The Billionaire Twin'S Baby

The Billionaire Twin'S Baby
Kepulangan Mars




Suara tawa bahagia tentu terdengar jelas di ruang rawat milik Mars. Hari ini, putra dari pasangan Galaksi dan Galexia diizinkan pulang. Akhirnya setelah dua hari berada disini, mereka bisa segera kembali ke rumah.


Venus, sosok bocah kecil itu tak henti-hentinya bolak balik dari kamar ini ke kamar sebelah. Dia keluar masuk karena ingin menemui sahabatnya yang tak lain dan tak bukan, Titania. 


"Sayang sudah. Jangan keluar masuk terus!" peringat Sia saat putrinya meminta minum kepadanya. 


"Venus cuma mau nemenin Tania, Mama. Kasihan dia sendilian," kata Venus dengan bibir mengerucut.


Ya, sebenarnya sejak tadi Venus juga merasa lelah. Tapi, ketika menyadari sahabat barunya ada di ruangan sebelah, tentu membuatnya melupakan rasa lelah untuk berjalan kesana kemari menemui sahabatnya itu.


"Tapi nanti kalau Venus capek, bagaimana?" tanya Sia dengan menaikkan alisnya. 


"Nanti Adek minta pijitin Papa," ucap Venus yang mengundang tawa ibu dan anak itu begitu lepas.


Sia tak menyangka jika putrinya memiliki pemikiran seperti itu. Namun, apa yang dikatakan Venus ada benarnya. Bukankah selama ini Galaksi selalu menyetujui permintaan putrinya. Pria itu bahkan tak pernah menolak sedikitpun apa yang diminta oleh Venus.


"Semua sudah siap?" kata Galaksi setelah menggendong putranya untuk duduk di kursi roda.


"Sudah, Papa." Venus melompat lalu dia berlari ke arah sang Kakak.


"Kita ke kamalnya Tante Flo dulu ya, Bang," bisik Venus dan menampilkan puppey eyesnya. 


Mars mengangguk. Lalu dia meraih tangan sang Papa yang hendak mendorong kursi rodanya.


"Ada apa, Bang?" 


"Boleh mampir ke kamarnya Tante Flo, Pa? Abang mau tengok keadaannya "


Ucapan Mars tentu membuat Galaksi dan Galexia saling menatap. Keduanya tersenyum dan mengangguk menuruti permintaan buah hatinya.


Akhirnya semua keluarga mulai keluar dari ruangan Mars. Mereka segera berbelok ke kiri untuk masuk ke kamar yang ditempati oleh Flora.


Saat pintu itu terbuka. Terlihat Tania sedang menyuapi sang Mama dengan telaten. Bocah itu benar-benar harus berubah menjadi sosok yang dewasa karena keadaan.


"Tidak apa-apa, Sia. Aku bahkan bahagia jagoan datang kemari," jawab Flora dan menatap Mars yang mendekat ke arahnya. 


"Apa kabar, Tante?" 


"Tante baik-baik saja, Mars," kata Flora dengan tersenyum tipis. "Kamu mau pulang?" 


Mars mengangguk. 


"Udah sembuh? Gak ada yang sakit?" 


Flora menggerakkan tangannya dengan pelan. Dia meringis saat telapak tangannya tak sampai untuk menggapai kepala putra dari Sia.


"Jangan belgelak, Tante. Tante bobok aja," kata Venus yang berdiri di sebelah kursi roda Mars.


"Iya. Tangan Tante sakit. Jadi gak sampai," balas Flora dengan miris.


"Pelan-pelan aja, Flo. Jangan dipaksain, yang penting sekarang kamu aman." 


Apa yang dikatakan oleh Sia benar adanya. Akhirnya suaminya itu ditangkap dan dipenjara. Galaksi benar-benar membantu Flora untuk mengumpulkan bukti visum agar suaminya itu mendekam di penjara.


"Terima kasih banyak, Sia. Kamu bahkan sampai menyiapkan penjaga di depan untukku dan putriku," ucap Flora dengan pelan.


Wanita itu benar-benar tak tahu harus membalasnya dengan apa. Sia benar-benar begitu baik dengannya sampai memberikan pengamanan yang ketat untuk mereka.


"Jangan pikirkan itu, Flo. Yang terpenting sekarang kamu harus semangat untuk sembuh."


~Bersambung


Detik-detik mo tamat, hahhaa. Kaborr ah.


Jangan lupa klik like, komen dan vote.