
Siang itu Kevan menerima panggilan dari Arya Lee ayah Sisil, ia meminta Kevan dan Sisil datang ke TopHill untuk makan malam bersama. Awalnya makan bersama kali ini ingin di adakan di rumah utama keluarga Lee seperti biasa namun karena ingin mengganti suasana baru dan juga Kevan harus menghadiri acara lelang amal elit di TopHill hari itu. Mereka akhirnya memutuskan makan malam keluarga di lakukan di Restoran elit TopHill. Kevan dan Sisil pun setuju.
Restoran TopHill.
Seluruh keluarga Lee datang tepat waktu termasuk Jade, sisil dan Kevan. Mereka memesan ruangan VVIP besar di TopHill, tak heran, keluarga mereka cukup besar.
Sisil dan Kevan memasuki ruang VVIP itu, di sambut dengan senyuman dari seluruh keluarga termasuk Arya dan Hanna, ibu Sisil.
“Ini dia menantu kebanggaanku akhirnya datang, kemari menantu duduklah di sampingku”Seru Arya dengan bangga saat melihat Kevan dan Sisil muncul dari balik pintu.
Senyum Kevan mengembang. Tentu saja ia membanggakan, bukan hanya keluarga Wingsley tapi juga keluarga Lee merasa sangat bangga dengan Kevan.
“Ayah, anakmu kan aku, kenapa kau menyambut Kevan tapi tak menyambutku?"
Rengek Sisil seketika memeluk ayahnya.
“Tentu saja, kau juga putri kebanggaan keluarga, kalian pasangan yang serasi"
Akhirnya Kevan dan Sisil duduk bersebarlah dengan Arya. Acara makan malam mereka berjalan dengan baik.
Di sela obrolan ringan mereka, hanna melirik ke Arah Kevan.
“Kevan, bagaimana pernikahan kalian? kapan kalian memberikan kami cucu? kami sudah tak sabar!"
Sisil seketika melirik ke Arah Kevan. Wajahnya tiba-tiba suram, Kevan membalas tatapan Sisil beberapa saat kemudian berpaling menatap Hanna.
“Ibu.. Kami baru menikah belum genap 2 bulan, bagaimana ibu bisa menanyakan masalah anak”Rengek Sisil pada ibunya
Kevan tak bicara apapun, wajahnya masih sama datar dan dingin. Sudah 1 bulan lebih setelah pernikahan mereka, bagaimana bisa memiliki anak, meskipun tidur 1 ranjang dengan Kevan, sisil belum pernah di sentuh oleh Kevan, bagaimanapun ia berusaha, sepertinya Kevan tak ada minat sama sekali denganya. Tiba-tiba hati Sisil membeku.
Istri mana yang tak sedih jika suaminya sama sekali tak mengukainya? apalagi saat Sisil tahu bahwa Kevan masih memikirkan Ara, terlebih saat ini Ara kembali bekerja dengan Kevan.
Aku tak boleh tinggal diam..
Gadis itu benar-benar mengganggu, kenapa harus datang lagi?
“Meskipun baru 2 bulan, kalian berusahalah lebih keras, kami ingin sekali cepat menggendong cucu”Timpal Hanna menambahi ucapan sebelumnya.
Kevan hanya tersenyum kecil, ia benar-benar muak ketika mertuanya menanyakan tentang anak. Apa menikah saja tak cukup hingga harus memiliki anak? jika harus memiliki anak, Ara lah yang harus melahirkannya. Ia tak ingin wanita lain. Tapi bagaimana bisa? satu-satunya alasan Ara ada di sampingnya saat ini mungkin hanya karena cincin itu dan lagi, masalah rekaman itu, pasti sudah melukai hatinya. Jika di ingat-ingat, dari caranya menatapnya saat ini, yang ia lihat hanya tatapan kebencian. Tak ada lagi tatapan lembutnya yang dulu.
Acara makan malam keluarga Lee berjalan lancar hingga akhir. Bahkan Sisil dan Kevan mendapatkan banyak hadiah suplemen agar Sisil cepat hamil. Sisil hanya bisa menampilkan senyum palsu. Mereka akhirnya pamit lebih awal ketika Kevan mendapat panggilan dari Gerry bahwa acara lelang segera di mulai.
Kevan terpaksa membawa Sisil ikut ke acara tersebut. Ia tak memiliki alasan yang tepat untuk meninggalkan Sisil bersama keluarganya. Akan sangat aneh jika Kevan tak membawa Sisil, arya pasti akan curiga.
Memasuki Aula megah TopHill, sisil tak melepaskan gandengan tangannya dari Kevan. Kevan juga tak keberatan. Kevan bertemu banyak sekali para Elit di dalam sana. Namun satu sosok yang berhasil mencuri mata Kevan saat ia melihat Daniel dan Tritan berada di acara tersebut.
Tidak ada yang aneh saat Tritan di undang acara itu, tritan adalah tuan muda keluarga besar Hong, CEO grup MD tempat Daniel bekerja. Acara lelang Amal ini hanya bisa di hadiri para CEO perusahaan, jadi secara tidak langsung, Daniel seharusnya tidak bisa berada di acara super Elit ini. Kevan dan Sisil pun menghampiri Daniel.
Sisil familiar dengan wajah Tritan tapi pria di sampingnya, ia tak pernah melihatnya di manapun. Sisil sepanjang hidupnya, bergaul dengan para keluarga Elit di berbagai kota, tak sekalipun dalam perjalanannya melihat Daniel di antara jajaran keluarga Elit. Siapa dia? Kenapa Kevan dari awal menatapnya tajam?
Dengan membawa segelas wine di tangan Kevan menyapa Daniel dan Tritan dari belakang.
“Wah, kebetulan sekali bertemu dengan Direktur Qin dan tuan muda Hong di acara super mewah seperti ini"
Mendengar suara yang tak asing dari belakang, tritan dan Daniel akhirnya menoleh ke sumber suara. Saat melihat Kevan, wajah Daniel dan Tritan sedikit berubah. Tapi tak terlihat emosi berlebihan.
“Tuan muda Wingsley,tentu saja aku harus datang, aku tak mungkin melewatkan acara semewah ini”Seru Tritan dengan senyumannya.
“Tentu saja anda harus datang, tapi bagaimana bisa Direktur Qin datang? aku rasa acara ini tak bisa di hadiri sembArang orang”Seru Kevan dengan wajah super angkuh dan mengejeknya, tritan berhasil di buat tertegun mendengar apa yang di katakan Kevan.
“SembArang orang? siapa yang dia maksud? Daniel? hah... Apa dia tak tahu siapa Daniel?"
Tritan perlahan melirik wajah Daniel yang meneguk beberapa tegukan wine dari gelas di tanganya. Wajah Daniel seperti lautan. Sangat tenang tapi bisa sangat menenggelamkan.
“Aku tak sengaja bertemu Tuan Hong di lobby, kami bersahabat baik, jadi dia mengundangku"
Tritan seketika menoleh pada Daniel seraya batinnya berteriak-teriak
“Ya Tuhan, di dunia ini tidak ada orang yang tidak ingin memamerkan kekayaan, tapi Daniel justru merendah sampai tiArap seperti ini, bahkan tuan muda seperti aku rela memanggilnya bos, permainan macam apa yang dia mainkan?"
“Benar sekali, sahabatku ini memang sangat baik"
“Mobil? Mobil apa?” Tritan refleks mengeluarkan ucapan kagetnya, membuat wajah Daniel dan Kevan seketika Aneh. Melihat Daniel menatapnya sangat tajam, lagi-lagi ia harus berpura-pura
“Ah.. Mobil itu.. Hehe..kita memang sahabat, barangku milik dia juga”Tritan tertawa aneh aneh. Daniel hanya bisa mengerlingkan matanya kesal dan meneguk segelas wine di tangannya. “Dasar bodoh!jawaban macam apa itu”Batin Daniel.
Kevan tersenyum senang, ia merasa berhasil mempermalukan Daniel di depan umum.
Sejak awal bertemu, sisil memandang Daniel dengan wajah menyelidik, dari sudut manapun pria di depannya memang sangat tampan. Bahkan wajah dan tubuhnya sangat sempurna. Bagaimana bisa dia tak tahu ada pria lebih tampan dari Kevan di dunia ini. Sisil mencuri senyum pada Daniel. Daniel sekilas melihat senyuman Sisil, ia mengacuhkannya dengan wajah Dingin.
“Dingin sekali, lebih dingin dari Kevan. Siapa sebenarnya Dia?”Batin Sisil, ia tak kuat lagi untuk tak bertanya pada Kevan.
“Sayang, siapa tuan Qin ini? aku belum pernah melihatnya.
“Dia tuan Qin, direktur utama Grup MD milik keluarga Hong dan pria di sebelahnya adalah Tuan muda Hong, CEO grup MD"
“MD? setahuku MD hanya perusahaan kecil, anak dari perusahaan besar keluarga Hong, perusahaan itu baru berjala beberapa tahun, nilai sahamnya pun tak tinggi”Batin Sisil
“Oh, senang bertemu dengan anda Tuan Qin"
Sisil mengulurkan tangannya pada Daniel, Daniel sebenarnya tak ingin menanggapi uluran tangan Sisil, ia tahu dia istri Kevan, membuatnya semakin Jijik, tapi etika adalah Raja. Dengan setengah hati ia membalas uluran tangan Sisil.
“Senang juga bertemu dengan nyonya Wingsley"
Tak ada basa basi, tak ada ekspresi aneh, tak ada senyuman, yang pira ini tampilkan hanya ketengan yang elegan. Jika di lihat sekilas ia tak seperti rakyat biasa, tapi jika di lihat dari stratanya seharusnya pria ini cukup pintar untuk mendekati keluarga Lee atau Wingsley untuk menaikan pamor MD, tapi kenapa dia seperti tak ada niat membangun relasi dengan nya? Pikiran Sisil melayang-layang memikirkan Daniel yang sangat misterius.
“Kenapa tuan Qin tak ajak Ara kemari?
Daniel tersenyum ketus, pria ini tak mungkin tak bertanya masalah Ara, sudah memiliki istri tapi masih menganggu istri orang. Bukankah dia sudah membuangnya seperti sampah, lalu kenapa masih mau ambil lagi?
“Untuk saya hadir di sini saja karena Tuan muda Hong yang membawa saya, bagaimana saya bisa membawanya bersama? benarkan tuan muda Hong?"
Daniel menoleh pada Tritan dengan tawa kecilnya. Sekali lagi mendengar ucapan Daniel, tritan seakan ingin memukul kepala pria di sampingnya ini. Apa perlu harus merendahkan diri sendiri sampai seperti ini? apa tujuanmu sebenarnya? Tritan menatap Daniel dengan wajah Kesal.
“Direktur Qin, jangan terlalu merendah seperti itu, sangat tidak nyaman rasanya"
Daniel tak menjawab hanya semakin tertawa.
“Ah.. Ya benar juga, kau tak punya kapasitas di sini, haha”Tawa Kevan terdengar sangat jahat. Tritan memandang Kevan dengan tatapan aneh.
“Seandainya kau tahu siapa yang kau ejek ini mungkin di beri 1juta keberanian pun tak akan kau lakukan, dasar bodoh!!”Batin Tritan Geram
Mendengar nama Ara, sisil seketika menoleh pada Kevan. Apa hubungannya tuan Qin dan Ara? kenapa semua hal berhubungan dengan ******* itu? batin Sisil.
“Sayang, kenapa tuan Qin harus membawa Ara? apa hubungan mereka?”Denga lugas Sisil bertanya pada Kevan.
“Ara adalah istriku”Jawab Daniel menggantikan Kevan menjawab.
“Istri? apa????!!”Sisil tak bisa menyembunyikan wajah kagetnya. Bahkan Kevan langsung menatapnya dengan tatapan tajam
“Hehe ma..maafkan saya tuan Qin, saya hanya sedikit kaget, aku dan Ara cukup dekat, tapi ia tak pernah membicarakan pernikahanya”Seru Sisil canggung
“Tidak masalah nyonya Wingsley, pernikahan kami tidak di rayakan, jadi hanya beberapa orang tahu”Jawab Daniel. Sisil hanya bisa tersenyum Aneh.
“Hanya beberapa orang yang tahu dan tidak di rayakan, kenapa terdengar menyedihkan?"
Mendengar ucapan Kevan, ada sedikit perubahan di wajah Daniel. Sorot matanya lebih tajam dari sebelumnya.
“Apakah kau pikir begitu? Ara sangat bahagia ketika aku melamarnya, dia bahkan mengatakan hanya pria sejati yang berani menikahi, bukan hanya bisa berjanji, anda perempuan pasti mengerti, bukankah begitu nyonya Wingsley?"
Pandangan mata Daniel langsung tertuju pada Sisil. Kata-kata Daniel menusuk tepat sasAran. Wajanya bahkan berubah sangat geram saat ini. Pria ini sedang membalas ejekannya. Daniel menatap sekilas perubahan wajah Kevan membuatnya tersenyum ketus.
Daniel benar-benar lautan tenang yang menghanyutkan.
Sisil mengerti apa yang di maksud Daniel. Di kota ini siapa yang tak tahu skandal antara Kevan dan Ara, masih ada yang mau menikahi gadis itupun bisa di bilang suatu keberuntungan. Pantas saja Ara belum bisa melepaskan Kevan. Suaminya tak ada apa-apanya dari Kevan.
“Dasar rubah licik, sebegitunya kau berusaha memanjat status sosialmu, ingin merebut Kevan tak semudah itu, lewati dulu mayatku"