bawa.


Tentu saja Zion tidak akan menolak hal itu, coklat adalah hal yang banyak digemari oleh banyak orang didunia ini.


Ditambah dengan dirinya yang jarang sekali memakan coklat kerena memang tidak dibolehkan terlalu berlebihan.


"Mau Kak, Zion mau." Pekik Zion kegirangan.


Mora pun tersenyum dan memberikan coklat tersebut pada Zion. Baru saja akan berbicara kembali, namun sebuah telpon yang masuk kedalam ponsel Mora menggurungkan niatnya.


Telpon tersebut, berasal dari Mommynya Mora yang menyuruh agar Mora segera pulang. Dan mau tidak mau, Mora harua segera pergi.


"Zion, Kakak harus segera pulang. Kamu tidak apa sendirian disini?"


"Yah, aku sendiri lagi dong." Wajah Zion yang tadinya bahagia, kini kembali murung. Namun Zion juga merasa tidak berhak untuk menahan Mora, "tapi tidak apa. Kak Mora pulang saja, lagian sebentar lagi aku juga akan pulang."


"Benar tidak apa?"


"Iya, Kak."


"Baiklah, Kakak pulang ya Zion. Sampai ketemu lagi Zion." Kata Mora sambil melambaikan tangannya pada Zion.


Zion pun dengan senang hati membalas lambaian tersebut, setelah melihat Mora masuk kedalam mobilnya dan pergi berlalu. Dirinya malah melihat Zeana yang sedikit berlari kearahnya.


"Kakak!!"


Flashback Off


"Hanya itu saja yang aku bicarakan bersama Kak Mora, setelah itu Kak Mora bergegas pulang dan Kakak datang deh."


Zeana pun mengangguk paham dengan apa yang diceritakan oleh Zion. Ternyata keduanya tidak mengobrol banyak, mungkin keduanya bersama ketika dirinta masih dijalan tadi.


...To Be Continue...


Haiiii👋👋👋


Author yang baik ini kembali menyapa.


Makasih buat yang udah baca, kalau ada typo tolong tandai ya. Jangan lupa rutinitas like, vote dan komen. Gratis kok dan gak ribet, jadi yuk langsung like, vote dan komen!


Semoga suka dengan cerita ini, bay bay see you next part.