Take Me Back Please!

Take Me Back Please!
Bab 52: penjaga anjing katanya? sial!



Saat itu Kevan yang berada di depan pintu mendengar teriakan Arya pada Sisil yang terjatuh, ia seketika menoleh dan berlari mendekati tubuh Sisil yang sudah tak berdaya. Kevan melihat Sisil tiba-tiba pingsan langsung membopongnya keluar dan membawanya ke rumah sakit.


Sesampainya di sama, dokter dan suster memeriksa kondisi Sisil dan mengambil beberapa Cc sampel darahnya, beberapa saat menunggu akhirnya dokter keluar dari ruang pemeriksaan, untuk hasil Sementara Sisil pingsan karena stress dan ia dalam kondisi hamil beberapa minggu di tambah ia hanya memiliki satu ginjal, jadi menambah lemah tubuhnya.


Mendengar Sisil hamil, Arya langsung menatap ke Arah Kevan. Di wajah Kevan tak ada raut senang sama sekali. Hanya wajah kaget dan wajah sedih yang terlihat darinya.


“Ekspresi macam apa itu? apakah dia benar-benar seorang suami?! “Batin Arya mendengus kesal. Kevan tak mempedulikan Arya yang sedari tadi memperhatikannya. Di kepalanya hanya berpikir akhirnya seseorang mengandung anaknya tapi itu bukan Ara.


“Sudahlah apa yang perlu di sesali, tugas menikah dan memiliki anak sudah ku selesaikan, bukankah ini harusnya melegakan?”Pikirnya.


“Istrimu hamil, apakah tak bisa kau berpura-pura senang di depan ayah mertuamu ini van? “Ujar Arya memecah kesunyian. Kevan menoleh.


“Kau salah, aku cukup senang akhirnya Sisil hamil, tugasku sebagai suami dan menantu akhirnya selesai juga"


***


“Hah? vi.. Video apa? “Tanya Ara dengan sungguh-sungguh membalikan badannya menghadap Daniel sekarang.


" video kau dan mantanmu di mobil, ternyata kalian suka melakukannya di mobil?"


“Kevan brengsek!!! “Seru Ara lirih. “Kenapa bisa kau melihat video itu? kapan kau melihatnya?"


“Itu tak penting, yang penting apa kau mau mencobanya denganku?”Daniel menatap wajah Ara dengan senyuman sinis dari ujung bibirnya. Rasa marah dan cemburu kembali menyelimuti hatinya. Ara tertegun.


Ara : "........ "


“Ah sudahlah, aku tak ingin kita bertengkar lagi! sekarang kita kembali ke kota A”Seru Daniel Kecewa. Tiba-tiba Ara menarik leher Daniel dan menciumnya. Ciuman itu berlangsung beberapa menit kemudian ia melepaskannya.


“Daniel, apa kau masih tak percaya padaku? "


Daniel: ".... "


“Jika kau mau ayo kita lakukan”Ujar Ara tapi kemudian Daniel melepaskan lingkAran tangan Ara di lehernya.


“Kita lakukan setelah di rumah”Seru Daniel tersenyum dan kemudian menjalankan mobilnya.


Entah kenapa, semakin Daniel berusaha mengerti ia semakin merasa tak enak hati pada suaminya itu. Bagaimanapun mengeluarkan Kevan dari hidupnya tidak akan semudah itu. Sosoknya terlanjur ada dan apalagi mengingat apa yang ia sudah perbuat di depan Daniel dan juga masalah Video itu. Pasti sangat menyakitkan untuknya. Tapi bagaimana lagi haruskah ia terus menjelaskan perasannya?


“Kevan benar-benar brengsek!! untuk apa dia memperlihatkan video itu.. Agh!! “Maki Ara dalam hati.


-Kota A-


Sesampainya di bandAra Kota A, Daniel membawa Ara pergi ke Starlake, Ara menyadari itu bukanlah jalan menuju apartemennya ia pun menoleh pada Daniel heran.


“Daniel, apa kau salah jalan? “Tanya Ara bingung


“Tidak"


“Kita akan pergi kemana?"


“Kau akan tahu”Serunya tanpa menatap Ara.


15 menit kemudian, mobil berhenti di sebuah mansion bergaya modern rustic. Daniel berjalan keluar membukakan pintu mobil untuk Ara. Dengan ragu, Ara menuruni mobil dengan mata yang masih mengelilingi mansion itu.


“Apakah ini rumahmu? "


“Hemm, aku membelinya beberapa bulan lalu"


“Kenapa? "


“Tidak ada kenapa, masuklah”Seru Daniel menggandeng tangan Ara. Sampai di pintu masuk ia melihat seekor anak anjing yang sedang duduk di depan pintu seperti sedang menunggu tuannya. Anak anjing itu bermata bulan dan terlihat sangat bahagia. Ekornya mengibas-ngibas kekiri dan kekanan kemudian dengan tidak sabar mendekati kaki Daniel.


“Paw, duduk! "


“Paw? kau menamakan anjing mu paw? kenapa aku jadi merasa sesuatu ya? “Lirik Ara curiga pada Daniel. Daniel segera memalingkan wajahnya.


“Daniel sejak kapan kau punya anjing, lucu sekali”Seru Ara mengelu-ngelus kepala Paw.


“Di hari aku tahu kau pergi berama Kevan”Seru Daniel


huh.. Lagi-lagi Kevan.. Ara menghela nafasnya sambil menggendong Paw.


“Paw, apa ayahmu galak padamu? “Bisik Ara pada Paw. Paw menjawab perkataan Ara dengan sebuah gonggongan kecil.


“Tenang saja, mulai sekarang aku akan melindungimu, siapapun tak ada yang berani menyakitimu, oke? "


“With wofhh”Kali ini gonggongan Paw lebih keras dan wajahnya lebih bahagia. Namun tiba-tiba Daniel mengambil Paw dari pelukan Ara. Ara segera melirik nya tajam


“Kebetulan sekali nyonya Qin, rumah ini kekurangan penjaga anjing, jadi baik-baiklah merawat anjing ku”Seru Daniel kemudian membawa Paw masuk ke dalam rumah. Nada bicaranya sekarang sedingin es, kenapa ia jadi persis seperti Kevan? huh


“Penjaga anjing katanya? sial! “Batin Ara.


“Hei! apa yang kau lakukan?"


“Membayar gaji pertamamu nyonya Qin"


“Kalau begitu aku menolak, aku merasa di rugikan"


Tanpa menghiraukan ocehan Ara, Daniel tetap menjatuhkan tubuh mungil itu di atas tempat tidur. Dengan lembut menyentuh pipi Ara dan menciumnya dengan nafas beratnya. Setiap gerakannya bisa menghipnotis Ara seketika.


“Benarkah ingin menolak? tapi tubuhmu bereaksi sebaliknya”Bisik Daniel menatap Ara yang wajahnya mulai memerah.


***


“Tuan, kondisi istri anda saat ini sangat lemah, kondisi fisiknya bahkan sangat lemah untuk memiliki seorang bayi di dalam kandungannya. Jika anda tidak benar-benar menjaganya, saya khawatir akan mengancam kehidupan janin di kandungannya"


Begitulah ujar dokter saat Kevan berada di dalam ruangan dokter. Ia tak pernah berpikir kehilangan 1 ginjal bisa mempengaruhi kondisi seseorang sampai seperti ini.


“Jauhkan istri anda dari pekerjaan yang melelahkan dan juga beban pikiran agar ia tak stress tuan”Lanjut dokter itu. Kevan tak banyak bereaksi. Wajahnya justru cenderung datar tak mencerminkan rasa cemas yang biasa di tampakan seorang suami. Dokter itu pun mengerutkan keningnya heran.


“Apa, anda jelas dengan yang saya ucapkan tuan? "


“Hemm, jelas dok, terimakasih”Tanpa basa basi Kevan undur diri dari hadapan dokter. Dan kembali ke dalam bangsal Sisil.


Melihat tubuh lemah Sisil, hatinya seperti sedang berperang. Bagaimanapun anak itu adalah anaknya, darah dagingnya, di dalam rahim siapapun baik Ara atau Sisil ia tak bisa menyangkal darah yang mengalir di dalam anak itu.


dalam sela lamunannya, ponsel nya tiba-tiba berdering. Nama Gerry muncul di layar ponsel nya. Kevan menjawab panggilan itu.


“Aku sedang di rumah sakit.. Ada apa? "


“Tuan, down Grup sepertinya menyokong MD hingga para pemegang saham kembali menanamkan sahamnya disana"


“Apa??? kenapa bisa Down grup membantu MD? periksa hubungan pimpinan Down grup dengan MD"


“Tapi tuan, hingga saat ini sosok pimpinan Down grup sangat misterius, data dirinya hampir tidak bisa diakses sama sekali"


“Apakah Daniel memiliki hubungan khusus dengan Down grup hingga perusahaan sebesar Down grup mau memnantunya? “Batin Kevan.


“Aku tak peduli, kau harus cari tahu, mD harus bangkrut! "


“Tuan, jika anda bersikeras, saya khawatir akan menyinggung pimpinan Down grup dan akan menjadi bumerang untuk kita sendiri"


“Kerjakan saja yang ku perintahkan"


“Baik tuan"


Kevan segera mengakhiri panggilan itu. Pikirannya bercabang ke mana-mana?


***


Daniel dan Ara masih berada di ranjang mereka setelah berjam-jam lamanya mereka “Berhubungan" , Daniel terbangun dan berjalan menuju kamar mandi setelah itu ia turun dan pergi menyiapkan makan malam.


Setengah jam kemudian, Ara akhirnya membuka matanya karena mendengar ponsel nya berdering. Dengan malas ia mengulurkan tangannya ke atas nakas. Nomor tak di kenal muncul dari ponsel nya.


“Halo"


“Selamat malam, benar ini dengan nona Ayana Diandra Romanov?"


“Benar , anda siapa? "


“Saya Medina, asisten dari tuan Marquis Shamus Qin, kakek tuan muda Daniel"


[marquis \= nama panggilan kebangsawanan]


“Hemm ada apa mencariku? "


“Nona Ara di undang tuan Marquis bertemu di Tophill besok pukul 1 siang"


“Baiklah aku akan datang"


“Atas perintah tuan Marquis mohon rahasiakan janji bertemu ini dari tuan muda Daniel nona"


“Baiklah"


“Terimakasih, maaf menganggu waktu anda nona, selamat malam"


Ara terduduk diam mematung setelah menerima panggilan dari Medina. Kakeknya sampai mencarinya pasti ada satu hal yang penting. Dari mana dia mendapatkan nomor ku? dari gelar kakeknya, Daniel pasti bukan orang sembArangan.


“Rahasia apa lagi yang kau sembunyikan Daniel? “Batin Ara