
..."Lelah ya, jadi dewasa? Saat wajah yang awalnya menggemaskan berubah menjadi menyeramkan karena beban pikiran."...
..._UnKnown...
...Happy Reading Semua...
.......
.......
š±
21. Mengundang Jeano
Zeana yang sudah selesai mengikuti kelas kuliah onlinenya, dengan segera kini menghubungi Jeano untuk sekadar menanyakan kabar seperti biasanya.
Setelah kelas online tersebut selesai, dengan segera Zeana menbereskan semua buku-bukunya. Dan mulai fokus pada ponselnya, untuk menghubungi Jeano.
Sudah beberapa hari kebelakang, kedunya hanya saling bertukar pesan dan juga bertukar kabar melalui media telepon saja.
Tentu saja setiap kali sedang bertelponan dengan Zeana, Jeano selalu berkata merindukan Zeana. Namun kondisi yang tidak mendukung mereka untuk bertemu.
Tidak membutuhkan waktu yang lama, sambungan telpon tersebut langsung tersambung. Dan dapat Zeana dengar suara Jeano dari sebrang telepon tersebut.
"Halo Jeano."
"Halo Anna, ada apa? Apa kamu merindukan ku?" Tanya Jeano dengan penuh percaya dirinya, disebrang telepon tersebut.
Jeano secara langsung menanyakan begitu banyak pertanyaan pada Zeana, begitu telpon keduanya tersambung.
Sedangkan Zeana hanya dapat terkekeh pelan, mendengar itu. Pertanyaan itu selalu Jeano tanyakan, ketika keduanya sedang bertelponan.
"Tidak. Aku tidak merindukan mu Jeano. Siapa juga yang merindukan mu?"
Disebrang sana, tentu saja Jeano langsung menjadi kesal mendengar perkataan Zeana. Apakah hanya dirinya saja yang selalu merindukan Zeana?
"Kamu jahat, kenapa hanya aku saja yang merasa rindu padamu?"
Sudah dapat Zeana tebak, jika sekarang wajah Jeano sedang lucu karena merasa kesal. Dari nada bicaranya saja dan juga perkataannya sudah sangat berbeda.
"Aku juga merindukan mu Jeano. Sedang apa kamu sekarang?"
"Seperti biasa, aku sedang memeriksa berkas-berkas. Kamu sedang apa?"
"Aku baru saja selesai kelas online dan sekarang masih didalam kamar, sambil berteleponan dengan mu."
Ada sedikit jeda dari kedunya, keduanya sama-sama terdiam untuk beberapa saat.
"Ouh ya, apakah besok malam kamu masih sibuk juga?" Tanya Zeana memulai kembali obrolan tersebut.
"Tidak tahu, memang nya ada apa?"
Jeano benar-benar tidak tahu, akan kah ada banyak berkas-berkas lain yang harus dia pelajari nantinya. Semuanya berjalan sesuai dengan perintah dari Reno dan pastinya secara mendadak juga.
Sehingga, Jeano tidak yakin. Jika besok malam dirinya masih sibuk atau tidaknya.
"Kalau tidak sibuk, aku ingin mengundang mu makan malam bersama nanti. Dan ada seseorang yang ingin aku kenalkan kepadamu."
"Memangnya siapa?"
"Pokoknya, jika ingin tahu harus datang dan lihat sendiri orangnya. Tapi, jika memang kamu sibuk tidak bisa juga tidak apa."
Hei! Bagaimana bisa Zeana berbicara seperti itu? Setelah membuat Jeano pemasaran dengan seseorang tersebut, tentu saja Jeano harus bisa menghadiri acara makam malam itu.
Jeano harus menastikan siapa orang yang hendak Zeana kenalkan, apakah saingannya atau hanya orang lain?
"Aku akan usahakan untuk datang, pokoknya aku aka datang. Tunggu saja!" Kata Jeano penuh penekanan dan kepercayaan, bahwa dirinya bisa ikut menghadiri acara makan malam itu.
"Baiklah, akan ku tunggu kehadiran mu."
"Memangnya siapa sih orang itu? Apakah orang itu sangat penting?"
"Sudah aku bilang, tidak akan mengatakan nya sekarang. Kamu lihat saja nanti."
"Ihss...kamu membuat penasaran saja."
Baru saja akan kembali bersuara, terlebih dahulu terdengar suara Sarah yang masuk kedalam kamarnya.
"An, kamu sudah selesai kelasnya? Bisa tolong jemput Zion disekolah?" Tanya Sarah secara langsung yang belum menyadari, jika Zeana sedang bertelponan dengan Jeano.
Zeana melihat kearah Sarah dan mendengarkan semua perkataannya. "Sudah Mah, tunggu sebentar." Kini Zeana kembali pada ponselnya, yang masih tersambung dengan Jeano.
"Jeano sudah dulu ya, nanti kita sambung lagi nantinya."
Setelah Zeana mengatakan itu, barulah Sarah sadar jika Zeana sedang berbicara pada Jeano. "Eh-maaf, Mamah kira kamu tidak sedang telponan dengan Jeano. Duh, Mamah ganggu kalian yah?" Sarah hanya bisa meringis pelan, atas tindakanya yang secara tiba-tiba masuk kedalam kamar Zeana, dan langsung berbicara juga.
"Maaf ya, Jeano." Kata Sarah yang sedikit berteriak, agar Jeano yang berada disebrang telpon dapat mendengerkan suaranya.
"Bilang pada Mamah tidak apa, tidak perlu minta maaf. Ya sudah, aku tutup ya telponya."
"Iya, akan aku sampaikan. Bye Jeano."
"Bye sayang."
Tut
Sambungan telpon pun terputus, dengan segera Zeana menjauhkan ponsel tersebut dari telinganya. "Jeano bilang tidak apa, tidak perlu minta maaf. Ouh ya, apakah harus langsung pergi sekarang untuk menjemput Zion?"
"Iya, harus sekarang. Sebentar lagi Zion pulang, tapi Paman Tono sedang mengantar Bi Julia kepasar, sehingga tidak bisa untuk menjemputnya. Kamu tau sendiri bukan? Jika Zion tidak akan mau, jika dijemput oleh supir yang lain." Kata Sarah yang langsung diangguki oleh Zeana. Yang dikatakan oleh Sarah benar adanya.
Dari sekian banyaknya sopir yang diperkerjakan dikediaman Anderson, entah alasan apa yang membuat Zion tidak suka dan tidak mau untuk diantarĀ kemana pun, jika bersama sopir selain bersama Paman Tono. Atau Zion, lebih sering memanggilnya dengan Kakek Tono.
Zion benar-benar sedikit ribet akan hal ini. Dan semuanya cukup memaklumi akan keinginan Zion yang satu ini.
Si Bungsu yang agak ribet, namun kesayangan semua orang yang ada di kediaman Anderson.
Baik dari keluarga, maupun para pekerja yang ada disana. Menurut mereka, Zion merupakanĀ happy virus yang dikirimkan Tuhan agar memper-ramai keadaan di kediaman Anderson.
"Baiklah, aku akan pergi sekarang." Kata Zeana sambil mengambil kunci mobilnya, yang dia simpan dimeja belajar bersama buku-buku.
"Hati-hati dijalannya. Ingat, jalankan mobilnya pelan saja, yang penting selamat." Peringat Sarah sebelum Zeana benar-benar pergi, mereka berdua mulai berjalan keluar dari kamar Zeana menuju lantai bawah.
"Iya, Mah." Jawab Zeana, sambil terus berjalam menuju luar dan menuju garasi untuk mengambil mobilnya.
Zeana yang dibantu salah satu penjaga untuk mengeluarkan mobil tersebut dan segera melaju meninggalkan perkarangan rumah, menuju sekolah Zion berada.
***
Letak sekolah Zion menanglah dekat, tapi dekat dalam artian tidak memerlukan berjam-jam untuk sampai disana. Namun tetap saja, jika jalanan macet, waktu tempuh kesekolah itu lumayan lama.
Dalam perjalanan menuju sekolah Zion, Zeana ditemani dengan lagu-lagu yang memang sering dia putar pada mobilnya. Zeana merupakan pecinta lagu Barat dan juga K-pop.
Jadi, terkadang dirinya mendengarkan lagu Barat dan juga K-pop secara bergantian.
Seperti sekarang, dalam sebuah mobil Nissan GT-R50Ā oleh Italdesign. Yang bernilai seharga 1 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp 14,2 miliar.
Sebuah mobil Italdesign yang di dirikan Giorgetto Giugiaro. Perusahaan ini dimiliki Grup VW melalui Lamborghini. Italdesign telah meningkatkan mobil Nissan GT-R Nismo 2021 dengan turbo lebih besar yang menghasilkan 720 tenaga kuda. Sasis juga diubah dengan bodi mobil mewah buatan tangan untuk erayakan ulang tahun ke-50 Nissan GT-R.
Sumber by Google.
Mobil tersebut, merupakan hadiah ulang tahun Zeana yang tepat genap ke-20.
Dalam mobil tersebut, mengalun sebuah lagu Barat yang sangat enak untuk didengar sepanjang perjalanan. Ditambah makna lagu tersebut sangatlah romantis, sehingga mampu membuat dejavu pada kejadian serupa yang pernah dialami.
I will always remember
The day you kissed my lips
Light as a feather
And it went just like this
Than the summer of 2002 (ooh)
Uh, we were only eleven
But acting like grown-ups
Like we are in the present
Drinking from plastic cups
Singing, "Love is forever and ever"
Well, I guess that was true
Dancing on the hood in the middle of the woods
On an old Mustang, where we sang
Songs with all our childhood friends
And it went like this, say
Oops, I got 99 problems singing bye, bye, bye
Hold up, if you wanna go and take a ride with me
Better hit me, baby, one more time, uh
Paint a picture for you and me
On the days when we were young, uh
Singing at the top of both our lungs
Now we're under the covers
Tidak jarang Zeana juga ikut beryanyi setiap lirik yang ada didalam lagu tersebut.
Jalanan yang lumayan padat, sehingga Zeana memilih untuk membawa kondisi yang dapat membuat emosi itu dengan bernyayi dan mendengarkan lagu sepanjang jalan.
Fast forward to eighteen
We are more than lovers
Yeah, we are all we need
When we're holding each other
I'm taken back to 2002 (ooh)
Yeah
Dancing on the hood in the middle of the woods
On an old Mustang, where we sang
Songs with all our childhood friends
And it went like this, say
Oops, I got 99 problems singing bye, bye, bye
Hold up, if you wanna go and take a ride with me
Better hit me, baby, one more time, uh
Paint a picture for you and me
On the days when we were young, uh
Singing at the top of both our lungs
On the day we fell in love
Ooh ooh, ooh ooh
On the day we fell in love
Ooh ooh, ooh ooh
Dancing on the hood in the middle of the woods
On an old Mustang, where we sang
Songs with all our childhood friends
Oh, now
Selain itu, lagu tersebut kembali mengenang masa-masa pertama kaliĀ Zeana bertemu dengan Jeano dan jatuh cinta pada Jeano. Mungkin yang membedakannya adalah tahunnya saja.
Oops, I got 99 problems singing bye, bye, bye
Hold up, if you wanna go and take a ride with me
Better hit me, baby, one more time
Paint a picture for you and me
On the days when we were young
Singing at the top of both our lungs
On the day we fell in love
Ooh ooh, ooh ooh
On the day we fell in love
Ooh ooh, ooh ooh
On the day we fell in love
Ooh ooh, ooh ooh
On the day we fell in love
Ooh ooh, ooh ooh
On the day we fell in love, love, love
2002 by Anne Marie
Selesainya lagu tersebut bertepatan dengan Zeana yang sampai disekolah Zion. Sudah dapat Zeana lihat, jika hampir semua anak-anak sudah berhampuran keluar dan pulang bersama keluarga mereka.
Dapat Zeana lihat juga dari kejauhan, jika Zion sedang mengobrol santai bersama seorang yang dikenalinya.
"Mora?"
...To Be Continue...
Haiiiiššš
Author yang baik ini kembali menyapa.
Makasih buat yang udah baca, kalau ada typo tolong tandai ya. Jangan lupa rutinitas like, vote dan komen. Gratis kok dan gak ribet, jadi yuk langsung like, vote dan komen!
Semoga suka dengan cerita ini, bay bay see you next part.