Take Me Back Please!

Take Me Back Please!
Bab 43: berpura-puralah sebagai nyonya Wingsley!



“Halo”Jawab Daniel dengan dingin.


“Bagaimana? kau sudah membaca pesan dariku? jika kau ingin tahu datanglah ke TopHill VIP room 1024"


Setelah panggilan itu berakhir, awalnya Daniel tak berniat datang ke TopHill, tapi ia tergelitik membuka layar kunci ponselnya dan membaca isi pesan yang di kirimkan Kevan beberapa jam lalu yang baru ia baca sekarang. Isi pesannya tak jauh dari sebuah provokasi rahasia yang Ara sembunyikan di belakangnya.


“Ara tak pernah mencintaimu, bahkan sedetikpun ia masih belum melupakanku”Tulis Kevan.


Dengan rasa penasAran akhirnya Daniel memutuskan untuk datang tapi tanpa di duga Ara ingin ikut sampai akhirnya ia tertidur di mobil dan Daniel menidurkan nya di kamar Hotel terbaik di TopHill.


Daniel berjalan menuju ruangan yang di maksud. Saat membuka pintu Daniel melihat Kevan duduk dengan nyaman bersandar di sofa tunggal di ruangan itu, di tangannya terlihat sebatang rokok dan gelas wine di tangan satunya. Ia melihat Daniel datang, sebuah senyuman mengembang di sudut bibirnya.


“Wah, rasa penasAran mengalahkan sebuah gengsi rupanya” Seru Kevan


“Aku datang bukan untuk mendengar ocehan mu"


“Baiklah, baiklah sepertinya kau sudah tidak sabar untuk membenci istri mu sendiri rupanya haha"


Akhirnya tanpa basa basi Kevan memutar sebuah rekaman percakapannya dengan Ara tempo hari, tentu saja Kevan tidak bodoh, ia memanipulasi percakapan itu sedemikian rupa hingga terdengar seperti keseluruhan rekaman itu adalah ketidakpedulian Ara pada Daniel. Itu mudah untuk Kevan.


“Jika kau ingin hancurkan dia, maka hancurkan lah, aku tak peduli"


“Baiklah, aku akan menceraikannya dan kembali padamu, aku akan jadi simpanan mu selamanya, bagaimana?"


Mendengarkan rekaman percakapan itu Daniel mengepalkan kedua tangannya. Ia ingin sekali percaya bahwa itu bukan suara Ara tapi itu benar-benar suaranya.


“Oia, aku berikan bonus tontonan menarik untukmu karena sudah datang jauh-jauh kemari"


Tiba-tiba sebuah rekaman Video terputar menggunakan proyektor di ruangan itu, sebuah adegan tak senonoh antara Kevan dan Ara di dalam mobil yang terekam menggunakan kamera di dalam mobil. Resolusi kamera itu sangat bagus hingga terlihat jelas setiap detil apa yang mereka lakukan. Emosi Daniel mendidih kali ini. Ia merebut flashdisk yang tertancap di laptop itu dan menghancurkannya berkeping-keping membuat Kevan tertawa bahagia.


“Tubuh istrimu memang sangat menggoda tuan Qin, tapi sayang tak sekalipun kau mencobanya haha sebagai laki-laki kau kalah telak"


“Aggghh brengsek!!!"


Dengan cepat Daniel menarik kerah Kevan, dengan mata yang hitam Daniel menatap Kevan dengan penuh marah, ia berusaha memukul Kevan namun Kevan berhasil menghindar.


“Meskipun kau mampu menikahinya, tak akan ada gunanya jika kau tak mampu meniduri nya”Seru Kevan sambil melepaskan tangan Daniel yang mencengkram kuat kerah baju Kevan. Setelah terlepas Kevan melangkahkan kakinya duduk,menopang kan kakinya dan meneguk segelas wine, tanpa rasa takut melihat sorot intimidasi dari Daniel.


“Ada berapa banyak video seperti ini di tanganmu?”Tanya Daniel


“Kau coba tebak”Seru Kevan tertawa sinis


“Jika satu saja video ini tersebar, aku akan benar-benar menghancurkan kau dan keluargamu"


“Hahaha, dengan kemampuan mu bahkan menghancurkan vas bunga rumahku pun kau tak mampu haha"


“Baiklah, coba saja dan kita buktikan bersama”Ucap Daniel setelah itu ia melangkahkan kakinya keluar ruangan.


Tidak ada yang lebih menghancurkan hati pria manapun ketika melihat tubuh wanita yang ia cintai di sentuh oleh pria lain, meskipun itu adalah masa lalunya, tapi hingga saat ini sepertinya Ara masih belum bisa melupakan Kevan. Ditambah lagi kata-kata Ara sebelum ini membuatnya yakin Ara masih mencintai Kevan.


“Ara kau tahu berapa banyak gadis ingin menjadi wanitaku??! bahkan mereka rela sujud di sepatuku hanya untuk bisa bersamaku tapi kenapa kau justru membuang perasaanku seperti ini? dari sisi mana aku tak lebih baik dari mantanmu itu? aghhhhhhh!!!”Batin Daniel geram


***


“Nona seperti yang nona tebak, tuan Kevan pergi ke kota L dengan nona Ara dan Gerry. Sekarang mereka sudah sampai di kota L"


Mendengar laporan orangnya, sisil menghentikan ayunan jemarinya di atas tuts piano. Saat ini ia tengah memainkan piano di ruang tengah villa milik Kevan. Senyum sinis nya mengembang tak percaya. Suaminya benar-benar belum melupakan gadis itu. Ia bahkan tak mengajaknya untuk pergi bersama ke kota L, justru ia mengajak gadis lain untuk menemaninya.


“Mereka bertemu di bandAra?”Tanya Sisil


“Benar nona"


“Kalau begitu, jalankan seperti rencana awal, aku tak ingin dengar kata gagal"


“Baik nona"


“Ara, kau harus tahu kau sedang bermain dengan siapa”Batin Sisil


Ara, Kevan dan Gerry sampai di bandAra setelah 4 jam perjalanan menggunakan pesawat, setelah sampai mereka bergegas pergi ke Hotel Royal untuk check in selama 3 hari. Awalnya Kevan hanya memesan 1 Presiden room dan 1 kamar biasa untuk Gerry tapi Ara bersikeras untuk memesan 1 kamar tambahan. Kevan menolak tapi Ara keras kepala hingga Kevan tak bisa menolaknya. Ara hanya tak ingin berada 1 kamar dengan Kevan dan membiarkan ia mengambil kesempatan apapun padanya.


Setelah cek in, Kevan membawa Ara masuk lagi ke dalam mobil dan membawanya ke sebuah toko baju mewah di pusat kota L. Ara mengerutkan alisnya.


“Kevan aku membawa cukup baju bagus untuk ku pakai, kau tak perlu membelikan ku yang lain"


“Tak peduli berapa banyak baju bagus yang kau bawa, kau hanya boleh memakai baju yang aku pilihkan untukmu”Serunya dingin sambil menarik tangan Ara masuk ke dalam toko itu. Dengan cepat para pelayan toko berdatangan menyambut Kevan dan Ara.


“Aku mau kalian rubah dia menjadi cantik, keluarkan semua baju terbaik di toko ini berapapun harganya”Titah Kevan, mendengar ucapan Kevan, pegawai itu membawa Ara masuk ke dalam ruangan khusus.


2 jam lamanya Ara berada di dalam ruangan itu, Kevan dengan sabar menunggu Ara. Detik kemudian pintu ruangan itu terbuka. Kevan seketika menoleh ke Arah pintu ruangan itu.


Bak seorang dewi Ara keluar dengan menggunakan gaun panjang yang pas di badannya berwarna emas dengan belahan gaun di atas lutut membuat kaki jenjangnya terlihat sempurna. Rambutnya di tata bak dewi jaman romawi kuno menambah kesan cantik di wajahnya. Kevan sampai tak berkedip.


“Seandainya aku bisa menikahi mu betapa sempurnanya hidupku Ara” batin Kevan, Ara melangkah mendekati Kevan.


“Sebenarnya kau ingin bawa aku kemana? sampai aku harus berdandan seperti ini?”Tanya Ara.


“Kau itu sekretarisku, kenapa jadwalku saja kau sampai tak tahu?"


“Hellow tuan Wingsley, seingatku aku telah mengundurkan diri"


“Seingatku kau tak bisa mengundurkan diri, sudah jangan banyak tanya, kau hanya perlu berdiri di sampingku dan berpura-pura sebagai nyonya Wingsley"


“Apa??! kau gila!!"


“Iya benar, aku gila karena kamu"