Another World Point Of View

Another World Point Of View
S2. CHAPTER 33



..."Kuat-kuatin mentalnya, zaman sekarang banyak orang yang sembarangan ngomong. Dan gak pernah mikir perasaan orang lain."...


..._Quotes Wanita.idn...


...Happy Reading Semua...


.......


.......


🌱


33. Sejauh Mana Mereka Dekat


"Kak Zero!"


Pekik Zeana begitu mengetahui, jika Mora kembali bersama Zero. Dengan Zero yang memegang tangan Mora, tanpa ragu dan risih sekalipun.


Rara pun ikut terkejut dengan suara Zeana dan apa yang dilihat didepannya  oleh kedua matanya.


Sedangkan Zero dan Mora terus melangkah kearah dimana Zeana dan Rara berada. Tanpa melihat kondisi ataupun terganggu dengan pekikan Zeana.


"Kenapa Kakak bisa bersama Mora?" Tanya Zeana begitu keduanya sampai pada meja tempat Zeana berada. Dapat dilihat juga, jika dari situ Zero baru melepaskan tangannya dari Mora.


Zero menatap Mora sekilas, lalu mulai menatap lurus pada Zeana. "Kakak membantunya untuk pergi ke toilet."


"Apa?"


Zeana dibuat kaget mendengar itu, bukannya Mora sudah bilang sendiri tau tempat toilet itu berada. Tapi kenapa jadi seperti itu?


"Kenapa tidak mengantarnya? Dia terlihat seperti orang bodoh saat tadi."


"Tapi Mora bilang, dia tau tempatnya. Jadi aku tidak mengantarnya."


"Kak Zero, sudah aku bilang kan sebelumnya." Ucap Mora yang menimpali percakapan anatara Zero dan Zeana. Mencoba menyakinkan bahwa, itu bukan salah Zeana yang tidak mau mengantarnya.


Namun Zero tidak mendengarkan perkataan Mora, dia masih terus menatap kearah Zeana. "Lain kali, antar dia pergi kemana pun!" Terdengar nada tegas dan juga perintah dari Zero.


Zeana tidak merasa aneh atau terlalu berpikir hal aneh. Zeana pikir, karena Zero juga mengetahui tentang Mora, sehingga mungkin saja hal itu yang menyebabkan Zero berkata demikian. "Baiklah, lain kali aku akan menemaninya."


Sedangkan Rara hanya terdiam saja, sambil terus menyimak semua perbincangan Zero dan Mora. Entah mengapa, dirinya merasa aneh melihat sifat Zero yang sekarang. Zero terkesan melindungi Mora.


Zero terlihat khawatir dan juga mungkin sedikit perhatian pada Mora. Padahal, dirinya tahu bahwa keluarga Anderson dan Horison baru saja saling mengenal.


"Sejauh mana mereka berdua dekat?" Batin Rara sambil melihat Zero dan Mora secara bergantian.


Ada rasa tidak nyaman melihat sifat Zero yang seperti ini, apalagi kepada orang lain yang baru saja dekat.


Rara yang merasa sudah dekat dan kenal lama dengan keluarga Zeana, tidak pernah mendapatkan atau bahkan melihat sifat Zero yang seperti sekarang.


"Kakak ada urusan apa disini?"


"Seperti biasa."


"Sudah selesai?"


"Sudah."


"Kalau begitu kita semua pulang jasa! Kita semua sudah pada beres kan?"


Mora dan Rara mengangguk, merasa tidak ada lagi yang hendak mereka tuju atau butuhan lagi dalam Mall tersebut.


"Kamu bawa mobil?" Tanya Zero yang berharap Zeana membawa mobilnya karena agar bisa mengantarnya dulu ke kantor.


"Ya, aku bawa. Kenapa?"


"Kakak ikut pulang bersama, tapi tolong antarkan dulu ke perusahaan."


"Loh, mobil Kakak?"


"Dibawa Kenzo."


"Baiklah, ayo!"


"Ingin dibawakan?" Tawar Zero begitu melihat barang-barang yang sempat Zeana dan Mora beli, sebelum makan. Karena, jika dilihat barang tersebut lumayan banyak juga.


Zeana tentu saja tidak akan menolak, "boleh."


Tentu saja membuat Mora kaget lagi, dan bingung harus menjawab apa. Sebelum Mora hendak bersuara, terlebih dahulu Zero mengambil semua paperbag milik Mora juga, yang tentu jumlahnya hampir sama dengan Zeana.


"Ayo!"


Kalimat tersebut yang hanya Zero katakan, sebelum dirinya berjalan terlebih dahulu didepan. Meninggalkan ketiga perempuan itu, yang terkejut melihat sedikit perhatian yang Zero berikan.


Sedangkan Rara tidak dirawari apapun, mungkin karena Zero juga melihat dan mengetahui, bahwa barang yang Rara bawa hanya lah sebuah tas saja.


Tanpa menunggu waktu lagi, mereka bertiga berjalan menyusul Zero yang sudah berada didepan, meskipun masih terkeran-heran juga.


Mereka berempat pun berjalan meninggalkan tempat makan itu, tenang Zeana dan yang lainnya sudah membayar makanan yang mereka makan.


Sampai akhinya sampai dilantai bawah, Rara dan Zero berjalan menuju parkiran. Sedangkan Zeana dan Mora menunggunya, tepat didepan pintu keluar.


"Hati-hati dijalan ya Ra, pelan-pelan aja bawanya." Pesan Zeana pada Rara, sebelum benar-benar berpisah.


"Iya, see you." Rara pun menyempatkan melihat Mora juga, "See you juga Mora."


"Iya."


Setelah mengatakan itu, mereka benar-benar berpisah.


Jarak antara parkiran dan pintu keluar lumayan jauh, namun sepanjang perjalanan menuju parkiran. Tidak ada percakapan apapun antara Rara dan juga Zero.


Keduanya terdiam, seolah tidak saling mengenal satu sama lainnya. Padahal, Rara dan Zeana sudah berteman sejak masuk taman kanak-kanan. Yang secara pasti sudah kenal dengan Zero sejak lama juga.


Selain itu, juga masih banyak hal yang sudah mereka lalu bersama. Dari masa sekolah, bahkan tidak jarang ketika dirinya bermain ke kediaman Anderson.


Jarak antara mobil Rara dan Zeana cukup dekat, keduanya harus berpisah antara kesebelah kiri dan kanan.


"Aku duluan ya Kak." Kata Rara sebelum mereka berdua berpisah.


"Hm." Singkat Zero sambil mengangguk singkat, lalu berjalan tanpa melihat kearah Rara sedikitpun.


Sedangkan Rara masih terdiam, sambil melihat punggung Zero yang berjalan mendekati mobil Zeana berada. "Selalu seperti itu." gumam Rara yang hanya bisa diketahui oleh dirinya sendiri.


Setelah Zero terlihat memasuki mobil, baru Rara juga dengan segera berjalan dengan cepat menuju mobilnya berada dan segera masuk juga.


Rara masih terdiam didalam mobilnya, membiarkan Zero yang terlebih dahulu keluar. Setelah melihat mobil Zeana yang Zero bawa melintas, baru Rara menghidupkan mobilnya dan melaju meninggalkan parkiran itu juga.


"Ada apa dengan diriku?"


***


Zero pun, berhenti tepat di depan Zeana dan Mora berada. Lalu dengan segera Zeana membuka pintu depan samping kemudi, dan Mora berjalan kearah pintu bagian belakang.


Namun baru saja Zeana akan masuk, Zero sudah terlebih dahulu melarangnya. "Kamu dibelakang duduk ya An." pinta Zero dengan nada bicara yang biasa dia pakai ketika berbicara dengan Zeana.


Tapi justru Zeana merasa heran dengan perkataan Zero, "lalu yang duduk disini siapa?"


Zero melirik sekilas kearah Mora yang berada sudah duduk dikursi belakang. "Mora."


"Hah?-


Secara bersamaan Mora dan Zeana menyuarakan suara keherannya. Mereka tidak mengerti maskud dari kata singkat yang Zero katakan.


Zeana yang terkejut dan bingung karena Zero menyuruh Mora duduk didepan. Sedangkan Mora yang terkejut, dan tidak paham karena tiba-tiba Zero menyebut namanya.


Ya, Mora tidak sempat mendengar perkataan Zero dan Zeana sebelumnya.


"Duduk dibelakang Anna, dan Kamu duduk didepan!" Secara tidak sadar  nada bicara Zero pada Zeana dan Mora sama. Tidak lupa Zero yang melihat pada Zeana dan Mor secara bergantian.


Mereka berdua yang sudah paham maksud Zero, dengan segera bertukar tempat. Meskipun keduanya masih merasa heran dengan perintah dan keinginan Zero yang menyuruh Mora duduk didepan, tepat disamping Zero.


"Ada yang aneh dengan Kak Zero."


...To Be Continue...


Haiiii👋👋👋


Author yang baik ini kembali menyapa.


Makasih buat yang udah baca, kalau ada typo tolong tandai ya. Jangan lupa rutinitas like, vote dan komen. Gratis kok dan gak ribet, jadi yuk langsung like, vote dan komen!


Semoga suka dengan cerita ini, bay bay see you next part.