Take Me Back Please!

Take Me Back Please!
Bab 112:Jadi begini caramu mengancamku, Kek?



Pukul 3 pagi, angin dingin semilir masuk ke dalam kamar dari balik jendela yang sepertinya lupa tak di tutup karena kejadian semalam. Mendengar suara jentikan keyboard Ara terbangun dengan merasakan tubuhnya seperti kehilangan tulang-tulangnya. Mata Ara berbalik, menatap Daniel yang sedang sibuk dengan laptopnya, melihat pergerakan pada wanita di sampingnya, Daniel pun menoleh.


"Apa kau bangun karena aku?" tanya Daniel membelai lembut kepala Ara, Ara mengangguk ragu.


Meskipun mereka sudah menikah 3 tahun lamanya dan karena hilang ingatan, melihat seorang pria tampan bertelanjang dada di sampingnya sungguh bisa membuatnya merasa malu bukan main. Ara tentu saja belum terbiasa, pipinya bahkan memerah. Dengan cepat ia membalikan tubuhnya dan semakin menyembunyikan tubuhnya di dalam selimut. Rasanya seperti malam pertama mereka terulang lagi, Daniel tersenyum melihat bahu dan leher Ara yang terbuka. Beberapa tanda merah bekas ciumannya terlihat jelas disekitar leher istrinya itu.


Daniel menutup laptopnya, kemudian masuk ke dalam selimut, meraih pinggangnya dan menarik tubuh ramping Ara masuk ke dalam pelukannya.


"Masih terlalu pagi, sebaiknya kau tidur lagi" ujar Daniel,


"Sepagi ini, kau sibuk apa? kenapa tidak tidur? "


"Ada sedikit masalah yang harus aku selesaikan"


"Oh,"


"Jadi sekarang tidurlah" Ujar Daniel sambil memeluk Ara, Ara tersenyum dan mengangguk ragu.


Setelah Ara kembali terlelap, Daniel bangun dari tempat tidurnya dan membawa laptopnya menuju sofa di depan kamarnya. Ia benar-benar tak bisa memejamkan matanya ketika ia mendapatkan pesan dari Yogi bahwa seluruh akun keuangannya di bekukan oleh Shamus, bahkan pria tua itu meminta Sebastian, sepupu Daniel menggantikan posisinya sementara bukan hanya posisinya di Edmund tapi juga Down Grup dan juga Top Hill. Hal ini membuat Daniel tersenyum ketus.


"Bos, aku tidak bisa membuka blokir akun mu, Sebastian memegang semua kendali, aku tak bisa lagi melakukan apapun" ujar Yogi melalui pesan WA beberapa jam lalu,


"Jadi ini caramu mengancamku, Kek?" batin Daniel tersenyum ketus setelah ia mendengar ucapan Yogi barusan. Sebenarnya Daniel sudah menduga kakeknya akan memaksanya kembali tapi tak berpikir ia akan menggunakan cara ini, "Baiklah, kita lihat bagaimana kau bermain kali ini,Kek"


"Yogi, sudah berapa lama kau tidak liburan?"


"Sudah hampir 1 tahun, Bos" jawabnya sambil memberikan banyak emoticon menangis di dalam pesan itu.


Melihat pesan dari Yogi, Daniel terkekeh kecil dan baru menyadari sudah selama itu menyiksa Asistennya itu.Yogi adalah tipe asisten yang cepat tanggap dan selalu melakukan semua tugasnya tanpa mengeluh dan pekerjaannya pun selalu bersih dan rapih. Karena tidak pernah mengeluh, bosnya ini sampai lupa karyawannya juga perlu cuti.


"Baiklah, semuanya sudah di handle Sebastian maka pekerjaanmu dan aku akan sangat berkurang, ambillah waktu luang ini untuk berlibur Yogi"


Ting.... dua notifikasi masuk ke dalam ponsel Yogi. Yogi membuka notifikasi e-banking dari ponselnya dan menemukan sejumlah uang masuk ke dalam rekeningnya. Ia begitu kaget ketika melihat nominal yang di transfer oleh bosnya itu. Ia hampir tak percaya, meskipun senang namun ia tahu ini bukanlah hal yang baik. Ia memang sangat mengharapkan liburan, namun meninggalkan bos nya dalam keadaan seperti ini rasanya ia jadi tak bahagia.


"Bos, apa kau sedang memecat ku dan ini adalah uang pesangon untukku??"


"Benar, aku memecatmu selama 2 minggu jadi bersenang-senanglah dan pakai uang itu"


"Seluruh akunmu di blokir olehnya, kau hanya memiliki beberapa akun tersisa. Jumlah di dalam akunmu juga tak terlalu banyak setelah kau memutuskan untuk membuat perusahaan Wingsley jatuh saat itu. Bagaimana kau bisa memboroskan uang seperti ini?"


"Jika tidak suka maka kembalikan saja dan pergilah selamanya bagaimana, 😡?" ujar Daniel dengan emote wajah marah.


Daniel benar-benar tak bisa membayangkan betapa rumitnya pikiran Yogi saat ini. Itu hanya pesan teks, emoticon wajah marahnya juga hanya ada 1 buah, tapi ia merasa bosnya benar-benar sedang marah dan tidak senang. Pikirannya langsung terbayang wajah mengerikan pria itu jika marah. Akhirnya buru-buru ia membalas pesan Daniel.


"Oke, oke bos aku terima, terimakasih aku akan segera berlibur, 😰"


Yang ada di kepala Yogi saat ini adalah, bosnya jelas-jelas kehilangan semuanya tapi dari seluruh percakapannya di dalam pesan singkatnya tak ada sedikitpun kalimat ketakutan atau kekhawatiran darinya, bahkan ia masih sempat berpikir untuk memberikannya libur dan juga memberikan bonus dengan nominal fantastis. Tapi bagaimanapun ia Daniel, ia juga tak akan mungkin kehilangan segalanya. Yogi bekerja dengan bosnya itu lebih dari 6 tahun sejak ia lulus dari kuliah. Ia tahu betul bagaimana cerdasnya ia membangun perusahaannya yang hampir bangkrut itu. Ibarat tubuh, Daniel adalah otaknya, kehilangan pria itu bagaimana menjalankan tubuhnya?


"Tapi di posisi seperti ini bagaimana dia bisa setenang itu? " batin Yogi bingung, jika ia ada di posisi pria itu sekarang, mungkin ia akan segera berdamai dengan kakeknya agar semua akun miliknya kembali. Namun Daniel justru memilih melepaskannya. Bukankah itu aneh? pikirnya.


Ting... kali ini terdengar lagi bunyi notifikasi pesan ponselnya, Daniel membalas pesannya hanya dengan satu emoticon tersenyum dan ibu jari (🙂👍) tanpa mengatakan apapun lagi. Akhirnya Yogi meninggalkan pesan bosnya itu sedangkan Daniel terus menatap layar laptopnya berjam-jam. Ia membaca indeks kinerja dan peforma 2 perusahaannya setelah di pegang penuh oleh Sebastian. Daniel tersenyum ketus, "Sebastian, kita lihat seberapa pintar kau menghandle sistem yang sudah ku buat"


***


"Tuan, apa tuan yakin akan melakukan ini? bagaimana jika Tuan Muda tetap tidak akan kembali? apa Tuan Marques akan menyerahkan posisi Tuan Muda utama di Edmund pada Tuan Sebastian?" Tanya Medina mencoba memastikan keputusan yang di ambil oleh Shamus.


Awalnya, selain keluarga Windy dan Daniel berteman sangat baik, mereka sudah persis seperti sepasang kekasih. Kemanapun Daniel berada, Windy akan selalu ada. Hal itulah yang membuat dua keluarga menjodohkan Daniel dan Windy. Semuanya berjalan mulus, Daniel tak menolak juga tak menyetujui perjodohan itu. Daniel yang dingin seakan acuh pada perjodohan itu, untuknya dengan siapapun ia menikah pada akhirnya juga akan di tentukan oleh para tetua keluarganya. Namun semuanya berubah setelah ia bertemu dengan Ara. Daniel yang semula acuh pada perjodohannya mulai memberontak dan merubah sikapnya pada Windy, semakin lama semakin dingin. Dimata Daniel, ada perbedaan yang mencolok dari Ara dan Windy. Ara adalah gadis sederhana yang mempesona, sedangkan Windy adalah nona muda yang rumit. Sejak kecil, Windy di besarkan dengan pola asuh seorang Ratu. Windy bak dewi yang terbiasa di layani, apapun keinginannya harus terwujud hal itu sungguh berbeda 180° dengan kehidupan Ara yang mandiri dan terlihat kuat di luar itu.


Orang pertama yang menyadari perubahan pada sikap Daniel pada Windy adalah Aldric. Aldric kenal betul bagaimana karakter anak semata wayangnya itu. Meskipun terlihat dingin, sebenarnya Daniel memiliki hati yang hangat dan lembut. Hal itu juga yang terlihat untuk Windy sebelumnya. Bagaimanapun Daniel kesal dengan tingkah polah Windy, Daniel akan selalu ada untuknya, membantu dan membela Windy bagaimanapun kondisinya. Hal itulah yang menjadi bahan pertimbangan Aldric dan Meilyn menyetujui perjodohan itu. Namun setelah Aldric mengetahui perasaan Daniel pada Windy yang hanya sebatas kakak dan adik, terlebih lagi anaknya jatuh cinta pada Ara yang notabene adalah anak dari Deisy. Aldric akhirnya berusaha membatalkan pertunangan Daniel dan Windy. Namun ternyata itu tidak mudah, Shamus dan


Meilyn menolak mentah-mentah pendapat Aldric. Untuk Shamus, ia bersikeras untuk menikahkan Daniel dan Windy karena keluarga Calder memiliki Aset peninggalan yang cukup besar. Setelah kedua orang tua Windy meninggal akibat kecelakaan pesawat saat Windy berusia 6 tahun. Windy adalah satu-satunya pewaris keluarganya karena ia anak tunggal. Setelah kecelakaan itu, Windy di asuh oleh pamannya yang merupakan sahabat dekat Shamus.


Keluarga Calder adalah keluarga penambang. Mereka memiliki banyak lahan tambang baik baru bara, emas sampai nikel. Usaha Calder tidak berhenti sampai di sana, mereka juga memiliki brand perhiasan yang juga tak kalah terkenal, hal itu pula yang membuat jalan Windy menjadi model sangat mulus. Di dunia pengusaha tidak ada yang tidak mengetahui hebatnya keluarga Calder.


Sedangkan Meilyn menolak pembatalan perjodohan Daniel dan Windy, karena Deisy pernah memiliki hubungan khusus dengan suaminya dan juga background Deisy yang terbuang dari keluarga suaminya di tambah lagi saat mengetahui Ara menjadi simpanan Kevan, kebencian Meilyn semakin meluap-luap. Dimata Meilyn dan Shamus, Windy lebih baik 1000% di banding Ara. Berkali-kali mencoba meyakinkan Daniel untuk menghentikan perasaannya pada Ara namun semakin di kekang, Daniel semakin pada pendiriannya terlebih saat Daniel berhasil membuat Down Grup masuk ke dalam perusahaan top nomor satu di China dan perusahaan nomor 3 di dunia, ia semakin memiliki kekuasaan dan ia semakin berusaha membuat Ara masuk ke dalam pelukannya.


Mendengar pertanyaan Medina, Shamus terdiam sejenak sambil menghisap rokok yang berada di sela jari-jemarinya.


"Dia akan kembali kali ini, kita lihat saja seberapa besar gengsinya untuk menolak ku kali ini,seluruh akunnya beku, kemana lagi dia bisa pergi selain pulang kesini?"