
Siang itu Daniel pergi ke pet shop bersama Tritan dan Yogi. Wajahnya masih sama seperti semalam, tak ada senyuman, wajahnya lebih dingin dan masih di balut berkilo-kilo emosi tersembunyi di dalam matanya. Mereka memasuki toko hewan dan di sambut pegawai.
“Selamat datang, tuan-tuan ingin mencari kucing atau anjing?”Seru pegawai toko itu, pandangan mata pegawai itu tertuju pada Daniel.
“Anjing” jawab Daniel singkat.
“Anjing tipe seperti apa tuan?"
“Carikan aku anjing yang pintar tapi jangan yang menyebalkan, tubuhnya tidak kurus dan juga tidak gemuk, makannya banyak dan ia harus suka makan kaki ayam, matanya juga harus bulat”Seru Daniel dengan acuh tak acuh, membuat pegawai pet shop tiba-tiba menatap Daniel dengan aneh.
Siapapun yang mendengarkan ucapan Daniel barusan, ia akan langsung tahu ia sedang tak membicarakan tipe ras anjing, tapi lebih mirip dengan kArakteristik seseorang. Siapa lagi kalau bukan Ara. Hal ini membuat pegawai pet shop, tritan dan Yogi tak bisa menahan tawanya.
“Bos, kenapa kArakter anjing yang kau sebutkan justru lebih mirip seperti nyonya?he.. He” ucapan Yogi seketika membuat Daniel menoleh dengan wajah dingin
“Yogi, apa kau sedang menyamakan istriku dengan seekor anjing?"
“Ti.. Tidak berani bos"
“Sudahlah Daniel.. Kenapa kau marah pada Yogi, yang Yogi katakan benar, mana ada anjing suka makan kaki ayam? seingatku itu makanan favorit istrimu, jadi kau ingin pelihAra anjing karena istrimu sulit di atur? haha” ejek Tritan sambil merangkul Daniel, wajah Daniel benar-benar tak tertolong kesalnya. Ia menepis rangkulan Daniel.
“Aku tidak peduli, kalian berdua harus menemukan anjing seperti yang aku minta"
“Baiknya kau bunuh aku saja, mana ada anjing penyuka kaki ayam”Seru Tritan menepuk keningnya kesal
“Tuan, anjing seperti yang tuan mau kami tidak punya, tapi jika tuan ingin anjing yang pintar dan bersemangat mungkin jenis Yorkshire Terrier sangat cocok,” seru pegawai itu sambil mengambil seekor anjing mungil berwarna kombinasi cokelat dan hitam, bulunya tak terlalu panjang. Daniel memperhatikan anjing itu dengan seksama.
“Hei kau, apa kau suka makan kaki ayam?”Tanya Daniel pada anjing itu membuat pegawai pet shop itu menahan tawanya
“Wof wof”Seru anak anjing itu seakan menjawab pertanyaan Daniel.
“Baiklah, berikan dia padaku, aku mau anjing itu “Seru Daniel keluar meraih anjing dari pelukan pegawai toko itu dan membawanya masuk ke dalam mobilnya.
“Jadilah anjing yang penurut, jangan seperti ibumu, oke?,”seru Daniel pada anjing itu. Tak lama kemudian Tritan dan Yogi masuk ke dalam mobil, mereka terdiam sesaat.
“Setelah ini kemana?”Tanya Tritan
“Pulang”Jawab Daniel
“Pulang ke apartemen atau ke star lake?"
“Star lake"
Beberapa bulan lalu, karena Daniel tak memiliki rumah di kota A, akhirnya diam-diam ia membeli sebuah rumah mewah di ujung kota A, star Lake adalah komplek perumahan mewah di perbatasan kota A. Jarak antara pusat kota dan Star Lake sekitar 35 menit. Seperti namanya, star Lake perumahan itu berada di atas bukit dengan pemandangan danau yang di penuhi bintang saat malam tiba. Awalnya ingin memberi kejutan Ara karena ia mulai tidak nyaman tinggal di apartemen kecil itu tapi justru kenyataan berkata lain. Nyonya rumah itu pergi meninggalkannya bersama pria lain. Sungguh menyebalkan!
Setengah jam berlalu, akhirnya mereka sampai di Star Lake. Rumah itu bergaya Rustic modern, rumah berukuran sedang dengan dominasi warna cokelat kayu di dalamnya menimbulkan kesan hangat dari luar.
Daniel segera merebahkan tubuhnya di atas sofa panjang di ruang tengah sambil menatap Anak anjing itu.
“Kau ingin ku beri nama siapa?”Tanya Daniel menatap anak anjing di tangannya. Matanya yang bulat menyorot wajah Daniel dengan manja.
“Hemm bagaimana kalau aku panggil kau paw, ya benar aku akan memberimu nama paw bagaimana? apa kau suka?”Tanya Daniel
“Wuuufh wufh”Seru anak anjing itu sambil mengibaskan ekornya, ia terlihat menyukai nama yang di berikan Daniel.
*paw\=cakar/ceker/mengais/mencakar
“Paw? hahahah Daniel kau bercanda? sampai nama anjing pun kau berikan nama Paw? haha Ara benar-benar meninggalkan kesan yang mendalam di hatimu ya rupanya? sampai anjingmu kau beri nama ceker”Seru Tritan yang tiba-tiba duduk sambil tertawa
“Diam kau!"
“Bos, kau cinta sekali dengan nona Ara sepertinya"
“Tidak!”Tepis Daniel membuat Tritan dan Yogi tertawa.
Mereka tak menyangka bos dan Sabahat Nya yang dingin seperti bongkahan es itu bisa begitu konyol setelah jatuh cinta.
“Paw,baik-baiklah kau pada ayah Daniel ya, jangan sampai nakal seperti ibumu, kalau tidak kau akan mendarat di panci besar, mengerti?”Seru Tritan berbicara pada Paw entah seperti mengerti, mendengar yang di ucapkan Tritan Pae menggonggong kecil seperti ketakutan.
“Benar, bersikap baiklah padaku”Titah Daniel sambil melangkah menuju dapur.
“Bos”Yogi tiba-tiba memanggil Daniel setelah membuka pesan di ponselnya.
“Hemm"
“Itu... Nona Ara pergi ke kota L dengan.. Dengan... “Yogi tiba-tiba ragu ingin melaporkan berita ini pada Daniel, tapi melihat wajah Daniel yang tiba-tiba serius seketika merasa merinding.
“Dengan siapa katakan cepat!!"
“Dengan tuan Kevan”Seperti dugaan Yogi, wajah Daniel berubah menghitam karena marah.
“Apa???! "
“Benar bos, mereka berangkat pagi tadi kemungkinan sekarang sampai"
“Carikan penerbangan ke kota L sekarang! aku akan pergi ke sana"
“Baik bos"
“Dan kau jaga paw dengan baik!”Titah Daniel pada Tritan
“Hah? Daniel aku masih tuan muda keluarga Hong, masa aku di suruh jaga anjing?"
“Aku masih tuan muda keluarga Qin lalu kau mau menolak perintahku? “Sorot mata Daniel tajam
“Ah iya iya baiklah, aku tidak berani"
***
Tujuan Kevan membawa Ara ke kota L adalah untuk peresmian kantor cabang perusahaan Wingsley di kota itu. Hanya keluarga Wingsley yang sanggup mendatangkan banyak orang hanya untuk meresmikan kantor barunya di kota L. Semua media menyorot peresmian itu. Bahkan banyak yang membicarakan tentang Direktur muda dari keluarga Wingsley yaitu Kevan. Pembicaraan mereka kebanyakan adalah tentang prestasi-prestasi Kevan tapi banyak juga yang menyoroti tentang kehidupan pribadinya termasuk Ara.
Mobil Maybach hitam mewah di iringi beberapa mobil di belakangnya berhenti tepat di depan pintu masuk perusahaan baru itu. Belasan orang berdiri rapi menyambut kedatangan direktur muda Kevan.
Saat mobil berhenti, Kevan mulai turun dari mobil diikuti oleh Ara. Awak media mulai meliput kedatangan Kevan. Artikel-artikel online segera menyiarkan secara eksklusif. Tapi saat mereka melihat Kevan datang bersama Ara dan bukan Sisil, media mulai menyebarkan rumor bahwa pernikahan antara tuan muda Wingsley dan nona muda keluarga Lee hanya di atas kertas.
“Tuan Kevan, kenapa anda tak datang bersama istri anda?”Tanya salah satu wartawan
“Istriku kurang sehat, jadi aku biarkan ia beristirahat"
“Sayang, surprise!”Seru Sisil yang tiba-tiba muncul dari dalam gedung. Mendengar suara Sisil, Kevan seketika menolehkan wajahnya ke Arah suara. Melihat Sisil wajah Kevan tiba-tiba terlihat tak senang. Sisil datang mendekati Kevan dan memeluk tubuh suaminya dengan manja. Mata Sisil melirik Ara dengan sinis.
“Kau pasti kaget ya aku datang"
“Hemm, kenapa kau bisa di sini? aku menyuruhmu untuk istirahat kan”Seru Kevan tersenyum sinis pada Sisil.
“Nyonya Wingsley cantik sekali, pantas tuan Kevan tergila-gila padamu”Seru salah satu wartawan
“Tentu saja”Senyum Sisil.
Kemudian Kevan membawa Sisil masuk, Gerry dan Ara berjalan di belakang.
“Hei tapi nona di belakang tuan Kevan lebih cantik, siapa dia?”Bisik salah satu wartawan pada rekannya
“Ssstt.. Aku dengar itu sekretaris tuan Kevan dan juga dia simpanannya"
“Simpanan? hemm tak heran wajahnya terlihat seperti wanita nakal"
meskipun berbisik, tapi suara itu masih bisa terdengar oleh Kevan. Seketika Kevan menghentikan langkahnya dan menoleh pada sumber suara. Ia mendekati wartawan itu dengan wajah membunuh.
“Coba katakan sekali lagi dengan keras, terlihat seperti apa sekretarisku ini?”Tanya Kevan. Wajah wartawan itu terlihat ketakutan.
“Ma.. Maaf tuan Kevan bukan begitu maksud saya”Ucap Kevan sambil memegang id card di leher wartawan. Ia memperhatikan nama dan perusahaan di id card itu
“Gerry, catat nama dan perusahaan pers wanita ini, kau tau kan apa yang harus kau lakukan?"
“Baik tuan”Sahut Gerry
“Direktur anda tak perlu seperti itu?”Seru Ara yang merasa iba melihat wajah wartawan itu.
“Ara, tak perlu membela orang yang merendahkan mu, dia merendahkan mu artinya merendahkan ku juga"
“Tu.. Tuan Kevan saya mohon maafkan kelancangan mulut saya"
“Jika maaf bisa menyelesaikan masalah, tidak ada kriminal yang di penjAra, mengerti?”Seru Kevan meninggalkan wartawan itu.
Sisil memperhatikan cara Kevan membela Ara benar-benar membuatnya cemburu. Terlihat sekali Kevan sangat melindungi Ara.
Langkah Kevan terhenti dan menoleh pada Ara.
“Ara berjalanlah di sampingku"
mendengar ucapan Kevan, Ara mengernyitkan alisnya.
“Apa maksudnya aku harus berjalan di sampingnya? jelas-jelas nyonya Wingsley di sampingnya, maksudnya Sisil harus mundur dan aku maju begitu? kebodohan macam apa itu”Batin Ara sambil melirik Sisil, ada sorot mata marah dari mata gadis itu.
“Tak usah melotot begitu, aku juga tak akan mau!”Batin Ara
“Saya tidak berani bos, saya berjalan di belakang saja”Ucap Ara, Kevan menatap Ara dengan tidak senang, ia pun meraih tangan Ara untuk berjalan di sampingnya
“Kau tidak punya pilihan nona Ara"
“Kevan, ini keterlaluan”Seru Sisil
“Kenapa? dia sekretarisku, berhak berjalan di sampingku, kau ada masalah?” tanya Kevan dengan sorot mata dingin mengguyur tubuh Sisil. Tentu saja ia tak berani menentang Kevan. Sisil pun menghela nafas panjang
“Ara, lihat saja apa yang akan aku lakukan padamu!!”Batin Sisil