Another World Point Of View

Another World Point Of View
CHAPTER 73



..."Tak semua orang memiliki hidup yang mudah. Meski sudah berusaha, ada kalanya dunia ini tidak mengizinkanmu bahagia."...


..._K-Drama...


...Happy Reading Semua...


.......


.......


🌱


73. Kecurigaan Zero dan Fakta Mengejutkan


Untuk part ini kita kembali ke Zeana ya, semoga part sebelumnya tidak membuat Readers bingung dengan penggunaan nama Riana.


***


Tok tok tok


"Anna?"


Seruan itu membuat Sarah dan Zeana terkejut seketika, mereka mulai melepaskan pelukannya dan kembali mengusap kedua mata yang mungkin tanpa dirasa kembali berair.


Tok tok tok


"Anna? Kamu didalam tidak?" Terdengar suara Zero yang kembali memanggil nama Zeana serta terus mengetuk pintu kamar.


"Iya Kak, aku didalam. Tungguh sebentar." Dengan sedikit berteriak Zeana menjawab seruan Zero. Karena jika Zeana tidak bersuara lagi kemungkinan Zero akan kembali mengetuk dan bahkan berteriak.


Sarah dan Zeanapun mulai berjalan kearah pintu dan membuka pintu yang sempat dikunci tersebut.


Ceklek


Dapat dilihat jika Zero sudah berdiri tepat didepan pintu kamar Zeana, dan sedikit menatap kesal pada Zeana karena mungkin terlalu laam menjawab.


"Kenapa lama sekali?" Tanya Zero pada Zeana, namun dia langsung terkejut ketika melihat Sarah ada bersama dengan Zeana didalam kamar. "Kenapa kau ada disini?" Kini pendangan Zero sepenuhnya menatap Sarah dengan penuh kecurigaan.


"Itu karena aku meminta Mbak Sarah membantu ku mencari sesuatu Kak, jadi ada didalam bersama ku."


Zero mengangguk pelan mulai mempercayai perkataan Zeana, namun dirinya kembali curiga dengan kedua mata Zeana yang memerah dan sedikit berair diujung matanya. Terlihat seperti habis menangis, "kenapa kedua matamu?"


Zeana seketika mengangkat salah satu halisnya, merasa tidak paham dengan apa yang dikatakan oleh Zero. "Memang kenapa dengan mataku?"


"Matamu merah, seperti sehabis menangis. Apakah dia yang membuatmu menangis?" Kini Zero kembali menuding Sarah atas apa yang terjadi pada Zeana karena hanya Sarah orang yang bersama dengan Zeana didalam kamar.


Sarah yang ditanya itu seketika bingung dan juga takut dengan tatapan tajam yang Zero berikan kepadanya. "Hmmm....itu saya ha-"


"Mbak Sarah hanya menceritakan tentang Anaknya yang sudah tidak ada Kak, jadi aku ikut sedih dan menangis bersama." Zeana kembali memotong pembicaraan Sarah dan membantu Sarah untuk beralasan kepada Zero.


"Aku pertanya padanya langsung, bukan kepadamu."


"Ah, itu sama saja. Yang penting pertanyaan Kakak dapat terjawab kan."


"Yasudah, ayo turun makan malam! Daddy sudah menunggu kita."


Seketika Sarah dan Zeana seolah kembali tersadar dengan kenyataan yang terjadi sekarang. Dimana posisi Sarah dan Zeana bukanlah Ibu dan Anak. Melainkan Anak majikan dan Maidnya.


"Kalau begitu saya permisi duluan, Tuan Muda, Nona Muda." Sarahpu langsung pergi dengan sedikit berlari menuju dapur, untuk ikut mambantu orang lain mengerjakan pekerjaanya.


Zeana hanya mengangguk pelan dan membiarkan Sarah untuk pergi duluan. Serta tentunya terbebas dari tuduhan Zero lagi.


"Apakah ceritanya begitu menyedihkan sampai membuatmu ikut menangis?" Tanya Zero sambil berjalan bersama Zeana menuju ruang makan.


"Tentu saja sangat sedih Kak, Mbak Sarah juga bilang jika aku sedikit mirip dengan Anaknya. Dan itu membuat dia rindu dengan Anaknya itu."


"Tidak. Kamu tidak mirip dengan siapapun! Kamu adalah Anna adik ku, bukan orang lain." Bantah Zero yang tidak suka dengan apa yang dikatakan  oleh Zeana.


Karena bagaimanapun Zeana hanya ada satu dan itu adiknya, bukan orang lain.


"Baiklah, aku tidak akan mengatakan hal itu lagi."


Setelah obrolan tadi mereka berdua mulai kembali berjalan dan sampai di meja makan yang sudah ada Felix menunggunya disana.


"Selamat malam Dad." Sapa Zeana begitu sampai dimeja makan.


"Malam juga Sayang." Sapa Felix kembali yang tidak lupa dengan senyum tipis yang dia berikan pada Zeana.


Mereka harus sedikit menunggu para Maid yang sedang menyiapkan makanan dan tentunya ada Sarah diantaranya.


Zero yang melihat semua gerak-gerik Sarah jadi curiga ada sesuatu yang disembunyikan. Karena setelah keterkejutan dan ketakutan Sarah dengan apa yang dia tanyakan tadi membuat Zero semakin yakin tentang hal itu.


"Aku jadi curiga jika ada hal yang tidak beres dengan Maid baru itu." Batin Zero terus menatap tajam pada Sarah.


Setelah semua makanan sudah tersedia, dengan segera Felix meminta kedua anaknya untuk segera makan.


Semuanya mulai memakan makan malam dengan tenang seperti biasanya, tanpa obrolan dan hanya ada suara dari alat makan saja yang terdengar.


***


Ditempat lain, disebuah club malam terdapat banyak sekali orang-orang yang sedang asik dengan aktivitas masing-masing. Yang tentunya sangat mengasikan untuk mereka semua, namun begitu banyak dosa untuk prilaku tersebut.


Terdapat segerombolan orang-orang yang sedang bercumbu mersa dipojok sebuah club tersebut. Dimana terdapat para wanita dengan baju yang sangat sexy, serta para pria hidung belang yang sedang menjamah tubuh para wanita tersebut.


Begitu menjijikan bagi orang yang tidak pernah melihatnya, namun untuk mereka hal itu adalah sesuatu yang sangat menyenangkan.


Diantara salah satu orang yang sedang asing bercumbu itu, ada seseorang yang sangat pamiliar untuk dikenali.


Dia adalah seorang wanita yang sudah sangat sering mengunjungi club ini meskipun masih berusia sangat muda. Dia adalah Sisqia, gadis SMA yang dikenal baik dan merupakan seorang murid beasiswa. Namun nyatanya Sisqia merupakan wanita yang sering keluar masuk club dan melakukan banyak hal tercela.


Sisqia terlalu asik dengan aktivitasnya yang tanpa diketahui ada 2 orang pemuda yang memperhatikannya dari kegelapan.


"Liat dia begitu menikmati setiap sentuhan hang pria tua itu berikan." Kata salah satu pemudah itu pada temannya.


"Benar, sungguh tidak menyangka. Dan lihat apa yang kita temukan kali ini. Seorang murid beasiswa yang sedang bermesraan bersama salah satu petinggi yang ada disekolah. Waw sungguh berita yang akan menggemparkan." Temannyapun membenarkan apa yang dikatakan .


"Sebuah pasangan yang sangat menjijikan."


"Cepat foto, sebagai barang bukti nantinya." Titah pemuda itu pada temannya.


"Nah iya, foto dulu dong. Wah mantep nih kalo si Bos tau yang kita temuin, lumayan kan bisa tuker sama Lamborgini terbaru." Dengan segera temannya memfoto semua kegiatan Sisqia, bahkam tidak jarang ada sebuah video yang diambil.


"Bener juga. Yok lah, cabut!"


Setelah mendapatkan bukti atas tindakan Sisqia, buru-buru kedua pemuda itu pergi dari tempat laknat tersebut dengan tersenyum puasa.


***


Keesokan paginya disekolah dihebohkan dengan berita yang begitu menggemparkan semua seisi sekolah, dan sampai dengan para guru-guru serta staf lainnya


Berita tersebut adalah berita tentang Sisqia dan petinggi sekolah, yang melakukan hal tercela.


Ya, berita itu sudah tersebar luas kesemua murid. Yang entah siapa orang yang menyebarkan berita tersebut dan yang pasti berita itu langsung diurus dengan cepat oleh pihak sekolah.


Terlihat kini dalam salah satu ruangan sudah ada para petinggi yang lain serta para tersangka yaitu Sisqia dan Pak Baron. Tidak lupa Ayah dari Jeano yang merupakan pemilik sekolah ikut hadir untuk menyelesaikan masalah ini.


Pak Baron merupakan petinggi sekolah yang memang secara khusus mengurus semua hal tentang beasiswa dan hal lainnya yang memang ada kaitannya dengan hal itu.


Dan juga Pak Baron terkenal dengan kepriabadiannya yang ramah, namun terkadang keramahannya itu terlewat batas. Hingga tidak jarang juga ada sebagian Siswi yang tidak nyaman dengan keramahan tersebut karena hal itu lebih kearah genit.


Namun hal itu dapat ditutupi dengan kinerja yang sangat bagus dari Pak Barok sendiri, tapi sekarang tentunta tidak lagi.


Entah bagaimana bisa Pak Baron dapat tergoda oleh Sisqia dan dapat merusak karirnya sendiri dengan melakukan hal itu.


Mungkin karena ketika hawa napsu tidak dapat terkendalikan semua hal itu bisa terjadi, dan sampai keterusan melakukan hal itu.


Dilain itu juga, Pak Baron merupakan pria yang sudah beristri bahkan mempunyai anak yang berumur sama dengan Sisqia.


"Bagaimana bisa hal ini anda lakukan Pak Baron?" Tanya Reno dengan nada dingin yang tidak seperti sifat dirinya seperti biasa.


Karena Reno biasanya terkenal dengan sifat hangatnya pada orang lain, namun akan berubah menjadi sangat menakutkan jika sedang benar-benar marah.


"Maafkan saya Pak." Hanya itu yang dapat dikatakan oleh Pak Baron.


"Tidak ada gunanya minta maaf karena semuanya sudah terjadi. Dan anda tau? Anda sudah mencoreng nama baik sekolah dengan prilaku anda yang seperti ini. Prilaku yang tidak berbeda jauh dengan binatang." Sindir Reno tanpa mau tau apakah perkataannya akan mengakiti hati orang itu.


"Maafkan saya Pak, saya janji tidak akan mengulangi perbuatan seperti itu." Kini Pak Baron sampai bersujud dikaki Reno namun dengan segera Reno malah menjauh.


"Omong kosong. Anda tau kan sebuah gelas yang pecah, tidak akan pernah kembali lagi seperti semula. Sama halnya dengan perbuatan yang Anda lakukan. Karena tidak akan ada yang menjamin jika anda tidak akan mengulangi hal itu lagi, dan lagi pula nama anda sudah tercoreng.


Dan apakah anda lupa jika saya tidak pernah dapat mentoleransi kesalahan sedikit apapun, apalagi kesalahan sebesar ini. Dan tentu anda ingat bagaimana kosekuensi yang akan diterima jika membuat kesalahan itu."


"Saya mohon maaf Pak, tolong kasih saya satu kesempatan lagi." Pak Baron masih terus memaksakan agar dapat dimaafkan oleh Reno atas kesalahannya.


"Tidak ada dan tidak bisa. Mulai hari ini Pak Baron saya pecat sebagai salah satu petinggi sekolah, dan dapat saya pastikan bahwa anda di blacklist dari semua perusahaan bahkan sekolah yang ada."


Kini pandangan Reno beralih pada Sisqia yang dari tadi hanya tertunduk diam tanpa mengatakan hal apapun.


"Dan untuk kamu. Kamu dikeluarkan dari sekolah dan tidak akan dapat diterima oleh sekolah elit manapun lagi." Setelah mengatakan hal itu lantas Reno langsung saja pergi meninggalkan ruangan itu.


Hari itupun secara resmi bahwa Pak Baron serta Sisqia telah dikeluarkan dari sekolah SMA GALAXY XIALLEN dengan tidak terhormat.


...To Be Continue...


Hai hai👋👋👋


Author yang baik dan budiman ini kembali menyapa. Jangan lupa like, vote, dan comment yah. Tandai juga bila ada typo. Makasih untuk part ini.


See you next part.