
..."Semua ada waktunya. Jangan membandingkan hidupmu dengan orang lain. Tidak ada perbandingan antara matahari dan bulan, mereka bersinar saat waktunya tiba."...
..._B.J Habibie...
...Happy Reading Semua...
.......
.......
🌱
87. Kebenaran Zeana or Riana
Di chapter kali ini kita pakai sudut pandang Riana ya, bukan Zeana. Jadi nanti bayangi aja kalau sekarang yang bicara sama Jeano itu Riana, namun masih satu tubuh dengan Zeana.
***
Riana terdiam mendengar perkataan serta perkatanyaan dari Jeano. Dirinya dibuat bingung harus menjawab apa karena Riana rasa, sudah cukup dengan membohongi banyak orang, apalagi sudah cukup lama juga dirinya membohongi semuanya.
Kali ini rasanya Riana ingin memberi tahu siapa dirinya yang sebenarnya pada semua orang. Meskipun dirinya tahu, mungkin akan banyak orang yang kecewa padanya. Bahkan mungkin nanti akan ada banyak orang yang membencinya.
Untuk sekarang Riana tidak mau egois, dengan menipu dan malah hidup senang sebagai Zeana yang palsu meskipun hanya jiwanya saja.
Dan hal ini juga pernah Riana bahas dengan Sarah. Riana pernah berkata pada Sarah tentang rencana untuk berbicara pada semua orang, siapa dirinya yang sebenarnya.
Tentu saja Sarah menyetujui apa yang Riana ingin lakukan karena bagaimanapun tidak baik hidup dengan banyak kebohongan.
"Hei, kenapa melamun?" Perkataan Jeano dapat membuat Riana tersadar dari lamunan dan pikirannya.
Riana sedikit terlonjak kaget, namun dengan segera menormalkan kembali ekspresi wajahnya. Kini Riana kembali menatap Jeano dengan penuh keseriusan.
"Ada yang ingin aku katakan kepadamu dan setelah aku bercerita terserah padamu untuk percaya atau tidak. Bahkan untuk membenci ku atau tidak."
Jeano menjadi heran dengan apa yang dikatakan oleh Zeana, hal apa yang akan membuat Jeano sampai harus membenci Zeana?
"Apa yang kamu ingin katakan? Dan kenapa juga aku harus membenci mu?"
Sebelum benar-benar bercerita, terlebih dahulu Riana menarik nafas dalam dan menghembuskannya secara perlahan.
"Aku bukan Zeana, tapi aku adalah Riana."
Deg
Entah mengapa perkataan Riana yang sekarang mampu membuat hati Jeano langsung kaget dengan itu. Hatinya merasa jika apa yang dikatakan oleh Riana adalah hal yang sejujur-jujurnya.
Tapi itu tidak mungkinkan? Bagaimana hal itu bisa terjadi? Jelas-jelas orang yang berada didepannya ini adalah Zeana, tunangannya.
Terlihat Jeano yang malah terkekeh setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Riana. Jeano pikir mungkin Riana sedang ingin mengerjainya dengan memberikan lelucon seperti ini.
"Ini tidak lucu Anna, ganti lelucon yang lain saja."
Mendengar apa yang dikatakan oleh Jeano malah membuat Riana kesal, ayolah dia sudah mengumpulkan semua keberaniannya untuk mengatakan hal itu.
"Ini bukan lelucon Jeano! Aku bersungguh-sungguh mengatakan hal ini. Sudah aku bilang bukan? Percaya atau tidak ,tapi aku bukan Zeana. Aku adalah Riana Milane." Teriak Riana dengan bersungguh-sungguh mengatakan hal itu.
Riana harap bahwa sekarang Jeano dapat mempercayai perkataannya. Apa yang dikatakan oleh Riana pun kini membuat Jeano berhenti tertawa dan mulai menatap serius pada Riana.
"Benarkah?" Tanya Jeano dengan serius.
Melihat wajah Riana yang serius, serta teriakan Riana yang tadi menandakan bahwa mungkin saja Riana sangat serius dengan perkatannya.
Riana mengagguk dengan semangat, "benar. Aku bukan Zeana yang kamu kenal Jeano. Aku Riana yang secara tidak mengaja masuk kedalam tubuh Zeana yang sekarang aku tempati."
Kini Jeano hanya terdiam, dia ingin mendengarkan lebih lanjut apa yang hendak Riana katakan. "Lanjutkan."
"Ingat tidak, jika aku pernah bertanya padamu tentang Transmigrasi atau Reinkarnasi? Aku rasa, sekarang itu yang sedang terjadi padaku.
Aku adalah Riana Milane, seorang remaja yang sama-sama berusia 17 tahun. Aku tinggal di Kota xxx dan tumbuh disana, tapi aku juga meninggal disana. Aku meninggal karena tertabrak truk ketika hendak membantu seekor kucing menyebrang jalan.
Karena tidak melihat keadaan sekitar, tanpa disadari aku berdiri ditengah jalan dan langsung tertabrak. Aku pikir akan mati saat itu juga karena semua badan ku terasa sakit dan juga darah dimana-mana.
Namun nyatanya aku malah terbangun ditubuh asing, yang aku tidak kenal. Aku begitu bingung ketika sudah ada ditubuh ini dan sebenarnya aku bukan mengalami amnesia, tapi memang tidak ada sedikitpun ingatan yang Zeana asli tinggalkan ditubuh ini.
Rasanya takut, sedih, dan juga bingung ketika Zeana yang asli menintaku untuk menggantikan hidupnya. Tapi aku juga tidak punya pilihan lain karena tubuh Riana sudah dimakamkan. Jadi mau tidak mau, aku harus menjalaninya.
Seiring berjalannya waktu aku mulai senang dengan hidup ini dan tidak ingin membuat kalian sedih jika aku memilih pergi. Tapi sekarang aku sadar, jika aku tidak boleh egois dengan terus membohongi kalian semua.
Riana pun menyelesaikan perkataannya, setelah dirasa hal itu cukup untuk membuat Jeano percaya padanya.
Sedangkan kini Jeano terdiam tidak percaya, rasanya ingin bahwa ini semua hanyalah karangan bohong yang Riana buat. Tapi sepertinya ini sungguhan, apalagi Riana yang menceritakan secara detail tentang hidup gadis bernama Riana Milane
"Aku tidak tahu harus bereaksi seperti apa. Jujur aku masih tidak percaya dan terkejut dengan apa yang kamu katakan."
"Aku berbicara sesungguhnya dan ya, aku juga berpikir bahwa akan banyak orang tidak akan percaya dengan perkataan ku.
Itu juga yang membuat ku menunggu waktu yang tepat untuk mengungkapkan yang sebenarnya dan aku sangat bingung untuk menceritakannya seperti apa.
Tapi jika kurang percaya, kamu boleh menanyakan hal yang membuat mu masih tidak percaya bahwa aku Riana bukan Zeana." Desak Zeana sekaligus memberikan solusi yang mampu membuat Jeano percaya padanya.
"Baiklah, aku akan bertanya yang dapat membuat ku yakin bahwa kamu adalah Riana bukan Zeana."
"Iya, tanyakan saja." Ucap Riana dengan semangat karena dirinya rasa dapat menjawab semua pertanyaan Jeano dengan mudah.
"Tadi kamu sempat bilang jika tidak tau mengapa bisa masuk kedalam tubuh Zeana da-"
"Benar, aku tidak tahu caranya bisa ada ditubuh ini." Sela Riana saking semangatnya malah memotong pembicaraan Jeano yang belum selesai.
"Dengarkan dulu! Aku belun selesai berbicara." Kesal Jeano karena Riana memotong pembicaraannya yang belum selesai.
"Hehehe, maaf aku terlalu bersemangat untuk dapat menyakinkan mu bahwa aku bukan Zeana." Kini Riana malah menyegir dan menatap Jeano dengan wajah tidak berdosa.
"Bagaimana kamu bisa bertemu dengan Zeana yang asli dan memintamu untuk menggantikan hidupnya?"
"Aku tidak tahubertemu dengan Zeana yang asli dimana. Tapi yang jelas tempat itu sangat indah, aku pikir mungkin itu adalah surga.
Ketika pertama kali aku sadar, lalu aku kembali pingsan setelah aku bertanya siapa kalian semua yang ada diruangan tersebut. Masih ingat itu?" Tanya Riana memastikan awal ketika dirinya masuk kedalam tubuh Zeana.
Jeano mengangguk dengan cepat, dia ingat itu. Hal itu merupakan awal baik untuk hidupnya yang sekarang. "Ya, aku ingat."
"Ketika aku pingsan, disitu aku bertemu dengan Zeana yang asli. Yang memintaku untuk menggatikan hidupnya yang sekarang, dia juga yang memberi tahu ku jika tubuh Riana sudah dimakamkan.
Sehingga tidak ada jalan kembali dan hanya dapat menerimanya saja. Dia sama sekali tidak meningalkan memori ingatakan apapun, hanya memberikan ku pesan saja."
"Pesan apa?" Tanya Jeano dengan penuh penasaran.
Terlihat Riana yang terdiam sejenak, mencoba untuk mengingat-ingat apa yang dikatakan oleh Zeana yang asli waktu itu.
"Waktu itu Zeana berpesan padaku untuk bisa melanjutkan hidupnya dengan bahagia. Jauhi yang dapat membuat sedih, serta cintai yang memang harus dicintai.
Zeana bilang dirinya terlalu bodoh dan egois dikehidupan yang dulu. Dia malah mengabaikan orang yang mencintainya dengan tulus dan malah mengejar orang yang jelas-jelas tidak mencintai dirinya.
Zeana ingin aku menggantikan hidupnya karena merasa lelah dan juga dirinya tidak mampu membuat orang disekitarnya bahagia.
Itu yang dikatakan oleh Zeena sebelum benar-benar pergi, dia tidak menyebutkan nama siapapun. Sehingga aku tidak mengetahui siapa saja yang harus aku jauhi dan sayangi waktu itu.
Tapi sepertinya setelah aku menjalani kehidupan ini, aku mulai tau siapa orang-orang yang Zeana maksud." Riana kembali menceritakan semua hal yang waktu itu Zeana katakan padanya.
Sedangkan kini Jeano hanya diama saja, dia pahan dengan pesan yang Zeana katakan pada Riana.
Jeano tahu bagaimana kehidupan Zeana sebelum kecelakaan dan dinyatakan amnesia. Dia juga merasa bahwa Zeana yang sekarang seperti orang yang berbeda dan ternyata benar adanya.
"Apakah setelah itu, kamu pernah bertemu dengan Zeana lagi?"
"Tidak. Bahkan sampai detik ini aku tidak pernah lagi bertemu dengan Zeana yang asli, bahkan dimimpi ku sekalipun."
"Apakah dia hanya berpesan seperti itu saja waktu itu?"
"Iya, hanya itu saja."
"Ini sangat mengejutkan dan membuat ku shok mengetahuinya." Ucap Jeano yang kini perasaannya terasa campur aduk. Antara sedih, terkejut dan juga marah karena selama ini dirinya baru tahu fakta tentang Zeana yang sekarang.
"Ya, akupun yang mengalaminya merasa begitu juga. Jadi Jeano, apakah sekarang kamu percaya bahwa aku bukan Zeana? Dan apakah kamu akan membenci ku? Karena selama ini aku berbohong padamu, dengan pura-pura sebagai Zeana."
Dengan harap-harap cemas Riana menunggu jawaban dari Jeano karena ini hal yang Riana tunggu dari orang-orang setelah tau bahwa dirinya bukan Zeana yang asli. Melaikan seorang Riana Milane.
...To Be Continue...
Hai hai👋👋👋
Author yang baik dan budiman ini kembali menyapa. Jangan lupa like, vote, dan comment yah. Tandai juga bila ada typo. Makasih untuk part ini.
See you next part.