Another World Point Of View

Another World Point Of View
CHAPTER 15



..."The lonely feeling will go away eventually."...


..._IDK...


...Happy Reading Semua...


.......


.......


๐ŸŒฑ


15. Masih di Sekolah


Waktu menunjukan jam 2 siang serta bel pulang sekolah baru saja berbunyi menandakai berakhirnya jam belajar untuk hari ini. Membuat setiap murid merasa bahagia setelah merasa dipenjara dan disiksa oleh pelajaran yang menguras otak mereka, namun di satu sisipun merasa bahagia karena mampu menyelesaikan hari yang berat ini dengan baik.


Disebuah kelas lebih tepatnya 12 MIPA 3 terdapat Jeano dan kawan-kawannya yang masih stay di kelas menunggu murid lain keluar terlebih dahulu, karena mereka tidak suka ikut desak-desakan.


Toh paling cuman beda beberapa detik bahkan menit jika keluar terlebih dahulu dengan keluar paling akhir.


"Jadi gimana nih bos kita sekarang mau ketemu Anna?" Tanya Bobby memastikan.


"Hm,"


"Yaelah bos yang bener napa jawabnya, buka cumn hm hm aja. Sariawan kah?"


"Ck iya, kalian berisik tau gak dari tadi." Jeano mulai emosi dengan kelakuan 2 orang didepanya itu yang sayangnya merupakan sahabat baiknya.


"Yeee kita kan cuman mau mastiin aja, siapa tau gak dibolehin lagi." Ucap Andra mengingatkan mereka bahwa diawal ketika Zeana mengalami kecelakaan tidak ada yang boleh melihat bagaimana keadaan Zeana kecuali Felix dan Jeano sendiri.


Entah karena alasan apa, namun itu memang benar adanya bahwa keluarga terdekat maupun sepupu serta sahabat dekat Zeana pun ikut tidak diperbolehkan menjeguk Zeana kerumah sakit oleh Felix sendiri.


Dan kini mungkin sudah saatnya mereka di perbolehkan oleh Jeano sendiri untuk menemui Zeana pasca kecelakaan.


"Ouh iya kita boleh ajak Aqila sama Rara gak bos? Kasian 2 cewek itu khawarir banget sama keadaan Anna." Bobby memberitahu tentang 2 sahabat Zeana yang sangat ingin juga melihat bagaimana keadaan Zeana.


"Nah iya, Aqila juga tiap hari terus aja nanya. Kapan bang kita boleh liat Anna? Lagian om Felix ada-ada aja sih masa gue selaku sepupu Anna gak boleh jenguk," kesal Andra dengan kelakuan omnya itu yang sayangnya merupakan kakak dari ayah tercintanya.


"Hanya 2 cewek itu gak ada yang lain. Soalnya Pak tua itu udah ngelarang gue untuk orang lain tau keadaan Anna buat saat ini," peringat Jeano pada kedua temannya itu dan dijawab dengan anggukan tanda paham apa yang dikatakan oleh Jeano.


"Yaudah gue mau hubungin mereka berdua dulu," tanpak Andra mulai mengotak-atik Handphonenya dan terlihat juga sedang berbicara dengan seseorang.


"Mereka akan ikut dan nunggu di parkiran, ayok kita kesana!" Ajak Andra, dan seketikapun mereka bertiga berjalan keluar menuju parkiran khusus sekolah.


Dari kejaukan sudah terlihat 2 gadis cantik yang sedang menunggu seseorang dia adalah Aqila dan Rara sahabat baik dari Zeana.


Aqila De Melix, adik dari Andra yang merupakan sepupu Zeana juga, gadis yang memililki sifat bar-bar dan cerewet.


Tak lamapun Jeano dan kawan-kawan datang menghampiri 2 gadis tersebut.


"Kalian udah siap?" Tanya Andra sambil mengelus pelan puncak kepala adiknya_ Aqila.


"Udah bang, tapi ini kita bemeran udah dibolehin jenguk Anna?" Aqila kembali memastikan apa yang dikatakan oleh Andra di sebrang telepon tadi.


"Iya, ayok!"


Tanpa berlama-lama lagi mereka langsung menaiki motor masing-masing dengan Andra yang membonceng Aqila dan Bobby bersama Rara sedangkan Jeano menaiki motornya sendirian.


***


Sedangkan disebuah tempat lebih tepatnya sebuah ruang yang sering dijadikan tempat berkumpul para muda-mudi selesai pulang sekolah dimana terdapat Max beserta kawan-kawannya sedang mengobrol.


"Eh kalian tau kan Zeana amnesia?" Robby memulai pembicaraan yang memang sedang hangat dibicarakan di kalangan murid SGX.


"Nah heem gue dengar anak-anak pada ngomongin itu, dan lagi yah katanya gak ada yang boleh jengukin Zeana kerumah sakit kecuali bokapnya doang. Aneh kan?" Refan ikut menimpali obrolan tersebut.


"Gak peduli gue," dengan acuh Nicoย  menjawab.


"Yeh si bos jangan gitu dong, tapi emang bener sih aneh banget. Apa jangan-jangan itu cuman rencana Zeana buat narik perhatian si bos lagi?"


"Nah bisa jadi, Zeanakan queen drama."


"Udalah ngapain juga mikirin tuh cewek gila, mending mikirin ayang aja." Kesal Nico jika ada orang yang membahas Zeana dan ujung-ujungnya pasti kerembet kepadanya.


"Wah beda yang udah bucin mah, tapi kasian juga loh bos. Zeana gitu juga karena pengen diperhatiin sama bos, eh bos nya malah suka orang lain." Tanpa sadar omongan Robby memancing amarah Nico.


"Jadi ini salah gue gitu?" Dengan sorot mata tajam Nico berbicara pada Robby.


"E-eh gak gitu maksudnya bos_ aduh pake acara salah ngomong lagi auto di gebukin sama si bos." Robby hanya bisa melanjutkna perkataanya dalam hati, karena dia sendiri bingun untuk melanjutkan ucapanya.


"Eh eh sabar dong bos, lo lagi hobi banget mancing emosi orang lain." Refan mencoba untuk melerai perdebatan tersebut sebelum ada aksi baku hantam antara keduanya.


"Udahlah gue males sama kalian, gue mau pulang aja." Tanpa banyak bantahan Nicopun pergi meninggalkan Refan dan Robby yang masih menatap punggung itu perlahan hilang.


"Si bos emosi banget deh kayaknya kalo kita bahas Zeana, kan gue itu tadinya cuman mau ngobrol biasa aja." Robby membela dirinya.


"Gak tau, mungkin si bos emang udah benci banget sama Zeana sampe-sampe gak mau lagi bahas tuh cewek." Refan ikut menyetujui ucapan Robby.


"Yok cabutlah kita pulang, nanti kasih tau aja kalo mau kumpul?" Ajak Robby pada Refan yang dibalas anggukan. Akhirnya mereka semuapun pulang kerumah masing-masing.


...To Be Continue...


Hay Author yang baik dan budiman ini kembali. Makasih buat part ini, jangan lupa like dan vote๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹