
Setelah kepergiannya ke kota G, Daniel hampir tidak pernah datang dan tidur di StarLake. Jika ia datang ke sana, ia hanya menemukan bayangan Ara, terlebih jika ia tidur di kamar mereka. Bayangan mereka "Berhubungan" di atas ranjang itu membuat hatinya semakin sempit. Begitu dalam cintanya pada Ara, sulit sekali membuang kenangan itu begitu saja, jadi ia memutuskan untuk tak datang ke StarLake. Jika tidak ada Ara, Starlake bukan lagi rumah untuk Daniel.
Beberapa hari sebelum pesta pertunangan Daniel dan Windy. Windy sibuk membawa Daniel menemaninya kesana sini, banyak sekali wartawan yang mengikuti mereka. Headline berita tak henti-hentinya memuji dua orang itu sebagai pasangan yang sempurna. Tapi, di wajah Daniel tak menyiratkan rasa bahagia atau senang seperti pria yang akan bertunangan pada umumnya. Hal ini berbeda sekali saat ia datang ke biro catatan sipil dengan Ara 1 tahun lalu. Meskipun tak ada perayaan apapun, tapi di dalam hatinya sepeti ada pesta kembang api yang meriah. Akhirnya ia bisa menikahi gadis yang 10 tahun ini menghantui pikirannya, siapa sangka gadis yang ia cintai itu pada akhirnya lltetap memilih pergi dari hidupnya. Bagaimanapun ia berusaha, Ara tetap memutuskan untuk pergi.
Daniel bukan tak pernah menghubungi Ara setelah kejadian di kota G itu, setiap kali ia menghubungi Ara, Ara tak pernah menjawabnya. Sudah banyak pesan yang ia pkirimkan, tapi hanya kata-kata ketus yang ia dapatkan. Bahkan ia meminta Daniel untuk pergi dan segera menikah dengan Windy agar ia bisa bahagia bersama Kevan.
"Bukankah gadis itu sangat konyol?" batin Daniel. Ara mendorong Daniel menjauh sepenuh hati untuk bersama dengan mantannya, hal itulah yang membuat Daniel benar-benar akhirnya menerima pertunangan bersama Windy. Ia tak pernah merasakan seperti sampah seperti ini dalam hidupnya. Di dunia ini mungkin hanya Ara yang ia biarkan menginjak-injaknya sampai seperti ini.
Terkadang, Saat ia lelah, Daniel akan berdiri di sebuah jendela besar di dalam kamarnya di Tophill, Ia akan menatap jauh ke luar jendela menatap kesibukan kota A dari kamar mewah itu.
"Ara, apakah tidak ada sedetikpun kau menyesali semua keputusanmu melepaskan aku? tidak adakah sedetikpun kau merindukanku seperti aku merindukanmu saat ini? jutaan kesalahanmu akan ku maafkan jika kau datang dan memintaku kembali padamu, akan aku lakukan. Tapi kau tak pernah datang juga tak pernah kembali. Bagaimana aku harus memaafkan mu?"
***
Ini adalah hari ke 4 setelah Ara datang ke Starlake terakhir kali dan 2 hari lagi adalah pesta pertunangannya bersama Windy. Ara masih tak bisa di hubungi. Daniel berada di kantornya, Yogi masuk sedikit tergesa-gesa.
"Yogi,Apa yang membuatmu begitu tergesa-gesa?"
"Bos, sepertinya Nyonya beberapa hari lalu datang ke Starlake"
Mendengar yang di katakan Yogi, Daniel tiba-tiba langsung berdiri.
"Apa?! benarkah? kau tahu dari mana?"
"Tadi aku datang ke Starlake untuk mengambil dokumen yang kau inginkan, saat aku masuk ke ruang kerjamu, aku menemukan ini... " Yogi kemudian memberikan sebuah boneka kecil yang biasa tergantung di kunci mobil Ara. Itu adalah gantungan kunci berbentuk beruang, saat ia pergi ke pasar malam dengan Ara waktu itu, Daniel memberikan gantungan kunci itu sebagai hadiah.
"Benar, ini milik Ara, jadi kau kembali?"Batin Daniel. Daniel segera mengambil mantel dan kunci mobilnya, ia segera datang menuju Starlake. Sesampainya di sana, tidak ada yang berubah, ia kemudian naik ke kamar mereka. Di sana ia hanya menemukan sebuah surat dan cincin yang pernah ia berikan pada Ara.
Daniel dengan cepat membuka isi amplop itu.
" Ara! kau benar-benar ingin bercerai denganku? tidak akan!" seru Daniel kesal dan merobek surat cerai itu berkeping-keping. Dengan marah ia berusaha menemukan Ara di manapun.
"Ara sebenarnya kau dimana?"
Hal mengejutkan saat Daniel datang ke FireGate. Ia datang mencari Ara, namun pegawai resepsionis mengatakan Ara sudah tak lagi memiliki posisi apapun di perusahaan setelah Clara menjadi pemegang tertinggi perusahaan. Daniel mengerutkan alisnya bingung. Pikiran Daniel sama dengan apa yang di pikirkan Ara sebelumnya. Cliff tidak mungkin menyerahkan perusahaan pada Clara. Daniel mencium bau bahaya, tapi ia tak menemukan Ara di manapun termasuk apartemennya. "Apa mungkin ia bersama Kevan saat ini?," Daniel tak bisa berpikir dimana Ara berada selain berada bersama Kevan. Akhirnya ia datang ke Wingsley Grup, menemui Kevan.
Sesampainya di sana, Daniel menunggu beberapa saat di lobby sampai Gerry menjemput, setelah itu baru ia di bawa masuk ke ruangan Kevan. Saat Daniel masuk, Ia melihat Kevan sedang berdiri di depan mejanya menatap Daniel dengan tatapan angkuh dan tajam, begitu juga Daniel.
"Gerry, tinggalkan kami sendiri" titah Kevan pada Gerry, Gerry pun mengangguk dan keluar. Setelah itu, Daniel dengan langkah cepat setengah berlari mencengkram kerah kemeja Kevan. Kevan hanya tersenyum ketus.
"Dia istrimu, bagaimana aku tahu?"
"Kau sembunyikan dimana Ara?"
"Apa pedulimu? bukankah kau sudah akan bertunangan dengan Windy? kenapa masih perduli pada Ara?"
"Dia istriku, aku berhak tahu dimana keberadaannya! berhenti bermain-main denganku!! tak cukupkah aku membuat perusahaan ini hampir bangkrut?" Mendengar hal iia melepaskan cengkraman Daniel, sekarang justru Kevan lah yang menarik kerah Daniel dengan emosi.
"Kau!! darimana kau tahu perusahan ku sedang kritis???" Kevan dengan aneh melihat senyuman di bibir Daniel, seketika ia menyadari satu hal. Di kota A tidak ada yang bisa merobohkan Wingsley Grup selain 1 orang, dia adalah DownGrup. Mata Kevan membelalak kaget," a.. apakah.. kau CEO DownGrup, Daniel?" Kevan melepaskan cengkraman nya pada Daniel. Daniel tersenyum lebar. "Sudah sadarkah? selama ini kau menyombongkan diri di depan orang yang salah Kevan. Perusahaan ini sangat kritis sekarang. Jika kau mengatakan dimana Ara sekarang, mungkin aku makan mempetinbangkan untuk memperbaiki perusahaanmu"
"Istrimu? bukankah kau sudah putuskan bercerai dengannya?kau sungguh brengsek Daniel!!! lebih brengsek dari apa yang pernah aku lakukan padanya! aku pikir kau mencintainya, ternyata justru kau meninggalkannya saat ia mengandung anakmu!!" Emosi Kevan sudah tak terbendung lagi, ia segera mengarahkan tinjunya tepat di pipi Daniel. Membuat Daniel mundur beberapa langkah ke belakang. Darah segar segera mengalir di sudut bibirnya.
"Hamil? Ara hamil?? " Daniel menatap Kevan dengan wajah yang sangat bingung. "Kau tahu dari mana ia hamil?"
"Aku tak sengaja melihatnya di kota G, aku datang menemuinya, wajahnya begitu sendu saat aku saat aku datang. Saat ia akan pulang, ia tak sadarkan diri dan aku membawanya ke rumah sakit, aku berkali-kali berusaha menghubungimu, tapi nomormu selalu sibuk, saat aku berusaha mengirimkan pesan untukmu secara tak sengaja aku melihat pesan darimu bahwa kau ingin bercerai dengannya, dimana sebenarnya kau simpan otakmu itu?jika kau berniat mempermainkan nya setidaknya jangan membuatnya hamil!!"
"Mengirimkan pesan untuk bercerai? siapa? aku? itu tidak mungkin, aku begitu mencintainya , bagaimana bisa aku mengirimkan pesan seperti itu padanya" Daniel pun terbawa emosi dan membalas memukul Kevan. Kevan jatuh dan menyeka darah dari bibirnya dengan senyum ketus.
"Apa kau tahu setiap hari ia mengirimkan banyak pesan dan panggilan untukmu, hanya ingin mengatakan ia merindukanmu?apa kau benar-benar tak tahu?? "Kevan sekali lagi menarik kerah baju Daniel dengan emosi dan berkali-kali mengarahkan pukulan ke wajah Daniel. Seketika tubuh Daniel melemah, ia tak peduli lagi apa yang akan di lakukan Kevan. Meskipun 100 pukulan di arahkan padanya sekarang, ia akan diam tak melawan.
"Aku benar-benar tak tahu, tidak ada riwayat panggilan atau pesan dari Ara!!"
"Kau sungguh pintar bersandiwara Daniel!!" Seru Kevan dengan kesal melepaskan kerah kemeja Daniel dengan kasar. "Kau mendapatkan semua yang aku inginkan dalam hidupku, cintanya, dirinya dan juga anak yang di kandungnya, aku tak bisa mendapatkan itu semua, kau yang mendapatkannya bagaimana kau bisa tega membuang keberuntungan itu begitu saja?!" Kevan dengan putus ada duduk di kursi kerjanya. Ia tak habis pikir pada Daniel.
Daniel mencoba mencerna semua fakta yang di berikan Kevan. Sepertinya ia telah salah paham pada Kevan dan sepertinya seseorang telah merubah setting blokir di ponselnya.
"Sepertinya aku tahu kenapa semua ini bisa terjadi... " Seru Daniel sambil menyeka darah segar yang mengalir dari ujung bibir dan pelipisnya.
"Kevan, perlihatkan padaku nomor Ara yang tersimpan di ponselmu"
"Untuk apa?"
"Seseorang pasti menyabotase ponselku!"
"Brengsek!! pasti Windy dan Shamus pelakunya!! jika terjadi apapun pada istri dan anakku, kalian harus membayarnya!!" batin Daniel geram.