
..."Saya menyadari bahwa setiap orang pasti akan mengalami kejadian-kejadian buruk dalam kehidupannya, termasuk diri saya. Tapi saya harus berpikir positif dan bersedia berubah agar hal buruk tidak terjadi lagi."...
..._Lee Taemin...
...Happy Reading Semua...
.......
.......
🌱
1. Bersama Kembali
Empat tahun kemudian
Empat tahun sudah berlalu begitu cepat, tidak banyak perubahan yang terjadi. Namun ada hal yang secara perlahan mulai berubah kearah yang lebih baik.
Baik itu umur, status pendidikan, juga bertambah dan berkurangnya jatah usia seseorang. Secara perlahan banyak orang yang datang dan pergi dalam hidup ini.
Berusaha untuk merubah diri menjadi lebih baik lagi, dari tahun sebelumnya. Mengupdate semua hal menjadi lebih baik lagi.
Sama halnya dengan Zeana yang ditahun sekarang berumur 21 tahun dan Jeano berumur 22 tahun.
Hari-hari yang Zeana dan Jeano lewati tidak mudah. Dimana pasti ada perdebatan dan juga selisih paham yang terjadi antara kedunya. Apalagi dengan jarak dan komunikasih yang terkadang tidak berjalan dengan baik dan lancar.
Namun perpisahan yang sempat terjadi tidak memadamkan cinta mereka dan juga menggoyahkan hubungan mereka. Malah dengan adanya sedikit komunikasi membuat keduanya memilih untuk fokus memperbaiki diri masing-masing.
Sangat terlihat sikap dan juga prilaku yang berbeda dari terakhir kali mereka bertemu dan berpisah di Bandara.
Mereka tumbuh dengan baik dari remaja menuju dewasa. Namun dilain itu, pasti akan banyak rintangan dan juga masalah yang harus mereka hadapi kedepannya.
Terlepas dari kehidupan Zeana dan Jeano, kehidupan orang yang ada disekitarnya juga ikut baik.
Keluarga Zeana yang menambah anggota baru, dari beberapa bulan setelah kepergian Jeano. Bayi yang dikandung Sarah, kini sudah lahir dan tumbuh menjadi anak yang begitu sehat.
Zion De Anderson. Anggota baru didalam keluarga Anderson, juga dalam novel kali ini.
Zion merupakan anak laki-laki yang tumbuh dengan sehat dan juga tampan. Tidak jauh berbeda dengan Zero dan juga Felix.
Hampir semua bagian wajah Zion menurun dari Zero dan Felix. Mungkin kemiripan yang dimiliki Zion pada Sarah dan Zeana itu, hanya pada bagiam hidung dan mata saja.
Namun yang membedakan Zion dengan Zero dan Felix itu terletak pada sifatnya. Jika Zero dan Felix sudah terbiasa dengan wajah datar dan tatapan mata yang tajam. Berbeda dengan Zion yang sangat jahil dan juga cerewet.
***
Hari ini menjadi hari yang begitu mengharukan, juga membahagiakan bagi semuanya terumata Zeana. Dimana secara tiba-tiba Jeano sudah kembali ketanah air, tanpa mengabari orang lain terlebih dahulu.
Kini dalam ruangan tamu keluarga Anderson terdapat Sarah yang duduk dengan tenang, juga Zeana yang duduk dengan suasana yang tidak menentu. Antara terharu dan juga bahagia.
Terharu karena masih tidak menyangka, jika orang yang kini duduk didepannya ini merupakan Jeano. Orang yang sudah 4 tahun berpisah dan tidak pernah melihat, serta mendengar suaranya secara langsung.
Bahagia juga karena kini dirinya bisa kembali bersama Jeano lagi. Rasanya Zeana ingin berhampur kedalam pelukan Jeano, namun sayangnya dirinya malah sedang dipeluk dengan erat oleh bocil disampinganya ini.
"Hei bocah! Menyingkir dari Anna!" Terdengar suara dingin Jeano yang mengudara dalam kediaman keluarga Anderson untuk pertama kalinya, setelah 4 tahun silam.
Sedangkan orang yang dimaksud dan juga sedang ditatap tajam itu malah semakim mengeratkan pelukannya. "Tidak mau." Tolaknya dengan tegas.
Hal tersebut semakin membuat Jeano kesal dengan bocah itu. Aura ketidak sukaan, serta permusuhan sangat terlihat jelas dari keduanya.
Melihat wajah Jeano yang semakin kesal, membuat Sarah berinisiatif untuk membantu dan juga menghentikan perdebatan itu.
"Zion, sini nak! Duduk bersama Mamah saja." Ajak Sarah supaya Zion dapat melepaskan pelukannya pada Zeana, sehingga Zeana dapat duduk bersama Jeano.
Namun dengan segera Zion menggeleng, "tidak! Aku mau duduk bersama Kak Anna." Tolak Zion yang tetap pada pendiriannya.
"Dasar bocah menyebalkan." Batin Jeano menggerutu pelan dan sepertinya mulai saat ini Jeano akan memanggil Zion dengan sebuatan tersebut.
Sudahlah, tidak akan ada yang bisa membujuk Zion kecuali Zeana sendiri. Entah kenapa? Hampir semua pria dikeluarga Anderson selalu menuruti perkataan Zeana.
Zeana mulai menatap pada Zion yang berada disampingnya, lalu mengelus pelan rambut Zion yang begitu halus. "Zion, dengarkan Kakak! Bolehkan Zion berpindah duduk sebentar saja? Nanti kalau Zion mau, akan Kakak kasih candy. Bagaimana?"
Sungguh sebuah penawaraan yang sangat menggiurkan untuk seorang Zion karena pada dasarnya Zion selalu dibatasi untuk memakan permen.
"Mau, tapi-" Zion tidak segera menyelesaikan ucapannya, malah dirinya kini memandang Jeano begitu instens.
"Kenapa?"
"Aku takut orang itu malah berdekatan dengan Kak Anna, jika aku tidak ada disamping Kakak." Tunjuk Zion kepada Jeano, tidak lupa waut wajah tidak suka yang dia perlihatkan.
"Orang itu namanya Kak Jeano, Zion. Lalu apa alasan Kak Jeano tidak boleh berdekatan dengan Kakak?"
"Karena Kak Anna sudah punya tunangan." Jawab Zion dengan polosnya.
Sedangkan semua orang terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Zion. Bagaimana bisa bocah berusia 4 tahun tahu tentang masalah tunangan?
"Kamu tau dari mana hal itu?"
"Kak Zero. Dia bilang jika Kak Anna sudah punya tunangan, jadi tidak boleh berdekatan dengan laki-laki lain lagi." Pantas saja jika memang ada orang yang memperngaruhi otak polos Zion.
"Lalu, apa lagi yang dikatakannya?" Entah mengapa Jeano malah menjadi penasaran dengan alasan yang hendak Zion katakan.
Jeano merasa secara tidak langsung, Zion ikut menjaga Zeana agar tidak berdekatan dengan laki-laki lain selama dirinya tidak ada.
"Wah, bocah menyebalkan ini ternyata ada gunanya juga." Rasa bangga hingap dalam hati Jeano mendengar apa yang dikatakan oleh Zion.
"Hmm....Kak Zero juga bilang, jika aku harus menjaga Kak Anna agar tidak didekati laki-laki lain."
Tepat sekali. Seperti dugaan semua orang yang ada disana, bahwa pasti Zero yang menyuruh Zion agar secara tidak langsung menjadi bodyguard untuk Zeana.
"Tapi, apakah kamu tau siapa tunangannya?"
Zion menggeleng pelan, "tidak tau. Tapi Daddy selalu menyebutnya Bocal tengil. Apakah memang nama tunangan Kak Anna itu Bocah tengil?"
"Hah??"
Semua orang terkejut mendengar perkataan yang terlalu jujur dan juga polos, yang keluar dari mulut Zion.
...To Be Continue...
Haiiii👋👋👋
Author yang baik ini kembali menyapa.
Makasih buat yang udah baca, kalau ada typo tolong tandai ya. Jangan lupa rutinitas like, vote dan komen. Gratis kok dan gak ribet, jadi yuk langsung like, vote dan komen!
Semoga suka dengan cerita ini, bay bay see you next part.