Take Me Back Please!

Take Me Back Please!
Bab 139: Ara, kami datang untukmu



Suasana di acara peresmian sangatlah ramai, dekorasi di sana pun di buat sangat mewah dan elegan. Semua tamu-tamu penting di negara itu bahkan kolega dari luar negeri pun ikut di undang.


15 menit lagi acara akan segera dimulai. Akhirnya rombongan keluarga Romanof termasuk Clara sampai di lobby perusahaaan. Clara menuruni mobil itu dengan rasa keangkuhan penuh. Seluruh mata memandang kearahnya dengan hormat bercampur takut. Clara mulai berjalan, MC mulai membacakan susunan Acara. Clara yang sudah duduk di meja kehormatannya mendengarkan dengan bangga hasil kerja kerasnya akhirnya akan di perhatikan dunia. Senyuman angkuhnya terlihat jelas tertarik di wajahnya. Beberapa saat berlalu, akhirnya tiba MC akhirnya memanggil Clara untuk memberi sambutan,


"Para hadirin yang terhormat, mohon berikan sambutan yang meriah untuk presiden direktur FireGate yang baru, yaitu Nona Clara Romanof!" Ujar suara MC menggelegar sampai ke tiap sudut ruangan. Membuat semua orang yang tadinya hening tiba-tiba riuh terdengar banyak suara berbisik. Mereka semua baru mulai menyadari selain para istri dan anak dari keluarga Romanof, Higa maupun Cliff tidak ada di sana. Mereka mulai membicarakan rumor yang sempat beredar kencang di media sosial. Bisik-bisik tamu undangan itu bukan tidak terdengar di telinga Clara, ia tetap bangun dengan angkuh dan mulai menaiki podium dan mulai bicara.


Awalnya suasana di sana sangat riuh dan tiba-tiba hening saat mendengar Clara mengucapkan kata pertamanya. Para awak media mulai fokus meliput jalannya acara penting itu.


"........ Kalian para tamu undangan tentu terkejut dengan apa yang di katakan MC barusan, FireGate adalah perusahaan keluarga kami keluarga Romanof yang di bangun susah payah oleh kakek kami tercinta Cliff Peter Romanof dan juga Ayah kami tercinta Higa Romanof. Namun dalam perjalanannya, kakek dan ayah tiba-tiba sakit keras. Selama bertahun-tahun ini kami berusaha keras memberikan pengobatan untuk keluarga kami tapi Tuhan berencana lain, ayah kami belum sadar dari koma sedangkan kakek kami telah meninggal dunia" ujar Clara bersandiwara pasa ratusan orang di depannya, mendengar kabar mengejutkan itu, seluruh tamu undangan semakin riuh, bahkan ada yang terang-terangan bertanya kenapa meninggalnya Cliff tidak ada kabar beritanya. Clara tersenyum memberikan alibi bahwa kakek mereka sudah tenang di surga tidak ingin ketenangannya rusak karena banyak pemberitaan. Dengan alasan yang sama juga berlaku untuk Higa. Karena sakit keras ia mengaku ayahnya butuh ketenangan jadi tidak di sebar luaskan.


"Dengan masalah ini, untung saja kakek telah memberikan hak waris penuh untuk saya sebagai cucu tertua memegang kendali penuh pada perusahaan" ujar Clara tersenyum puas.


"Bohong!!!" sebuah suara tiba-tiba terdengar dari ambang pintu. Ara memasuki pintu di atas kursi rodanya dengan di temani Denis di belakang tubuhnya. Wajah Clara yang tadinya bahagia tiba-tiba menjadi sangat dingin dan ketus. Denis terus membawa Ara berjalan menuju depan podium tak jauh dari tempat Clara berdiri. Semua orang menoleh dan matan mereka terus mengikuti Ara dan Denis pergi.


"Para hadirin yang saya hormati, saya adalah cucu ke-5 keluarga Romanof, Ayana Diandra Romanof. Kali ini dengan tegas mengatakan bahwa apa yang di katakan wanita ini adalah sebuah kebohongan besar!" ujar Ara sambil menunjuk ke arah Clara, sorot mata di wajahnya sungguh berbeda dari yang biasanya. Ia seperti sedang melemparkan banyak belati dari rasa sakit yang sudah beberapa tahun ini menancap didalam hatinya karena ulah Clara dan Elly. Hari ini tekad Ara bulat untuk mengembalikan belati-belati itu pada pemiliknya. Ara tidak peduli lagi apa yang akan terjadi, selanjutnya meskipun hidupnya lagi-lagi akan dalam bahaya.


Tanpa di duga, Clara justru tertawa keras. Ia menertawakan Ara dan berusaha mengecoh pikiran semua orang.


"Bagus, bagus, jadi lama menghilang kau akhirnya datang untuk mencoba merebut jabatanku dari perusahaan ini? sepertinya tidak habis-habis adik kecil ku ini mencoba menipu banyak orang. Setelah berusaha meracuni kakek dan Ayah, sekarang kau mencoba memutar balikan fakta untukku"


"Memutar balikkan Fakta apa? kau lah yang berbohong dan memanipulasi data perusahaan dan mencuri dana pemegang saham agar penghasilan mereka sedikit", " Di sini tentu banyak pemegang saham yang hadir, apakah kalian tidak menyadari setelah kakek dan ayah ku tidak pernah muncul di perusahaan penghasilan kalian berkurang banyak padahal pendapatan perusahaan meningkat?" tanya Ara melemparkan pandangannya pada ratusan orang di depannya. Banyak pemegang saham mulai menganggukkan kepala tanda setuju. Sebenarnya mereka juga sedikit aneh dengan pendapatan mereka namun mereka juga tidak berani bertanya.


Melihat perlahan-lahan banyak dari tamu undangan mulai berpihak pada Ara, Clara mulai menggertakan giginya dan mengepalkan tangannya marah.


"Jangan bicara omong kosong di acara besar seperti ini! kau menuduh hal yang bukan-bukan padaku apa kau tak takut aku menuntutmu?"


Ara tersenyum ketus, "Aku punya bukti".


Ara kemudian memberikan sebuah USB pada Denis di belakangnya, Denis segera paham maksud Ara. Ia segera berjalan ke sebuah laptop yang tersambung dengan layar proyektor membuka satu-satunya File di dalamnya. File itu adalah File laporan keuangan yang pernah di analisa oleh Daniel dan Ara. Untungnya, Daniel menjelaskan laporan itu sangat rinci hingga ia mengerti. Jika tidak bagaimana Ara bisa menjelaskannya.


Beberapa menit Ara menjelaskan, suasana semakin riuh. Satu-satunya yang merasa sangat senang adalah para wartawan yang sedang meliput jalannya acara di sana. Di dalam pikiran mereka sudah pasti akan mendapatkan bonus besar karena meliput berita besar.


"Wanita ini, bukan hanya memanipulasi data perusahaan, ia melakukan percobaan pembunuhan pada ayah dan juga kakek, bahkan aku juga salah satu korbannya... " Ara kemudian menceritakan semua yang di pendam selama ini.


"Berhenti!! siapa yang berani mengusir cucu kesayanganku dan juga satu-satunya putri keluarga Romanof?!"


Langkah mereka menyeret Ara keluar tiba-tiba berhenti. 4 orang memasuki ruangan peresmian itu. Semua mata membulat tak percaya. Melihat 4 orang itu, seketika tubuh Clara yang tadinya berdiri angkuh tiba-tiba bergetar dan lemas. Ara yang juga menoleh ke arah pintu masuk. Melihat siapa yang datang jantung Ara seketika berdegup kencang.


4 orang itu mendekati Ara dan Denis dengan senyuman hangat.


"Ara, kami datang untukmu" Cliff meraih tangan Ara dan memegangnya dengan hangat.


🎼Try to lock me in this cage


I won't just lay me down and die


I will take these broken wings


And watch me burn across the sky


Hear the echo saying:


I won't be silenced


Though you wanna see me tremble when you try it


All I know is I won't go speechless, speechless


'Cause I'll breathe


When they try to suffocate me


Don't you underestimate me


'Cause I know that I won't go speechless🎼