
..."Kebanyakan orang mengatakan kalau kamu tidak menyerah dan bekerja keras, kamu akan mencapai tujuan. Tapi aku ingin mengatakan hal berbeda. Berjalanlah dengan langkahmu sendiri."...
..._Kim Doyoung...
...Happy Reading Semua...
.......
.......
🌱
75. Kejutan Tidak Terduga
Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu, dimana setelah berita yang menghebohkan waktu dulu kini sudah tidak menjadi trending lagi.
Karena berita baru selalu bermunculan dan meninggalkan berita yang sudah lama.
Sama halnya dengan hari demi hari bahkan bulan demi bulan telah Riana lalui dengan hidup ditubuh Zeana. Selalu ikhlas dan mencoba yang terbaik dalam menjalani hidup kali ini.
Hubungan dirinya dan Sarahpun semakin dekat, namun hal itu menimbulkan rasa tidak suka serta curiga dari diri Zero pada Sarah.
Zero takut jika Sarah hanya akan membawa pengaruh buruk pada Zeana serta mungkin melakukan hal jahat pada Zeana. Namun pada kenyataannya hal itu tidak akan terjadi sampai kapanpun.
Selain hubungan Zeana dan Sarah yang semakin dekat, entah sadar atau tidak kedekatan Sarah dan Felixpun sedikit terlihat. Mungkin karena sekarang hampir semua kebutuhan Zeana diurus oleh Sarah menbuat interaksi Sarah dan Zeana jadi sering terlihat.
Hal itu juga berpengaruh pada Felix karena bagaimanapun juga Felix selalu memantau semua aktivitas Zeana setiap harinya, dan sekarang harus ikut bertanya pada Sarah jika mengenai Zeana.
Mungkin dapat dibilang secara perlahan Sarah menjadi orang yang dekat dengan keluarga Anderson yang selanjutnya setelah Bi Julia.
Dilain itu juga hubungan Zeana dan Jeano semakin erat, apalagi ditambah dengan tidak ada kemunculan Nico sebagai penghalang serta pengganggu untuk mereka berdua.
Banyak hal yang Zeana dan Jeano lewati demi hubungan mereka, dari mulai sering bertengkar, Jeano yang selalu posessif, Jeano yang manja dan masih banyak hal lainnya yang mereka lalui bersama.
Kini Zeana dan Jeano sudah mendapatkan julukan sebagai Couple Golds SMA GALAXY XIALLEN setelah pasangan Nico dan Sisqia dinyatakan putus.
Dan untuk Sisqia entah apa yang terjadi dengan orang itu karena setelah insiden terbongkarnya hal itu, kini tidak ada seorangpun yang pernah melihat Sisqia. Seolah dirinya ikut lenyap dengan berita yang beredar. Hanya Tuhan dan Author saja yang tau dimana keberadaan Sisqia saat ini.
***
Namun pagi ini terjadi hal yang begitu mengejutkan untuk semua orang, sebuah kejadian yang tidak terduga akan terjadi.
Pagi ini semua orang yang berada dalam mansion keluarga Anderson dihebohkan dengan berita tentang kehamilan Sarah yang entah siapa Ayah dari bayi tersebut.
Karena semua orang yang ada di mansion tersebut tau, jika Sarah merupakan seorang janda yang tidak memiliki Anak karena baru saja meninggal.
Flashback On
Awal kejadiannya yaitu ketika Sarah yang secara rutin setiap pagi selalu bekerja dan menyiapkan sarapan untuk semua keluarga Anderson tiba-tiba saja jatuh pingsan tidak sadarkan diri.
Memang dari awal Sarah sudah merasa tidak enak badan, namun masih memaksakan untuk bekerja. Ditambah dengan dirinya yang tidak mau merepotkan serta membuat orang lain khawatir dengan keadaannya.
Brukkk
Secara tiba-tiba tubuh Sarah yang sedang menyiapkan sarapan tumbang begitu saja, namun karena posisinya sedang dekat dengan Felix membuat secara reflek tubuh Sarah dapat ditangkap oleh Felix.
"Sarah!"
"Mamah!!"
Secara bersamaan Felix, para Maid lain serta Zeana berteriak memanggil nama Sarah. Dan tanpa sadarpun Zeana malah memanggil Sarah dengan sebutan Mamah didepan banyak orang. Namun karena kondisi yang sedang panik, banyak orang yang tidak menghiraukan hal itu.
"Cepat panggil Dokter!" Perintah Felix pada semua orang yang ada disana dan dengan sikap Bi Julia langsung menelpom Dokter Bian sebagai Dokter pribadi keluarga Anderson.
Setelah mengatakan hal itu, Felix membawa tubuh Sarah diruang tengah dan membaringkan tubuh Sarah disopa panjang yang ada disitu. Karena jika dibawa kekamar letaknya cukup jauh dari meja makan.
Dengan segera orang-orang termasuk Zeana mencoba untuk mengadarkan Sarah, dengan memberikannya aroma wangi-wangian yang dapat memancing kesadaran Sarah.
Meskipun hanya seorang Maid tapi jika berada di kawasan mansion Anderson itu termasuk urusan Felix juga.
Karena bagiamanapun Felix yang memperkerjakan semua Miad dan penjaga yang ada dirumahnya. Ditambah Felix yang terkenal dengan selalu baik serta selalu memperhatikan kesehatan para pekerjaanya meskipun tidak secara langsung.
"Tuan dapat berangkat kekantor saja, biar Sarah jadi urusan saya." Kata Bi Julia yang takut membuat Felix telat untuk kekantor dan lagi pula banyak orang yang dapat membantu serta menjaga Sarah nantinya.
Para Maid yang lain, yang ikut ada disitu membenarkan perkataan Bi Julia. Karena bagaimanapun Felix adalah orang yang sangat sibuk, jadi tidak udah buang-buang waktu demi hal kecil seperti ini.
Namun entah kenapa, untuk kali ini Felix tidak mau mendengarkan apa yang dikatakan oleh Bi Julia. Ada perasaan aneh yang timbul di hari Felix melihat wajah pucat Sarah.
Felix rasa, jika dia harus ada serta tau apa yang sebenarnya terjadi pada Sarah. "Tidak. Saya akan tunggu sampai Dokter Bian datang." Kata Felix yang masih terus memandang wajah Sarah tanpa sadar.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Felix, membuat semua orang yang ada disitu diam tidak berani untuk menentang perkataan Felix.
"Yaudah, Nona Anna dan Den Zero saja yang segera pergi kesekolah. Takutnya keburu bel masuk." Kini Bi Julia memilih untuk membujuk Zero dan Zeana agar segara pergi kesekolah.
Bi Juliapun hanya mampu menghela napas saja, dia juga sudah tau bahwa Zeana ikut khawatir dengan keadaan Sarah.
Ya, Bi Julia sudah tau jika Zeana merupakan Riana. Anak dari Sarah dan mungkin anak dari majikannya Felix. Karena setelah Zeana memberitahu Sarah jika dirinya Riana, Sarah juga memberi tahu Bi Julia tentang hal itu.
Dan tentu saja Bi Julia kaget dan juga ikut bahagia mendengarnya. Karena mungkin ini sudah takdir, serta menurut Bi Julia tidak masalah. Mau itu Riana ataupun Zeana karena dia akan selalu menyayangi keduanya.
Sedangkan untuk Zero hanya mengikut saja kemauan Zeana karena dia akan berangkat kesekolah jika itu bersama Zeana.
Tidak lama dari itu, Dokter Bian sudah datang dengan pralatan medis yang dia bawa.
"Dimana pasiennya?" Tanya Dokter Bian begitu sampai.
"Disini Dok." Kata Bi Julia sambil menunjuk Sarah yang masih tidak sadarkan diri disopa tersebut.
Dengan segera Dokter Bian memeriksa keadaan Sarah secara seksama, serta tidak membutuhkan waktu yang lama untuk dapat mengetahui apa penyebab Sarah bisa seperti itu.
"Dia hanya kelelahan, dan apakah ada suaminya?"
Deg
Semua orang yang ada disitu dibuat kaget dengan pertanyaan yang Dokter Bian katakan. Kini pikiran mereka mulai dipenuhi dengan pikiran negatif serta praduga yang mereka buat.
"Memang kenapa ya Dok? Sampai harus menanyakan suaminya." Tanya Bi Julia kembali agar dapat memperjelas semuanya.
"Dia sedang hamil da-"
"Apa??" Semua orang yang ada disana berteriak setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Dokter Bian, sehingga memotong pembicaraan Dokter Bian yang belum selesai.
Kepanikan tersebut malah berubah menjadi rasa terkejut ketika Dokter Bian berkata jika Sarah sedang hamil.
Tidak berbeda jauh dengan yang lainnya, kini Felix begitu shok dan juga gelisah. Dia mulai memikirkan hal-hal yang memang ada kaitannya dengan hal ini.
Sedangkan untuk Dokter Bian juga merasa kaget dengan teriakan orang-orang yang ada disana. Kenapa sampai segitunya ketika mendengar kabar orang hamil?
"Dia sedang hamil, mungkin baru beberapa hari sehingga kehamilannya masih rentan. Saya sarankan untuk memeriksanya ke Dokter Kandungan, supaya lebih paham tentang kondisinya.
Untuk sekarang mungkin saya hanya bisa sarankan untuk mengurangi kerja yang berat-berat, serta asupan yang cukup untuk Ibu hamil. Supaya tidak mudah lelah, dan yang paling penting juga Ibu hamil tidak boleh stress."
Saran Dokter Bian sambil membereskan semua alat medisnya karena memang sudah tidaka ada lagi yang perlu diperiksa.
"Lalu berapa lama, Mbak Sarah akan bangun Dok?" Tanya Zeana yang kini bisa menjaga penggilannya untuk Sarah, namun masih saja shok dengan berita kehamilan Sarah.
"Mungkin sebentar lagi juga akan siuman Nona, tunggu saja. Dan ini ada vitamin yang dapat diberikan padanya ketika siuman nanti." Kata Dokte Bian sambil menyodorkan obat tersebut dan langsung diterima oleh Bi Julia.
Serasa tidak ada lagi urusan Dokter Bian pun bergegas untuk pamit. "Karena tugas saya sudah beres, saya pamit dulu."
"Ya, silahkan Dok. Terimakasih." Bu Julia yang menjawab perkataan dari Dokter Bian, karena melihat Felix yang hanya diam saja seperti melamun.
"Sama-sama."
Dokter Bianpu berlalu pergi meninggalkan semua orang yang masih terkejut serta tidak percaya dengan apa yang terjadi.
Flashback Off
Baru saja Dokter Bian pergi, kini Sarah sudah siuman dari pingsannya.
"Ishh..aww...saya kenapa?" Tanya Sarah begitu baru saja bangun, dan terlihat Sarah yang memegang kepalanya karena mungkin saja masih sedikit pusing.
"Pelan-pelan Mbak." Salah satu Maid disitu mencoba membantu Sarah terbangun dari tidurnya, serta membantu Sarah untuk duduk.
"Kenapa semuanya berkumpul disini? Maaf jika membuat kalian khawatir." Kata Sarah yang kini wajahnya berubah menatap tidak enak pada semuanya.
"Kamu hamil." Kata Bi Julia secara tiba-tiba sambil menatap Sarah dengan penuh keseriusan.
Deg
Langsung saja Sarah dibuat kaget dengan perkataan itu, secara tidak sadar Sarah langsung menatap Felix.
Dan secara langsung pandangan keduanya bertemu karena memang Felix sudah memperhatikan Sarah sejak awal.
Keduanya saling pandang setelah beberapa hari saling menghindari kontak mata, keduanya terdiam dengan saling pandang. Keduanya mulai berpikir dengan pikirannya masing-masing.
...To Be Continue...
Hai hai👋👋👋
Author yang baik dan budiman ini kembali menyapa. Jangan lupa like, vote, dan comment yah. Tandai juga bila ada typo. Makasih untuk part ini.
See you next part.