
Setelah banyaknya cobaan, akhirnya sekarang tibalah masa kebahagiaan.
Itulah perumpamaan yang cocok untuk menggambarkan kondisi pagi hari ini. Rerumputan, dedaunan menjadi mengkilap karena adanya air embun yang membasahi. Tak lupa, sinar matahari yang menyinari menambah kehangatan dan kecantikan alam yang begitu indah ini.
Pagi menjelang, pada hari yang cukup cerah dengan hadirnya sinar mentari yang tampak dari ufuk timur. Para hadirin yang meliputi keluarga, sanak saudara, tetangga terdekat, serta sahabat sudah mulai hadir mengisi kursi yang disediakan oleh Tuan Rumah.
Rumah mewah milik keluarga Galexia menjadi salah satu tempat yang disepakati untuk tempat cinta keduanya akan kembali dipersatukan. Keduanya sudah memilih dan bermusyawarah, jika prosesi akad nikah sampai resepsi akan dilaksanakan di rumah Galexia.
Rumah Mewah ini tentu kini sudah dihias dengan sedemikian rupa. Sesi acara ikat janji suci tentu membuat dua keluarga menyiapkan semuanya depan cermat dan teliti. Mereka tak ingin ada satu hal sedikitpun yang akan menjadi kacau jika mereka lalai.
Mengusung tema indoor and outdoor wedding party, semua acara akan dilakukan di dalam rumah dan di luar rumah. Sekaligus, taman belakang serta samping menjadi spot terbaik yang diberikan tim WO kepada mereka. Dari ijab kabul yang dilaksanakan di ruang indoor hingga resepsi yang akan dilaksanakan di luar rumah. Semua tempat sudah dihias dengan begitu indah dan memanjakan mata.
Para tamu undangan yang totalnya hampir 5000 undangan dijamu begitu nyaman dan profesional oleh para WO terbaik. Tak tanggung-tanggung Galaksi mengeluarkan banyak uang untuk menjadikan pesta pernikahannya begitu nyaman dan indah seperti ini. Dia ingin memberikan kesan nyaman pada tamu yang sudah berkenan hadir di acara spesial yang bisa dia wujudkan kembali setelah perpisahannya.
Sebuah altar bernuansa putih menghadap ke arah taman sudah berdiri tegak nan mewah disana. Terdapat dua kursi yang langsung berhadapan dengan kursi penghulu dan wali dari pihak wanita. Dekorasinya begitu cantik sehingga begitu membuat mata yang melihat terpukau. Kursi-kursi sudah tertata rapi untuk para tamu undangan yang menjadi saksi janji suci bersatunya kembali antara Galaksi dan Galexia.
Di beberapa bagian ruangan, di sudut-sudutnya pula diberi rangkaian bunga berwarna putih yang melambangkan kesucian. Aroma wangi nan segar begitu terasa bagi para tamu yang berada di ruangan itu.
Di sisi lain ruangan, bagian depan rumah sudah diubah menjadi tempat perjamuan bagi para tamu undangan yang hadir. Semua jenis makanan sudah disiapkan atas saran dan permintaan dari kedua keluarga besar. Dari makanan Indonesia dan western semua sudah disiapkan dengan begitu rapi.
Dua pihak keluarga memang menyiapkan semua itu karena keluarga Galexia dan rekan-rekan kerja Galaksi juga akan datang ke resepsi mereka ini. Maka dari itu semua sudah disiapkan dengan begitu nyaman hingga tak ada lagi pihak manapun yang merasa tidak nyaman.
Selain makanan berat. Mereka juga menyiapkan makanan ringan khas Indonesia. Serta beberapa minuman khas seperti dawet, es doger pun mereka sajikan.
Untuk pelaminan yang akan digunakan sebagai resepsi, sudah disiapkan dengan begitu cantik dan nyaman. Tak lupa juga di bagian kanan pelaminan terdapat wedding cake dengan 2 tingkat. Pihak yang memilih pun adalah Galexia dan Galaksi sendiri. Karena Galaksi begitu ingin mengabulkan keinginan pernikahan keduanya seumur hidup hingga membuat kesan bagi keduanya agar tak terlupakan.
Di sebuah ruangan, tampak seorang pria sedang merapikan jas yang ia pakai. Dia berdiri di depan cermin sambil mencermati penampilannya ini. Galaksi benar-benar ingin tampil sempurna hanya untuk calon istrinya. Hingga hal itu tentu membuatnya betah berdiri disini hanya untuk membenarkan pakaiannya sampai serapi mungkin.
"Lo udah siap?" tanya sebuah suara yang baru saja masuk ke dalam kamar Galakai.
Pria tampan yang memakai pakaian serba putih khas pengantin itu menoleh.
"Hmmm," sahut Galaksi cuek.
Pria itu masih mengingat candaan sahabat gilanya itu dan dengan bodohnya Galaksi malah mempercayai dan mengeceknya sendiri.
"Gimana perasaan lo, Lak?"
Galaksi mengernyit, tapi dia bisa melihat rasa penasaran yang tinggi dari diri Leo. Ahh jiwa jahilnya mulai keluar. Dia sedikit menoleh dan berkata sedikit berbisik.
"Deg-degan lah."
"Yakin, Lo?"
"Yakin," sahut Galaksi pura-pura kesal. "Kalau Lo mau, Lo bisa nikah juga hari ini."
"Apa!" Leo mendelikkan matanya.
Dia menggelengkan kepalanya dengan tangan dia letalkan di pinggang.
"Jangan ngadi-ngadi deh, Lo!"
"Emang Lo gak mau nikah, apa?"
"Ya, mau lah," sahut Leo dengan jutek.
"Mangkanya nikah sekarang aja, bareng gue. Itung-itung gak perlu modal soal tempat dekor."
Ingin rasanya Leo menutup mulut Galaksi dengan sambal. Namun, dirinya tentu mengingat jika hari ini adalah hari spesial sahabatnya itu. Hingga hal itulah yang membuat Leo banyak-banyak mengelus dada.
"Lo kira nikah gampang apa?" seru Leo dengan kesal. "Belum nyari istrinya lagi."
"Bisa diatur. Mau gue cariin?" tawar Galaksi sambil mengangkat salah satu alisnya.
Dengan spontan Leo menggeleng. Dirinya menolak mentah-mentah permintaan sahabatnya itu. Jujur dirinya tak percaya seratus persen dengan pilihan sahabatnya itu.
"Gak perlu, makasih," ujar Leo sambil beranjak berdiri. "Lo udah apal kan lafadz ijab qabulnya?"
"Hafal lah!"
"Bagus. Jan sampek lo lupa. Entar gue yang nikahin Sia," candanya yang langsung dihadiahi lemparan kertas padanya.
"Bangsaaat!"
Saat Leo hendak membalas, suara panggilan dari arah pintu membuat kepala keduanya menoleh. Disana, muncullah sosok Mama Pandora yang masuk sendirian dengan mata berkaca-kaca.
Wanita paruh baya itu tak tahu harus mengatakan apa-apa lagi. Dirinya terlalu bahagia dengan hari pernikahan anaknya ini. Dirinya juga begitu bersyukur bisa menemani putranya menikah meski yang kedua kalinya.
"Rupanya ada disini kamu, Le?"
"Ah iya, Tan," sahut Leo tak enak hati. "Tante pasti mau ngobrol sama putra Tante ini, 'kan."
Pandora terkekeh. Namun, dirinya tak membantah. Jujur kedatangannya kali ini ingin mengatakan sesuatu sebelum anaknya kembali mengarungi bahtera rumah tangga. Hingga anggukan kepala mama dari Galaksi membuat Leo pamit undur diri dan meninggalkan mama dan anak di dalam kamar.
"Duduk, Ma," kata Galaksi setelah sahabatnya keluar dari kamar.
Akhirnya ibu dan anak itu saling berhadapan. Galaksi bisa melihat mata sang mama memerah. Dengan sigap dan penuh perhatian, dia menggenggam tangan Pandora dan menciumnya dengan penuh kasih sayang.
"Ada apa, Ma?" tanya Galaksi dengan telapak tangan sang Mama yang diletakkan di pipinya.
"Mama boleh minta sesuatu sama kamu, Nak?"
"Tentu, Ma. Mama boleh minta apapun sama Galaksi," sahutnya dengan yakin.
Suasana tiba-tiba hening. Mama Pandora masih diam seakan sedang mengatur nafasnya yang terus memompa karena menangis. Sejujurnya dia bukannya sedih, melainkan dirinya terlalu bahagia melihat anaknya bisa meraih kebahagiaannya lagi.
Berkumpul dengan ibu dari anak-anaknya dan kedua bocah anak kandungnya, tentu membuat Pandora yakin jika anaknya tak akan melakukan kesalahan untuk kedua kalinya.
"Jangan pernah melakukan perbuatan bodohmu lagi, Nak!" kata Pandora memulai. "Rubahlah sikapmu dan lebih bersabar menghadapi istri dan anak-anakmu."
Galaksi terdiam. Dirinya tetap mendengarkan segala nasehat mamanya yang begitu berarti untuknya.
"Berikan kepercayaan pada istrimu, maka kamu akan mendapatkan kepercayaan juga dari dia. Jangan mudah percaya dan dihasut omongan orang tentang rumah tanggamu, sebelum kamu mendengar dari bibir istrimu sendiri," kata Pandora dengan tegas.
Jujur perkataan mamanya benar-benar seperti menghunus hatinya. Galaksi benar-benar tak bisa berkata-kata lagi karena apa yang dikatakan mamanya memang benar.
"Galaksi berjanji akan berubah, Ma."
"Harus, Nak. Ingatlah! Kesempatan ketiga tidak akan pernah ada jika kesempatan kedua sudah kamu hancurkan. Ingat itu!"
~Bersambung~
Dengerin Galaksi! Ingat jangan aneh-aneh lagi. Entar Sia kubikin kabur loh!
Jangan lupa klik like, komen dan vote yah. Biar author makin semangat ngetiknya.