Take Me Back Please!

Take Me Back Please!
Bab 33: ini tidak gratis



Sesampainya di Lobby, Ara dengan cepat turun dari mobil, saking buru-burunya, ia bahkan lupa mengatakan apapun pada Daniel.


Langkah kakinya dengan cepat memasuki Lift dan naik ke lantai 18.


“Ding”Suara Lift terbuka. Ia buru-buru menemui Gerry yang sedang duduk di mejanya.


“Gerry maafkan aku, apa ada masalah? pasti ada masalah ya?"


Gerry menatap Ara yang tersengal-sengal karena berlari. Ia tersenyum.


“Tidak ada, bos Kevan bahkan tak kembali ke kantor, tapi ia sempat menghubungiku, menanyakan keberadaanmu, karena ia kesulitan menghubungimu tadi"


“Oh begitu, apakah dia terdengar marah?"


“Tidak"


Mendengar perkataan Gerry, Ara benar-benar merasa Lega. Syukurlah kalau dia tak marah.


setelah absen Ara dan Gerry turun untuk pulang. Setelah sampai di lobby mereka melihat banyak sekali gadis-gadis yang berkerumun di depan pintu utama. Ara dan Gerry akhirnya mendekati kerumunan itu.


“Ada apa ini?”Tany Gerry pada salah seorang pegawai perempuan


“Hei Gerry, lihat, ada seorang pria tampan, aku kira bos kita pria paling tampan di kota ini, ternyata selain dia ada yang lebih tampan, kau kenal dia siapa?"


Gerry terpaksa menoleh ke Arah luar, ia melihat sosok Pria bertubuh sempurna mengenakan kemeja berwarna navy, kerah tangan tergulung hingga siku dengan rompi jas dan celana panjang senada berwarna dark silver. Membuat kulit putihnya terekspos dengan baik. Ia Berdiri anggun di samping mobil mewahnya. Matanya acuh tak acuh melihat kerumunan.


“Aku tidak tahu, tuan muda dari mana dia? aku tak pernah melihatnya, Ara apa kau kenal?"


Ara yang semula berada di belakang Gerry akhirnya maju ke depan melihat siapa yang gafis-gadis itu bicarakan. Dengan ragu ia mendongak dan tentu saja dia Daniel.


“Kenapa aku baru menyadari pria yang ia nikahi bisa sangat berbakat menarik perhatian gadis-gadis?”Ar menghela nafas panjang. Gerry menatap Ara dengan wajah yang aneh.


“Kau kenal Ra?"


“Tentu saja, dia suamiku"


Ketika Ara menyebutkan kata “Suami", seakan semua orang yang berada di kerumunan itu termasuk Gerry menoleh tidak percaya pada Ara.


“Apa? kenapa kalian menatapku begitu? memangnya aku tak boleh punya suami?"


“Apa???dia suamimu? setelah kau dan bos sekarang kau tiba-tiba bilang pria itu suamimu? gadis tak tahu malu! aku penasAran bagaimana caramu menjerat banyak pria kaya?”Seru salah seorang gadis di sebelah Ara.


“Tentu saja ia naik ke ranjang pria-pria kaya, bagaimana lagi caranya"


“Dasar rubah licik!"


“Apa kalian bilang????!! jika iri denganku maka berusahalah, tapi jangan menfitnahku!!Aku tak pernah naik keranjang mereka, satu-satunya kenapa kalian tak menarik adalah karena kalian memiliki mulut seperti sampah!!”Seru Ara dengan wajah mengejek.


“Iri dengan ******* seperti mu? haha di kota ini siapa yang tak kenal gadis buangan dan simpanan pria-pria kaya sepertimu!!


“Plakkkk”Ara tak bisa lagi menahan emosinya,ia menampar wajah gadis itu dengan keras hingga di pipinya terlihat bekas tangan Ara.


“Wanita ******!”Gadis itu pun terbawa emosi akhirnya berusaha menampar Ara, namun tangannya segera di raih oleh Daniel. Ara dan semua orang yang berada disana segera menoleh pada Daniel.


Mata Daniel menatap gadis itu benar-benar bak belati yang siap membunuh kapan saja. Aura dinginnya terasa di balik wajah tampannya itu.


“Kau mungkin salah paham nona, akulah yang naik ke atas ranjangnya bukan sebaliknya, itu adalah hal yang tak mungkin kau capai seumur hidupmu"


Daniel sukses membuat gadis itu terbengong-bengong mendengar kata-katanya. Ia mengatakannya dengan wajah datar dinginnya tapi kata-katanya bak sebuah tamparan lebih keras di wajahnya.


Gerry yang berdiri di sebelah Ara tak bisa menyembunyikan wajah kagumnya.


“Pria yang Ara sebut suaminya itu bisa menampar orang hanya dengan kata-kata dinginnya, bahkan wajahnya tak menampakan emosi sama sekali. Luar biasa. Aku pikir hanya Kevan yang punya aura seperti itu. Ternyata ada yang lebih mengerikan"


Setelah itu ia melepaskan tangannya dari gadis itu dan menarik tangan Ara, membawanya masuk ke dalam mobil mewahnya.


“Kau tak apa-apa?"


Ara menggelengkan kepalanya, pikirannya bercampur aduk tak karuan. Namanya seburuk ini, kata-kata gadis itu mungkin mewakili semua orang di kota ini.


“Hanya gAra-gAra cincin brengsek itu aku harus kehilangan semua hal baik di hidupku! bahkan ibuku entah berada di mana saat ini"


Air mata Ara tak bisa lagi di bendung. Daniel melihat air mata Ara jatuh, ia membawanya dalam pelukannya.


“Daniel, kau tak dengar kata-kata mereka? kau tidak malukah berdiri di sampingku saat ini?"


“Mereka hanya tak tahu apa masalahmu, kau tak seperti yang mereka katakan, aku tahu itu, kau itu sebuah berlian yang kebetulan terjatuh di atas lumpur"


“Aku akan memberikan banyak masalah untukmu, sebelum semuanya terlambat, kita berpisah saja”Ara mendorong tubuhnya menjauh dari Daniel, ia menatap wajah Pria di depannya itu dengan air mata berjatuhan. Daniel dengan lembut mengusap pipi Ara.


“Berlian akan tetap menjadi berlian meskipun berlumpur, yang harus aku lakukan hanya membersihkan lumpur itu bukan justru membuangnya, mengerti? jadi jangan menangis lagi"


di sela percakapan mereka, suara dering ponsel Daniel memecah keheningan. Ia mengangkat panggilan itu, wajahnya datar sekalo, tak banyak kata-kata yang keluar dari bibirnya.


“Ra, aku tiba-tiba harus pergi ke TopHill, apa kau mau menungguku? kita bisa makan malam disana setelah aku selesai, bagaimana?"


“Baiklah”Jawab Ara dengan senyuman. Daniel mengusap lembut kepala Ara dan membalas senyuman gadis cantik di depannya itu.


Tak lama kemudian Daniel meninggalkan Ara di Restoran TopHill. Beberapa lama Ara menunggu, ia hanya menatap sibuknya kota A dengan segala pikiran kalutnya.


Karena tangisnya tadi, Ara pikir baiknya ia pergi ke toilet untuk merapikan wajahnya, di perjalanan menuju toilet, Ara melihat Kevan dan Sisil di ujung lorong, sepertinya mereka sedang menunggu Lift . Jarak antara toilet dan Lorong tak terlalu jauh, karena buru-buru, tubuh Ara mengenai 2 pelayan yang membawa sebuah Guci besar, pelayan itu kehilangan keseimbangannya dan “Prangggg”Guci itu jatuh, mata Ara menatap lurus ke Arah Kevan, untung saja saat kejadian pintu Lift terbuka hingga mereka tak menyadari keberadaannya. Ara menghela nafas lega. Salah satu pelayan menepuk bahu Ara. Ara segera menoleh.


Ara memalingkah Arah pandangan matanya ke serpihan guci di kakinya. Seketika wajahnya panik dan memucat.


“Guci ini guci langka dan baru saja Bos kami rela membayar $450.000 hanya untuk guci langka ini dan karena ulahmu guci ini hancur, bagaimana kau mau bertanggung jawab?"


Mendengar kata-kata $450.000 dari mulut pelayan itu tubuh Ara gemetar hebat.


“Aduh mati lah aku, $450.000? kenapa nasibku begitu buruk? apa aku sudah membunuh kaisar atau kejahatan besar lainya di kehidupan ku yang lalu hingga nasib buruk selalu mengelilingiku?”Batin Ara.


“Maafkan aku,aku sungguh tak sengaja menabrak kalian"


Tiba-tiba seorang pria berwajah blesteran datang menghampiri Ara dan pelayan itu.


“Ada apa ini?”Seru Pria itu dengan wajah tidak senang memandang pecahan guci itu.


“Tuan Tritan, maaf nona ini menabrak kami dan guci ini terjatuh”Sekejap mata pria itu beralih menatap Ara, beberapa detik Tritan terpesona pada Ara. Ara yakin pria di depannya ini adalah bos dari pelayan-pelayan ini


“Gadis ini cantik sekali”Batin Tritan.


“Tuan”Suara pelayan di samping Tritan membangunkan lamunan Tritan.


“Tuan, maafkan aku, aku sungguh tak sengaja menabrak mereka"


“Nona kau tahu guci ini sangat langka, peninggalan dinasti Song, harganya bahkan mencapai $500.000"


"$500.000? bukankah harganya $450.000, tuan, aku tahu aku salah, tapi mengambil keuntungan dari kesalahan orang lain sangatlah tidak bijak"


“Baik 500.000 atau 450.000 kau tetap harus menggantinya, bagaimana caramu akan bertanggung jawab atau kita selesaikan di kantor polisi saja?”Seru Tritan dengan wajah mengintimidasi


“Aku....."


“Ada apa ini?”Tiba-tiba suara Daniel terdengar dari belakang tubuh Ara. Tritan melihat wajah Daniel tiba-tiba menjadi gugup. Daniel melihat serpihan guci di bawah kaki Ara.


“Ara ada apa? apa kau baik-baik saja?apa kakimu terluka?"


Mendengar Daniel begitu mengkhawatirkan gadis di depannya itu, tritan seketika tahu siapa gadis cantik yang ada di depannya itu. Daniel menatap Tritan dengan wajah emosi. Ia mengerutkan alisnya.


Tritan pernah mendengar Daniel tak pernah menceritakan jati dirinya pada Ara. Kali ini ia merasa masuk ke dalam permainan Daniel.


“Tu..tuan Qin, nona ini tak sengaja menabrak pelayan-pelayan ini hingga Guci langka ini terjatuh"


Pria ini kenal dengan Daniel dan tahu marganya Qin? bagaimana bisa? bahkan Daniel belum mengatakan namanya, batin Ara.


“Kalian saling kenal?”Tanya Ara


Daniel menatap Tritan dengan pandangan dinginnya. Seperti sedang memberikan isyarat pada Tritan. Tritan menangkap isyarat Daniel, hanya bisa mengerutka keningnya.


“Tuan Qin sering datang ke sini dan kami sempat berkenalan di suatu acara yang sama"


“Oh”Jawab Ara singkat.


“Berapa harga guci ini?”Tanya Daniel


"$450.000, bos kami baru saja mendapatkannya dari Lelang di dalam, bagaimana jika bos kami tahu guci mahalnya hancur?"


“Daniel, guci ini sangat mahal, aku benar-benar tak sengaja"


“Tak apa, biar aku tangani masalah ini, kau kembalilah ke restoran, aku akan bicara pada pemilik guci ini"


“Hemm baiklah"


Ara kemudian meninggalkan Ttitan dan Daniel, setelah tubuh Ara hilang dari balik pintu. Daniel menatap Tritan dengan wajah marahnya.


“Jadi nyalimu sudah cukup besar berani mengancam wanitaku? kau pikir aku tak sanggup membayar harga guci ini?"


“Hahaha... Ma..mana mungkin, sudahlah Daniel, aku tak tahu dia istrimu, maafkan aku"


“Sekali lagi terulang, aku benar-benar akan membuangmu ke laut amazon dan menjadikanmu makanan piranha !"


Tritan tiba-tiba merasakan hawa kengerian membanjiri tubuhnya. Jika Daniel mengatakan buang maka akan benar-benar membuangnya. Mana berani ia melawan Daniel. Ia tahu seperti apa sahabatnya itu. Tak ada yang tak bisa ia lakukan!


“Ampun, ampun tuan Qin yang terhormat, lebih baik lempar aku ke lautan gadis cantik saja, tapi ngomong-ngomong istrimu cantik sekali, tak heran Kristi gadis tercantik di TopHill tak bisa menggodamu, bahkan Windy pilihan kakekpun tak bisa meluluhkanmu"


“Diam kau!bersihkan ini cepat"


Daniel tanpa basa basi menepis lengan Tritan yang melingkar di bahunya, ia melangkah pergi menyusul Ara masuk ke dalam restoran.


Sesampainya disana, Daniel menarik bangku di depan Ara. Wajah Ara begitu pucar, nampak raut penyesalan di wajah cantik itu.


“Bagaimana? apa kau bertemu pemilik guci itu? apa yang dia katakan?"


“Pemilik guci itu temanku, sudahku selesaikan, tak perlu kau pikirkan lagi, kita makan dengan tenang, oke?"


“Benarkah sudah kau selesaikan?"


“Hemm"


“Baiklah terimakasih dan maaf membuatmu dalam masalah Daniel"


“Ini tidak gratis, kau tetap harus membayarku”Satu kedipan di mata Daniel dan senyuman di bibirnya, sukses membuat Ara curiga dan pipinya bersemu merah.