
..."Belajar menerima, melepaskan dan mengubah dalam menghadapi kehidupan kedengaran sangat mudah tapi untuk melakukannya sangat sulit. Kita bisa memulai dari langkah kecil dan mengubah pola pikir kita, aku percaya kita bisa membuat perubahan seperti itu."...
..._Qian Kun...
...Happy Reading...
.......
.......
🌱
46. Kebusukan Sisqia
Kejadian sebelum dimana Nico melihat Sisqia berada di gudang.
Flashback On
Setelah cukup lama terdiam melihat Zeana yang terus ditarik menjauh oleh Aqila, Nico masih setia terdiam di kursi depan perpustaan tersebut dengan pikiran bingung serta merasa aneh dengan dirinya sendiri.
Kenapa dia merasa kalau kini bertemu Zeana akan menjadi sangat sulit ditambah banyak sekali para bodyguard Zeana yang akan selalu ada bersamanya kemanapun.
Serta dia masih bingung dengan kebenaran tentang kedekatan Zeana dan juga Jeano. Apakah mereka memang sudah dekat dari lama?
Merasa pekerjaannya masih banyak lekas Nicopun berdiri dan melangkahkan kakinya menuju tempat penyimpanan barang-barang seperti properti yang hendak digunakan untuk acara nanti. Namun saat hendak melangkah ke tempat itu, Nico terlebih dahulu melihat pintu Gudang yang sedikit terbuka.
Seingatnya pintu gudang selalu tertutup dengan rapat karena memang jarang bahkan tidak ada yang masuk kesana. Gudang tersebut berisi barang-barang yang sudah tidak layak pakai, seperti kursi, meja, serta papan tulis yang mungkin tidak dapat untuk digunakan lagi.
Tapi memang tidak jarang juga Nico melihat sesekali pintu gudang itu terbuka, biasanya jika pintu terbuka pasti ada tukang yang hendak menbetulkan barang-barang disana.
Nico tidak berpikir negatif karena dia pikir mungkin memang ada tukang yang hendak membetulkan. Akhirnya Nico mendekati pintu gudang tersebut, karena siapa tau saja ada hal yang hendak dia bantu.
Ketika terus mendekat kearah gudang, Nico dapat mendengar sebuah percakapan, yang salah satu suaranya sangat pemiliar untuknya.
Hal itu tentu saja membuat Nico tambah penasaran dengan apa yang terjadi didalam gudang tersebut, dan begitu sampai tepat didepan pintu gudang Nico dapat melihat seorang pria yang sedang memangku seorang wanita. Tidak lupa dengan kedua tangan dari pria itu memeluk erat pinggang si wanita.
"Nico sangat bodoh dengan mempercayai orang sepertimu." Ucap pria tersebut dengan tangan yang terus membelai tubuh wanita yang ada dipangkuannya.
"Ya, dia memang sangat bodoh. Selain itu dia juga tidak dapat memuaskanku."
"Kau dapat datang kepadaku untuk melampiaskan napsumu."
"Tentu saja, asal jangan sampai orang lain tau tentang ini!"
"Asa-"
Brakkk
Dua orang yang berbeda jenis itu terlonjak kaget begitu ada yang menendang pintu dengan keras, terlihat Nico adalah pelaku utama yang menendang pintu itu. Dengan kedua tangan yang mengepal sempurna serta deru napas yang tidak teratur, terlihat sekali raut wajah penuh amarah dari Nico.
"Kak Nico," lirik pelan Sisqia dengan wajah pucatnya. Ya, dia adalah Sisqia serta pria yang tidak Nico ketahu namanya, namun yang Nico ingat bahwa pria tersebut merupakan anak nakal di SMA GALAXY XIALLEN ini.
Nico sering kali ikut menghukum setiap murid yang melangkah peraturan sekolah, sehingga tak salah jika Nico akan mengenal wajah-wajah murid nakal itu meskipun tidak tahu dari segi namanya.
"Kalian!!" Teriak Nico marah, buru-buru Sisqia turun dari panggkuan pria itu dan hendak mendekat kearah Nico berada.
"Aku bisa jelasin Kak." Ucap Sisqia yang mencoba menarik tangan Nico, namun dengan segera Nico menepisnya.
"Jangan sentuh gue!" Kini Nico benar-benar marah sehingga sudah mengganti nama panggilanya dengan lo-gue.
"Tapi dengari aku dulu, ini gak seperti yang Kak Nico liat. Aku dipaksa untuk ikut dia, terus dia maksa aku untuk duduk dipangkuannya."
"Apaan lo nuduh gue, lo sendiri yang datang sama gue duluan." Bela pria itu yang tidak terima dituduh oleh Sisqia.
"Diam!!" Nico kembali berteriak. Dia perlahan mundur dan menatap kecewa serta marah pada Sisqia.
"Gue udah tau yang sebenarnya, jadi lo jangan nyalahin orang lain. Dan gue juga gak perduli mau siapa duluan yang ngajak. Intinya gue kecewa sama lo Qia." Ucap Nico dengan terus masih menatap Sisqia dengan amarahnya serta raut wajah yang kini berubah menjadi datar.
Setelah mengatakan hal itu buru-buru Nico keluar dan melangkah dengan cepat menuju tempat lain. Dia tidak bodoh untuk cukup tau arti dari kejadian tadi.
Sisqia yang dipangku serta baju yang terlihat kusut di area dada tak lupa rok sekolah yang tersikap cukup tinggi keatas, cukup untuk memperjelas keadaan.
"Ini gara-gara lo sial*n." Kata Sisqia menatap tajam pada pria yang tadi bersamanya, sedangkan pria itu hanya menatap acuh.
Melihat Nico yang keluar buru-buru Sisqia mengukutinya dan berteriak memanggil Nico serta mencoba untuk menyamakan langkahnya dengan Nico.
Flashback Off
***
Begitu mengejar Nico dan malah mendapatkan luka dikedua pipinya membuat Sisqia langsung kembali kerumahnya. Meskipun dengan perasaan kesal karena sebagian rencananya hancur, serta salah satu atm berjalannya hilang membuat Sisqia benar-benar marah untuk sekarang.
Sisqia pulang dengan menggunakan angkutan umun karena sekarang tidak mungkin untuk Nico mengantarkan dia pulang seperti biasa.
Begitu masuk kedalam rumah Sisqia sudah disambut oleh Ayahnya yang menatap tajam kepadanya. Karena Ayahnya Sisqia tahu bahwa Nico selalu mengantar serta menjemput untuk kesekolah.
"Kenapa tidak diantar Nico?"
Sisqia tidak menjawab apapun, kini dia pasti tidak akan mendapatkan ampun dari Ayahnya seperti sebelum-sebelumnya.
"Jawab!! Apa kau kehilangan lagi?"
Sisqia mengangguk kecil, "Kau sangat bodoh. Ini sudah yang kesekian kalinya kau kehilangan pria kaya yang dapat kita poroti hartanya."
Ya, memang tujuan Sisqia mendekati Nico adalah karena hartanya. Yang menjadi tujuan awak Sisqia adalah Jeano, anak pemilik sekolah. Namun melihat sifat Jeano yang sangat misterius serta dingin mengakibatkan Sisqia mengurungkan niatnya dan malah jatuh pada Nico.
Meskipun kekayaan Nico masih dibawah Jeano serta Zeana, namun keluarga Nico masih termasuk kedalam jajaran orang kaya yang ada dikota itu.
Dan ketika Sisqia melancarkan rencana, Nico dengan bodohnya sangat mudah tertipu dengan wajah sok polos serta lugunya. Dari situlah Sisqia akan fokus untuk mengejar Nico dan memeras hartanya. Namun ketika melihat Nico tidak sendiri dan selalu diikuti oleh Zeana membuat Sisqia mempunyai rencana untuk menjauhkan kedunya, serta menipu Nico dengan seolah-olah menjadi korban bully dari Zeana.
Gotcha, Nico pun masuk dalam perangkap yang selama ini Sisqia rencanakan. Serta dia berhasil membuat Nico membenci Zeana dan tidak mau berdekatan dengan Zeana lagi.
Tidak lama dari itu Nicopun mengungkapkan perasaan pada Sisqia yang tent saja dengan senang hati akan diterima langsung oleh Sisqia. Mereka berduapun resmi berpacaran, dan hal tersebut sangat menjadi berita panas untuk semua murid sekolah.
Mereka semua ikut senang kerena Nico si Ketos yang humble dan Sisqia anak biasiswa yang sangat baik dan penyabar. Sungguh sangat couple golds banget, mereka sangat sejutu dengan hubungan itu dibanding Nico harus dengan Zeana yang sangat bertolak belakang.
Namun siapa tau jika Sisqia bukanlah seorang murid beasiswa sesungguhnya, dia dapat masuk kedalam SMA GALAXY XIALLEN dengan cara yang juga kotor, yaitu menggoda salah satu orang penting yang ada didalam sekolah tersebut.
Seseorang yang sangat dihormati di sekolah tersebut tapi dapat tertipu serta terberdaya oleh Sisqia, yang dapat memasukkan Sisqia kesekolah terfavorite itu dengan dalih murid beasiswa.
Sungguh sangat miris dan mengejutkan. Sepertinya Jeano serta keluarganya harus lebih ketat dalam memilihan orang-orang yang ada disekolah.
Tapi tidak sedikit juga yang menyayangkan karena Nico lebih memilih Sisqia yang baru saja dia kenal dari pada Zeana yang sudah menjadi sahabat sejak kecil. Karena sifat seseorang tidak bisa ditebak dalam waktu yang singkat, jadi kita tidak tahu jika orang itu benar-benar baik atau hanya diluarnya saja.
Plak
Suara itu begitu nyaring terdengar seketika wajah Sisqia tertoleh kesebelah kanan begitu mendapatkan tamparan keras dari Ayahnya dipipi kanannya.
"Kau harus cepat cari pengganti untuk itu!! Kalau tidak, kau harus bekerja kembali seperti biasa." Harto. Ayah dari Sisqia tidak segan-segan untuk menampar anaknya jika tidak dapat menghasilkan uang.
Sisqia hanya mengangguk kecil sambil mengelus pipinya yang panas serta mulai terasa kebas dan nyeri.
Setelah mengatakan itu Herto lekas pergi meninggalkan Sisqia yang kinu wajahnya mulai menggelap menahan marah.
Ini semua gara-gara Zeana, jika saja Nico tidak bertemu Zeana terlebih dahulu mungkin sekarang semua ini tidak akan terjadi.
Orang yang melihat Zeana dan Nico duduk berdua di depan perpustakaan adalah dirinya. Dia tahu bahwa Nico dan Zeana sempat berbicara sebentar sampai akhirnya Zeana dibawa pergi oleh Aqila.
Jika Nico langsung pergi dan tidak berbicara dahulu, mungkin dia tidak akan berbarengan dengan Nico yang hendak membawa barang dan dia berada digudang.
"Sekarang gue bakal targetin cowok yang deket sama lo Zeana." Dengan nada rendah serta tatapan tajam Sisqia berbicara pada dirinya sendirin.
Kini dia akan kembali ketujuan awalnya yaitu menargetkan Jeano, setelah melihat bagaiman interaksi antara Zeana da Jeano membuat Sisqia berpikir bahwa Jeano tidak sudah didekati seperti kelihatannya.
"Tunggu gue Jeano." Terlihat senyum miring menghiasi wajah Sisqia.
***
Sedangkan kini berita putusnya Nico beserta Sisqia sudah tersebar dengan luas, meskipun para murid sebagian sudah pulang hal itu tidak menghambat gosip untuk menyebar luas.
Berita tersebut sungguh sangat mengejutkan mereka semua karena yang mereka tau pasangan tersebut sangat harmonis dan juga romantis apalagi setelah Zeana tidak sekolah.
Namun kini mereka mendapatkan berita yang sungguh mengejutkan, apakah hubungan mereka berakhir karena kembalinya Zeana? Tapi jika diperhatikan Zeana tidak sedikitpun terlihat bersama Nico maupun Sisqia, jadi kapan mereka bertemu?
Dan akhir-akhir ini Zeana selalu terlihat bersama teman-temannya jika kemanapun.
Disekolah hanya tersisa murid-murid yang sedang berlatih untuk mempersiapkan acara nanti, termasuk Jeano dan kawan-kawan yang baru saja selesai latihan untuk hari dan berniat untuk pulang.
"Woi Bos liat nih!!" Dengan heboh Bobby sedikit berlari kearah Jeano yang tidak jauh darinya.
"Apa?"
Bobby segata memberikan ponselnya kepada Jeano, dan langsung saja Jeano melihat apa yang hendak ditunjukan oleh Bobby padanya.
"****." Seketika Jeano langsung mengumpat ketika selesai membaca apa yang ada di ponsel tersebut.
Disana terdapat berita putusnya Nico dan juga Sisqia itu sungguh tidak berguna untuk Jeano, namun berita tersebut membawa-bawa nama Zeana didalamnya. Yang dimana Zeana dituduh sebagai pengrusak hubungan mereka sontak hal itu yang memancing amarah Jeano.
Langsung saja Jeano mengembalikan ponsel tersebut kembali pada Bobby dan melangkah pergi meninggalkan mereka yang menatap khwatir pada Jeano yang pergi dengan penuh amarah. Namun mereka tidak dapat melakukan apapun karena takut akan mempersulit keadaan.
Hai hai👋👋👋
Author yang baik dan budiman ini kembali menyapa. Jangan lupa like, vote, dan comment yah. Tandai juga bila ada typo.