Take Me Back Please!

Take Me Back Please!
Bab 40: Nyonya Qin jangan terlalu galak



Ara, Daniel dan Cliff akhirnya keluar dari ruang makan meninggalkan banyak wajah heran disana. Mereka seakan tidak perduli.


Keluarga Romanof adalah keluarga terkaya no 1 di kota A, mereka memiliki tanah berhektar-hektar yang saat ini mereka sebut kastil. Di dalam wilayah kastil, ada sebuah kebun anggur yang cukup luas. Anggur yang di tanam adalah anggur dengan kualitas terbaik yang pada akhirnya akan di proses mandiri oleh pabrik anggur kecil milik keluarga.


“Sudah lama aku tak datang ke kebun ini, udaranya begitu segar"


“Hemm benar, tapi sayang udara segar ini banyak tercemar”Seru Ara tersenyum pada Cliff, Cliff tahu apa yang di maksud oleh Ara.


“Uang bisa merubah orang baik menjadi jahat Ara, dan aku menyesal"


“Menyesal? “Seru Ara tanpa menoleh pada Cliff


“Dulu, ketika nenekmu masih hidup, kami hidup sangat miskin. Aku melamar nenekmu hanya dengan sebuah cincin yang aku buat dari besi tua, mungkin tak bisa di sebut cincin tapi cukup bisa membuat air matanya jatuh, saat itu aku tak tahu dia bahagia atau sedih karena melihat cincin itu. Akhirnya kami menikah dan setelah beberapa tahun kami baru memiliki anak yaitu ayahmu, suatu hari kami pergi ke pasar dan ayahmu melihat kedai daging panggang yang harum menggiurkan, aku tak punya uang jadi tak sanggup beli, akhirnya aku hanya bisa berteriak dalam hati menyesali diri karena aku miskin. Akhirnya saat itu aku berpikir, di dunia ini hanya uang yang bisa membeli kebahagiaan. Mulai dari hari itu aku bekerja lebih keras, tak peduli berapa banyak waktu yang aku habiskan di dalam otakku hanya uang seakan tak memiliki anak dan istri. Hingga bertahun-tahun berlalu,aku sampai tak menyadari nenekmu menderita Kanker stadium akhir, di saat usahaku mulai sukses, dia meninggal dan uang yang aku usahakan tak ada artinya, mulai dari itu Higa selalu menyalahkan ku , ia membenciku karena tak pernah ada waktu untuk mereka hingga akhirnya nenekmu meninggal”Senyum Cliff menoleh pada Daniel.


“Daniel, entah bagaimana caramu bertemu dan menikah dengan cucuku, aku tahu kau pria baik, cucuku juga bukan gadis yang buruk, dia mengalami banyak hal sulit, jaga dia dan jangan sampai menyesal seperti aku kelak” seru Cliff meraih tangan Daniel dan Ara. Matanya menyorot lembut masuk ke dalam mata Daniel. Ada banyak kata-kata yang saat ini seperti tengah di katakan melalui mata tuanya. Daniel membalas senyuman dan tatapan itu dengan menggenggam tangan Ara. Seketika Ara menoleh menatap Daniel, ia merasakan kehangatan dari dalam tangan pria itu. Sekilas Daniel menatap Ara dengan senyum.


“Ara berada di hati yang tepat kek, kau tak perlu khawatir, aku akan menjaganya"


“Baguslah, sekarang aku bisa tenang"


Akhirnya setelah beberapa lama kemudian mereka berbincang, mereka kembali masuk ke dalam kastil.


Ara sibuk bersama Cliff sedangkan Daniel sibuk dengan laptopnya di dalam kamar.


Daniel memang akhir-akhir ini terlihat sibuk. Beberapa kali Ara melihat suaminya masih memegang laptopnya hingga larut malam.


“Klak”Suara handle pintu terbuka, Ara masuk ke dalam kamarnya membawa secangkir cokelat panas di genggamannya. Ia melihat Daniel sedang sibuk duduk di atas sofa memangku laplopnya. Ara pun duduk di samping Daniel. Matanya mencuri pandang masuk ke dalam laptop Daniel. Saat Daniel menyadari Ara memperhatikan layar, ia segera meminimize layar dan menoleh pada Ara.


“Wingsley? ada apa dengan perusahaan itu? kenapa kau terlihat serius sekali?”Tanya Ara bingung.


“Tidak ada "


“Benarkah? coba aku lihat”Seru Ara mencoba meraih laptop di atas pangkuan Daniel. Daniel dengan cepat mencegah Ara. “Apa dia melakukan sesuatu pada perusahaan mu?”Sambung Ara. Daniel menatap Ara dan mendekati wajah istrinya itu.


“Kenapa tiba-tiba penasAran?"


“Aku khawatir"


“Benarkah?”Nada bicara Daniel semakin sensual mendekati bibir Ara. Ara seketika mendorong tubuhnya kebelakang menjauhi Daniel


“Daniel kau mau apa? "


baru selesai bicara Daniel menyeka sisa-sisa cokelat panas yang menempel di bibir Ara dengan bibirnya. Hanya sepersekian detik tapi sukses membuat Ara malu.


“Hemm, manis”Seru Daniel menggoda Ara.


“Huh, berhenti menggodaku!”Ara tiba-tiba berdiri dan meninggalkan Daniel menuju kamar mandi. Melihat wajah merah Ara, Daniel pun tertawa geli.


***


Waktu menunjukan pukul 05:05 menit. Waktu acara ulang tahun kakek pun di mulai.


“Ra, aku harus menunggu berapa lama lagi?"


tanya Daniel yang menunggu Ara di depan pintu kamar. Ara mengusirnya keluar kamar karena Daniel tak berhenti menggoda dengan tatapannya.


Tak lama kemudian, Ara membuka pintu. Gaun hitam berleher rendah membuat kulit putih gadis itu terlihat lebih cantik, apalagi rambut panjang tergerai sukses membuat mata Daniel tak berkedip. Ara memang cantik.


“Jangan menatapku begitu atau aku cungkil keluar matamu!”Seru Ara cemberut


“Nyonya Qin jangan terlalu galak, nanti semakin cantik”Ucap Daniel tersenyum masih dengan godaannya sambil menyodorkan tangannya di hadapan Ara. Ara pun meraih tangan itu dengan melipat senyumnya namun ia tak bisa menyembunyikan wajahnya yang bersemu merah. Mereka berjalan menuruni tangga dengan membawa hadiah yang di persiapkan Daniel.


Sampai di lantai bawah, Daniel dan Ara di masih di sambut dengan tatapan dingin tak hanya dari keluarga ayahnya tapi juga seluruh undangan keluarga besar Romanof.


“Kakek, kami membawakan hadiah ulang tahun untukmu, kami berdoa semoga kau di beri umur yang panjang dan bahagia hingga nanti”Seru Ara sambil memeluk kakeknya.


“Terimakasih Ara dan Daniel, aku sudah terlalu tua, tak ingin berdoa hidup lebih panjang, tapi aku berdoa untuk kalian bisa lebih bahagia dan umur panjang”Cliff menggenggam tangan Ara dan Daniel dengan senyuman lembut. “Kalian sangat serasi, cantik dan tampan, cepat buatkan kakek cucu yang lucu sebelum kakek mati, oke?”Sambung Kakek.


Mendengar ucapan Cliff, Ara tak berani menatap wajah Daniel. Pipinya sudah terlanjur merah.


“Kakek, kau bicara apa, kau masih akan hidup lebih lama”Seru Ara


“Baik kek, kami akan berusaha lebih keras untuk memberimu cucu yang lucu,” lirik Daniel pada Ara menahan tawa di mulutnya. Ara mencubit kesal pinggang Daniel.


Clara, rudy dan ibunya datang mengganggu pembicaraan mereka. Wajah Ara yang semula cerah tiba-tiba berubah menjadi tidak enak. Clara memberikan sebuah kotak hadiah dengan wajah manja yang di buat-buat.


“Sungguh memuakkan!!,”Batin Ara.


“Kakek ayo buka hadiah dariku, ”Seru Clara


“Baik lah baiklah, ”Ucap Cliff sambil tangan tuanya membuka kotak hadiah yang di berikan Clara. Di dalam kotak itu terlihat sebuah Sweater rajut berwarna biru tua.


“Kau tahu kek, Clara membuat baju itu khusus untuk ulang tahun kakek”Ucap Clara sambil melirik sinis pada Ara.


“Wah, terimakasih Clara, kau baik sekali"


Berbeda dengan Ara yang hanya lulusan SMK kecil di kota C. Background pendidikan Clara sangat tinggi, khas nona muda keluarga kaya ia lulus dari Universitas mode terkenal di Paris. Setelah lulus, clara kembali ke kota ini dan mendirikan sebuah Fashion Line bernama Queen bersama adiknya, mona.


Dengan uang keluarga, ia dengan singkat memiliki beberapa butik besar di kota A. Dengan reputasi dan link keluarga Romanov, queen dengan cepat menjadi brand besar di kota A. Jadi tak heran ia bisa dengan sombong merendahkan Ara di setiap kesempatan yang ia punya.


“Nona Clara benarkah Anda yang membuat Sweater itu?”Daniel yang tiba-tiba membuka mulutnya membuat Ara menoleh seketika.


“Apa maksudmu?”Tanya Ara berbisik pada Daniel.


“Apa maksudmu??? kau pikir aku tak bisa membuat sweater seperti ini hah?”Seru Clara dengan suara meninggi, membuat semua orang menoleh.


“Jika aku tak salah Sweater itu adalah rancangan designer dan perajut terkenal bernama Anne Jung”Daniel tersenyum sinis di ujung bibirnya. Melihat reaksi Clara dan Wulan, Ara mulai panik. Tak biasa-biasanya Daniel memprovokasi orang lain.


“Maaf tuan Qin, anda tidak bisa menuduh tanpa bukti”Seru Rudy tunangan Clara


“Sudah kita jangan pedulikan orang seperti mereka, merendahkan martabat saja”Seru Wulan


“Baiklah, aku akan buktikan"


“Daniel, apa kau benar-benar yakin?”Tanya Ara dengan wajah khawatir


“Kita lihat saja”Seru Daniel


“Kakek bisakah kakek membantuku melihat bordir di belakang kerah sweater itu? “Tanya Daniel pada Cliff


“Baiklah"


Ara memperhatikan perubahan wajah di wajah Clara. Wajah Clara seketika berubah pucat pasi, terlihat sangat khawatir.


“Kenapa kau terlihat khawatir kak? apa benar kau berbohong?"


“Diam kau!!!”Bentak Clara. Seluruh pasang mata di ruangan itu semakin tergelitik memandang 6 orang yang sedang berdiri di tengah ruangan itu.


Saat Cliff membalik kerah Sweater yang di berikan Clara, terlihat sebuah aksen bordir bertuliskan Anne Jung. Cliff memperlihatkannya pada Daniel dan Ara dengan senyuman. Wulan dan Rudy seketika menoleh kesal pada Clara. Ia sukses membuat ibu dan tunangannya malu.


“Harga dari sebuah kebohongan adalah rasa malu”Seru Ara tertawa sinis pada Clara.


Clara tak bisa berkata-kata lagi, ia hanya bisa menahan air mata di ujung matanya. Akhirnya ia bisa membalas perbuatan kakaknya yang sering mempermalukan nya di muka umum. Bahkan Daniel melakukannya lebih baik.


Clara, Rudy dan Wulan akhirnya berlalu dari pandangan Ara. Acara malam itu begitu meriah. Semua orang seperti dengan mudah melupakan apa yang terjadi beberapa saat lalu.


Saat di akhir acara, Cliff mengumumkan hal yang mengejutkan. Cliiff di tengah semua orang mengumumkan memberikan 10% saham perusahaan miliknya dan menunjuk Ara sebagai Manager penanggung jawab perusahaan. Betapa terkejutnya semua orang mendengar keputusan Cliff.


“Ayah, kau tak bisa melakukan itu, Ara tak pantas! “Sela Higa


“Betul ayah, Ara telah membuat nama baik keluarga kita tercemar, di tambah lagi skandal ibunya dan skandal dirinya sendiri membuat malu keluarga kita! “Seru Wulan


“Pantas atau tidaknya, aku yang menentukan, jika kalian tak suka, kalian bisa protes dengan mengembalikan saham kalian padaku”Seru Cliff dengan wajah angkuhnya


Mendengar perkataan Cliff, baik Higa dan Wulan tak ada yang berani membuka mulutnya lagi. 10% dari saham bernilai puluhan juta dollar sanggup membuat Semua orang banjir air liur. Ara serasa tak percaya. Ia sepeti sedang memenangkan sebuah Jackpot.


“Terima kasih banyak kakek”Bisik Ara pada Cliff.


Suasana tiba-tiba sangat riuh, hampir 80% keluarga tidak menyetujui keputusan Cliff, tapi keputusan sudah jatuh, Cliff tidak akan mengubahnya lagi.


“Bagaimana anak sialan itu bisa mendapatkan 10% saham keluarga? bahkan kakak-kakaknya hanya mendapatkan 5% Masing-masing”Seru Wulan.


“Ibu, kenapa kakek begitu baik pada Ara?? apa karena masalah tadi? “Tanya Clara


“Kau ini memang gadis tak berguna! aku menyesal melahirkan mu!! "