
..."Diberi kesempatan kedua menjadikan kamu untuk dapat merubah suatu kesalahan dan kalau itu tidak bisa di ubah setidak nya kamu sudah berusaha semampu mu."...
...De_onsti...
...Happy Reading...
.......
.......
🌱
4. Kenapa?
Keadaan ruangan tersebut hening untuk sesaat.
"Anna apa kamu tidak ingat aku?" Dengan muka sendu Remaja tersebut bertanya.
Gelengan pelan yang di berikan gadis tersebut. Yang benar saja orang yang teramat dia cintai melupakannya, meskipun selalu tak di anggap tetap saja di akan selalu mencintai gadisnya.
"Hei dokter bagaimana kau ini? Dia tidak mengenal kami? Bagaimana dia baik-baik saja? Apa kau ingin mati?"
"T-tunggu Tuan tapi memang benar tak apa masalah di tubuh Nona Muda," dengan suara bergetar Dokter itu mencoba menjelaskan.
"Apa Nona tidak mengenal mereka? Siapa nama Anda Nona?"
Di tatap dengan penuh harapan oleh Dokter serta ketiga orang lainnya membuat gadis tersebut sedikit gugup.
"A-akku A-anna, tapi aku tak mengenal kalian....akh sakit.....akh ini sakit sekali..."
Setelah mengatakan itu gadis yang mengaku bernama Anna_Zeana De Anderson lebih tepatnya yang kerap di panggil Anna berteriak kesakitan sambil memegang kepalanya. Dan tak lama dari itu dia pun jatuh tak sadar kan diri membuat semua orang yang ada di ruangan tersebut panik.
"ANNA"
"NONA MUDA"
"SAYANG"
Semuanya berteriak panik melihat kondisi tersebut.
"Periksa Putri ku dengan benar sialan. Kalau kau tidak benar, siap-siap untuk tak melihat hari esok." Ucapan dingin dengan penuh tekanan di setiap katanya membuat Dokter tersebut menelan ludah dengan susah payah.
"B-baaik akan Saya periksa dahulu, mohon untuk keluar sebentar."
"Jika Anna tidak baik-baik saja, kau yang akan pertama tiada." Penuh ancaman kata yang di keluarkan oleh Remaja tersebut sambil melaju keluar ruangan.
"Mereka semua mengerikan, Anda harus selamat Nona. Kalau tidak saya yang akan kena akibatnya," lirih Dokter tersebut sambil menatap Anna.
Setelah ketiga pria itu keluar Dokter langsung mengcek kembali keadaan Anna, memastikan tidak ada apapun yang terlewatkan atau nyawanya yang akan hilang.
***
Ketiga pria dengan umur yang berbeda menunggu dengan gelisah. Terlihat wajah khawatir di setiap mukanya tapi mereka menutupnya dengan muka datar.
Tak ada percakapan di antara ketiganya, mereka hanya sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.
"Jika benar kau hilang ingatan karena dia, akan ku pastikan kamu tidak akan bisa lagi untuk berbuat seperti itu. Sudah cukup main-main nya Sayang, aku tidak mau hal yang lebih buruk terjadi padamu."_Jeano
"Jika benar dia kehilangan ingatannya apakah dia akan tetap seperti dulu? Tapi kenapa sakit melihat dia tidak mengingat ku? Apakah sebenci itu sampai tidak mau mengingat ku? Apakah ini saat nya aku berubah untuk tidak mengabaikan Anakku lagi."_Felix
"Nona Muda hilang ingatan? Apakah ini baik atau buruk? Dia bisa melupakan semua rasa sakit dari perlakuan keluarga dan orang yang dicintainya. Tapi di satu sisi sangat kasihan dia juga melupakan orang yang amat mencintainya. Ku harap Tuan Besar dan Tuan Muda bisa berubah melihat keadaan Nona Muda yang sekarang, dan orang yang mencintai nya masih tetap sama. Boleh kah berharap bahwa Nona akan menjauh dari orang-orang yang menyakitinya kecuali keluarganya."_Hans
***
30 menit kemudian
Dokter keluar dari ruangan tersebut menandakan pemeriksaan yang telah selesai.
"Apa hasilnya?"
"Sepertinya Nona mengalami Amnesia, mungkin karena benturan cukup kuat di kepalanya. Untuk keadaan tubuh nya memang baik-baik saja, tapi Saya tidak yakin dengan memori ingatannya." Jelas Dokter tersebut membuat muka ketiga pria tersebut semakin pucat.
"Berapa lama?"
"Saya tidak yakin Tuan. Namun mengingat Nona dapat menyebut namanya kemungkinan hanya sebagian memori yang hilang. Atau memang ada memori yang Nona ingin hilangkan, tapi dengan perlahan kita dapat mengembalikan ingatan Nona. Tergantung seberapa mau Nona untuk mengingat memori masa lalunya. Dan untuk saat ingin biarkan Nona beristirahat dahulu."
"Kau boleh pergi," usir tanpa hati setelah mendengarkan penjelasan Dokter tersebut.
"Tak tau terimakasih, untuk kau Bops nya kalau tidak sudah habis kesabaran ku dari awal," Dokter itu hanya bisa mengatakannya dalam hati. "Baik kalau begitu Saya pamit undur diri."
Ketiga pria tersebut pun bergegas masuk dan langsung menghampiri Anna yang kembali terbaring dengan mata yang menutup sempurna.
"Apa kau senang?"
"Apa maksudmu?"
"Jangan berpura-pura bodoh Tuan Anderson, aku sudah dapat membaca rencana mu untuk Anna ke depannya." Tuan Anderson atau lebih tepat nya_Felix De Anderson. Ayah dari Anna.
"Wah kau memang sangat peka sekali yah Tuan Muda Xiallen. Dan jangan pikir aku pun tak tau apa rencana mu." Tuan Muda keluarga Xiallen_Jeano Aksa Xiallen sahabat serta tunangan yang tak dianggap oleh Zeana.
"Memang apa yang akan aku lakukan?" Jeano bertanya dengan santai nya.
"Kau akan membuat Anna tak mengingat lagi masa lalu nya terutama pria yang di sukai nya, dan kau bisa memiliki Anna sepenuhnya. Itukan rencana mu?" Dengan penus smirk lirik Felix mengatakannya membuat Jeano langsung menatapanya tajam.
"Wahhh Ayah Mertua sangat paham sekali yah dengan apa yang calon menantumu ini inginkan. Dan apakah kau akan berubah menjadi baik dan perhatian kepada Anna seolah lupa dengan rasa sakit yang kau berikan selama ini? Licik sekali," dengan tatapan tajam dan penuh permusuhan dari Jeano.
"Kau tak berbeda jauh dariku. Sama-sama ingin Anna tidak mengingat semuanya. Aku ingin berubah apakah salah?"
Keduanya saling menatap tajam tanpa ada yang mau di salahkan dan di samakan. Keduanya sama-sama egois, dan licik.
Memiliki Anna.
Membuat Anna tak membencinya.
Membuat Anna tak ingat masa lalunya.
Itu tujuan mereka berdua, membuat salah satu orang yang melihat berdebatan tersebut menghela napas sangat pelan dan perlahan seolah banyak sekali beban di pundaknya.
Seolah berkata,"Lihat lah 2 orang egois itu sama-sama licik. Sangat cocok menjadi menantu dan mertua, tapi aku kasihan dengan Nona Muda untuk menghadapi 2 orang ini."
Hans Wang_Asisten serta tangan kanan seorang Felix. Sudah bersama-sama dari perusahaan Felix di bentuk, tidak dapat di pungkiri lagi bahwa Hans tau semua watak dari Felix.
Karena salah satu dari mereka tidak ada yang mau memutuskan aksi tatap-tatapan tajamnya. Hans sebagain penengah pun menghentikan," sudah Tuan dan Tuan Muda. Nona Anna perlu banyak istirahat jangan mengganggu nya dengan perdebatan kalian berdua."
Mendengar nama Anna keduanya pun langsung memutuskan perselisihn tersebut. Benar Anna membutuhkan banyak istirahat tak pantas juga kalau Anna melihat mereka berdua berdebat.
...To Be continue...
Don't forget to follow, like, and vote. Ketemu di part selanjutnya👋👋👋