
"Apa kau serius? Ara benar-benar di kota G?"
Elly tersentak kaget ketika Tritan memberi kabar Elly terkait masalah Ara dan pertemuan mereka di kota G tempo hari.
Awalnya Elly hanya iseng menghubungi Tritan, ia hanya heran belakangan pria rusuh ini tak menghubunginya dan juga tidak datang menemuinya. Tapi tak di sangka, ia justru mendapatkan kabar yang mengejutkan dari Tritan.
2 tahun belakangan Elly seperti memiliki seluruh dunia. Menjadi orang paling di percaya Clara membuat seluruh apa yang ia inginkan tercapai. Bahkan belakangan Elly berhubungan sangat dekat dengan Tritan. Elly memang berencana mendekati Tuan Muda keluarga Hong itu. Meskipun playboy, namun Tritan cukup kaya untuk di dekati.
"Itu benar, hei, kenapa kau tak datang kesini dan ikut merayakan pesta ulang tahunku Elly?"
Elly tak langsung menjawab undangan Tritan. Ia berpikir sangat keras.Setelah apa yang ia dan Clara lakukan pada Ara, kemunculan Ara tentu saja merupakan sebuah berita besar. Kehidupan tenangnya akan segera berakhir ketika Ara membuka mulutnya meskipun hanya satu kata. Ia mulai risau.
"Tritan, apa kau yakin yang kau lihat itu Ara? apa mungkin kau salah orang?" Elly mengabaikan ucapan Tritan dan terus fokus pada Ara.
"Mana mungkin aku bisa salah mengenali nyonya Qin, aku bahkan memeluknya meskipun sepertinya ia tak mengenalku"
"Bagaimana bisa dalam 2 tahun dia melupakanmu? bukankah kalian cukup dekat?!"
"Ya, mungkin saja. Daniel mengatakan Ara kecelakaan dan kehilangan sebagian ingatannya"
"Hilang ingatan??!"
"Benar, ia tak mengenaliku sama sekali. Bahkan suaminya sendiri pun ia tak kenal"
Tritan benar-benar tidak menyadari saat ini ia sedang membahayakan keselamatan Ara dan Brandon dengan memberi tahu lokasi dan kejadian sebenarnya yang di alami Ara. Di antara semua orang yang paling tahu apa yang telah Elly dan Clara lakukan pada Ara dan dalang dari semua masalah ini hanyalah Ara seorang. Informasi Ara kehilangan ingatannya itu akan sangat memudahkan Elly berada di sisi Ara dan menggali informasi apapun darinya. Atau bahkan menyingkirkannya kedua kali juga akan lebih mudah.
"Ara hilang ingatan? haha itu bagus! bagus sekali, Tuhan masih berpihak padaku kali ini" Batin Elly dan tersenyum ketus.
"Jadi bagaimana? kau akan datang bukan?"
"Tentu saja aku akan datang, untukmu akan ku lakukan" seru Elly sedikit menggoda Tritan dari seberang telepon.
Sedikit rasa senang ketika Tritan mendengar ucapan Elly barusan. Selama 2 tahun ini, mereka banyak berhubungan. Entah hanya sekedar membicarakan Ara atau hanya bertemu di waktu senggang. Ia merasa Elly cukup menarik. Di samping wajahnya yang tak membosankan untuk di lihat, karakternya yang unik membuatnya menyukai Elly.
Sambungan telepon terputus. Elly berada di ruangannya. Ia meletakkan ponselnya di atas meja kerjanya tak jauh dari papan nama dan jabatannya di FireGate, " Direktur Pelaksana-- Elly". Sepeninggal Ara, Elly dengan ajaib langsung menggantikan posisi Ara di perusahaan itu. Bukan hanya menggemparkan seisi kantor, tapi juga para pemegang saham pun di buat bingung oleh perubahan yang sangat mendadak ini.
Bagaimanapun, orang yang pantas menggantikan Ara jikapun ia harus di ganti adalah tentu saja orang yang berasal dari keluarga Romanof sendiri, tapi tak di sangka Clara justru menunjuk Elly yang tak memiliki hubungan darah apapun dengan Clara.
Klak.. Suara pintu ruangannya terbuka membuat Elly mendongakkan kepalanya ke arah pintu masuk. Melihat siapa yang datang Elly langsung berdiri dan menyambutnya. Dia Clara.
"Tak perlu bangun, duduk saja dengan nyaman di sana" seru Clara berjalan mendekat kemudian duduk di depan Elly."Ada apa kau memintaku datang kesini? aku harap itu sesuatu yang penting, Elly" sambung Clara dengan wajah sedingin es.
"Tentu saja penting, aku baru saja menemukan keberadaan Ara"
"Ara? apa kau yakin?dimana dia?"
"Di kota G"
"Kota G? ba.. bagaimana bisa dia di sana?" wajah Clara kalut tiba-tiba. Orang yang membahayakan posisinya dan yang paling tahu semua kejahatannya masih hidup.
"Aku belum yakin tapi aku akan memastikannya sendiri"
"Pergilah dan cari tahu kebenarannya. Ini sungguh tidak bisa di biarkan Elly. Jangan biarkan dia membuka suaranya sedikitpun, jika itu terjadi kau akan hancur Elly"
"Hanya aku kah? kau tidak?"
Clara tersenyum ketus. Ia mencubit dagu Elly dengan lembut. "Kau tak perlu mengkhawatirkan aku Elly, khawatirkan lah dirimu sendiri, kau sudah bekerja keras demi posisi ini jika kau tak bisa membereskan Ara kau akan kembali masuk ke dalam got, sedangkan aku, jikapun aku jatuh aku masih memiliki keluarga dan darah keluarga Romanof, aku masih akan tetap tinggal di istana. Kita tentu saja berbeda" Melihat wajah Elly yang memucat, Clara tersenyum ketus, ia melepaskan tangannya dari dagu Elly dan berbalik melangkah pergi. "Mulailah memikirkan cara menyingkirkan p*lacur itu, agar kau bisa hidup nyaman lebih lama lagi" sambung Clara tanpa menoleh meninggalkan Elly yang sedang berpikir keras.
"Benar, yang di katakan Clara benar! jikapun Clara jatuh, ia tetaplah seorang Romanof sedangkan aku, aku tak memiliki apapun dan jika terjatuh akan kembali menjadi Elly yang menyedihkan seperti dulu. Aku tak bisa membiarkan semua kerja keras ku berakhir begitu saja"
Seluruh pikiran Elly sekarang hanya di penuhi dengan bagaimana cara menyingkirkan Ara selamanya. Ia pernah gagal satu kali dan membuatnya harus pusing dua kali seperti ini. Kali ini ia harus memikirkan cara yang lebih mematikan untuk menyingkirkan Ara.
Dengan langkah cepat, Elly bangun dari duduknya dan meraih tas serta kunci mobil dari atas meja untuk kembali ke apartemennya memasukkan bajunya ke dalam koper dan segera terbang menuju kota G.
"Tidak bisa menunggu lebih lama lagi, aku harus memastikan dia benar Ara atau bukan dan yang paling penting ia harus memastikan Wanita itu masih mengingat kejadian 2 tahun lalu atau tidak,"
***
Sesampainya di kota G, Elly di sambut oleh Tritan yang sengaja datang menjemputnya. Tritan sedikit tertegun melihat Elly yang benar-benar akan datang jauh-jauh untuknya ke kota G. Ya, setidaknya itulah yang ia pikirkan. Elly datang untuknya, padahal untuk hal yang lebih besar lagi. Tentu saja untuk Ara.
Elly tersenyum pada Tritan yang melambaikan tangannya dari kejauhan kemudian setengah berlari mendekati Elly dan tanpa di sangka Tritan memeluk Elly dengan kuat.
"Waah, aku merindukanmu Elly!"
"Lepas, Tuan muda Hong! kau ini apa-apan?!"
Elly mendorong tubuh Tritan menjauh dan itu berhasil menjauhkan tubuh Tritan darinya.
"Memangnya kenapa aku tak bisa memelukmu?"
"Tidak boleh, kau harus menjauh dariku, aku tak mau berurusan dengan banyak gadismu" ujar Elly sarkas pada Tritan.
"Gadis yang mana? yang di depanku?" Tritan menyentuh lembut hidung Elly dan Elly hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Tuan Muda di depannya ini. "Tak heran tak tahu malu, dia terlalu memiliki hidup bebas selama ini" batin Elly yang berjalan dengan menahan rangkulan hangat Tritan.