
Beberapa minggu setelah bertemu Elly, elly akhirnya memutuskan untuk pindah ke kota A untuk mencari pekerjaan disana. Secara kebetulan Kakek Ara mendesak Ara untuk mulai mengurus perusahaan. Ara sempat menolak. Ia tak banyak memiliki pengetahuan tentang perusahaan kakek, akhirnya ia di izinkan untuk Sementara magang ikut bersama kakak pertamanya untuk belajar mengurus perusahaan, ia akhirnya menyetujuinya dengan syarat Elly bisa bekerja bersamanya menjadi Asisten pribadinya. Kakek tak menolak.
Posisi Ara di perusahaan adalah sebagai direktur penanggung jawab. Perusahaan kakek adalah perusahaan di bidang entertainment.
Ara sangat sibuk di minggu-minggu awal, ia harus belajar banyak karena tentu saja meskipun secara teknis ia magang tapi kakaknya jangankan untuk mengajarinya bahkan ia tak mau menemuinya sama sekali, entah apa yang ia pikirkan. Jadi Ara memiliki ide membawa pekerjaannya kerumah hanya untuk bisa belajar pada Daniel. Tentu saja ia mengandalkan suaminya, Ara tahu suaminya sangat cakap dan tahu banyak tentang mengatur perusahaan.
Malam itu Daniel berada di ruang kerjanya. Ia juga sibuk mengerjakan pekerjaannya, Ara datang membawakan Daniel secangkir teh dan setumpuk dokumen juga laptop di tangan kanannya. Mendengar pintu terbuka, Daniel menolehkan wajahnya ke Arah pintu masuk dan menyunggingkan senyuman. Ara meletakan cangkir teh di atas meja.
“Tumben sekali, ada apa?”Tanya Daniel menatap tumpukan dokumen di tangan Ara.
“Sayang, bisakah kau membantuku dengan dokumen-dokumen ini? “Ara memohon dengan memberikan senyum termanis nya agar Daniel mau menolongnya. Daniel kemudian berdiri dan mendekati Ara. Ia mengambil salah satu dokumen teratas di tangan Ara, wajahnya terlihat serius beberapa menit kemudian ia mengambil semua dokumen di tangan Ara dan meletakannya di atas meja.
“Aku mau membantumu, tapi..... “Daniel menghentikan ucapannya dan mengangkat tubuh Ara dan mendudukkan nya di atas meja.
“Tapi.. Apa? “Tanya Ara pura-pura bodoh.
“Tapi, kau harus membuatku senang dulu, jika tidak kau akan kehilangan guru terbaikmu”Seru Daniel berbisik di telinga Ara, Ara pun tersipu malu dan mulai melingkarkan tangannya di leher Daniel. Ciuman mereka bertemu, semakin lama semaki dalam. Tangan Daniel terus masuk kedalam baju Ara dan dengan cepat melepaskannya. Ciumannya perlahan turun ke leher dan dada gadis cantik di depannya itu. Nafasnya semakin memburu. Mereka tenggelam dalam hasrat panas dalam diri masing-masing. Tak puas di atas meja, Daniel membawa tubuh Ara terbaring di atas sofa, Daniel seperti tak pernah terpuaskan “Memakan” tubuh istrinya itu. Tubuh Ara memang seperti candu, semakin dinikmati semakin tak bisa berhenti.
Selama 2 jam mereka menyatukan peluh bersama, setelah selesai mereka masuk ke kamar mandi dan mandi bersama. Jika tidak dihentikan Ara, mungkin Daniel tetap akan memaksanya melakukan itu di kamar mandi. Ara hampir tak bisa merasakan bagian tubuh bawahnya itu. Belum-belum mengerjakan tugas kantornya ia sudah di buat lelah oleh suaminya.
Setelah mereka selesai mandi, Daniel membawa Ara duduk di pangkuannya dan mulai memeriksa dokumen perusahaan Ara. Ara dengan seksama memperhatikan dan mendengarkan Daniel bicara, namun ia tak kuasa menahan kantuknya, lama kelamaan kepalanya bersandar pada dada bidang Daniel dan justru tertidur. Daniel menyadari istrinya tertidur di dadanya ia pun tersenyum dan mengangkat tubuh langsing itu menuju kamar dan membaringkan nya di atas tempat tidur.
Daniel lama duduk di sisi Ara, tangannya dengan lembut membelai wajah Ara, dari belaian tangannya ia seperti sedang mentransfer semua hatinya untuk gadis itu. Daniel begitu mencintai Ara.
“Good night istriku”Daniel kemudian mematikan lampu tidur di atas nakas dan mencium kening Ara kemudian kembali ke meja kerjanya.
***
Keesokan harinya, Ara terbangun di dalam pelukan Daniel, ia menatap jam di atas nakas. Jam 8 pagi. Matanya membulat kaget.
“Hah?? jam 8 ?? mati aku, aku terlambat”Seru Ara kemudian dengan panik berusaha bangun, tapi pinggangnya di tarik masuk ke dalam pelukan Daniel dan ia terbaring lagi.
“Daniel hentikan, aku harus ke kantor"
“Ini hari sabtu, untuk apa ke kantor? “Ujar Daniel tak membuka matanya.
“Hah? sabtu? benarkah? hufh "
“Hemm jadi kembali tidur sebenar lagi, aku masih mengantuk”Seru Daniel di jawab anggukan oleh Ara.
Ketenangan mereka tak bertahan lama, sampai seseorang tiba-tiba membuka pintu kamar dan masuk tanpa ijin. Daniel dan Ara seketika membuka matanya dan menoleh ke Arah pintu masuk.
Seorang Gadis berambut panjang dan berpostur sempurna berdiri terpaku di depan pintu menatap Daniel dan Ara yang berpelukan di atas ranjang. Ara seketika tahu dia siapa, dia Windy artis international yang beberapa minggu lalu ia temui di Tophill bersama Daniel.
“Windy!! Keluar!!! “Bentak Daniel tak bersahabat. Ara bisa melihat wajah marah Daniel. Mendengar bentakan Daniel, gadis itu bukannya keluar justru semakin masuk dan mendekati Daniel. Ia menatap Ara dengan marah.
“Daniel! siapa gadis itu??!!! “Tanya Windy.
Ara menatap Windy dengan perasaan aneh, bukankah seharusnya ia yang bertanya begitu pada Daniel? lalu kenapa dia yang malah bertanya??? Ara menoleh pada Daniel dengan tatapan heran.
“AKU BILANG KELUAR!! SEKARANG!!! “Bentak Daniel lagi, akhirnya gadis itu keluar membanting pintu dengan wajah kesal. Daniel kemudian menoleh pada Ara.
“Kenapa dia di sini? ada apa dengan pertanyaannya? kenapa aku merasa seakan-akan akulah orang ketiga disini??”Tanya Ara dengan wajah super serius pada Daniel. Daniel menangkap wajah marah Ara, ia mencoba menenangkannya. Sejujurnya Daniel bingung bagaimana menjelaskan Windy adalah gadis pilihan kakeknya.
“Apa hubunganmu dengannya? "
“Dia gadis yang kakek pilihkan untukku, kau sudah bertemu kakek bukan? “Tanya Daniel. Ara mendengar ucapan Daniel tentang gadis pilihan kakeknya itu ada rasa sakit yang lama sudah hilang dan sekarang perasaan sakit itu muncul lagi.
“Lalu apa sekarang? kau juga akan meninggalkanku seperti Kevan? “Seru Ara kemudian bangkit dari tempat tidur menjauh dari Daniel. Daniel dengan cepat menahan Ara
“Aku tak akan meninggalkanmu, kau istri ku, istri sah ku, aku hanya mencintaimu”Daniel berusaha memeluk Ara.
“Tapi kakekmu tak menginginkanku, oia tempo hari ia memintaku bercerai denganmu, ia bahkan mengumpulkan setumpuk dokumen berisi masa laluku, ini tak akan mudah Daniel”Ara tak kuasa menahan air matanya. Ia merasa hatinya sakit sekali. Perasaan takut tak terkira membayangi pikirannya. Ia tiba-tiba sangat takut kehilangan Daniel dari hidupnya. Perasaan yang sama seperti saat ia kehilangan Kevan dulu. Ara kemudian melepaskan pelukan Daniel dan masuk ke dalam kamar mandi.
Saat tubuh Ara menghilang dari balik pintu, Daniel dengan marah keluar dari kamar dan turun mencari sosok Windy.
“Windy!! sedang apa kau di sini?! “Tanya Daniel marah
“Daniel, siapa gadis itu? kenapa dia ada di ranjang yang sama denganmu? apa dia *******?”Seru Windy dengan cuek, ia bahkan tak peduli wajah Daniel yang marah menatapnya, saat ia mendengar Windy memaki Ara dengan kata *******, Daniel dengan tega mencekik leher Windy hingga ia tebatuk-batuk.
“Daniel!!! hentikan!!! “Sebuah suara datang dari Arah pintu masuk. Daniel segera menoleh ke Arah belakang. Ia mendapati Kakeknya masuk dengan pandangan marah. Daniel melepaskan cekikannya pada Windy, Windy terjatuh di lantai, gadis itu tebatuk-batuk dan mencoba menstabilkan nafasnya.
“Apa yang sedang kau lakukan? kau mencoba membunuh Windy agar bisa bersama gadis kasar itu?”Tanya Shamus.
“Kakek, hentikan semua ini!! aku sudah menikah dan Ara akan menjadi satu-satunya istriku!!"
“Dalam sejArah panjang silsilah Edmund tak akan pernah menerima istri dengan latar belakang seperti istrimu, kau tetap harus menceraikannya dan menikah dengan Windy!
"
“Jika kau memaksa maka aku akan mundur dan biarkan Edward yang menggantikan ku"
“Jangan bodoh Daniel! kau tau hanya kau pewaris Edmund, jadi jangan keras kepala"
“Benar yang di katakan kakekmu Daniel! baiknya aku yang mundur”Tiba-tiba suara Ara terdengar dari Arah tangga, Daniel melihat Ara menuruni tangga dan membawa koper nya turun.
“Kau mau kemana? tanpa seizin ku kau tak boleh kemanapun! kau nyonya rumah di sini”Seru Daniel mendekati Ara dan merebut koper dari tangan Ara.
“Daniel!!! mau sampai kapan kau gila seperti ini???!!”Sahut Windy.
“DIAM!! PERGI DARI RUMAH KU SEKARANG!! “Bentak Daniel pada Windy.
“Kakek, lihat Daniel membentak ku seperti itu demi gadis murahan, aku tak Terima! “Ujar Windy sambil mendekati dan melingkarkan tangannya di lengan Shamus dengan manja. Ara melihat itu seperti akan muntah seketika.
“Baiknya kita pergi dulu Windy, masalah Daniel biar kakek yang urus”Ujar Shamus dan Windy pun mengangguk. Ia berjalan mendekati Ara.
“Aku akan merebut apa yang harusnya menjadi milikku, baik Daniel atau rumah ini adalah milikku, akulah nyonya rumah yang sebenarnya ingat itu!! “Ucap Windy ketus kemudian berlalu mengejar langkah Shamus di depannya.
Sekarang tinggalah Daniel dan Ara yang saling memandang. Daniel pun membawa Ara masuk ke dalam peluknya.
“Aku sudah pernah mengalami ini sekali, jika terjadi lagi aku pasti bisa menahannya, pernikahan ini memang tak seharusnya terjadi, kau kembalilah pada mereka Daniel”Air mata Ara berjatuhan membasahi dada bidang Daniel. Tak terpikirkan sebelumnya, kemari mereka masih baik-baik saja, sekarang mimpi indahnya berantakan.
“Apakah ini waktunya bangun dari mimpi indah ini? bagaimana jika aku tak rela? “Batin Ara.