The Billionaire Twin'S Baby

The Billionaire Twin'S Baby
Hadiah Pernikahan




Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu oleh pasangan Riksa Cressida pun tiba. Untuk kedua kalinya, rumah besar Jericho disulap menjadi sebuah tempat pernikahan putri keduanya. Semua perlengkapan dan persiapan sudah terlihat begitu sempurna. Bahkan para tamu pun sudah duduk tenang menunggu akad nikah yang akan dilangsungkan sebentar lagi. 


Di deretan kursi yang tersedia. Terlihat pasangan suami istri dengan dua orang anaknya. Dia adalah pasangan Galaksi dan Galexia. Selama satu minggu setelah pernikahan mereka. Hubungan keduanya semakin erat dan romantis. Bahkan baik Venus maupun Mars semakin menempel dengan sang papa.


Bahkan tingkat kemanjaan antara Galaksi dan kedua anaknya pada Galexia sudah hampir sama. Mereka sangat terlihat begitu bahagia setelah memutuskan kembali bersama. 


"Kenapa, hmm?" tanya Galaksi sambil menggenggam tangan sang istri. 


Sejak tadi Galexia hanya diam. Dia menatap pelataran yang akan dijadikan tempat akad sang adik dan pria yang dulu pernah menolongnya. 


"Aku merasa waktu berputar begitu cepat, Kak. Baru kemarin aku bertemu Riksa dan ditolongnya. Lalu melahirkan si kembar dan bertemu denganmu. Setelah itu aku menemukan kenyataan jika memiliki seorang adik dan kedua orang tua yang ternyata masih hidup," kata Galexia lalu mengalihkan pandangannya pada Galaksi. "Lalu sekarang, aku harus kembali melihat adikku menikah dan kita akan berjauhan." 


"Jadi kamu melamun karena belum siap jauh dari Cressida?" tanya Galaksi dengan mengelus pipi sang istri.


Kepala ibu dari si kembar itu mengangguk. Memang sejak tadi pikirannya hanya bersangkar di sana. Entah kenapa semakin hari berganti, dia merasa berat untuk meninggalkan keluarganya. Apalagi baru saja mereka bisa berkumpul kembali. Namun, mengingat jika dirinya sudah menikah. Mau tak mau, suka tak suka dia harus siap untuk ikut kemanapun Galaksi harus pergi.


"Ini," ucap Galaksi meraih tangan sang istri dan meletakkan sebuah kotak berwarna merah di telapak tangannya.


"Apa ini?" tanya Galexia melihat kotak itu dengan seksama.


Galaksi mengedarkan pandangannya. Dia melihat situasi untuk mengatakan kejutan ini pada istrinya. Dirasa keadaan aman, pria itu memajukan tubuhnya dan mulai membisikkan sesuatu di telinga Galexia. 


Mata Galexia melebar. Jantungnya berdegup kencang dan segera menjauhkan wajahnya untuk melihat sang suami.


"Ini beneran, Kak?" 


"Ya, Sayang. Aku serius," jawab Galaksi mantap.


Mata Galexia berkaca-kaca. Dia lantas memeluk tubuh suaminya dengan erat. Mengacuhkan pandangan semua orang kepadanya. Dirinya hanya mampu mengatakan terima kasih pada suaminya ini. Galaksi benar-benar sudah berubah. Pria itu benar-benar membuktikan ucapannya.


"Terima kasih, Kak. Terima kasih banyak," ucap Galexia begitu tulus. 


"Demi kamu dan anak-anak. Aku rela melakukan segalanya, Sayang." 


****


"Sah?" 


"Sah." 


Air mata menetes di pipi seorang perempuan yang mengenakan gaun pengantin. Dirinya tak bisa mengungkapkan rasa bahagianya. Hari ini seperti hari menakjubkan yang tak pernah terlintas di kepalanya sejak dulu. 


Membayangkan bagaimana kehidupannya di masa lalu. Seakan hari ini hanyalah bualan mimpi untuk Cressida. Namun, dirinya harus kembali sadar. Ini bukanlah sebuah mimpi. Dirinya benar-benar telah menjadi istri dari seorang pria yang menolongnya ketika di club malam. 


Seorang pria yang menyebalkan dan mampu membuatnya jatuh cinta. Kehidupannya yang berubah tentu karena pertolongan suaminya itu. Dilepaskan dari belenggu kedua orang tua angkatnya hingga rentetan kejadian yang menakjubkan dan mampu membuatnya bertemu dengan keluarganya sendiri. 


"Ayo!" ajak Galexia meraih telapak tangan sang adik.


Ibu dari si kembar itu tak mau menyia-nyiakan waktu. Dia mengantarkan sosok sang adik menuju tempat dimana pangeran berkudanya berada.


Disana, di pelataran yang begitu indah. Cressida mampu melihat sosok pria yang sudah menjadi suaminya sejak beberapa menit yang lalu. Air matanya semakin menetes tatkala melihat Riksa disana sama-sama menangis sambil menatapnya. Sungguh momen yang begitu mengharukan dan membuat siapapun pasti ikut meneteskan air mata. 


"Kamu cantik," puji Riksa saat dirinya berdampingan dengan perempuan yang baru saja menjadi istrinya. 


"Mas juga tampan," ucap Cressida dengan malu-malu.


Riksa melebarkan senyumannya. Entah kenapa saat telinganya mendengar panggilan baru dari sang pujaan hati. Jantungnya berdegup dengan kencang. Dia merasa rasa cintanya pada Cressida begitu besar melebihi saat dia menyukai Galexia. 


Acara demi acara terus berjalan. Dengan bergandengan tangan, Galaksi dan Galexia berjalan ke arah pasangan pengantin baru. Mereka tersenyum dengan begitu bahagia hingga dua orang perempuan kakak adik itu saling berpelukan. 


"Selamat atas kehidupanmu yang baru. Semoga sakinah, mawaddah dan warrahmah," ucap Galexia tulus lalu memberikan kecupan lembut di dahi sang adik. 


"Terima kasih banyak, Kak," balas Cressida dengan mata berkaca-kaca.


"Selamat menikah," kata Galaksi lalu memberikan pelukan pada Riksa. "Semoga segera diberi keturunan."


"Aamiin," jawab Riksa dengan cepat.


"Kamu pengen cepet punya anak?" tanya Galexia penasaran.


"Tentu saja, Sia. Siapa yang akan menolak kehadiran sebuah rejeki?" tanya Riksa dengan serius. "Bukankah begitu, Sayang?" 


Riksa menarik pinggang istrinya hingga tubuh keduanya menempel. Dia memberikan kecupan sayang di pipi Cressida hingga membuat wanita yang memakai gaun pengantin itu begitu malu. 


"Sepertinya kau harus siap-siap, Adik Ipar," canda Galaksi menatap adik dari istrinya itu. 


"Maksud, Kakak?" tanya Cressida bingung. 


"Kau akan terus dihamili oleh pria mesum ini sampai perutmu benar-benar berisi." 


"Tumben kau pintar, Bodoh!" ucap Riksa memukul pundak Galaksi.


"Sudah sejak dulu." 


Keempatnya sama-sama tertawa bahagia. Mereka begitu senang karena tak ada lagi kecanggungan diantara mereka. Apalagi tatapan Riksa sudah begitu berubah. Tak ada lagi rasa cinta dihatinya untuk Galexia. Semua berganti dengan adanya Cressida yang saat ini sudah sah menjadi istrinya. 


"Untuk hadiah pernikahan kalian. Kami berdua, ah lebih tepatnya suamiku memberikan ini untuk kalian," ucap Galexia memberikan kotak merah itu kepada Cressida.


"Apa ini?" tanya pasangan suami istri itu bersamaan.


"Bukalah!" ucap Galaksi sambil memeluk pinggang istrinya dan mencium pipi Sia dengan raut wajah bahagia.


Dengan perasaan tak menentu. Cressida meletakkan bunga yang dia pegang di kursi pelaminan. Lalu perlahan dia membuka tali pita yang ada di kotak itu. Setelah terbuka, dia mulai membuka kotak itu hingga isi di dalamnya terlihat. 


Riksa meraih kunci itu dan menatapnya begitu seksama.


"Ini...ini," kata Riksa menatap Galaksi tak percaya.


Suami dari Sia itu mengangguk. Dia menepuk pundak Riksa yang terlihat begitu terkejut dengan hadiahnya. 


"Itu adalah kunci rumah untuk kalian. Semoga kalian bisa tinggal disana yah." 


"Ini dimana?" tanya Cressida tak sabaran. 


"New York," balas Galaksi begitu serius. "Rumah kalian tepat berada di samping rumah yang akan kami tinggali. Jadi, istri dan adik iparku masih bisa bermain bersama." 


~Bersambung~


Bang Galak emang suamiable banget, 'kan?


Aku juga mau, Bang. Punya suami kayak dirimu, hahaha.


Jangan lupa klik like komen dan vote yah. Terima kasih