
Hai mampir ke cerita temanku yah.
🌴🌴🌴
Bahan promo:
"Pak Joy, penyelidikan kita di ketahui dan sekarang anda dalam bahaya, saya ingin mengingatkan berhati-hatilah pria itu bisa menyerang anda kapan saja. Tapi anda jangan khawatir kami pihak kepolisian akan mengutus tim kami untuk melindungi anda. Untuk sekarang anda harus berhati-hati." Mimik wajah Joy yang tadi nya tenang kini berubah jadi tegang.
Pekerjaan nya ini memang sangat beresiko dan Joy tahu akan hal itu karena orang yang di selidiki nya saat ini bukan lah orang sembarangan dia adalah seorang mafia, seorang bandar narkoba terbesar di dunia, dengan jabatan nya sebagai mafia narkoba pengikut nya, anak buah nya tidaklah sedikit dia pasti mempunyai orang-orang kepercayaan nya di berbagai negara, termasuk indonesia dan membuat diri nya mudah untuk menyerang orang yang berani mengusik hidup nya.
"Joy ada apa? siapa yang telepon?" Stella yang melihat perubahan raut wajah Joy pun bertanya namun Joy tetap diam.
Joy, panggil Stella lagi
"Stella ayo kita pergi." Joy menarik tangan Stella untuk beranjak dari kursi dan pergi dari taman.
"Joy sebentar lagi kenapa buru-buru!" belum sempat Joy menjawab, tiba-tiba
Dor! Dor!
Ahh
Stella,
Suara tembakan terdengar membuat mereka terkejut. Terlihat beberapa pria yang bertumbuh tegak dan kekar, dengan pakaian serba hitam, berada di belakangnya dengan senjata api yang di pegang nya.
Dor! Dor! Dor!
Segerombolan pria itu kembali menembakan senjata apinya, yang mengarah ke pada Joy dan Stella, seolah-olah mereka sedang menyerang musuh nya.
Dengan sigap Joy langsung menarik tangan Stella,untuk berlari dari sana tanpa memperdulikan suara tembakan dari belakangnya. Stella yang ketakutan hanya menutup mata dan juga telinga nya suara itu benar-benar membuatnya takut seumur hidupnya baru kali ini Stella mendengar suara itu secara nyata, yang biasanya selalu dia dengar dari menonton film atau pun berita tentang *******.
"Joy,siapa mereka kenapa menyerang kita?" teriak Stella, namun Joy tidak berkata sepatah kata pun, Joy terus berlari dan tak pernah melepaskan genggaman nya pada Stella,
Dor! Dor!
Dari arah belakang dua mobil hitam sedang mengejarnya. Sesekali mereka mengarahkan kembali senjata api nya mencoba mengenai mobil milik Joy, namun tembakan nya tak pernah mengenai sasaran .
Damn it
Ucap orang itu yang kesal karena tembakannya meleset .
Chase him, fast … fast … fast ...
Pria itu menyuruh temannya untuk lebih cepat lagi memacukan mobilnya, untuk mengejar mobil di depannya.
Damn it
Pria itu mengerang ketika sasarannya semakin jauh, dan ada sebuah mobil yang menghalangi jalannya.
Tid … tid … tid ...
Si teman di sampingnya terus membunyikan klakson agar mobil itu menyingkir dari hadapannya, sialnya mobil itu tetap tidak menyingkir, membuat pria itu kesal dan tidak bisa lagi menunggu.
Di luar dugaan
Dor!
Pria itu mengarahkan senjata api nya mengenai mobil itu, membuat mobil itu hilang keseimbangan dan
Boom …
Terjadilah ledakan hebat di tengah jalan raya, mobil itu berguling, dan hancur juga terbakar. Tanpa rasa bersalah pria itu melewati mobil itu begitu saja, dan kembali mengejar mobil yang menjadi sasaran nya.