
..."Saat kamu dilahirkan, kamu sudah spesial untuk seseorang."...
..._Kim Jongin...
...Happy Reading...
.......
.......
🌱
31. Pesta Sederhana
Hari demi hari, minggu demi minggu telah dilewati oleh Zeana dengan penuh pejuangan, salah satunya bisa sembuh dan dapat berjalan normal kembali.
Hidup ditubuh orang lain yang bahkan tidak pernah terbayangkan sebelumnya, bukanlah hal yang mudah. Zeana harus kembali belajar tentang sifat orang-orang yang ada disekitarnya. Termasuk keluarga serta orang yang sangat menyayangi.
Dengan perjuangan serta semangat yang sangat tinggi dari diri Zeana sendiri, membuat proses penyembuhannya selalu berjalan lancar. Kini semua usaha Zeana tidak sia-sia karean mulai hari ini Zeana sudah dapat kembali berjalan dengan normal tanpa alat bantuan jalan apapun.
Tepat kini Zeana yang ditemani oleh semua keluarganya serta semua keluarga Jeano sedang mengadakan pesta kecil-kecilan untuk merayakan atas sehatnya Zeana.
Dihalaman belakang kediaman Anderson sudah terdapat banyak orang, namun hanya orang penting-penting saja. Yaitu keluarga besar Zeana, termasuk Paman dan Tantenya tak lupa kedua sepupunya yang ikut hadir. Serta Jeano dan kedua orang tuanya ditambah sahabat Zeana serta Jeano yang turut hadir.
Halaman belakang tersebut dihias dengan sederhana namun dapat memberikan kesan untuk mengenang moment malam ini, mereka berencana akan melakukan makan malam sederhana.
"Mohon perhatiannya semua!" Teriak Felix membuat semua pandangan mengarah padanya.
Terlihat Felix berdiri sambil mengandeng tangan Zeana dengan penuh kasih sayang. Felix dengan pakaian santainya namun masih terlihat sedikit formal menunjukan sisi wibawanya sebagai kepala keluarga serta pebisnis pada umunya.
Sedangkan Zeana hanya memakai celana kain panjang serta sweter rajut yang melekat ditubuhnya, tak lupa ramput hitam panjangnya yang diikat menjadi satu. Mungkin terlihat sederhana dan tidak mencerminkan seperti orang kaya pada umumnya, namun jika dilihat secara teliti dari ujung kaki hingga kepala. Zeana dipenuhi oleh barang-barang mahal yang bernilai fantastis.
Memang untuk acara makan malam ini, orang-orang yang hadir hanya memakai baju santai mereka. Tidak dengan dress maupun jas yang melekat ditubuh semua tamu.
"Pertama Aku ucapkan terimakasih karena sudah mau hadir diacara sederhana ini. Terimakasih juga sudah mendoakan serta memberi kudungan pada Anna, hingga akhirnya sudah sembuh dan dapat kembali berjalan dengan normal." Felix langsung melihat kepada Putrinya yang terlihat sekali wajah bahagia Zeana serta senyum yang tak luntur dari bibirnya sejak tadi.
Entah mengapa melihat Zeana sekarang serasa dejavu dan mengingatkan akan mendiang istrinya yang sudah lama tiada.
"Sebagai ucapan terimakasih, Aku mengadakan makan malam yang sederhana ini untuk kita semua. Oleh karena itu Aku persilahkan untuk kita semua memulai makan malam ini." Lanjut Felix mempersilahkan semua tamunya untuk memulai memakan makanan yang sudah disiapkan.
"Asik makan gratissss!" Teriak pemuda yang memakai hoodie hitam dengan tidak tahu malunya membuat orang yang berada di sampingnya menahan malu.
"Lo gak usah teriak-teriak bang*e!" Andra yang mendengar Bobby berteriak disampingnya dan tepat di dekat telinganya langsung saja memukul kepala Bobby dengan keras sampai tubuh Bobby agak terhuyung sedikit kedepan.
Sedangkan orang lain hanya terkekeh pelan serta sudah tidak heran lagi dengan sifat Bobby dan juga Andra yang absurd serta selalu bertengkar dimanapun dan kapanpun. Tapi mereka bersyukur juga karena duo AB itu dapat menjadi hiburan serta pencair suasana.
"Meett makan semua!!" Kini Andra yang ikut berteriak dengan kencang tepat disamping teringa Bobby.
"Lo juga gak usah teriak!!" Bobby yang kesal langsung saja memasukan suatu makanan pada mulut Andra yang membuat mulut Andra penuh seketika.
Kedua mata Andra melotot menatap Bobby, namun dengan mulut yang perlahan mengunyah makanan tersebut. "Hmmm..enak." ucap Andra yang langsung memakan makanan yang lainnya.
Mereka semuapun satu-persatu mulai mengabil makanan yang ingin mereka makan. "Kamu ingin makan apa Anna?"
Tanya seorang wanita yang umurnya tidak jauh dari Muara, yaitu Tantenya Zeana. Rianti De Melix atau lebih tepatnya adik ipar dari Daddynya dan Ibu dari Andra serta Aqila. Istri dari John De Melix yang merupakan adik kandung Felix.
"Aku ingin makan dengan ayam saja Mom." Kata Zeana sambil menunjuk sebuah piring yang berisikan ayam kecap yang terlihat mengiurkan.
Jika bertanya kenapa Zeana memanggil Rianti dengan sebukan Mom? Karena memang sejak dulu Zeana sudah memanggilnya seperti itu, tentu saja atas dasar keinginan Rianti sendiri. Karena Rianti merasa kasihan dengan Zeana yang sudah ditinggal sejak lahir oleh ibunya, oleh karena itu Rianti meminta Zeana untuk memanggilnya Mom sama seperti Andra dan Aqila
"Baiklah, Mom akan ambilkan." Langsung saja Rianti mengambilkan makanan untuk Zeana, "Segini cukup?"
"Cukup Mom."
"Kalau begitu, cepat habiskan! Jika kurang langsung tambah lagi."
"Iya, Mom."
Sebenarnya Zeana dikelilingi oleh begitu banyak orang yang menyayanginya, dari kedua orang tua Jeano, Paman dan Tantenya bahkan sampai Bi Julia orang yang mengurus Zeana dari kecil sama ikut begitu menyayangi Zeana.
Namun memang pada dasarnya Zeana yang malah mengabaikan orang-orang tersebut dan malah terus fokus untuk mengejar perhatian Daddy dan Kakaknya ditambah setelah ada orang yang dicintainya, Zeana seolah menjadi asing dan canggung dengan orang-orang itu.
Namun kini setelah semua orang tau bahkan melihat sifat baru Zeana yang ceria serta sangat berbeda jauh dengan dulu, membuat mereka semua bertekad untuk dapat mengakrabkan diri kembali dengan Zeana.
"Selamat makan semuanya." Ucap Zean sedikit berteriak agar semua orang dapat mendengarnya.
"Selamat makan." Jawab mereka bersamaan.
Mereka semuapyn mulai memakan makanan mereka dengan hikmat, tak lupa kadang isi oleh lelucon yang Andra dan Bobby berikan.
To Be Continue
Jangan lupa like, vote, dan komennya tak lupa sarannya juga
See you next part👋