Take Me Back Please!

Take Me Back Please!
Bab 73: Daniel dan Ara



Daniel duduk di atas kursi tinggi di depan meja bar TopHill, entah sudah berapa banyak gelas ia habiskan. Daniel berharap ia mabuk berat dan menghilangkan semua pikiran dan ingatannya tentang Ara. Tapi semakin berusaha dilupakan semakin jelas ingatan itu di kepalanya. Tritan yang duduk di sampingnya hanya bisa memperhatikan Daniel sambil sesekali meneguk cocktail di depannya. Bulan ini sudah berapa kali Daniel seperti ini. Ia tak akan menghabiskan tenaganya untuk menyadarkan Daniel. Ia hanya menemaninya tanpa berkata sepatah kata pun. Ia hanya Khawatir Daniel mabuk berat dan kehilangan kendali sampai memporak-porandakan club house ini.


"Ara, kenapa kau tega sekali padaku? apa kau tahu, aku mencintaimu lebih dari 10 tahun dan kau dengan mudah menyakitiku seperti ini? apa kau tak punya perasaan huh???!!!! " seru Daniel dengan nada tinggi. Membuat orang sekeliling mereka menatap Daniel dengan wajah aneh. Tritan berusaha membawa Daniel kembali ke kantornya atau datang ke hotel. Namun Daniel menolak. Air matanya justru jatuh mengalir dari pelupuk matanya. Tritan yang melihat air mata Daniel, seketika mengerutkan alisnya.


"Daniel, come on!! sekarang kau menangis? kau serius kah? demi seorang wanita kau sampai menangis??? jangan konyol!! " seru Tritan hampir menertawakan Daniel. Daniel yang mendengar ucapan konyol dari tritan ia segera melotot


"Kau bilang apa? konyol? aku mencintai gadis itu lebih dari 10 tahun, aku baru saja bisa memilikinya dan baru bahagia bersamanya dan ingin memiliki anak dari nya, tapi apa?? dia justru pergi bersama mantannya yang brengsek itu!!! ia lebih memilih mantannya!! dialah yang konyol bukan aku!!" teriak Daniel masih dengan nada khas orang mabuk. Tritan menggeleng heran, "Kau bilang 10 tahun lebih?! kau baru bertemu dengannya 1 tahun ini, kau benar-benar mabuk!! ayo kembali ke hotel" seru Tritan yang kemudian merangkul Daniel pergi.


"Tritan,, kau benar-benar idiot!" Seru Daniel tersenyum ketus sambil menyeka air matanya. Wajar jika Tritan tak mempercayai Daniel. Masalah Ara, Daniel tidak pernah mengatakannya pada siapapun.


#Flash back On#


Saat itu Daniel berusia 21 tahun dan Ara berusia 16tahun. Daniel masih menyelesaikan kuliahnya di luar negeri dan Ara baru saja masuk SMA. Karena kehidupannya yang sulit dan ayahnya yang memutuskan untuk berhenti membiayai pendidikannya dan kehidupannya di kota C .Ayahnya memutuskan untuk berhenti membiayai biaya hidup Ara dan Deasy setelah Aldric datang mengunjungi ibunya. Bukan hanya sekali, tapi semakin lama semakin sering, hal itu membuat ayahnya marah, bukan hanya ayahnya yang marah tapi juga kakeknya marah besar. Higa cemburu dan menghentikan membiayai kehidupan Ara dan Deasy sehingga mau tidak mau Ara bekerja part time dan ibunya bekerja menjadi penjahit rumahan.


Suatu hari keluarga Qin mendapat undangan sebuah pesta pernikahan anak dari koleganya di kota C. Aldric, Meilyn dan Daniel datang menghadiri pesta pernikahan itu. Secara kebetulan Ara bekerja part time menjadi pelayan di pesta itu.


Ara sudah siap memakai baju pelayan di pesta itu, ia dengan cekatan membawa keluar berbagai macam minuman dan makanan ringan kepada para tamu.


Daniel saat itu bosan dan ia duduk di bangku teras belakang rumah. Acara ini begitu membosankan untuk seseorang seperti Daniel. Ia lebih suka berasa di rumah dan membaca beberapa buku. Saat melamun sendiri. Ara datang membawa minuman dan makan ringan.


"Tuan muda, Apakah Anda mau kue coklat dan jus jeruknya?" Tanya Ara tersenyum. Daniel menoleh pada pemilik suara. Saat menoleh ia melihat seorang gadis bermata jernih dengan senyumnya yang cantik, membuat ia terpaku beberapa detik. Matanya mengarah pada pin nama di baju Ara yang bertuliskan "Ara". Ara masih berdiri menunggu jawaban Daniel yang terpaku. Namun karena tak ada jawaban sama sekali, akhirnya ia beranjak pergi, namun tangannya di tahan oleh Daniel. Langkah Ara terhenti. Ara segera menoleh, menatap Daniel.


" Ya?"


"Aku belum menjawab, kenapa kau sudah pergi?!"


"saya kira Anda tak ingin apapun, Tuan"


"Baiklah,silahkan, Tuan," Seru Ara tersenyum sambil memberikan segelas jus jeruk pada Daniel.


"Terimakasih" Seru Daniel ragu, Ara hanya menjawabnya dengan anggukan dan kemudian Ara kembali ke dapur meninggalkan Daniel.


Setelah kejadian itu, selama beberapa tahun Daniel terus fokus dengan kuliah dan karienya, tapi bayang-bayang senyuman cantik Ara masih terus teringat dalam hati dan pikirannya. Gadis itu begitu cantik sederhana, tak seprti gadis-gadis yang selalu ada di sekelilingnya. Ingatan itu terus berlanjut sampai Daniel dewasa. Terlebih saat ayahnya menyerahkan Down Grup padanya, ia mulai memiliki kekuasaannya lebih sehingga Ia mulai mencari tahu siapa Ara, dimana ia tinggal dan masih banyak lagi. Betapa terkejutnya setelah ia mencari tahu, ia menemukan sebuah cerita lama antara ayah dan ibu gadis itu. Daniel tersenyum dingin.


Banyak gadis yang berusaha menarik perhatian Daniel, namun hanya nama Ara yang selalu ia ingat. Bahkan sesekali Daniel sengaja pergin ke kota C untuk melihat gadis itu.


Semakin tahun berlalu, Ara semakin tumbuh dengan cantik, Daniel semakin menyukai Ara entah bagaimana. Setelah beberapa bulan Ara lulus dari SMA, sebenarnya Daniel hendak mendatangi Ara dan menyatakan cintanya, namun Higa justru membuatnya tinggal dan menetap di kota A. Apalagi ia harus bekerja dengan Kevan. Rasa cemburu terus berdatangan di hatinya, ia terus memikirkan cara agar bisa mendatangi Ara dan memberitahukan perasaannya. Tidak ada yang Daniel tak ketahui tentang Ara. Termasuk saat Ara di jebak oleh Tuan Chang karena botol wine yang pecah itu, ia sangat marah. Baru hendak menolong Ara, namun Kevan sudah datang lebih dulu. Ia akhirnya kembali mengurungkan niatnya.


Suatu hari ia mendengar rumor bahwa Ara adalah simpan Kevan. Suruhannya bahkan memberikan foto-foto mesra Ara dan Kevan pada Daniel. r


Saat itu juga rasa hatinya tiba-tiba hancur. Perasaan yang ia sembunyikan dalam-dalam selama bertahun-tahun akhirnya harus patah juga.


Seorang pria dengan bebas menyentuh tubuh gadis yang ia cintai, bagaimana tidak merasa sakit? Berhari-hari bahkan hitungan bulan Daniel serasa kehilangan setengah nyawanya. Ia sempat ingin mengakhiri perasaannya pada Ara. Sampai takdir berkata lain.


Daniel yang kalut karena pekerjaannya datang masuk ke TopHill club house dan melangkahkan kakinya menuju meja bar. Tak di sangka ia melihat Ara di sana. Ia bahkan harus mengedipkan matanya beberapa kali untuk memastikan yang ia lihat benar Ara. Ternyata benar. Ara sedang sangat mabuk. Bergelas-gelas bir ia habiskan. Daniel dengan tenang duduk di samping Ara. Melihat gadis itu menangis tersedu-sedu sambil mendengarkan berulang-ulang rekaman di sebuah pena perekam, membuat Daniel tergelitik ikut mendengarkan.


Mata Daniel menghitam saat rekaman itu ia dengarkan. Ternyata Kevan tak benar-benar mencintai Ara, ia hanya mempermainkan Ara. Emosinya meningkat tajam. Wajahnya terus menatap Ara yang tertunduk, tak berapa lama ia menyibakkan rambutnya kebelakang dan memperlihatkan wajah cantiknya dari dekat. Sudah lebih dari 10 tahun sejak ia melihat wajah gadis ini dari dekat, ternyata sekarang saat ia melihatnya lagi, gadis ini semakin cantik. Bahkan sedang mabuk pun terlihat cantik.


Dalam keadaan mabuk, Ara berbicara panjang lebar tentang apa yang di deritanya. Ia bahkan bertanya, siapa lagi yang mau menikahinya dengan latar belakangnya saat itu, tanpa pikir panjang Daniel mengatakan ia setuju menikahi Ara. Reaksi Ara hanya tertawa. Daniel meneguk bir di depannya dengan tersenyum kecil. Jika ia katakan ia mau menikahi Ara, makan ia akan menikahinya. Bagaimanapun kondisi Ara, dialah gadis yang ia cintai sejak lebih dari 10 tahun lalu. Daniel tak peduli, ia hanya ingin menikah dengan Ara. Siapa sangka takdir benar-benar membuat Ara menjadi istrinya.


#Flash Back Of#