The Billionaire Twin'S Baby

The Billionaire Twin'S Baby
Gigitan Venus




Saat semua orang dirundung kesedihan yang mendalam. Sebuah suara tepuk tangan menarik atensi mereka semua yang ada disana.


"Bagus...bagus sekali drama ibu dan anak," ucapnya dengan berjalan begitu angkuh. "Oh tentu saja bagus. Siapa lagi ibunya 'kan?" 


"Wanita rendahan, penjilat dan mata duitan pasti sedang mengincar anakku yang sedang naik daun." 


"Mama!" sentak Galaksi beranjak mendekat ke arah wanita yang melahirkannya. "Apa maksud, Mama?" 


"Kau sudah buta oleh cintamu, Galaksi. Kau hanya diperbudak oleh wanita ini," serunya memandang Sia dengan tatapan menjijikkan. "Lihatlah! Kemana saja dia selama ini? Kenapa baru sekarang dia muncul dan membawa anaknya ke hadapanmu?" 


Nafas Galaksi memburu. Tangannya mengepal dengan emosi yang begitu memuncak. Sudah cukup dia menjadi anak penurut untuk mamanya. Sudah cukup dia menjadi Galaksi yang bukan dirinya sendiri selama enam tahun ini.


Mamanya benar-benar berubah. Dia bahkan tak mengenal mamanya saat ini. Seingat Galaksi, dulu saat dia masih sekolah dasar, Mamanya begitu baik padanya. Bahkan wanita itu tak pernah membedakan status siapapun temannya. Berbeda sekali dengan mamanya yang sekarang. Mata duitan dan selalu mengutamakan harta dan status sosialnya untuk wanita yang ia dekati. 


"Kenapa? Kau ingin membelanya hah? Kau ingin menjadi anak durhaka?" cerca Pandora dengan menatap Galaksi tajam. 


Nafas pria dengan tangan yang terluka itu terlihat memburu. Mata tajamnya terus menatap lekat ke arah Pandora. Dia berjalan mendekat pada sosok ibunya itu dengan emosi yang sudah tak bisa dijabarkan. 


"Ya. Aku akan menjadi anak durhaka. Selama ini aku sudah pasrah menjadi anakmu. Semua hal diatur oleh Mama hingga aku menceraikan istri dan menelantarkan anakku," ucap Galaksi penuh penekanan. "Tapi jangan harap sekarang aku akan diam. Jika Mama berani menghina anakku dan Sia, aku tak akan ragu lagi untuk membalas perlakuan, Mama." 


Pandora terdiam. Dia begitu marah dengan jawaban Galaksi. Ini bukan rencananya dan dia tak mau anaknya itu menjadi pemberontak. Sungguh semua ini karena ulah Sia dan hanya perempuan itu lah yang patut disalahkan. 


"Lihat! Gara-gara kau anakku melawan!" serunya menatap Sia yang sedari tadi diam.


Bahkan perempuan itu membiarkan anak dan ibu itu saling mengancam. Hati Sia masih diliputi kesedihan. Dia masih memikirkan perasaan anaknya yang pergi meninggalkannya.


Matanya terpejam. Sia lelah dengan semua ini. Namun, mendengar cercaan mantan mertua di telinganya tentu menyulut emosinya. Kenapa mertuanya itu tak lelah? Bahkan ketika dia dan putranya sudah bercerai, perempuan tua itu masih mengancamnya. 


"Lihat saja kau, Pelacur…akhhhh!" teriaknya dengan mengibaskan kaki kanannya. 


Pandora berteriak saat pahanya terasa sakit. Ketika pandangannya menunduk, dia langsung tertuju pada sosok anak kecil yang sedang menjulurkan lidah kepadanya. 


"Dasar bocah nakal. Sini kau!" serunya dengan wajah yang menahan sakit.


"Nenek peyot nakal. Jadi halus digigit bial gak belulah," ucapnya dengan wajah mengejek.


"Kau dan ibumu sama saja. Sama-sama tak punya harga diri!" serunya dengan marah.


"Venus punya halga dili, Nenek Peyot," ucapnya dengan berkacak pinggang. "Halga dili Venus lebih mahal dalipada halga dili, Nenek peyot!"  


"Kau!" Saat tangan Pandora bersiap menyerang. Sebuah tangan dengan sigap menahannya.


Dia menatap penuh kebencian ke arah wanita tua bermulut pedas ini. Sudah cukup sejak tadi dirinya diam. Dia membiarkan harga dirinya diinjak-injak karena ada sosok Galaksi disana. Namun, ternyata keterdiaman dirinya, tak membuatnya berhenti menghinanya.  


"Kau boleh memukul dan menjambakku, tapi untuk menyentuh anakku, jangan harap aku akan mengizinkannya!" ancamnya dengan semakin mengeratkan cengkraman tangannya.


Wajah Sia benar-benar serius. Bahkan tak ada lagi raut wajah lemah lembut dan mengalah. Dia sudah berubah menjadi sosok tangguh demi anak-anaknya. Sia berubah menjadi sosok wanita kuat ketika harga diri anak-anaknya yang mulai diinjak-injak.


Semiskin apapun dirinya, sekaya apapun dia yang menghina. Sia tak akan mengizinkan siapapun menghina anak-anaknya. Mars dan Venus adalah sosok anak yang diberikan tuhan untuk menguatkannya disaat lemah. Hingga hal itulah, Sia akan terus berjuang dan melawan siapapun yang ingin merendahkan kedua anaknya. 


Sedangkan Galaksi, pria itu menatap Mama dan mantan istrinya dengan penuh tanda tanya. Sejak tadi dirinya melihat dan mendengarkan apa yang diperdebatkan keduanya. Namun, ingatannya hanya tertuju pada perkataan Sia yang mengatakan tentang 'menjambakku.'


Apa maksud mantan istrinya itu?


Apa jangan-jangan, Mamanya pernah melakukan sesuatu pada Sia. Hingga lamunan Galaksi buyar dengan teriakan sang mama.


"Berhenti, Ma. Lepaskan Sia!" seru Galaksi marah ketika melihat mamanya ingin memukul sang mantan istri.


Galaksi benar-benar kewalahan. Namun, saat matanya tanpa sengaja menatap tingkah Venus, tiba-tiba senyum kecil terbit di bibirnya.


Anaknya itu ternyata tak tinggal diam. Dia ikut membantu dengan memukul kaki Pandora hingga membuat Galaksi lupa dengan apa yang ingin dia lakukan.


"Venus!" teriak Sia saat tubuh kecil sang putri terhuyung ke belakang.


Pandora benar-benar nenek tua sihir yang dengan teganya menendang tubuh kecil Venus yang memukulinya. 


"Sudah aku bilang 'kan! Jangan pernah menyentuhku anak haram." 


"Mama!" suara Galaksi menggelagar. Bahkan wajahnya memerah menandakan dia begitu emosi.


Tingkah lucu sang anak yang tadi ia lihat menguap terganti amarah yang berkobar. Dia tak terima putrinya disebut anak haram. Apalagi ketika Galaksi sudah tahu yang sebenarnya, jika Mars dan Venus adalah anak kandungnya. Dia tak akan memberikan ampun pada siapapun yang menghina mereka.


"Sudah cukup, Ma. Sudah cukup penghinaan Mama selama ini." 


"Tapi ini juga karena…" Galaksi mengangkat tangan kanannya.


Menandakan dia tak mau mendengar alasan apapun lagi. Galaksi sudah lelah. Bahkan dia melupakan tangannya yang terluka karena perdebatan ini.


"Jika Mama masih menghina dan mengganggu mereka. Galaksi jamin semua fasilitas Mama, akan aku cabut!" 


"Kau!" Pandora kehabisan kata. Dia memilih pergi dan berlalu tanpa memperdulikan penampilannya yang sudah kacau balau. 


Dress yang dia gunakan sudah rusak. Bahkan tangannya terdapat beberapa cakaran dari kuku Sia dan gigitan Venus. Sungguh Pandora seperti terjatuh dan tertimpa tangga. Benar-benar buruk sekali nasibnya sekarang.


"Aku harus segera menjalankan rencanaku yang lain. Kalau tidak, aku yakin mereka akan mencemari otak Galaksi dan menyuruhnya untuk membuangku." 


Setelah kepergian Pandora, suasana di koridor itu terasa sunyi. Untung saja, sepanjang pertengkaran mereka tak ada orang yang berlalu lalang. Mungkin karena di lantai ini juga khusus untuk ruangan VVIP, jadi hanya orang tertentu saja yang bisa masuk kesini.


Kembali pada Galaksi. Pria itu menatap dua wanita yang begitu dia sayangi. Sosok yang sudah dia beri luka hati, ternyata masih mampu memaafkannya. 


"Maafkan Mama, Sia," kata Galaksi pelan.


Galexia tak menjawab. Namun, matanya dengan tegas menatap Galaksi yang juga sedang menatapnya. "Lebih baik kamu selesaikan urusanmu dengan Mamamu terlebih dahulu, sebelum kau mendekati Mars dan Venus."


"Aku tak mau karena kamu, anakku akan menjadi bahan hinaan mamamu yang mata duitan itu," serunya sambil menarik tangan sang putri.


"Bental, Ma," ucap Venus hingga pegangan tangan Sia terlepas.


Venus mengulurkan tangannya dengan wajah lugu. Galaksi yang bingung, hanya menuruti tingkah sang anak. Dia mengira putri kecilnya ini akan mencium tangannya. Namun, ternyata dugaannya salah.


"Awww. Kenapa digigit?" keluh Galaksi sambil memegang tangannya yang digigit oleh Venus dibagian yang tak terluka. 


"Kalena Om, Abang jadi malah sama Mama. Kalau om belulah lagi, Venus bukan hanya mengigit tapi akan menalik hidung Om sampai sepelti pinokio." 


~Bersambung~


Bagus, Nak. Nanti hajar yang kuat si Nenek Peot. Enak bantu ntar yak, hahaha.


Maaf baru update yah. Biasa hari libur, si adek paling kecil minta renang alhasil si bocil minta ikut. Akhirnya baru pulang dan ngetik.


Makasih yang mau nungguin. Jangan lupa tekan like, komen dan vote yah.


Tembus 250 like lagi. Aku update!