Take Me Back Please!

Take Me Back Please!
Bab 142: Clara! kau iblis! kau sikopat!



"Clara, aku sudah sekian lama ada membelamu lalu kenapa kau seperti ini padaku?" ujar Elly dengan nada tinggi pada Clara.


Meskipun benar karena kebodohannya yang membuat gagal semua rencananya namun setidaknya ia juga pernah membantu Clara menyingkirkan semua orang yang menghalanginya. Merasa semua kebaikannya seperti tidak ada artinya, Elly benar-benar marah.


"Kalau bukan karena kau yang bodoh terjebak oleh permainan seorang pria aku tidak akan masuk ke dalam selokan seperti ini bersamamu!" Ujar Clara kemudian menjentikkan jarinya sebagai isyarat pada dua pria bertubuh besar dibelakangnya. Tak lama pria-pria itu menutup kepala Elly membuatnya tak bisa melihat apapun kemudian menyeretnya pergi keluar.


Elly berontak, namun semakin berontak pria-pria itu tak segan-segan memukulnya. Ada dua tangan mencengkram kuat lengannya memerintahkannya untuk berdiri dan ia merasa sebuah tali melilit lehernya. Tak berapa lama penutup kepalanya di buka, sebuah tali gantung melilit di lehernya seketetika ketakutan mengergap kepalanya. Clara benar-benar monster, ia berencana membunuh Elly dengan menggantungnya.


Clara berdiri tak jauh di depan Elly, senyuman dingin menghiasi bibirnya.


"Clara! kau iblis! kau sikopat!" teriak Elly mengituk Clara di depannya


"Apa ada pesan terakhir sebelum kau mati Elly?!"


"Kau iblis Clara! iblis!"


Dunggg... kemarahan Elly tak bertahan lama setelah salah satu pria tadi mendorong kasar tubuhnya membuat tali yang ada di lehernya mencekik keras membuatnya sulit bernapas.


Di saat seperti ini, otaknya sudah tak mampu lagi memikirkan apapun. Rasa sakit di lehernya membuatnya takut bukan main.


"Jangan bergerak!!" Tiba-tiba suara pekikan seorang pria terdengar dari belakang. Clara, Rudy dan semua orang juga langsung menatap pintu masuk. Ada lebih dari 6 orang polisi menodongkan pistol ke Arah Clara. Itu hanya ruangan dengan satu pintu. Tidak mungkin ia bisa kabur kemanapun. Dengan cepat polisi menyergap semua orang dan salah satu polisi bahkan berlari menolong Elly yang hampir sudah tak bergerak tergantung di ruangan itu. Melihat polisi datang menyelamatkan Elly, Clara semakin emosi. Ia bwrteriak pada polisi itu jangan menyelamatkan Elly namun tentu saja ucapannya tak di gubris.


"Nona Clara, kau di tangkap atas tuduhan pemalsuan data perusahaan, percobaan pembunuhan berencana pada 5 orang di antaranya juga nona Elly. Ayo ikut kami ke kantor!" ujar polisi itu sambil memborgol tangan Clara dan membawanya ke kantor polisi.


***


Setelah acara peresmian berakhir, Ara kembali ke kastil keluarga Romanof bersama dengan Ayah, ibu, kakek juga Denis. Sesampainya di rumah itu, mata Ara mengedar. Ingatannya tentang rumah ini sungguh tidak bagus. Banyak kepedihan yang terjadi berawal di rumah ini. Tapi meskipun begitu, ia sangat bersyukur ibu dan semua orang yang sempat pergi darinya kini kembali. Tapi tanpa Daniel di sisinya, sangat sulit untuk Ara menyembunyikan rasa sedihnya.


Ara mulai melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah dan juga kamarnya. Kenangan lucu bersama Daniel saat ia datang bulan kala itu membuat senyum Ara sedikit tertarik. Ia kemudian duduk dan tangannya membelai lembut di atas tempat tidur.


Deisy tersenyum dan akhirnya bercerita. Ia selama ini tinggal di sebuah desa kecil di kaki gunung. Dulu Higa berusaha mengirimnya ke sebuah villa milik keluarga Romanof tak jauh dari desa itu. Sebenarnya Higa hanya ingin menggertak Ara agar lebih cepat mengambil alih cincin itu tapi tak di sangka Wulan dan Dayu justru mengambil kesempatan itu untuk mencelakainya untung saja Deisy sempat kabur namun sialnya di tengah pelarian Deisy terperosok jatuh ke dalam jurang. Jurang itu terlalu curam, Deisy bahkan tak sempat berpikir ia bisa selamat, dua orang pria suruhan wulan melihat tubuhnya di dasarnya jurang tak bergerak juga banyak darah dengan cepat memastikan Deisy sudah mati tapi siapa sangka saat mereka pergi seorang kakek tua menemukannya dan membawanya ke sebuah gubuk miliknya saat ia melihat Deisy masih bernyawa. Dia seorang tabib akupuntur terkenal bernama Jing Mi , Ia di rawat beberapa hari sampai siuman. Deisy memang sengaja menghilang sekian tahun untuk memulihkan kesehatannya. Jurang itu terlalu curam, banyak tulang patah juga pendarahan organ dalam. Kakek Jing sebenarnya ingin membawa Deisy ke rumah sakit namun hal itu di tolak keras oleh Deisy. Jika harus ke rumah sakit maka orang-orang yang membencinya akan tahu bahwa ia masih selamat dan mereka pasti akan memutar otak untuk mengambil nyawa kecilnya itu.


Setelah beberapa tahun berlalu, ia bukan tak mencari tahu kabar Romanof. Diam-diam ia mencari tahu tapi siapa sangka ia menemukan berita bahwa Higa sakit keras, Cliff tidak tahu keberadaannya juga tiba-tiba Ara menghilang. Tak banyak pikir, Deisy tahu semua hal serempak ini pasti ada orang lain di belakang mereka, siapa lagi kalau bukan wanita gila harta itu. Apalagi saat tahu presdir FireGate berubah menjadi Clara. Keyakinan Deisy semakin besar.


Suatu hari, saat Deisy membantu Kakek Jing di klinik kecilnya, seorang pria asing tiba-tiba datang mencarinya. Saat itu ia sama sekali tak tahu siapa pria itu sampai dia mengatakan dia bernama Daniel Qin. Marga yang sama dengan Aldric membuatnya sedikit tertegun. Deisy tak banyak bereaksi, begitupun dengan Daniel. Saat itu ia hanya memintanya untuk ikut bersamanya ke suatu tempat. Itu adalah sebuah rumah, rumahnya tak terlalu besar di pemukiman yang tak terlalu ramai namun sangat nyaman dengan pemandangan yang sangat indah.


Klak, pintu kamar terbuka. Deisy masuk ke dalam kamar, matanya membelalak kaget ketika melihat seorang pria yang tak asing terbaring di atas ranjang besar lengkap dengan alat-alat medis terpasang di tubuhnya. Di sana ada 2 orang suster juga seorang dokter. Higa mendengar ada yang masuk, dengan lemah ia menoleh ke arah pintu masuk. Air mata Higa tak bisa lagi terbendung. Doanya terkabul, beberapa bulan ia tergeletak tak berdaya di atas ranjang rumah sakit sambil menyesali semua perbuatannya pada Deisy dan juga Ara. Ia baru menyadari selama ini yang benar-benar menyayanginya hanya dua orang ini saja di antara anak dan istrinya yang lain. Ternyata selama ini ia percaya pada orang yang salah. Rasa bersalahnya semakin mendalam saat ia juga tahu rasa bersalahnya tak akan sampai kemanapun karena yang ia tahu Deisy sudah mati. Tapi, ketika ia melihat sesosok wanita itu berdiri di ambang pintu, ingin rasanya ia menyeret tubuhnya yang tak berdaya itu berlutut di kaki Deisy menyesali semua yang telah terjadi. Deisy berkaca-kaca. Air matanya juga jatuh, Higa melambaikan tangannya lemah ke arah Deisy, Deisy setengah berlari meraih telapak tangan itu.


"Deisy, apa ini benar kau?" tanya Higa, Deisy mengangguk. Air mata Higa juga terus terjatuh. "Maafkan aku, maafkan aku, maafkan aku" sambung Higa. Hanya kata itu yang bisa terucap dari mulutnya. Ia tak menyangka Tuhan memberinya kesempatan kedua untuk memperbaiki kesalahannya.


"Sebagai istrimu, aku sudah memaafkan semua kesalahanmu jauh sebelum hari ini"


"Deisy" bibir Higa terus bergetar, kemudian matanya beralih melihat pria jangkung tampan di belakang Deisy.


"Deisy, dia adalah menantu kita. Namanya Daniel Qin. Dia yang menyelamatkanku"


Mendengar kata menantu dari bibir Higa, Deisy tersentak kaget.


"Menantu?" tanya Deisy. Selama ini yang ia tahu, anaknya dekat dengan Kevan. Tak disangka justru menikah dengan pria lain.


"Benar ibu mertua, aku adalah suami Ara"


"Kenapa aku tak mendengar kalian menikah dari media? dan lagi kau tahu darimana aku ada di kota ini" tanya Deisy. Daniel menghela napas beratnya dan mencoba menjelaskan bahwa mereka menikah kilat dan hanya memiliki buku nikah. Mereka tidak pernah mengadakan resepsi apalagi mengundang media untuk meliput. Daniel juga menceritakan sudah beberapa tahun ini ia terus mengutus banyak orang untuk mencari tahu keberadaan Deisy hingga suatu hari salah seorang dari utusannya melihat Deisy ada di klinik kakek Jing dan hal itu yang membawa Daniel datang menemui Deisy.


Hari-hari berlalu sangat cepat. Dengan keterampilan mengobati kakek Jing yang luarbiasa, Higa berangsur-angsur pulih. Saat itu Daniel masih mencari tahu tentang keberadaan Ara dan Cliff siapa sangka justru di temukan tidak sengaja oleh Tritan kalau itu.


(Flashback off)