Another World Point Of View

Another World Point Of View
CHAPTER 32



..."Mari kita hidup dengan bahagia walaupun ada hal buruk ataupun kesedihan yang sedang terjadi jadilah seperti 'bodo amat'."...


..._Asahi...


...Happy Reading...


.......


.......


🌱


32. Obrolan Malam


Selesai dengan acara makan malam mereka semua mulai sibuk dengan aktivitas masing-masing. Seperti para orang tau yang sibuk membahas bisnis dan hal lainnya begitu juga para anak muda dengan membahasannya.


"Kapan masuk sekolah lagi An?" Aqila adalah orang yang pertama kali ingin tahu kapan Zeana bisa kembali bersekolah bersamanya dan juga Rara.


"Aku gak tau, tapi kata Daddy mungkin selesai weekend kali ini."


"Benarkah? Waw semoga bener ya An, supaya kita bisa sekolah bareng-bareng lagi." Rara juga adalah orang yang tak kalah senang jika Zeana sudah dapat kembali bersekolah seperti biasa.


Karena bagaimanapun Zeana sudah tidak bersekolah beberapa bulan, sehingga akan banyak materi pelajaran yang tertinggal. Untung saja sekolah itu milik tunangannya sendiri, jadi tidak akan dikeluarkan atau tidak naik kelas.


"Wih, bakal jadi berita heboh nih." Sambil terus mengunyah makanan ringan, Bobby berkata dengan sangat hebohnya.


"Bener tuh. Terus ya, semua berita tentang Anna pasti bakal langsung hilang. Diganti wajah terkejut semua  murid SGX." Timpal Andra yang tak kalah heboh dari Bobby.


"Nah iya."


Sedangkan Jeano terus diam sambil menatap Zeana lekat, seolah sedang membaca semua gerak-gerik Zeana. Sampai akhirnya berkata yang membuat semua perhatian orang lain berpusat padanya.


"Kamu gak usah sekolah aja ya."


Sontak perkataan dari Jeano mengundang tatapan heran dari semua orang yang mendengarnya tak terkecuali Zeana, orang yang dituju oleh Jeano yang duduk disampingnya.


Zeana terus menatap heran Jeano, melihat itu Jeano menjelaskan lebih jelas perkataannya. "Kamu homeschooling aja."


"Kenapa?" Tanya heran Zeana, kenapa dirinya tidak boleh sekolah seperti biasa? Bukan kah sebelumnya dia juga bersekolah seperti murid pada umumnya?


"Ya, gak papa. Aku pengen kamu homeschooling aja, mau?"


"Gak mau. Aku mau sekolah kayak biasanya, bareng Aqila sama Rara."


"Kenapa kamu pengen banget sekolah? Gak mau coba homeschooling aja? Kamu kan baru sembuh. Gimana kalau nanti sakit lagi?" Dengan cepat Jeano mengajukan semua pertanyaan yang membuat Zeana bingung untuk menjawabnya.


"Satu-satu Jeano. Pertama aku kan emang sekolah bareng Aqila sama Rara, jadi aku pengen sekolah kayak biasa lagi sama mereka. Sama kamu, Kak Zero juga yang lainnya, jadi aku gak mau Homeschooling. Dan soal kesehatan, Dokter Bian juga sudah bilang bahwa aku sudah boleh sekola seperti biasa, asal jangan terlalu capek saja." Zeana menjelaskan semua alasan mengapa dia ingin kembali bersekolah seperti biasa.


"Kamu tau Nico?" Secara tiba-tiba Jeano langsung menanyakan penyebab dia tidak menginzinkan Zeana untuk kembali kesekolah seperti biasa.


Jeano sungguh merasa kesal dan juga khawatir dengan pembahasan kali ini. Apakah keadaan tetap bisa seperti ini saja?


Sedangkan semua orang yang mendengar apa yang ditanyakan oleh Jeano langsung saja menegang dan berpikir sama dengan apa yang dikatakan oleh Jeano.


Apakah Zeana akan kembali mengejar Nico? Apakah Zeana akan mengingat Nico juga, dan hanya pura-pura saja?


"Nico? Siapa? Apakah salah satu temanku?"


Mereka semua sudah sepakat untuk tidak akan membiarkan Zeana kembali mengejar Nico seperti orang bodoh lagi. Mereka semua akan berusaha untuk tidak mendekatakan Nico bahkan orang lain yang dapat berpotensi mengembalikan semua ingatan Zeana yang dulu.


Memang terdengar jahat, namun itu akan lebih baii untuk semua orang.


"Kenapa kalian semua terlihat panik? Apakah Nico adalah orang jahat?"


"Ya. Nico adalah orang jahat, jadi kamu harus menghindarinya Anna!"


"Benarkah begitu? Tapi mengapa dia jahat?"


Mereka semua tak habis pikir dengan pikiran Zeana sekarang, setidaknya kalau polos jangan nyerempet ke bodoh juga. Bagaimana kita bisa tau alasan orang lain menjadi jahat?


"Pada intinya kamu tidak boleh dekat-dekat dan jangan sampai berurusan dengannya. Paham!!" Peringat Jeano yang menatap Zeana penuh dengan peringatan.


"Hmmm...baiklah, aku paham." Angguk Zeana tanpa mau menanyakan lebih jauh alasan mengapa dia harus menghindari orang yang bernama Nico tersebut.


"Kalau kamu ingin kembali lagi sekolah, dengan syarat kamu harus menjauhi orang bernama Nico itu. Agar dia tidak menyakitimu dan kita tidak akan khawatir kepada kondisimu nantinya, kamu setuju?" Syarat Jeano untuk mengantispasi jika hal itu terjadi.


Yang langsung saja disetujui oleh Zeana karena dirinya benar-benar ingin kembali bersekolah seperti biasa, bahkan didunianya dulupun sebagai Riana dia adalah seorang pelajar juga.


"Iya, aku setuju. Apapun syaratnya aku mau, asal aku kembali sekolah lagi."


"Dan satu lagi. Kemanapun nantinya kamu pergi, harus ditemani oleh Aqila atau Rara. Paham?" Sebagai Kakak tentu saja Zeropun tak kalah khawatir dengan kemauan Zeana yang akan kembali bersekolah. Diapun takut jika Adik kecilnya yang cantik dan imut ini akan kembali seperti dulu.


"Paham Kak, dan kalian pasti akan menjaga ku kan?"


"Tentu saja." Untuk kesekian kalinya semua orang yang ada disana menjawab pertanyaan Zeana secara serempak.


"Terimakasih semuanya, aku menyayangi kalian." Ucap Zeana dengan tulus sambil menatap semua orang yang ada disitu.


"Aaa...aku ingin peluk." Ucap Aqila yang langsung menghampiri Zeana yang berada tidak jauh dari tempat duduknya. Dan langsung memeluk tubuh Zeana dengan erat layaknya sahabat dekat pada umumnya.


"Aku juga ingin." Dengan sedikit berlari Rara menghampiri Aqila dan Zeana yanh sedang berpelukan dan ikut memeluk keduanya.


Para pria yang melihat hal tersebut tentu saja ikut senang dengan apa yang mereka lihat didepan mereka.


"Gue juga mau dipeluk....." Secara langsung Bobby langsung memeluk tangan Andra yang memang berada dekat tepat di sampingnya.


"Jijik woi, gue bukan homo ya!" Dengan sekali hentakan Andra melepaskan tangan Bobby yang memeluk tangannya dan mendorong tubuh Bobby agar menjauh darinya.


"Aww....sakit beg*. Ayang liat nih Abang Andra jahat banget sama aku." Adu Bobby pada Zero yang berada disampingnya karena posisi Bobby berada antara Andra dan Zero. Dengan nada yang dibuat centil seperti perempuan, membuat semua orang yang mendengarnya jijik juga ingin tertawa secara bersamaan.


Sungguh hanya Bobby seorang yang berani mengoda manusia dingin seperti Zero.


"Diam!!" Nada dingin serta penuh peringatan dari Zero membuat Bobby diam seketika dan menatap takut pada Zero, sedangkan yang lain malah ngakak melihat wajah Bobby yang takut akan sentakan dari Zero.


"Hahahaha...makan tuh." Ledek Andra yang masih terus tertawa terbahak-bahak.


...See you next part...


Hai hai👋👋👋


Author yang baik dan budiman ini kembali menyapa. Jangan lupa like, vote, dan comment yah. Tandai juga bila ada typo.