
Selama satu minggu setelah kepulangannya dari rumah sakit. Galaksi benar-benar berlatih dengan semangat. Dia selalu berusaha agar bisa berjalan kembali untuk bisa menikah lagi.
Sungguh dirinya sudah tak mampun untuk menunggu terlalu lama. Kebersamaannya selama satu minggu ini bersama anak dan mantan istrinya, menjadi sebuah gambaran jika hidupnya akan sebahagia ini. Suara celotehan Venus, perhatian putranya Mars dan belum lagi nasehat-nasehat mantan istrinya yang membuat dirinya bisa sampai di titik ini.
Bahkan Galaksi benar-benar bersyukur. Tuhan masih memberinya kesempatan untuk bisa kembali merasakan kenangan ini. Kenangan yang dulu dia buang, rejeki yang dulu dia hina, masih memberikan pintu terbuka untuknya kembali.
Hingga akhirnya kata maaf yang saling memaafkan dengan sebuah keikhlaskan mampu melebur segala trauma yang tersiksa. Kata maaf mampu menutupi kesakitan yang dulu pernah ditorehkan dan kata maaf mampu membuatmu jauh lebih tenang dan lapang dada.
"Ayo, Papa. Semangat!" Teriak Venus dengan kencang.
Saat ini, mereka sedang ada di taman belakang. Menikmati udara pagi yang begitu sejuk dengan sinar matahari yang menghangatkan tubuh. Kegiatan ini tentu menjadi rutinitas mereka beberapa hari ini. Selain untuk menemani Galaksi berlatih, si kembar bisa bermain dengan sepuasnya.
"Tentu, Sayang. Tunggu sana, 'yah. Papa akan menjemputmu," kata Galaksi dengan tangan berpegangan pada sang mantan istri.
Galexia tersenyum. Dia begitu bangga dengan Galaksi yang selalu berjuang. Bahkan pria itu tak mengenal lelah dan waktu, dia terus berusaha berlatih hingga mulai bisa lepas dari pegangan yang selalu Sia berikan.
"Ingat, Kak. Kalau gak kuat jangan diteruskan yah," kata Sia setelah Galaksi berdiri di depannya.
Pria itu tersenyum. Dia mengelus pipi ibu dari kedua anaknya itu dengan begitu lembut. "Tentu, Sayang."
Pipi Galexia memerah. Perempuan itu belum terbiasa dengan sikap manis dan manjanya Galaksi. Pria itu benar-benar tak bisa melihat keadaan dimana mereka harus bermesraan atau serius.
"Papa jangan goda Mama telus," seru Venus sambil berkacak pinggang dari jarak beberapa meter dengan mereka.
Galexia dan Galaksi terkekeh. Kedua orang itu menyadari jika putri kecilnya itu mulai menunjukkan sikap posesif pada sang Papa. Venus benar-benar mengapresiasikan perasaannya sekarang. Gadis kecil itu selalu ingin berada di dekat Galaksi. Bahkan jika dia melihat Galaksi dan Galexia berdua saja, maka Venus akan datang untuk mengganggu keduanya.
"Oke oke, Sayang," sahut Galaksi melipat bibirnya saat matanya melihat putrinya hendak merajuk. "Tunggu Papa, 'oke? Papa akan berjalan ke arahmu."
"Oke."
Perlahan tangan Sia melepaskan kedua tangan Galaksi. Tubuh pria itu spontan mulai terhuyung. Namun, tekadnya yang kuat membuat Galaksi berusaha sekuat mungkin. Pria itu melihat kedua kakinya yang mampu berpijak kuat dan tubuhnya mulai tak oleng. Tentu hal itu membuat Galexia dan Mars saling memberikan semangat.
"Semangat, Kak. Kamu pasti bisa," kata Sia dengan mata berkaca-kaca.
"Ayo, Papa," seru Mars sambil tangan terkepal ke atas.
Pria kecil itu begitu menggemaskan saat memberikan semangat untuk Galaksi. Wajahnya yang memang minim senyum, tak membuatnya menutupi keinginannya. Dua anak itu benar-benar mulai terbuka pada kedua orang tuanya. Mereka mulai mengatakan apapun yang keduanya inginkan.
Galaksi menarik nafasnya begitu dalam. Matanya menatap ketiga orang kesayangannya yang sudah berdiri dengan jarak beberapa langkah siap menunggu di depannya. Wajah bahagia, sorak sorai semangat tentu membuat Galaksi mulai melangkahkan kakinya.
Berhasil.
Kaki kanannya mampu melangkah hingga dia mulai menggerakkan kaki kirinya sampai wajah itu menampilkan ekpresi begitu bahagia. Akhirnya setelah satu minggu berlatih dirinya bisa berjalan kembali. Menyusul posisi ketiga orang terkasih hingga dia jatuh ke pelukan Galexia.
"Holee. Papa bisa jalan lagi," teriak Venus dengan bertos ria bersama sang kakak.
Dua anak kembar itu saling meloncat girang. Mereka tak bisa menutupi kebahagiaannya dan langsung menyambut pelukan sang Papa ketika pria itu menjongkokkan tubuhnya walau masih sedikit terasa sakit.
"Selamat, Papa. Papa bisa beljalan lagi," kata Venus dengan pelukan eratnya.
"Terima kasih, Sayang. Berkat doa kalian, Papa bisa berjalan dengan cepat."
"Yeyyy." Pelukan itu terlepas.
Galaksi menegakkan tubuhnya. Tak hentinya dia mengucapkan kata syukur. Saat matanya menatap wajah Sia, Mars dan Venus yang bergantian. Berkat mereka, dia bisa berjalan lagi, berkat bantuan dan kehadiran mereka, dirinya bisa melihat kebahagiaan lagi. Hingga tatapan Galaksi terputus saat telingannya menangkap perkataan putrinya yang berteriak kencang.
"Papa udah jalan. Jadi bental lagi Papa sama Mama menikah, 'kan?"
Pertanyaan bocah kecil itu tentu membuat Galaksi spontan mengangguk. Dirinya tak mungkin melupakan niatannya ini, karena apa? Tujuan utamanya berlatih untuk segera berjalan dengan cepat, juga karena dia ingin segera menikah kembali.
"Tentu, Sayang. Papa bakalan menikah dengan
Mama secepatnya."
"Kalau besok aja. Bisa, Pa?" celetuk Mars yang membuat mata Sia membulat.
"Bisa."
"Jangan gila kamu, Kak," bisik Sia sambil melototkan kedua matanya.
Dia tak habis pikir dengan pemikiran mantan suaminya ini. Pernikahan itu membutuhkan persiapan yang panjang. Bukan karena mereka kaya dan bisa menyuruh orang untuk menyelesaikan semuanya dengan cepat. Setidaknya berikan mereka waktu untuk menyelesaikan agar hasilnya begitu luar biasa.
"Aku gak gila, Sayang. Besok pun kita bisa nikah, aku...aw." Galaksi mengaduh. Dia mengusap pinggangnya yang terasa sakit akibat cubitan mantan istrinya ini.
"KDRT ini. Bisa aku laporkan."
Saat Sia hendak menyahut. Tiba-tiba ada suara anak kecil yang menyela pembicaraan mereka berdua.
"Apa itu KDLT, Ma?"
"Ehhh." Galexia gelagapan. Dia mendelikkan matanya ke arah sang suami yang selalu keceplosan dalam berbicara.
Sia masih termenung. Dia tak mungkin menjelaskan itu pada sang anak yang begitu kritis. Karena dia takut, jika Venus akan terus bertanya semua hal dan membuatnya bingung untuk menjawabnya.
"Mama hampir lupa. Kita harus menjemput Nenek hari ini. Apa kalian tak mau bersiap?"
Pertanyaan Sia tentu berhasil menarik perhatian Venus. Gadis mungil itu menirukan gaya sang Mama menepuk jidat yang mengundang tawa dari bibir Sia.
"Mau, Mama. Yaudah Adek sama Abang ke kamal dulu, 'yah! Dada Papa," kata Venus melambaikan tangannya.
Dia memberikan kiss jauh lalu mulai berjalan meninggalkan dua orang itu berduaan. Hingga saat si kembar benar-benar sudah pergi. Sia menatap mantan suaminya dengan galak.
"Lain kali jangan aneh-aneh kalau ada si kembar, Kak. Mereka kalau penasaran dan kepo, bisa bikin orang bingung," kata Sia yang membuat Galaksi meminta maaf.
Lalu tanpa diduga, Galexia mengaitkan tangannya di lengan Galaksi dan mulai mengajak pria itu untuk menyusul kedua anaknya.
"Apakah Riksa ikut?" tanya Galaksi saat mereka mulai melewati pintu hubung menuju taman.
"Nggak, Kak. Mama Alya bilang dia bersama calon menantunya."
"Calon menantu?" ulang Galaksi dengan kening berkerut.
"Iya. Kata Mama Alya, Riksa akan menikah dengan wanita yang akan kesini."
"Uhuyy yey!" Sorak bahagia pria itu, tak mampu dia tutupi dari istrinya. Pria itu mengangkat tangannya dan mengepal keatas seakan sedang memenangkan sesuatu hal.
"Kenapa Kakak bahagia?" tanya Sia dengan pandangan bingung.
"Tentu saja. Kalau dia menikah, itu tandanya sainganku berkurang satu," sahutnya dengan cepat.
Sia tak mampu menutupi wajah bahagianya. Dia tertawa kencang hingga menular pada bibir sang suami. Dua orang yang saling mencintai tentu tertawa bersama dengan tubuh mulai merengkuh satu dengan yang lain.
"Jadi, selama ini, Kakak takut sama Riksa?" tanya Sia berniat menggoda.
"Tentu saja. Dia termasuk sainganku. Jadi harus benar-benar dimusnahkan," serunya dengan mata tak henti menatap wajah cantik Sia.
"Kalau dia tak musnah?" goda Sia semakin jadi.
"Maka aku akan menjualnya ke Pria Banci agar mereka menggodanya."
~Bersambung~
Papa Galak mah begono kalau cemburu, main tendang-tendang sadboy. Tak geplak mau?
Yang kangen sama si kembar dan Gal-Gal couple. Yuhuu~
Nih bakalan mulia fokus mereka lagi. Emang harus gantian sih, soalnya Gal-Gal sama Ca-Ce masih saling berkaitan.
Mau update lagi gak?
Tembus 250 like aku update lagi. Beneran nih serius.