
..."Berhentilah menyesali, mulailah mensyukuri, berhenti meragukan dan mulailah melakukan. Tak perlu menduga-duga, Allah bisa membantumu bahkan dengan cara diluar logika manusia."...
..._UnKnown...
...Happy Reading Semua...
.......
.......
🌱
27. Unboxing Oleh-oleh
Setelah keluarga Horison yang berpamitan pulang, tidak lama dari itu Jeano pun ikut pulang juga. Begitu semuanya telah selesai, semua orang mulai mengistirahatkan tubuh mereka.
Zeana yang mulai menbasuh muka dan menggosok giginya, lalu mengganti pakaiannya dengan baju tidur yang nyaman dipakai.
Baru saja akan merebahkan tubuhnya di kasur empuk kesayangannya, Zeana melihat masih ada paperbag yang Jeano berikan padanya. Yang tadi belum sempat dibuka dan dilihat, apa isinya.
Dengan segera Zeana berjalan kearah dimana paperbag itu berada, serta mulai melihat-lihat apa isinya.
Yang pertama kali Zeana buka adalah sebuah paperbag yang sangat cantik diantara yang lainnya. Dan begitu dibuka, Zeana tercengang dengan isinya.
Sebuahh kotak berwarna hitam, khas perhiasan. Yang dimana isinya ada sebuah kalung dengan liontin yang sangat indah sebagai bandulnya.
Picture by Pinterest
Tidak lupa terdapat sepuncuk surat dalam kotak tersebut, yang ditulis dalam kertas kecil. Dengan ciri khas tulisan Jeano didalamnya.
Dear Anna
Pertama aku ingin mengucapkan maaf, karena tidak bisa memperlihatkan kalung ini secara langsung padamu dan juga tidak bisa memakaikannya secara langsung juga. Tapi, besok aku ingin dapat melihat kamu sudah memakai kalung tersebut.
Awalnya kalung tersebut ingin aku berikan pada awal kita bertemu kembali, tapi aku lupa membawanya hehehe:)
Waktu diperesmian Zero pun aku kembali lupa untuk membawanya, tapi malam ini aku tidak akan lupa lagi. Namun ternyata masih saja waktunya tidak pas untuk melihatkannya secara langsung padamu.
Aku melihat kalung tersebut disalah satu toko perhiasan, yang tidak sengaja aku lewati ketika sedang berjalan-jalan.
Dan aku rasa kalung itu sangat cantik, jika dipakai oleh dirimu. Semoga suka ya.
Hanya itu saja, I love you Anna. Aku selalu menyayangi mu kini, besok dan selamanya. Semoga mimpi indah dan jangan lupa mimpikan ku juga.
From your future husband, Jeano A.X
Selesai membaca surat dari Jeano dapat membuat Zeana tersipu malu dan juga menahan tawa secara bersamaan.
"I love you to Jeano, aku juga menyayangi mu." Lirih Zeana pelan yang masih dapat terdengar oleh dirinya.
Zeana pun memasukan kembali surat tersebut, dan mulai memasang kalung tersebut pada leher jenjangnya. Benar apa yang diperkirakan oleh Jeano. Kalung ini sangat indah dan juga menawan.
Setelah itu, Zeana beralih pada paperbag selanjutnya. Dimana bentuknya lebih besar dari yang lainnya. Ternyata isinya adalah beberapa kotak besar berisikan coklat yang begitu menarik untuk dilihat dan juga dimakan.
Picture by Pinterest
Inggris merupakan salah satu negara produsen cokelat terbesar di dunia. Jadi, ketika liburan ke London, jangan lewatkan kesempatan untuk memborong sejumlah cokelat ternama yang tidak bisa temukan di dalam negeri.
Salah satu cokelat yang terkenal adalah Cadbury, dengan aneka pilihan rasa dan varian, varian yang paling favorit adalah Dairy Milk dan Wispa. Cokelat-cokelat di sini juga sudah mendapatkan sertifikasi halal sehingga tidak perlu was-was ketika membelikannya untuk teman Anda yang beragama muslim.
Informasion by Google
"Ahk-ini terlalu sayang untuk dimakan, tapi jika dibiarkan pun tidak mungkin juga." Zeana jadi galau sendiri ketika membuka kotak coklat tersebut.
Rasanya Zeana hanya ingin memajang saja coklat tersebut, namun sangat tidak mungkin karena coklat tersebut mungkin saja akan berjamur ketika disimpan dalam jangka waktu panjang.
Zeana pun memutuskan untuk mencicipi salah satu coklat tersebut, "akh-tidak. Ini sungguh enak, ini adalah coklat terenak yang pernah aku makan selama hidup ini. Tuhkan, aku semakin sayang untuk memakannya." Kata Zeana sambil memeluk erat kotak coklat tersebut, rasanya Zeana ingin menyimpanya untuk diri sendiri saja.
Mungkin terdengar dan terlihat lebay, namun nyatanya Zeana sungguh merasa bahagia sekali ketika memakan coklat tersebut.
Setelah selesai menghayati rasa coklat yang masuk kedalam mulutnya, kini pandangan Zeana beralih pada paperbag terakhir. Yang bentuknya tidak kalah besar juga, namun bentuknya sedikit menjang.
Ternyata isi dari paperbag tersebut, lagi-lagi menbuat Zeaan terkejut. Sebuah kotak yang penuh dengan permen berbagai macan dan juga bentuk. Tidak kalah cantik dari coklat yang sebelumnya.
Picture by Pinterest
Zeana kembali memekik senang. "Ini gila!! Bagaimana bisa Jeano memberikan ini semua pada ku? Apakah dia ingin aku gendut? Dengan memberikan begitu banyak coklat dan juga permen."
Meskipun mengerutu kesal, tapi tetap saja hati Zeana tidak bisa dipungkiri jika sangat senang sekali saat ini.
Toko permen bukanlah hal yang sulit ditemukan di sepanjang kota London. Salah satu toko yang bisa Anda kunjungi adalah Halal Sweeties. Berada di kawasan Eton Grove, toko ini menjual berbagai aneka permen. Mulai dari marshmallow, cokelat, permen jelly, permen karet, hingga permen yang keras dan permen tradisional, semuanya bisa Anda temukan di sini.
Jika berminat memboyong permen tradisional Inggris, Napoletana, Apple Mega Sour, Fizzers, dan sebagainya sangat menjadi rekomendasi. Oleh-oleh yang satu ini pasti akan disukai. Selain tidak mudah basi, juga tidak akan terbebani saat memasukannya ke koper karena tidak akan mengotori isi koper.
Informasion by Google
Untuk yang kedua kalinya, Zeana kembali mencoba salah satu permen tersebut. Dan ya, rasanya manis dan juga masam secara bersamaan. Mungkin rasa masam tersebut berasal dari buah yang dicampur dalam pembuatannya.
"Uhh..manis dan asam, tapi enak." Komentar Zeana, sambil mengunyah secara perlahan permen tersebut. Merasakan setiap rasa yang keluar dari permen tersebut.
Setelah cukup lama meneliti permen tersebut, Zeana berniat untuk menelpon Jeano. Untuk berterimakasih dan juga menanyakan alasana apa, sehingga Jeano negitu banyak memberikannya oleh-oleh.
Tidak membutuhkan waktu yang lama, sambungan video call tersebut tersanyambung. Mungkin Jeano juga belum tidur sekarang, sehingga dengan cepat bisa mengangkat panggilan darinya.
"Halo Anna?"
"Halo Jeano?"
"Ya, ada apa?"
"Apa aku menggangu mu?"
"Tidak. Aku belum tidur, baru saja selesai bersih-bersih." Memang terlihat Jeano yang masih segar dengan rambut yang sedikit basah.
"Hmm..aku hanya ingin bilang makasih, atas semua oleh-oleh yang kamu berikan."
"Apa kamu menyukainya?" Tanya Jeano yang merebahkan tubuhnya dikasur miliknya, dengan posisi tengkurap dan memandang tepat pada ponselnya.
"Sangat. Aku sangat menyukai semuanya, bagaimana bisa kamu memberikan ku barang mewah dan juga makanan enak secara bersamaan? Itu terlalu berlebihan."
Meskipun senang, tetap saja Zeana merasa tidak enak hati dengan semua pemberian Jeano padanya.
Sedangkan disebrang sana, Jeano terkekeh pelan mendengar nada kesal Zeana. Juga Jeano yang dapat melihat wajah kesal Zeana dari ponsel tersebut.
"Loh memangnya kenapa? Apakah masih kurang?" Goda Jeano yang semakin ingin melihat Zeana menjadi tambah kesal.
"Jeano! Itu berlebihan, bukan masih kurang!"
"Hahahaha."
Tawa Jeano terdengar mengisi panggilan video tersebut, dapat Zeana lihat Jeano yang tertawa dengan begitu lepas. Menambah kesan tampan pada diri Jeano, sehingga rasanya Zeana tidak ingin membagi tawa tersebut pada orang lain.
Berbeda dengan Jeano yang tertawa, Zeana malah tambah kesal setelah mendegar tawa tersebut.
"Kamu menyebalkan Jeano."
Setelah mendengar perkataan Zeana, Jeano tersadar dan mulai menormalkan ruat wajahnya kembali.
"Itu semua tidak berlebihan sayang! Yang berlebihan itu, ketika aku membelikan seisi toko coklat dan permen tersebut untuk mu. Atau sekalian membeli sahamnya juga boleh."
Seketika kedua mata Zeana membola sempurna. Jeano sungguh tidak merasa beban, ketika berkata seperti itu. Seolah memang suatu hal kecil untuknya.
"Ouh ya, sudah pakai kalungnya?" Jeano kembali bersuara dan menatap serius pada Zeana.
"Sudah."
"Mana? Aku ingin lihat?"
Secara langsung Zeana memperlihatkan kalung yang Jeano berikan, yang telah dipakainya beberapa waktu lalu.
"Ini."
"Sangat cantik dan sangat cocok dipakai oleh mu."
Seketika kedua pipi Zeana merona tanpa sadar. Yang dipuji kalungnya, kenapa dirinya yang ikut baper?"
Zeana tidak mambalas ucapan Jeano, dirinya bingung harus berkata apa. Sehingga, cukup lama keduanya terdiam dan hanya saling memandang lewat kaca ponsel itu.
Sampai akhirnya Zeana sadar, jika ada kelas pagi besok. Dan sekarang dirimya belum tidur, padahal jam hampir menunjukan tengah malam.
"Hmm..Jeano, sudah dulu ya. Aku ada kelas pagi besok, dan sekarang sudah sangat malam. Segera lah tidur dan istirahat!"
Mendengar perkataan Zeana, sontak membuat Jeano melihat kearah jam juga. Dan benar saja, waktu sudah hampir tengah malam.
"Baiklah, obrolan malam ini sampai sini saja. Tapi, bolehkan aku mendapatkan balasan dari surat ku sekarang?"
Zeana yang sebenarnya paham maksud Jeano, hanya berpura-pura tidak tahu saja. Dirinya malu harus menjawab pesan Jeano secara langsung, apalagi ditagih dan ditunggu seperti itu.
"Yang mana?"
"Tidak usah pura-pura tidak tahu sayang, ayo cepat katakan balasan surat dari ku!"
"Hmm..ak-aku"
"Cepat katakan!"
"Aku juga mencintai mu Jeano dan selamat malam. Bye."
Tut
Dengan cepat Zeana berbicara seperti itu dan segera mematikan sambungan video tersebut. Dirinya sungguh malu sekarang.
"Aku malu...aku malu." Kata Zeana sambil memukul-mukul bantal yang ada didekatnya.
Cukup lama Zeana larut dalam suasana tersebut. Sehingga dirasa cukup, dengan segera Zeana kembali membereskan oleh-oleh pemberian Jeano dengan rapi.
"Sepertinya aku harus menggosok gigi lagi." Gumam Zeana sambil melangkah menuju kamar mandinya.
...To Be Continue...
Haiiii👋👋👋
Author yang baik ini kembali menyapa.
Makasih buat yang udah baca, kalau ada typo tolong tandai ya. Jangan lupa rutinitas like, vote dan komen. Gratis kok dan gak ribet, jadi yuk langsung like, vote dan komen!
Semoga suka dengan cerita ini, bay bay see you next part.