
Sepanjang jalan, Brandon tak henti-hentinya bertanya pada Daniel kemana ia pergi, kenapa tidak kembali, apa Daniel merindukannya dan masih banyak lagi. Dengan sabar, Daniel menjawab setiap pertanyaan Brandon. Ara di samping Daniel hanya mendengarkan, memalingkan wajahnya pada pemandangan di luar mobil. Orang yang paling ia rindukan ada di sampingnya tapi setelah bertemu kenapa justru hanya perasaan marah yang ada di hatinya.
Sesampainya di kediaman keluarga Romanof, mobil Daniel berhenti tepat di depan pintu utama. Langkahnya turun di susul oleh brandon dan juga Ara. Saat mendengar mobil berhenti, Deisy juga Higa mereka menyambut kedatangan Daniel. Sebelum datang menjemput Ara dan Brandon, Daniel sudah lebih dulu datang menemui Higa dan Deisy jadi saat Daniel kembali pulang mereka sudah tidak kaget lagi.
"Kalian sudah kembali," ujar Deisy menyambut mereka dengan hangat. Ara hanya tersenyum mengangguk tapi ad ayang janggal di sini.
Melihat kedua orang tuanya tidak terkejut, Ara kembali mengerutkan keningnya. Menebak-nebak mereka pasti juga sudah tahu Daniel kembali. Jadi semua orang sudah tahu dia kembali tapi tak ada yang memberitahunya.
"Kalian luar biasa! Daniel kau jenius" batinnya mengegrutu dalam hati.
Setelah beberapa saat, Deisy membawa Brandon ke kamarnya untuk mengganti baju, Ara dan Daniel juga masuk ke dalam kamar untuk bicara.
Klak.. suara pintu tertutup, Ara berjalan duduk di tepi tempat tidur sambil mencopot sepatu heelsnya. Daniel menyusul Ara duduk di sampingnya. Ara diam, ia menunggu Daniel bicara menjelaskan.
"Kamu seperti tidak senang bertemu lagi denganku?" tanya Daniel di samping Ara.
"Bagaimana bisa senang jika aku adalah orang terakhir yang tahu kau kembali" ujarnya kesal. Daniel tersenyum kemudian memegangi kedua pipi istrinya dengan gemas. Sudah satu tahun ini, wajah ini yang selalu ia rindukan ternyata saat bertemu bukan wajah senang justru marah seperti ini. akhirnya Daniel berusaha menjelaskan kemana saja ia selama satu tahun ini.
(Flashback on)
kehilangan nyawanya karena kecelakaan itu. Bunyi nyaring bedside monitor yang di dengar Ara juga adalah benar-benar bunyi detak jantungnya yang berhenti.
Saat itu Daniel merasa ia berada di depan sebuah gerbang yang di dalamnya terlihat sebuah tempat yang sangat indah,di sana terlihat hamparan padang bunga dan juga sebuah sungai berair jernih mengalir dengan deras. Tempat itu terlihat begitu cantik, saat itu langkahnya seperti tidak sabar untuk masuk ke dalam gerbang itu. Daniel yang memakai pakaian serba putih berjalan cepat, namun seketika sebuah suara yang tak asing menggema di telinganya. Itu suara Ara, di dalam pendengarannya ia mendengar Ara terus memanggil-manggil namanya. Mata Daniel mengedar mengelilingi setiap penjuru sudut tempat itu, hanya ada suara dan tak terlihat sosok Ara di sana. Ia terus berlari mencari asal suara Ara, mencari dimana sosok Ara namun semakin lama suara itu menjauh dan menghilang. Dengan wajah nanar, Daniel kembali mendekati gerbang itu. Namun semakin lama gerbang itu terlihat semakin tertutup saat ia berada tepat di gerbang itu, Tiba-tiba dari arah belakang tubuhnya Ara muncul dan berdiri menepuk bahunya. Daniel segeran menoleh ke belakang. Kali ini ia melihat Ara namun tak bisa mendengar suaranya, dari gerakan bibirnya Daniel seperti melihat Ara mengucapkan kata,
"Kamu, jangan pergi.. aku ingin kau kembali Daniel"
Setelah ia melihat Ara mengucapkan kata itu, Tiba-tiba matanya terbuka. Suster juga dokter berada di sampingnya mengelilinginya dengan wajah heran. Bagaimana tidak, ini sudah lewat dari 5 menit setelah upaya mereka sia-sia menyelamatkan Daniel dan baru saja dokter membacakan waktu kematian Daniel namun detik kemudian mereka tertegun ketika tiba-tiba pasien dengan luka sebegitu parahnya dan sudah di nyatakan meninggal tiba-tiba membuka matanya. Setelah tertegun beberapa saat akhirnya dokter segera mengambil kesempatan untuk menolong Daniel.
Setelah beberapa jam di rawat intensif, Daniel kembali membuka matanya setelah ia sempat tertidur karena obat bius. Ada sebuah gumpalan pendarah di kepala Daniel yang harus segera di operasi saat itu. Setelah operasi berlalu, Daniel kembali sadar. Namun sesuatu yang besar terjadi, Daniel kehilangan penglihatannya. Dunianya tiba-tiba gelap, tidak ada warna selain warna hitam dari matanya. Sebuah rasa ketakutan yang besar muncul di benak Daniel. Ketakutan yang paling besar adalah ia takut menerima kenyataan bahwa ia tak lagi bisa melihat senyuman Ara juga Brandon.
Cidera di kepala Daniel butuh beberapa lama untuk bisa sembuh, berbulan-bulan ia menjalani perawatan. Butuh waktu berbulan-bulan juga untuk Daniel bisa dengan kuat dan sabar menerima kenyataan bahwa dirinya sekarang buta. Meskipun dokter berkata bahwa kebutannya bisa kembali normal seiring cirera di kepalanya sembuh namun kekhawatiran terus melanda hatinya. Karena hal itu juga, Daniel menolak dengan tegas untuk siapapun memberitahu keberadaannya pada siapapun termasuk Ara. Meskipun buta, Daniel selalu meminta orang untuk mencari tahu tentang Ara. Ketika Daniel dengar Ara berhasil menjatuhkan Clara kemudian ia resmi menjadi Presdir FireGate, Daniel tak bisa menahan senyum di bibirnya. Juga karena hal itu ia menyembunyikan dirinya sendiri dari dunia luar dan juga Ara. Ara telah berhasil merebut kembali posisinya, ia tak ingin Ara menjadi sedih melihat kondisinya saat ini.
Keputusan Daniel untuk bersembunyi dari Ara sempat di kekang oleh Aldrick namun apa daya, Daniel bersikukuh ingin bersembunyi dari Ara. Saat itu bukan hanya kehilangan penglihatannya tapi luka dan cidera di sekujur tubuhnya membuatnya berbulan-bulan harus berada di atas kursi roda.
Lebih dari 7 bulan, dokter baru benar-benar bisa mengembalikan penglihatan dan kesehatan Daniel namun masalahnya tak hanya sampai di situ saja. Setelah sembuh Daniel harus membangun lagi DownGrup dan TopHill yang sempat terpuruk di bawah tangan Sebastian. Hal ini tidak mudah, Daniel harus kembali merakit perahu yang hampir karam. Maka dari itu sementara waktu ia harus fokus dengan pekerjaannya. Tak bertemu Ara bukan berarti ia tak mencari tahu apa yang terjadi dengan Ara dan Brandon. Diam-diam ia mengutus seseorang selalu mengawasi anak dan istrinya itu. Saat tanggal 28 dan Ara memutuskan minum di TopHill sebenarnya Daniel tahu dan juga lihat. Apalagi ketika Kevan datang, pikiran Daniel pun buyar dan hanya terfokus pada Ara. Daniel saat itu sedang melakukan diskusi alot dengan salah satu rekanan Downhill. Saat ia mendapat berita bahwa Ara mabuk dan ada Kevan di sana tanpa pikir panjang ia segera menunda diskusi itu dan segera berlari masuk ke dalam mobil untuk menjemput Ara.
Sesampainya di sana, seperti dugaan Kevan yang saat itu baru selesai dengan acaranya dan saat ia kembali melihat Ara sepertinya mabuk berat ia segera hendak melangkah mendekati Ara namun belum sempat mendekat sebuah tangan besar menepuk pundaknya. Kevan menoleh, matanya membulat saat ia melihat Daniel di belakang tubuhnya. Kevan sudah pernah bermasalah dengan Daniel dan juga sudah merasakan rasanya jatuh tersungkur karena pria ini. Saat melihat Daniel ia tahu arti tatapan mata pria di depannya dan dengan segera mundur tak berani maju lagi.