Another World Point Of View

Another World Point Of View
CHAPTER 34



..."Tidak perlu lari, jalan saja dan lihat segala sesuatu di sekitar kita."...


..._Mark Lee...


...Happy Reading...


.......


.......


🌱


34. Kehebohan Warga SGX


Kini SMA GALAXY XIALLEN tengah dihebohkan dengan kedatangan Zeana yang tiba-tiba, membuat semua orang yang melihatnya tidak percaya.


Zeana yang sudah beberapa bulan ini tidak masuk sekolah, serta tidak membuat keributan dengan kasus bullynya kini kembali hadir. Ada rasa senang, penasaran serta was-was yang dirasakan oleh semua orang ketika melihat Zeana kembali masuk sekolah.


Pekikan dari hampir seluruh siswa-siswi SGX membuat Zeana mendongkakan wajahnya yang tadinya menunduk kini mulai menatap heran orang-orang yang menatapnya terlebih dahulu.


Zeana heran dengan semua orang yang tahu dengan namanya. Apakah dulu dia seterkenal itu? Sampai hampir semua angkatan tau namanya.


Sedangkan semua orang yang kini dapat melihat wajah Zeana sontak saja memekik kembali serta merasa terkejut dengan penampilan Zeana yang sekarang. Zeana yang sekarang seolah berubah 180° dari biasanya.


Wajah sombong waktu itu kini terlihat imut. Serta baju sekolah yang ketat kini terlihat pas ditubuhnya serta tatapan Zeana yang tidak seperti biasanya.


Anj*r itu beneran Zeana? Kok beda banget


Bener, kenapa sekarang jadi imut gitu ya?


Wah mukanya jadi lebih cantik dari pada pake makeup tebel


Oplas kali itu mah


Yeee bilang aja sirik, muka lo kan burik


Eh bukannya Zeana amnesia? Bener gak sih?


Lah iya, benar gak tuh?


Begitulah kira-kira ocehan orang-orang yang menatap Zeana dengan heran, berbeda dengan orang lain yang menatap Zeana kagum juga heran terdapat 2 orang yang menatap Zeana dengan tatapan tajam.


Dua orang tersebut berada tidak jauh dari tempat Zeana berada, namun semua orang tidak menghiraukan 2 orang itu karena terlalu fokus pada Zeana.


"Anna, ayo kita ke kelas bersama!" Ajak Rara sambil memeluk lengan kiri Zeana yang disusul oleh Aqila yang juga memeluk lengan kanan Zeana. Sehingga kini Zeana diampit oleh Rara dan Aqila.


Zeana menengok kearah Jeano seolah meminta izin untuk ikut dengan Aqila maupun Rara.


Jeano yang ditatap seperti itupun mengerti dengan apa yang Zeana lakukan, lalu mengangguk pelan tanda setuju.


Mereka bertigapun mulai melangkah menuju kelas mereka berasa yang diikuti oleh Jeano, Zero serta Andra dan juga Bobby. Mereka semua terus melangkah tanpa menghiraukan semua tatapan heran dari murid sekolah.


Sampailah mereka dilantai 2 yang memang khusus untuk murid kelas 11. Karena bangunan sekolah ini memiliki 3 lantai dimana lantai 1 khusus kelas 10, dan lantai 3 khusus kelas 12. Mereka semua berdiri didepan kelas 11 Mipa 3 diman kelas Zeana berada.


"Belajar yang benar, dan ingat apa yang dikatakan oleh ku sebelumnya!" Ucap Jeano sambil mengusap pelan kepala Zeana tak lupa Jeano merapihkan sedikit rambut Zeana yang berantakan.


Tentu saja adegan itu disaksikan oleh banyak orang disekitarnya. Mereka bertambah shok dengan perlakuan Jeano pada Zeana. Sejak kapan mereka menjadi dekat seperti itu?


Karena memang yang mereka tau Zeana tidak dekat dengan orang lain kecuali dengan kedua sahabatnya serta selalu menempeli Zero atau Nico. Namun untuk Jeano mungkin hanya sekedar kenal, karena Jeano adalah teman dari Kakaknya Zero tidak lebih dari itu.


"Iya Jeano." Jawab Zeana sambil tersenyum lebar menampilkan seluruh gigi putih ratanya.


"Kakak pergi dulu, ingat tidak boleh sendirian jika ingin pergi kemana-mana!" Kini Zero yang berkata kepada Zeana sambil mengecup pelan puncak kepala Zeana.


Bertambah kaget lagilah semua orang yang melihat itu. Sejak kapan pula hubungan Adik Kakak tersebut menjadi sangat akur? Apakah perubahan Zeana juga ikut merubah orang lain?


"Iya, Kak Zero. Aku akan selalu mengingat pesan kalian berdua. Tenang saja, okey?"


"Bay Anna, sampai ketemu nanti."


"Selamat belajar."


Bobby dan juga Andra mengucapkan kata-kata tersebut sambil melambaikan tangan mereka kearah Zeana dan terus mengikuti langkah Jeano juga Zero yang lebih dulu pergi.


Zeanapun membalas lambayan tersebut, "Sampai ketemu lagi juga Bang Andra. Selamat belajar juga Kak Bobby."


Akhirnya mereka berpisah dilantai 2, Jeano serta yang lainnya terus berjalan kelantai 3 dimana kelas mereka berada.


Zeana beserta Aqila dan Rara mulai menasuki kelas yang dimana kelas tersebut sudah diisi hampir seluruh murid. Kelas yang awalnya ricuh sedang bergosip tentang Zeana, kini menjadi sepi senyap dalam seketika setelah Zeana dan teman-temannya masuk.


Ada yang menatap Zeana dengan pandangan heran, kagum, takut juga senang. Zeana maju kedepan kelas terlebih dahulu untuk memperkenalkan diri. Meskipun mereka sudah tau Zeana, namun berbeda dengan Zeana yang sekarang dan tak salah bukan jika memperkenalkan diri kembali?


Sedangkan Aqila dan Rara hanya diam saja menatap semua pergerakan Zeana, selagi itu tidak berbahaya mereka akan diam saja.


"Hai semuanya, aku Zeana De Anderson. Mungkin kalian sudah mengenalku, namun tidak dengan ku. Aku mengalami amnesia ketika kecelakaan, dan maaf aku juga melupakan kalian semua. Jadi kita bisa saling mengenal lagi dari sekarang, mohon bantuannya." Setelah mengumpulkan keneraniannya, Zeana mengatakan semua yang ingin dia katakan pada teman-temannya sebagai awal perkenalan dia masuk sekolah kembali.


Sedangkan semua teman sekelas Zeana begitu terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Zeana secara langsung. Jadi rumor bahwa Zeana amnesia itu benar?


"Iya Zeana, selamat kembali ke sekolah. Dan semoga kita dapat berteman baik kembali." Ucap salah satu teman Zeana yang merupakan ketua kelas.


"Iya Zeana, perkenalkan nama aku Rina."


"Hai Rina."


Akhirnya satu-persatu teman Zeana saling memperkenalkan diri kembali, dan mereka mencoba untuk mendekatakan diri dengan Zeana yang sekarang.


Mereka semua sibuk terus mengobrol sampai akhirnya guru pengajar mulai memasuki kelas dan hendak memulai jam pelajaran.


"Selamat pagi anak-anak."


"Selamat pagi Bu."


"Pertama Saya ucapkan selamat kembali kesekolah Zeana. Bagaimana kabar mu sekarang?" Tanya Guru tersebut sambil menatap Zeana tak lupa senyuman yang menghiasi wajah yang sudah tidak muda lagi itu.


"Kabar Saya baik Bu, terimakasih atas ucapannya." Dengan sopan Zeana menjawab pertanyaan dari Guru tersebut yang bernama Bu Minah.


Bu Minahpun agak terdiam sekejab dengan respon yang diberikan Zeana. Ternyata benar Zeana yang sekarang sangat berbeda dengan yang dulu.


"Baiklah, kalau begitu mari kita mulai mempelajaran hari ini."


Pembelajaranpun dimulai dengan sangat efektif dan efesian tanpa ada keributan didalamnya.


Hai hai👋👋👋


Author yang baik dan budiman ini kembali menyapa. Jangan lupa like, vote, dan comment yah. Tandai juga bila ada typo.


See you Next part.