
"Hmm, jadi mereka sempat mematikan semua CCTV di sana ya? cerdik sekali" Ujar Tritan berbicara pada Zang melalui ponselnya, ia tahu semua ini tidak akan semudah itu. Apalagi semua masalah yang berhubungan dengan Romanof atau Qin, tidak akan mudah.
"Tapi Tuan Muda, aku mendapatkan satu rekaman dari salah satu dasbor mobil yang sedang terparkir di sana, namun setelah saya perhatikan, mungkin nona yang belakangan ini sering bersama anda ada hubungannya dengan kejadian ini, Tuan"
Mendengar ucapan Zang, Tritan yang semula santai mendengarkan ucapannya tiba-tiba wajahnya berubah menjadi sangat serius.
"Maksudmu Elly?"
"Benar, saya sudah mengirimkan rekaman itu ke dalam email anda, silahkan di cek"
Tak banyak basa basi, Tritan segera membuka email yang di kirimkan dari Zang. Ia memutar secara seksama isin rekam itu, ternyata benar, Elly berada disana sendang memperhatikan Ara, Cliff, Daniel dan Brandon. Video itu berdurasi cukup panjang, menampilkan awal Elly berada di sana sampai Ia kemudian pergi beberapa saat setelah Ara menoleh padanya.
"Ternyata kau benar-benar ada di belakang ini semua Elly," Tritan meremas kepalanya dengan marah. Sebenarnya apa yang gadis itu inginkan sampai ia berencana mencelakai Ara, Cliff, Daniel dan Brandon?
Kriiing... kringggg.. Suara bunyi ponsel Tritan tiba-tiba terdengar. Itu panggilan dari Elly, Tritan menatap layar ponselnya terpaku hingga panggilan itu berakhir.
Seseorang yang ia sukai untuk pertama kalinya sedang jatuh dalam masalah besar. Jika masalah ini adalah masalah kecil, ia mungkin tak akan peduli tapi, masalah ini masalah besar dan menyangkut nyawa anak istri Daniel. Jika Daniel mengetahui hal ini, Elly dalam bahaya tapi jika ia tak memberitahukan Daniel, Ara dan semua orang di belakangnya juga akan dalam bahaya. 4 nyawa untuk melindungi 1 nyawa apakah sepadan?
"Kenapa orang itu harus kau Elly?"
***
"Oke, sekarang tersisa 3 babak lagi sebagai penentuan, sementara ini regu yang unggul adalah regu keluarga Gu,menyusul keluarga Austin dan Qin, untuk 3 regu lainnya jangan putus asa dan tetap semangat, masih ada kesempatan..babak kali ini adalah lomba memancing!! siapa yang mendapatkan ikan terbanyak dialah yang menang, silahkan pada masing-masing regu untuk naik ke kapalnya masing-masing" seru seorang MC panitia memberikan pengumuman melalui Loud speaker. Karena lomba kali ini di atas laut, maka Brandon dan anak-anak lainnya harus di titipkan pada panitia.
Batas waktu memancing ini adalah selama 1 jam, selama itu para peserta di minta memancing sebanyak-banyaknya atau harus menangkap ikan besar untuk bisa menang.
"Daniel, kau pernah memancing?"
"Belum pernah"
"Benarkah? sudah tua ini belum pernah memancing? hahah" Ara seketika tertawa geli membuat Daniel menekuk wajahnya.
"Aku Daniel Qin, kau jangan meremehkanku, kau lupa aku CEO Down Grup?!" seru Daniel dengan Angkuh.
"Kau boleh saja CEO Down Grup tapi skill CEO mu tidak berlaku di sini Tuan Qin, lihat 39 menit berlalu dan kau belum mendapatkan ikan sama sekali. Hahaha" Ara tertawa lepas setelah berbicara barusan pada Daniel, ia kemudian dengan angkuh merebut alat pancing di tangan Daniel. "Lihat, bagaimana bisa dapat ikan kalau kau pakai umpan seperti ini"
"Nona, kau hebat sekali.. bagaimana kau melakukannya? kami baru melihat orang memancing secepat ingin mendapatkan ikan" seru salah satu awak kapal.
Ara menoleh dengan bangga pada Daniel, ia tersenyum meledek melihat Daniel yang berdiri di belakangnya. "Daniel, sekarang kau percaya bahwa aku pintar memancing? hanya dengan mengganti umpan dan juga teknik khusus aku bisa dengan mudah mendapatkan ikan" serunya dengan sombong. Daniel kesal dan mencubit pipi Ara dengan gemas.
"Baiklah, baiklah aku kalah kali ini. Istriku memang hebat", " Apa kau haus?" tanya Daniel pada Ara, Ara mengangguk. Kemudian Daniel berjalan ke belakang kapal untuk mengambil air mineral dingin di dalam kotak es. Dari depan Daniel bisa mendengar teriakan Ara "Daniieeeell, aku dapat ikan besaaaar, whooooaaaa hebat" pekik Ara terlihat senang ketika Daniel menoleh pada gadis itu.
Yang di katakan Ara benar, ikan besar memang menyambar kail umpan pancing Ara, namun ikan itu terlalu besar untuk ia tarik hanya berdua dengan salah satu anak buah kapal yang juga berbadan kecil sama sepertinya.
"Nona tarik dengan kuat!" seru salah satu ABK. Dengan sekuat tenaga akhirnya mereka bisa mengangkat ikan besar itu, namun Ara yang berdiri terlalu dekat dengan tepian kapal saat ia melompat-lompat kegirangan, ia terpeleset jatuh ke dalam laut. ABK yang ada di dekatnya tak sanggup menangkap tubuh Ara.
"Danieeeellll, aaa.... "
Byuuuurrrrr... Ara terjatuh ke dalam laut. Ara benar-benar tak bisa berenang, kapal motor itu bergerak sedikit kencang ketika Ara terjatuh membuat ia tertinggal belasan meter di belakang. Daniel yang melihat Ara terjatuh tanpa pikir panjang ia membuka bajunya dan masuk ke dalam air. Dengan cepat berenang ke tempat dimana Ara jatuh. Untung saja kemampuan berenang Daniel sangat baik, ia bisa dengan cepat menangkap Ara.
"Ara, Ara tenanglah ada aku" seru Daniel yang memegang erat tubuh Ara yang gemetar karena ketakutan, ia benar-benar seperti kelinci yang sangat ketakutan. Bahkan saat sudah naik ke atas kapal pun ia masih dengan kuat memeluk tubuh Daniel.
"Buka matamu, tidak apa-apa kita sudah ada di atas kapal Ara"
Dengan lembut, Daniel melepaskan pelukannya dan memegangi pipi Ara dengan kedua tangannya, "Buka matamu" titah Daniel, dengan ragu Ara membuka matanya perlahan-lahan melihat wajah Daniel menatapnya dengan penuh kasih,membuat siapapun yang berada di sana merasakan kehangatan perasaan Daniel pada Ara. Beberapa detik Ara terpesona melihat Daniel di depannya.
"Daniel.."
"Hemm"
"Ikannya.. Bagaimana??"
"Hah??!" Daniel mengernyitkan alisnya tertegun sejenak, ia hanya tak habis pikir dengan wanita di depannya saat ini. Ia hampir tenggelam dan setelah selamat pertanyaan yang ia tanyakan justru masalah ikan. Seperti kehilangan momen romantisnya saat itu juga Daniel melepaskan tangannya dari pipi Ara dan menjentikkan jarinya di atas kening Ara. "Dasar bodoh! sudah hampir tenggelam masih sempat-sempatnya memikirkan ikan! benar-benar gadis konyol" dengan kesal Daniel mengambil handuk dan minum sebotol air mineral dengan perasaan gondok.
"Hei Daniel aku seriusssss.. ikannya bagaimana? kau bisa kalah loh!"
"Aku tidak peduli!!"
Semua orang yang berada di atas kapal itu tak bisa menyembunyikan tawa mereka masing-masing meskipun sekuat tenaga mereka menahannya namun akhirnya lepas juga.