
4 hari kemudian...
Brakkk... Suara bantingan kertas koran membentur keras di atas meja kerja Shamus. Shamus memijat keningnya lembut. Berita hari ini membuat Shamus kesal dan tak habis pikir.
Medina yang berada di samping Shamus memperhatikan isi koran hari ini dan halaman yang sedang di baca oleh Shamus. Jangankan Shamus, bahkan ia sendiri pun kaget dengan apa yang ia lihat. Foto Daniel dan Ara dengan ceria bermain bersama seorang anak laki-laki dengan latar pantai dan laut di terpampang nyata di sampul utama koran itu. Foto mereka berukuran cukup untuk menarik perhatian, bahkan judul headline yang di tulis lebih bisa menarik perhatian, "Istri bos Top Hill akhirnya terungkap".
" Tuan Marquess, apa ada perintah?" tanya Medina pada Shamus.
"Hentikan semua berita tentang Daniel itu dan cari tahu dimana Daniel sekarang, aku akan menemui mereka" titah Shamus masih memijat keningnya yang mendadak pusing memikirkan kelakuan cucunya yang sulit di atur ini.
"Baik Tuan," Medina hendak pergi namun langkahnya berhenti, "Apakah saya harus meminta dokter keluarga datang memeriksa Anda?!"
"Tidak, pergilah, lakukan yang aku suruh saja!"
"Baik" kemudian Medina menghilang dari balik pintu.
Meskipun Shamus dapat menghentika seluruh berita tentang Daniel, namun berita hari ini sudah terlanjur di sebar luaskan, bahkan jumlah "like dan komentar" di akun berita online sudah di sebarkan dan dilihat ratusan ribu orang tak terkecuali Aldric dan Meilyn.
Aldric berada di ruang kerja miliknya, dengan elegan menyesap cerutu mahal masuk ke dalam mulutnya dan menghembuskan asap putih ke udara sambil tangannya masih memegangi koran yang sama dengan yang di lihat Shamus.
"Lalu apa yang akan kau lakukan? jangan katakan kau akan membawa anak Deisy masuk ke rumah ini, Aldric!" Seru Meilyn dengan nada tinggi pada Aldric yang duduk di ruang kerjanya.
"Aku cukup diam selama ini, Meilyn! apa kau akan tega melihat anak mu menderita seperti ini?lagipula anak mereka adalah cucu kita, di dalam darahnya mengalir darah Qin!"
Meilyn mendengus sinis, selama ini ia berusaha menutup mata tentang perasaan suaminya pada Deisy, bahkan setelah Deisy hilang pun pria ini tak juga melepaskan perasaannya pada wanita itu. Sekarang ibunya tak ada anaknya justru datang menikah dengan anak laki-laki kebanggaannya dan bahkan melahirkan anak untuknya! Meilyn merasa Deisy tak pernah benar-benar pergi dari hidupnya.
"Jadi kau benar-benar akan membawa mereka kesini?"
"Tentu saja" Suara tegas Aldric membuat hati Meilyn memanas. Aldric bergegas keluar dari ruangan kemudian menelfon seseorang.
***
4 hari sebelumnya..
Denis masih menggenggam tangan Ara dan mencoba meyakinkan wanita itu untuk bisa menerimanya.
Ara menatap manik mata Denis dalam, ia memang melihat cinta di sana, namun yang ia tak temukan adalah hati untuknya. Ara memang tidak tahu bagaimana hubungannya dengan Denis sebelum kehilangan ingatan itu, tapi ingatan sebelum 2 tahun itu ia hanya melihat Denis sebagai kakak untuknya. Bertahun-tahun bersama dan juga tumbuh bersama ia tak berpikir sedetikpun memiliki perasaan yang lebih dalam untuk Denis selain rasa terimakasih padanya.
"Kak, aku terlalu bingung saat ini. Aku bahkan tidak tahu mana yang harus aku pilih, Brandon atau perasaanku sendiri. Aku tahu kau menerima Brandon tentu saja karena aku, tapi, tapi jika kau tak juga bisa memiliki hatiku apa kau masih akan tetap bisa menerima Brandon? jika kelak kita menikah dan memiliki anak kita sendiri, apa kau akan tetap menyayangi Brandon seperti anakmu sendiri? aku takut....... "
Denis dengan cepat menarik tengkuk Ara dan mencium bibir Ara sama seperti yang Daniel lakukan sebelumnya. Ara terkejut namun menutup matanya, berusaha menemukan hatinya untuk Denis dengan sentuhan ini, tapi anehnya perasaannya justru semakin kalut. Ia tak merasakan debaran yang sama seperti yang Daniel berikan saat menciumnya di mobil beberapa waktu yang lalu. Ara segera membuka matanya dan mendorong Denis menjauh.
"Kenapa? kenapa kau tak bisa menerima ciuman ku seperti kau menerima ciuman darinya Ara?setelah kau mendengar cerita yang sesungguhnya apa kau tetap tak bisa membencinya?"
Kata-kata yang di ucapkan Denis tentu saja ada benarnya. Ia telah mendengar kenyataan yang membuatnya menangis merasakan perihnya beberapa waktu lalu, tapi kenapa hatinya terus meronta dan bayangan keputusasaan wajah Daniel terus menerus masuk di dalam ingatannya.
"Maafkan aku, Kak" Ara buru-buru pergi dari tempatnya duduk saat ini. Denis pun tak mencoba menghalangi langkah Ara, ia hanya memperhatikan punggung Ara yang hilang masuk ke dalam sebuah taksi.
"Kemana tujuanmu,Nona?" tanya supir taksi itu menatap Ara dari balik kaca spion.
"Angel Wings"
Hari sudah hampir gelap, Ara memutuskan untuk pergi menemui peter. Ara merasa semua yang di katakan Peter sebelumnya, terlihat seperti ia sudah mengenal Daniel.
"Siapa sebenarnya kau itu, Kek?" Batin Ara dalam hati.
Tak menunggu lama, mobil taksi yang mengantarkannya kembali ke Angle Wings pun sampai. Ia masuk ke dalam gerbang, matanya langsung tertuju pada satu-satunya mobil mewah di sana. Hati Ara menjadi seketika merasa aneh,
"Sudah hampir 2 jam berlalu dan Daniel masih berada di sini? kenapa? kenapa aneh sekali?" batin Ara.
Setengah berlari, Ara masuk ke dalam panti itu dan menuju bangsal tempat Peter berada. Langkah cepatnya melambat ketika samar-samar ia mendengar suara familiar yang terdengar membicarakan sesuatu dengan serius.
"Cincin ini, adalah cincin yang Ara berikan padaku saat ulang tahunku beberapa hari lalu" Peter memberikan sebuah cincin pada Daniel, Daniel meraih cincin itu dan memandanginya dengan seksama. "Cincin itu sebenarnya cincin turun temurun keluargaku yang pernah ku berikan pada mendiang istriku, sesaat sebelum ia meninggal. Ia memintaku menjaga dan memberikan cincin ini kelak pada orang yang pantas menerimanya. Aku menyimpan cincin ini dengan sangat khusus, tak di sangka salah satu dari keluargaku mencurinya dan menjualnya pada Wingsley diam-diam dan kemudian menjebak Wingsley dengan mengatakan mereka mencurinya. Awalnya aku tak tahu cincin itu ternyata dijual, awalnya pun aku meyakini Wingsley lah yang mencuri cincin itu , tapi belakangan kebenaran terungkap. Sekarang, aku akan memberikannya padamu, meskipun Ara tak mengingat apapun, aku percaya padamu Daniel. Aku percaya kau tidak akan berniat buruk pada Ara, maka jagalah baik-baik cucuku, seperti yang aku katakan. Ara adalah kekayaan terakhirku, aku titipkan padamu"
Tiba-tiba Peter memegangi dadanya yang terasa seperti tertusuk-tusuk, nafasnya mulai tersengal-sengal. Dengan cepat Daniel berdiri dan berlari keluar kamar hendak memanggil dokter dan suster. Saat pintu terbuka, wajah Daniel semakin terkejut mendapati Ara berdiri di balik pintu dengan air mata berlinangan.
"Ara?! kau, kenapa di sini?"
Saat pintu terbuka, ia melihat Daniel yang berwajah panik, Ara segera menoleh pada Peter di belakang tubuh Daniel.
"Daniel, Kakek kenapa?"
"Aku jelaskan nanti, tunggu dan jaga Cliff di sini dan aku akan panggil dokter dulu dan akan segera kembali!!" Tanpa menunggu lama Daniel segera berlari mencari pertolongan dan Ara segera masuk mencoba merebahkan Peter di atas kasur. Pria tua ini telah tak sadarkan diri saat Ara masuk.
Beberapa saat kemudian, Dr. Mia datang masuk ke bangsal Peter. Ara segera mundur dan berdiri di samping Daniel. Daniel melingkarkan tangannya menggenggam lengan Ara. Ara terlihat sangat panik saat ini.
"Ara, aku adalah seorang psikiater, aku tak terlalu tahu banyak tentang penyakit dalam, baiknya kita bawa Peter segera ke rumah sakit agar Denis yang menanganinya"
Mendengar nama Denis, pikiran Ara semakin kalut saat ini. Bagaimana dia bisa kembali merepotkan pria itu setelah apa yang ia lakukan pada Denis barusan, tapi di kota G ini, memang rumah sakitnya lah yang terbesar dan lagi Denis adalah direktur utama, membantu Peter dengan merekomendasikan dokter terbaik pasti bukanlah hal yang sulit untuknya.
Ara kemudian mengangguk dan Peter segera di bawa ke rumah sakit keluarga Han.
#Hai my lovely Readers, terimakasih ya sudah mau setia baca novelku sampai bab ini, gak nyangka udah sampai bab 97an, mantap!! ini semua berkat komentar-komentar positif kalian aku jadi semangat nulisnya 😁😁.. jangan berhenti komentar positif, like, love dan Vote novelku ini dan novelku yang lain ya (bisa cek di profil ku) .. makasi banyak readers 💞
Rekomendasi novel bagus, jangan lupa mampir ya kak:
1) Promise - Light Queen ❤