
Acara lelang kaum elit itu di mulai tak lama sejak mereka berbincang. Mereka duduk di tempat yang di sediakan. Kevan hanya sedikit aneh dengan Daniel. Bahkan jika ia bisa masuk ke dalam acara ini, ia tak akan mendapatkan tempat duduk. Tapi yang dia lihat justru sebaliknya. Ia bahkan duduk di depan tak jauh darinya dan di mejanya pun tertulis namanya “Daniel Qin".
Ia buru-buru mengirimkan pesan pada Gerry, pesan itu berisi titah untuk mengecek ulang identitas Daniel. Ia tak yakin informasi dari Gerry saat itu sudah lengkap.
Apa yang aku lewatkan sebenarnya?
Jika ia ingat-ingat lagi, dari apa yang di kenakan memang ia tak seperti orang tak mampu, dari setiap obrolan yang tempo hari mereka lakukan pun ia denga mudah mengimbanginya. Terlebih reaksi Tritan tadi saat membicarakan mobil sepertinya itu bukan ekspresi pura-pura. Ia tak seperti meminjamkan Daniel sebuah mobil. Jadi mobil itu miliknya? seorang dengan posisi direktur apa benar bisa membeli mobil semewah itu? dengan gajinya di perusahaan kecil MD, seharusnya ia tak memiliki kemampuan itu.
Siapa dia? apa benar bukan orang biasa?
Acara lelang ini memang di buat sangat singkat, mengingat waktu adalah uang untuk para CEO ini. Beberpaa bArang mewah yang langka sudah di keluarkan, tritan dan Kevan pun sudah memebeli beberapa dengan harga yang tinggi. Setiap kali membeli ia akan melirik Daniel, seperti sedang memperlihatkan ke kekayaannya. Beberapa kali Daniel pun melihat wajah ejekan Kevan. Ia hanya tersenyum ketus.
sepanjang acara, Daniel tak membuka mulutnya. Ia hanya tak tertarik. Barang-barang itu memang mewah tapi hanya akan menjadi penghias rumah yang akan di lupakan.
Acara puncak pun tiba, sebuah Guci terlangka dinasti Song akhirnya keluar. Guci itu memang sangat mewah. Di lihat dari manapun terlihat mewah. Daniel sebenarnya tak tertarik dengan guci itu, tapi melirik Kevan yang sangat antusias, ia ingin melawanya bArang hanya sekali. Ya anggap saja sedikit hiburan untuk malam ini.
Harga di buka dengan harga ratusan ribu dollar. Harga semakin meningkat dan meningkat. Kevan menawar di harga tertinggi $320.000, semua orang menggelengkan kepalanya. Mereka kaya tapi untuk mengeluarkan uang sebanyak itu hanya untuk guci mereka akan tetap berpikir. Dibandingkan untuk guci mereka akan memilih untuk menginvestasikan uang mereka. Para juri menghitung mundur. Jika tidak ada yang lebih besar makan guci ini akan menjadi milik Kevan. Tapi di detik tetakhir Daniel mengangkat papannya dan menawar dengan harga $450.000. Fantastis.
Semua orang langsung menatap Daniel. Tak satoun mereka mengenal siapa yang berani menawar dengan harga tak masuk akal begitu. Begitu juga Kevan. Tapi untuk Tritan. Ia bahkan tak menunjukan ekspresi kagetnya.
“Andai aku gila pun aku tak akan membeli sebuah guci dengan harga segitu”Batin Tritan.
Kevan dengan emosi hendak mengajukan penawaran di atas itu, tapi ia telah menghamburkan uang hampir sebanyak $500.000 jika ia membeli guci itu di atas penawaran Daniel, ia benar-benar telah memboroskan uang. Kevan benar-benar kesal.
Akhirnya Daniel mendapatkan guci itu. Tak ada yang berani menawar di atas tawAran Daniel. Seketika Daniel menjadi bahan perbincangan para kaum elit disana. Peetanyaan mereka hanya 1
“Siapa dia? kenapa dengan orang sebanyak ini tak ada yang mengenalinya?"
Setelah ketuk palu, Daniel dengan cuek melangkahkan kakinya keluar dari ruangan. Tak banyak bicara, ekspresinya pun sangat datar. Tritan mengikutinya di belakang. Acara lelang selesai.
Kemarahan Kevan begitu terlihat di wajahnya. Sisil menangkap wajah marah suaminya. Hanya untuk memamerkan uang pada suami Ara,Kevan bahkan mengeluarkan uang tak sedikit. Kevan tak pernah sekonyol ini. Ara membuatnya benar-benar gila.
Kevan dan Sisil akhirnya memutuskan untuk pulang. Di perjalanan saat menunggu Lift. Sebenarnya Kevan melihat Ara disana. Ia sempat ingin menghampiri Ara yang sepertinya terburu-buru untuk menghindarinya. Namun ia kesal dengan Daniel san tak berniat untuk bertemu dengan pria itu sekarang. Mau dimana ia meletakkan mukanya. Pada akhirnya dia kalah. Akhirnya Kevan pura-pura tak melihat Ara di ujung lorong.
Daniel berjalan santai meninggalkan Tritan di belakang. Tritan akhirnya memutuskan untuk mengimbangi langkah Daniel, sambil senyum ketus pada Daniel.
"450k untuk sebuah guci konyol, kau merendah untuk meroketkah? sama sekali bukan gayamu”Daniel tersenyum ketus.
“Aku hampir ingin menimpuk kepalamu saar kau merendahkan dirimu di depan Kevan. Semua tahu apa maksud ucapannya"
“Biarkan dia terbang tinggi, buat dia lupa ketinggiannya dan saat dia sadar tak sempat menyelamatkan dirinya, dia akan mati mengenaskan"
Tritan merinding seketika. Jika ingin mematikan seseorang tak perlu repot sebenarnya, tapi pengecualian untuk Kevan sepertinya, ada dendam tersembunyi di matanya, mungkin karena Ara, ia ingin membalas pria itu dengan kejam dan sakit. Daniel benar-benar menyukai Ara, tapi kenapa dia tak jujur saja? tak ada gadis yang tak menyukai uang. Dengan kemampuan Daniel, Ara tak mungkin menolaknya. Bos dan sahabatny ini memang sangat aneh, sangat sulit di tebak.
“Aku harus ke restoran, Ara menungguku, kau duluan lah"
“Apa Ara di sini?ajak aku, kenalkan aku padanya"
“Tidak, lain kali saja"
“Oke baiklah"
Akhirnya mereka berpisah. Saat Daniel memasuki restoran dan tidak melihat Istrinya disana, ia mengerutkan keningnya. Ara tak mungkin pulang karena tas dan ponselnya madih berada di atas meja. Mungkin ke toilet. Akhirnya Daniel menunggu Ara, beberapa menit ia menunggu, Ara tak juga datang, ia merasa pasti ada yang tak beres, akhirnya ia memutuskan untuk mencari Ara ke toilet.
Benar saja. Baru beberapa keluar dari pintu restoran, Daniel sudah melihat Tritan,Ara dan beberapa pelayan bersama. Matanya tertuju pada Guci yang baru dia beli sudah hancur berantakan di bawah kaki Ara. Daniel menghela nafas panjangnya. Bukan karena guci itu, tapi ia khawatir kaki ramping Ara terluka. Daniel yang mengehntikan langkahnya, sempat mendengar kata-kata intimidasi dari mulut Tritan. Daniel tak bisa tak mengangkat Alisnya dengan ketus.
Berani sekali manusia itu!
Daniel pun menghampiri mereka.
Daniel pernah bercerita sedikit pada Tritan saat ia membawa Ara untuk masuk ke dalam kamar VIP di TopHill waktu itu. Setelah membawa tubuh Ara masuk ke dalam kamar itu, tritan datang menghampirinya. Tritan awalnya tak tahu siapa gadis uang di bawa Daniel. Daniel akhirnya menceritakan kejadian di rekaman itu. Beberapa minggu sebelum kejadian itu, pernah sekali Daniel menceritakan tertarik pada 1 wanita, tapi tak tritan sangka yang di maksud adalah Ara. Tritan belum pernah melihat wajah Ara, bahkan saat ia masuk ke dalam kamar, ia tak di izinkan untuk melihat wajah Ara. Ia hanya menunggu di depan pintu dan Daniel membawanya kembali ke meja Bar.
Kala itu Daniel hanya mengatakan nama gadis itu adalah Ara. Dari wajahnya saat menceritakan masalah Ara memang terlihat sepertinya sahabatnya itu merasa iba pada Ara tapi kata-kata Daniel setelah itu membuat dirinya kaget, ia mengatakan bahwa ia akan menikahi gadis itu dengan cara apapin dan ia tak akan mengungkapkan jati dirinya pada Ara.
Lelucon macam apa yang kali ini di pikirkan Daniel. Tritan dan Daniel memang sudah kenal lama, tapi ada beberapa saat ia tak mengerti cara pikir sahabatnya itu. Termasuk kali ini. Hanya untuk gadis simpanan pria lain, ia bahkan sempat-sempatnya berpikir untuk menikahinya, tritan berkali-kali memutar otaknya, jika hanya untuk gadis simpanan, di TopHill ini juga banyak gadis yang sangat cantik yang akan dengan sukarela mau menghiburnya, lalu apa yang spesial dari Gadis bernama Ara itu? pasti ada alasan lain.
Setelah Tritan bertemu denga Ara hari ini, ia menemukan 1 dari beberapa Alasan yang mungkin membuat Daniel ingin menikah dengannya. Ara memang cantik. Aura kecantikannya berbeda dengan gadis-gadis lain. Auranya dangat mistis, tapi tentu saja bukan mistis seperti hantu maksudnya.
Di dunia ini ada gadis yang cantik namun lama kelamaan kau akan bosan memandangnya, ada yang tidak terlalu cantik tapi kau tak bosan-bosan memandangnya. Dan Ara dia cantik tapi seberapa lamapun kau memandangnya ada perasaan kau tak membosankan justru semakin menyukainya.
Meskipun ada cap buruk di namanya, bahkan jika dia bukan gadis milik Daniel, tritan pun akan membawanya pulang. Tapi cantik pasti buka alasan satu-satunya. Lalu apa?