Take Me Back Please!

Take Me Back Please!
Bab 54: kau mau menjual ku???!!



“Aku mencari Alan, dimana dia? “Tanya Elly pada gadis itu dengan suara tinggi.


Mendengar keributan dari luar, akhirnya orang yang di cari Elly pun keluar. Alan saat itu juga hanya menggunakan jubah mandi berwarna putih. Hampir bisa di bayangkan apa yang mereka habis perbuat bersama di dalam kamar itu. Elly tak bisa lagi menahan emosinya


“Plakkk!!!”Sebuah tamparan keras mengenai wajah Alan. Alan terpaku beberapa detik hingga ia berjalan mendekati Elly kemudian dengan emosi mencekik leher Elly dan mendorongnya mundur hingga tubuhnya membentur tembok di belakang kepalanya.


“ALAN!!! KAU BRENGSEK!! “Seru Elly yang terengah-engah menahan sakit di lehernya. Ia juga sudah tak kuasa lagi menahan air matanya untuk tidak menetes. Mendengar ucapan Elly, alan tertawa.


“Elly harusnya kau tahu sejak awal berapa menjijikkan nya kau di mataku, mana mungkin aku mau memiliki tunangan buruk rupa sepertimu! “Seru Alan


“Aku buruk rupa katanya?”Batin Elly tersayat-sayat saat mendengar kalimat terakhir pada ucapan Alan tadi.


“Aku pikir kau tak terlalu mempermasalahkan penampilan ku seperti yang selalu kau katakan.. Ternyata kau menipuku? “Tanya Elly


“Kau terlalu naif Elly, aku mengatakan itu karena aku ingin kau terus membantuku menyelesaikan semua tender-tender ku karena keahlianmu, kain pikir tanpa itu semua aku masih mau bersamamu? haha”Ujar Alan seraya tertawa sinis tanpa peduli perasaan Elly sama sekali.


Memang jika di bandingkan dengan selingkuhan Alan,mereka seperti langit dan bumi. Sebenarnya Elly bukannya tak cantik, ia hanya terjebak dalam sebuah trend mode lawas dan Elly sebelumnya tak berpikir untuk mengganti cara berpakaiannya hal ini di karenakan Alan selalu mengatakan ia memiliki kecantikan yang alami tak di buat-buat tak seperti gadis-gadis lain , tapi ternyata itu semua hanya bagian dari kebohongannya untuk memperalat nya.


“Dan itu berarti pertunangan kita juga tak berarti apapun untuk mu? tahun-tahun kita bersama juga tak berarti untukmu? “Tanya Elly


“Tentu saja, siapa yang sudi menikah denganmu”Seru Alan kemudian melepaskan cek ikannya dan berjalan masuk ke dalam kamar meninggalkan Elly sendiri di depan pintu.


Elly tak bisa merasakan lagi hatinya, semuanya hancur berkeping-keping. Dengan langkah gontai ia berjalan meninggalkan kamar itu. Air matanya terus mengalir, kepalanya terus menunduk memandangi sebuah cincin yang melingkar di jari manisnya. Dengan emosional Elly melepaskan cincin itu dan membuangnya ke sembArang tempat. Ia menyeka air matanya.


Namun tiba-tiba sebuah tangan meraih lengannya dan menariknya masuk ke dalam Lift. Elly terkejut dan menoleh.


“Kau?! “Pekik Elly saat melihat itu adalah pria yang sama pemilik kamar di samping kamar Alan. Pria itu tak berekspresi sama sekali dan terus membawanya masuk ke dalam mobilnya.


“Hei!!! kau mau bawa aku kemana? “Tanya Elly khawatir. Pria itu kemudian menoleh pada Elly dengan tatapan mengejek.


“Kau itu memang sungguh menyedihkan hingga tunanganmu memilih untuk berselingkuh"


“Ya!!! kau menguping? “Tanya Elly kesal


“Bukan menguping, tapi suara kalian terlalu berisik hingga peredam suara kamar elit seperti ini pun tak bisa menyembunyikan suara kalian!! "


Elly tiba-tiba diam, memang benar. Mereka terlalu bising, itu memang bisa di bilang keributan. Tidak mengundang sekuriti datang saja sudah bagus. Elly kemudian membuang wajahnya ke luar jendela. Seakan tiba-tiba tak peduli akan di bawa kemana ia oleh pria itu.


Beberapa berjalan, mobil berhenti di salah satu butik yang terlihat mewah dari luar. Elly kemudian menoleh pada pria itu.


“Hei, untuk apa. Kau membawaku ke sini? "


“Sudah jangan cerewet, kau akan berterimakasih padaku nanti"


“Hei kau, aku tak punya cukup uang untuk mengganti ini semua di kemudian hari! bagaimana aku harus menggantinya kelak?”Tanya Elly,


“Pertama, aku punya nama, berhenti memanggilku dengan “Hei" , namaku Tritan Hong, kedua ini memang tidak gratis tapi aku tak akan meminta kau membayarnya dengan uang”Seru Tritan pada Elly. Elly yang mendengar ucapan Tritan seketika memundurkan langkahnya kebelakang dan menyilangkan tangannya di dada.


“Kau mau menjual ku???!!”Serunya membuat Tritan tak bisa menyembunyikan tawanya.


“Dasar bodoh!! sudah ikut saja, aku tak akan melecehkanmu apalagi menjualmu, haha”Serunya sambil menarik tangan Elly masuk ke dalam mobil dan membawanya ke sebuah salon kecantikan.


“Buat dia cantik “Seru Tritan pada salah satu pegawai senior di salon itu. Dengan pasti pegawai itu mengangguk dan membawa Elly masuk ke dalam sebuah ruangan.


2 jam berlalu, tritan telah bosan lama menunggu, ia berkali-kali menatap jam di pergelangan tangannya, hingga di detik setelahnya pintu ruangan itu terbuka. Tritan menoleh, dengan penuh keraguan, elly keluar dari balik pintu. Beberapa detik Tritan tak bisa mengalihkan pandangannya dari Elly.


“Segalanya memang tidak ada yang tak mungkin jika di lakukan dengan uang”Batin Tritan.


“Apa ada yang aneh? “Tanya Elly canggung


“Ya.. Yang aneh adalah tunanganmu tak menyadari kau bisa begitu cantik hanya dengan sedikit uang”Serunya kemudian mengulurkan tangannya pada Elly. Elly pun menatap ke Arah tangan Tritan.


“Mau kemana lagi? “Tanya Elly


“Sudah secantik ini, sungguh sia-sia jika tak di pamerkan bukan”Ujar Tritan. Meskipun sebenarnya Elly tak paham betul dengan apa yang di maksud Tritan, ia tanpa ragu membalas tangan Tritan dan ikut pergi bersamanya.


- TopHill-


Tritan kembali membawa Elly masuk ke restoran VIP di dalam TopHill. Di luar ruangan itu telah berdiri 2 pelayan di depan pintu. Melihat tritan datang mereka membukakan pintu dengan Hormat. Tritan menggandeng tangan Elly di atas lengannya. Pintu terbuka. Betapa terkejutnya Elly saat melihat Alan dan gadis itu telah duduk bercengkrama dengan beberapa orang lain di ruangan itu. Melihat Tritan masuk, semua orang menghentikan obrolan mereka dan menoleh pada Tritan. Termasuk Alan.


“Elly??!ba.. Bagaimana.. Kau..?!”Tanya Alan yang tak kalah kagetnya saat melihat Elly ndan Tritan masuk. Melihat wajah heran Alan Tritan tersenyum dan berbisik pada Elly.


“Dengar, pria itu telah mensia-siakan dirimu, sekarang kau punya pilihan untuk membalasnya, jadi lakukan dengan benar”Seru Tritan, Elly kemudian menoleh dan mengangguk dengan cepat.


Sepanjang pertemuan itu, elly membuat semua pria yang ada disana terpesona, bahkan Alan tak menyangka Elly bisa berdandan secantik itu dan hal yang lebih sulit di percaya ia bisa datang dengan bos MD. Ia masih merasa heran.


“Bukankah tadi ia masih ada di bawah lututku?sekarang bagaimana bisa is bersama tuan muda Hong?”Seru Alan dalam hati ia kemudian mendekati Elly dan meninggalkan gadis di sebelahnya.


“Elly sayang, bagaimana kau bisa di sini bersama tuan muda Hong? “Tanya Alan seakan tak terjadi apa-apa dengan mereka sebelumnya “Tuan Hong, bagaimana anda bisa bersama dengan tunanganku? “Alan kemudian melemparkan Arah matanya pada Tritan yang dengan santai memegang white wine di tangannya.


“Elly, benarkah dia tunanganmu?”Tanya Tritan tersenyum pada Elly. Elly menatap ke sekeliling dan melihat banyak mata sedang memandang mereka.


“Maaf tuan Hong, banyak sekali di luar sana pria yang mengaku-ngaku sebagai tunangan ku, jikapun aku bertunangan, aku akan memilih pria sepertimu, bukan pria gemuk seperti tuan ini”Mendengar ucapan Elly, semua orang di ruangan itu pun tertawa. Alan melihat Elly dengan tatapan kesal, dengan kasar ia menarik tangan Elly hendak membawanya keluar, namun seketika Tritan mencegahnya.


“Tuan Shu, lepaskan tangan kotormu dari wanitaku"