Another World Point Of View

Another World Point Of View
CHAPTER 33



..."Percaya pada diri kalian sendiri, lakukan apapun yang menurut kalian benar, yakin dan jangan pedulikan orang lain. Aku harap kalian berjalan dengan keren."...


..._Jung Jaehyun...


...Happy Reading...


.......


.......


🌱


33. Kembali Kesekolah


Pagi mulai menyapa kembali membaut semua orang harus kembali beraktivitas seperti biasanya, termasuk Zeana. Yang pagi ini sudah disibukan dengan persiapannya masuk kembali kesekolah setelah sekian lama izin karena kondisi yang tidak memungkinkan.


Sekarang Zeana sudah siap dengan seragam baru yang melekat dituhunya serta semua alat sekolah baru yang dibelinya tempo hari bersama bi Julia. Jika bertanya kenapa Zeana tidak menggunakan barang-barang sekolah yang lamanya? Jawabannya karena Daddynya ingin melihat tampilan Zeana yang berbeda dari sebelumnya mulai dari seragam, tas dan lainnya.


Biasalah horang hayah mah bebas.


"Selamat pagi semua." Sapa Zeana dengan penuh semangat kepada orang-orang yang sudah berada dimeja makan.


"Selamat lagi juga." Jawab semua orang yang ada dimeja makan tersebut.


Dimeja makan sudah terdapat Felix dan Hans yang sudah rapi dengan jas mereka bertanda mereka sudah siap akan pergi pekerja seperti biasa. Tak lupa ada Zero dan Jeano yang sudah siap dengan seragam sekolah yang sama dengan Zeana. Kenapa Jeano ada? Karena dari kemarin Jeano sudah bertekad ingin berangkat sekolah bersama Zeana dan tentunya Zeana tidak keberatan akan itu.


Lagian dia tidak tau bagaimana lingkungan sekolahnya yang sekarang. Jadi alangkah baiknya jika ditemani dulu kan?


Rasanya Zeana seperti seorang murid baru yang baru akan masuk kesekolah barunya. Lingkungan asing dan orang-orang yang asing, namun Zeana akan berusaha untuk bisa beradapatasi dengan baik disekolahnya.


"Ayo kita cepat sarapan dulu! Supaya tidak telat." Ajak Felix yang langsung saja semua orang yanv ada dimeja makan tersebut mulai memakan sarapan mereka.


Hanya membutuhkan beberapa menit untuk mereka sarapan karena memang jarang sekali mereka makan makanan berat untuk sarapan, mungkin hanya sekedar roti dan segelas susu yang akan menemani mereka sarapan.


"Kamu hati-hati nanti disekolah, jangan terlalu capek! Ingat apa yang dikatakan oleh Dokter Bian tentang kondisimu yang baru sembuh, dan satu lagi jangan memaksakan diri jika memang nanti lelah!" Sebelum benar-benar pergi Felix senantiasa memperingati serta meningatkan Zeana akan kondisinya.


"Iya Daddy, aku ingat. Daddy tidak perlu khawatir dengan kondisiku karena aku akan menjaganya dengan baik." Kata Zeana yang mencoba menyakinkan Felix bahwa dirinya benar-benar sudah sangat siap dan mampu untuk bersekolah seperti biasa.


"Baiklah hati-hati dijalan. Kalian berdua jaga Anna dengan baik, paham Boys!"


"Siap!" Secara bersamaan Jeano dan juga Zero menjawab perintah Felix dengan wajah bersungguh-sungguh seolah mereka memang siap dengan apa yang ditugaskan oleh Felix pada mereka berdua.


"Baiklah, kalau begitu Daddy berangkat dulu. Sampai jumpa lagi." Felixpun langsung memasuki mobil yang akan membawanya menuju kantor dengan Hans yang senantiasa setia kemanapun Felix pergi, apalagi jika menyangkut tentang pekerjaan.


"Ayo kita berangkat!" Ajak Zero pada Zeana maupun Jeano.


Mereka bertiga akan menggunakan mobil untuk menuju sekolah karena kini mereka membawa Zeana. Mereka tidak mau terjadi hal tidak diinginkan jika harus menbonceng Zeana menggunakan sepeda motor.


Kini tidak ada pertengkaran terlebih dahulu karena mengingat waktu semakin siang dan mungkin mereka akan terlambat datang jika harus bertengkar dulu.


Bagi Jeano dan juga Zero sih tidak apa jika telambat, toh tidak akan ada yang memarahi Jeano karena merupakan pemilik sekolah. Namun mereka memikirkan Zeana yang mungkin akan sedih jika dihari pertamanya masuk sekolah, malah berujung terlambat.


Sampai akhirnya mobil yang mereka tempati mulai masuk kedalam gerbang yang menjulang tinggi, yang dimana terdapat nama dengan huruf besar. SMA GALAXY XIALLEN.


"SMA GALAXY XIALLEN. Itu nama sekolah kita?" Tanya Zeana yang mencondongkan sedikit tubuhnya kedepan agar dapat berbicara dengan Zero dan Jeano.


"Iya Anna, kamu suka?" Tanya Zero yang menatap wajah heran serta bahagia Zeana.


"Suka Kak, sekolah ini sangat besar. Iyakan Jeano?"


"Benar."


Perlahan mobil yang mereka tumpangi memasuki kawasan parkir kendaraan khusus untuk para murid yang bersekolah. Terlihat banyak sekali murid-murid yang sudah berdatangan, tak lupa Zeana dapat melihat teman-teman Zeana dan juga Jeano yang juga sudah datang yang tak jauh dari mereka.


Melihat siapa pemilik mobil yang baru saja masuk kedalam parkiran membuat mereka menghentikan sejenak aktivitas mereka. Apalagi sangat jarang mereka melihat mobil tersebut digunakan oleh pemiliknya.


Memang sekarang Zero membawa salah satu koleksi mobil mewah yang memang jarang dia gunakan karena Zero lebih sering memakai motor kesayangannya. Namun sepertinya kali ini dia akan sering menggunakan mobil karena ada Adik tersayangnya yang harus dia jaga serta mobil tersebut merupakan pilihan Zeana sendiri.


Setelah mobil benar-benar berhenti baru Zero terlebih dahulu keluar sengan gaya coolnya, yang membuat seketika semua para cewek disekolah memekik histeris melihat ketampanan Zero yang hampir sama seperti Jeano.


Disusul dari arah samping pintu kemudi yang kembali terbuka menampilkan Jeano yang keluar dengan gaya yang sangat tampanya, membuat suasana tambah ricuh. Namun seketika semua orang heran karena Jeano langsung membuka pintu belakang serta mengulurkan tangannya sepertj hendak membantu seseorang keluar.


"Ayo!" Ajak Jeano yang mengulurkan tangannya pada Zeana. Namun Zeana tidak langsung menggapainya karena meresa gugup dengan semua orang yang menatap kearahnya.


"Aku malu.." cicit Zeana pelan sambil menatap Jeano dengan kedua pipi yang cemberut yang menambah kesan imut pada Zeana.


"Sial*n, kenapa Anna menjadi sangat imut sekali? Rasanya aku tidak rela berbagi dengan orang lain untuk melihat wajahnya." Batin Jeano frustasi dan kesal secara bersamaan.


"Tidak perlu malu, ada aku. Ayo!"


Dengan perlahan Zeana mulai menerima uluran tangan Jeano dan mulai melangkah keluar dari mobil namun sambil menunduk. Membuat semua orang tidak dapat melihat wajah Zeana akibat tertutupi oleh rambut Zeana yang tergerai kedepan menutupi sebagian wajahnya. Ditambah penampilan Zeana yang berbeda jauh dari sebelumnya.


Penampilan Zeana sekarang yaitu memakai baju seragam yang pas ditubuhnya, tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar. Serta tas sekolah yang terlihat peminim dan cocok untuk dipakai sekolah. Tidak lupa rambut yang digerai, namun untuk bagian kanan terdapat sebuah jepit berbentuk bunga yang menghiasi kepalanya.


Dan point paling utama wajah natural Zeana yang hanya dihiasi oleh sedikit makeup, sehingga memperlihatkan wajah cantik Zeana yang sebenarnya. Sangat berbeda sekali dengan Zeana yang dulu yang suka memakai makeup tebal jika kesekolah, apalagi jika bertemu dengan Nico.


"Anna!" Teriak Aqila serta Rara begitu melihat Zeana keluar dari mobil, mereka berdua langsung saja menghampiri Zeana.


Sedangkan semua warga sekolah yang mendengar teriakan mereka berdua sontak menegang untuk sesaat merasa tidak percaya.


"ZEANA!!!"


Pekik mereka secara serempak menatap tak percaya pada Zeana.


...To Be Continue...


Hai hai👋👋👋


Author yang baik dan budiman ini kembali menyapa. Jangan lupa like, vote, dan comment yah. Tandai juga bila ada typo.


See you Next part.