
#Flash back on#
Tit... tit... tit... suara bedside monitor di samping tempat tidur Cliff terus terdengar. Clara tepat berdiri di samping tempat tidur Cliff yang terbaring tidak berdaya itu.
Clara memandang Cliff dengan pandangan dingin, sebuah senyum sinis mengembang di bibirnya. Perlahan ia mendekati tubuh Cliff dan menggenggam tangannya.
"Kakek, kau sudah begitu tua. Tak baik menjaga banyak kekayaan, serahkan segalanya padaku, aku janji akan menjaganya dengan baik. Aku datang hari ini agar tak akan banyak merepotkanmu di kemudian hari, setelah ini terserah padamu, akan bangun atau mati pun aku tak akan peduli!" Seru Clara sambil tangannya mengarahkan ibu jari Cliff ke inkpad dan setelah itu menempelkannya di atas sebuah surat kuasa.
Surat kuasa itu adalah hasil mahakarya Clara untuk merebut semua kekayaan keluarga Romanof. Clara tahu kakeknya ingin Ara lah yang kelak menjadi pewaris FireGate, itu kenapa ia meminta Ara untuk bekerja di FireGate. Cliff kemungkinan besar tahu apa yang direncakan Clara, jadi ia mencoba menemui Ara. Bahkan beberapa bulan setelah Ara datang dari kota A, Ia mulai mencari tahu keberadaan cucunya itu. Tanpa di sangka mereka sangat berjodoh dan justru bertemu di penyebrangan jalan. Kala itu, Cliff masih belum memutuskan akan bagaimana melindungi kekayaannya, tapi ketika dekat dan mengobrol dengan Ara, Cliff seketika jatuh cinta dan merasa Ara bisa membantunya melindungi perusahaan.
Awalnya Clara mulai membicarakan masalah warisan ini pada Higa dan semua keluarga setelah acara ulang tahun Cliff saat itu. Ara masih berada di kastil namun tak di perbolehkan masuk. Awalnya Higa hanya berencana melindungi semua aset kekayaan Romanof agar tak sepersen pun jatuh ke tangan Ara. Terlebih lagi, kedekatan Ara dan Cliff membuat Higa khawatir. Ia benar-benar tak rela jika Ara mendapatkan kekayaan keluarganya. Bagaimanapun ia merasa sangat di khianati oleh ibunya.
Higa terus memutar otaknya. Melindungi Aset berarti harus merubah nama pemilik dari semua aset Romanof. Itu membutuhkan dokumen dan dokumen penting warisan itu berada didalam ruangan rahasia milik keluarga, ruangan itu hanya bisa di buka dengan cincin yang ada pada keluarga Wingsley, itu kenapa Higa berusaha menekan Ara untuk cepat merebut cincin itu.
Tapi Daniel juga sebuah penghalang besar. Ara tak mungkin bisa merebut cincin itu jika di sampingnya ada Daniel, jika Daniel tak ada, ia bisa meyakinkan Ara untuk tetap menjadi simpanan Kevan, untuk merebut cincin itu. Tapi di lihat dari kedekatan Daniel dan Ara, sepertinya jikapun ia berhasil memisahkan Ara dan Daniel, Ara juga tak akan mungkin mau kembali pada Kevan.
Membuka ruangan itu bukan tak ada cara lain, tapi selama Cliff masih hidup, cara lain itu mustahil,Cliff tak akan setuju. Satu-satunya cara yang terpikirkan oleh Higa adalah dengan membujuk ayahnya.
"Meminta pada kakek itu mustahil, Yah! kau tahu betapa sukanya kakek pada Ara. Aku punya ide gila kalian mungkin akan terkejut tapi ide ini pasti berhasil" mendengar ucapan Clara, seluruh orang di ruangan itu menatap Clara dengan penasaran.
"Apa? katakan?" tanya Higa.
"Bagaimana jika kita meracuni kakek pelan-pelan, saat ia lemah kita bisa memintanya memberikan surat kuasa untuk membuka paksa ruangan itu dan mengalih namakan semua Aset menajadi milik kita, bagaimana?" Ucapan Clara membuat Higa seketika membanting tangannya dengan keras di atas meja. Sepeduli apapun Higa pada uang, ia juga tak akan sanggup mencelakai ayahnya yang berjuang keras membesarkannya hingga sekarang. Higa pun dengan kasar membentak Clara dengan ide bodohnya itu. Clara tak menciut sama sekali. Sekarang ia justru merasa ayahnya juga sebagai batu sandungan baru.
Saat itu, mau tidak mau semua orang menyetujui Higa tapi suatu hari tanpa sepengetahuan Higa,Clara dan 2 istiri beserta anak-anaknya akhirnya berencana untuk meracuni Higa hingga koma setelah itu baru meracuni Cliff untuk bisa mendapatkan tanda tangan atau cap ibu jari dari Cliff. Entah darimana Higa mendapatkan istri dan anak yang licik-kicik itu, hingga mereka bisa merencanakan hal keji semacam itu.
Tak butuh waktu lama, dalam waktu 3 minggu kondisi Higa berangsur-angsur memburuk, Higa bukan tidak pernah mencurigai kondisi tubuhnya ini settingan dari seseorang, ia berulang kali memanggil dokter keluarga dan datang ke rumah sakit, tapi semakin meminum obatnya, kondisinya bukan semakin baik, justru semakin lemah. Bagaimana tidak, semua obat yang di minum Higa telah Clara ganti dengan obat yang mengandung racun yang pelan-pelan akan menggerogoti tubuh Higa hingga dalam batas tertentu tubuhnya tak kuat , ia mulai sering sesak nafas, lemah otot dan sering hilang kesadaran, puncaknya akhirnya ia koma hingga sekarang.
Racun yang di berikan Clara adalah racun khusus. Hanya dengan mengecek darah biasa tidak akan segera menemukan jejak racun itu, butuh meneliti darahnya lebih dalam agar mengetahui keberadaan racun itu di dalam tubuh seseorang.
#Flashbackoff#
***
Suara rem mobil SUV berwarna maroon berdecit di pelataran lobby FireGate. Clara dengan angkuh menuruni mobil, setiap senti langkahnya akan di sapa dengan bungkukkan para pegawai yang melintas. Dia nona tertua keluarga Romanof tentu saja sangat di hormati.
"Bagaimana dengan pengacara Kim dan notaris Chen? apakah sudah darang?"
"Sudah menunggu nona di ruangan sejak 15 menit lalu"
"Bagus," Clara tersenyum senang mendengar ucapan Gina.
Hari ini memang hari besar untuk Clara. Bagaimana tidak, ia memutuskan mengubah semua nama pemegang tertinggi dan penanggung jawab atas nama Ara melalui pengacara keluarga dan notaris itu.
"Bagaimana kondisi presdir dan Wakil presdir sekarang?"
"Tuan presdir Cliff dan tuan wakil presdir Higa masih belum sadarkan diri" ucap Gina, Clara lagi-lagi tersenyum sinis.
"Bagus, tak perlu bangun selamanya lebih baik!,"
Sesaat kemudian, Clara memasuki ruangan presdir, ia duduk dengan elegan, memandang notaris dan pengacaranya.
"Nona Clara apakah yakin dengan apa yang akan anda lakukan?"
"Kenapa tidak yakin? itu adalah keputusan Presdir Cliff sendiri" Ucap Clara dengan angkuh. Tuan Kim dan Cheng saling memandang satu sama lain, mereka mengenal dan bekerja dengan Cliff. lebih dari 20tahun, ia tahu Cliff tidak akan melakukan hal ini, terlebih semua harta kekayaan akan jatuh pada Clara, jikapun kekayaan Romanof harus di balik nama, tentu saja Higa lebih berhak.
"Surat kuasa dan dokumen pendukung sudah ku siapkan, berapa lama kalian bisa menanganinya?"
"Butuh waktu lebih dari 1 bulan untuk menyelesaikan semuanya, karena aset dan kekayaan keluarga ini sangat banyak"
"Tidak itu terlalu lama! 2 minggu, kalian hanya punya waktu 2 minggu!"
"Nona Clara, itu tidak mungkin"
"Silahkan saja tidak menyelesaikannya tepat waktu, aku akan dengan mudah menyingkirkan kalian" Ancam Clara.
"Profesi kami di lindungi hukum Nona, Anda tidak bisa mengancam kami seenaknya"
"Jika aku masuk penjara, akan ku pastikan kalian juga akan masuk bersamaku, berapa banyak uang yang sudah kalian terima untuk membantuku menggelapkan dana perusahaan, kalian yang paling tahu" Ucap Clara dengan senyum liciknya, Kim dan Chen tak bisa berkata apapun, yang di katakan Clara memang benar. "Pergilah kalian, bawa semua dokumen ini dan pastikan tepat eaktu, 2 minggu ini akan ku tunggu dengan sabar" Ucap Clara menyeringai kejam, toh dalam waktu 2 minggu kedepan jika Higa atau Cliff sadar, mereka tidak akan bisa melakukan apapun. Racun yang ada di tubuh mereka perlahan-lahan akan mengganggu kinerja otak hingga akan berimbas pada lamban dan lumpuhnya sebagian atau seluruh anggota badan, kasus terparahnya adalah kematian.